Please use Chrome or Firefox for better user experience!
School
Dark
Burn Your Past! (Indonesian Language)
Writer Puchanias30
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
R
RATED
701 Reads
18 Likes
2 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
Burn Your Past! (Indonesian Language)
2 Bookmarks
A - A - A
12 13 14 15 16 17 19 20 21 22 23 24
#18
Fear
Puchanias30
Dec 5, 2017
0
0
21
5 Mins Read
No Plagiarism!LWO88AVaCvhlSNSUm1yJposted on PENANA

Selama perjalanan pulang dan sekarang hampir sampai kerumahnya, Adit tidak bersuara. Dirinya ingin bertanya, tapi intuisinya memperingatkannya untuk tetap diam.copyright protection21PENANAHAJUxktNSu

Tidak berapa lama taksi yang ditumpangi mereka berhenti. Ia turun lebih dulu, lalu menunggu Adit membayar argo taksi. Kemudian mereka berjalan melalui jalan kecil. Jalan menuju rumahnya.copyright protection21PENANAEEqtMy3HJG

“Adit, sampai sini aja lo nganter gue.”copyright protection21PENANAd115OT0bVy

Seolah tidak mendengarnya, Adit tetap berjalan disampingnya. Qania menghela napas. Ia sama sekali tidak tahu cara menghadapi seseorang yang marah. Kecuali Ibunya, adik-adiknya dan Linda.copyright protection21PENANAUD8DxGY0tQ

Sampai di depan pintu rumahnya, Qania coba membuka pintu, namun tidak bisa, pintu rumahnya di kunci.copyright protection21PENANAv7vWAiuE0e

Kemana mereka pergi?copyright protection21PENANAldfni4gigc

“Ini.”copyright protection21PENANARaPZOmGNn9

Matanya membulat. Adit memberikan kunci rumahnya.copyright protection21PENANAETg9PRrkwr

“Kanapa ini ada di lo? Ibu gue kemana?”copyright protection21PENANAyRFOeXTvg9

“Katanya Bibi lo harus di rawat di rumah sakit. Jadi dia dan adik-adik lo nginep di sana. Sambil nunggu suami Bibi lo pulang dari pengadilan.”copyright protection21PENANAH7kw79TNWh

Qania mengangguk. Ibunya pasti menitipkan kunci itu ke asisten rumah tangga keluarga Adit, yang selalu25Please respect copyright.PENANAPlLGFo6dD6
berbelanja di sore hari ditempat Ibunya berjualan.copyright protection21PENANAXBadKZ5cjC

"...makasih. Adit, sebelum lo pulang, lo tunggu di sini sebentar.  Gue ambil uang dulu, buat ganti ongkos lo tadi."copyright protection21PENANAEStjHIhAex

Baru memutar badan, memunggungi Adit, pemuda itu berkata padanya,copyright protection21PENANAKVF5sMelAb

"Lo nggak izinin gue masuk? Apa lo takut berduaan sama gue?"copyright protection21PENANADxMNLxNRK7

Mendengar itu, Qania kembali menghadap adit.copyright protection21PENANAtoZXIHFZiT

"Hahaha. Gue pingin tahu, apa reaksi lo bakal sama.... kalo yang nganter lo pulang itu Darez." lanjut Adit.copyright protection21PENANAx2Pc7iZmEz

Qania mengerut. Suara Adit terlalu keras. Udara malam yang sepi akan membuat tetangga disekitar bisa25Please respect copyright.PENANAJpLt5sX57S
mendengarnya.copyright protection21PENANAxh7k5SRSJB

 "Tapi kayanya lo nggak akan takut kalo itu Darez. Kalian bahkan di satu ruangan kecil, saling peluk atau mungkin udah saling- "copyright protection21PENANAZdZZaIGQHY

"Adit!" Qania menarik pemuda itu ke dalam ruang tamu. "Lo... bisa duduk di dalem. Gue ambil uang dulu."copyright protection21PENANAKf0zr8Sruw

"... Qania, gue juga haus."copyright protection21PENANA12O8mT1dLL

Qania mendelik, "Ya, sekalian gue ambilin."copyright protection21PENANAPLYPK8xqYf

Kakinya segera melangkah cepat. Ia benar-benar merasa tak nyaman dengan atmosfer di antara dirinya dan25Please respect copyright.PENANAuC5xtQopFE
Adit. Dipikiran Qania kini, semakin cepat ia membuatkan air minum untuk Adit, maka semakin cepat Adit pergi dari rumahnya. Qania pun mengambil uangnya di kamar, lalu ke arah dapur untuk mengisikan air teh ke cangkir. copyright protection21PENANApIupiWyan3

Sampai di ruang tamunya, ia menyajikan air teh di meja kecil. Memberikannya pada Adit. Matanya mengamati25Please respect copyright.PENANAguZ2bFqiT4
Adit yang meneguk air teh itu dengan sekali tenggak. Qania menghela napas lega.copyright protection21PENANAHo5vxrpyFa

Tidak berapa lama, Adit berdiri. Pemuda itu meliriknya, "Gue pulang dulu Qania."copyright protection21PENANAjuWhkGqR7o

"Tunggu, ini buat ganti ongkos tadi." Ia menarik lengan baju Adit, menyerahkan beberapa lembar uang.copyright protection21PENANA6w7BWpxvAU

Adit tertawa sumbang, "Gue nggak perlu uang ganti dari lo."copyright protection21PENANAyhjDNQ5cpL

Mata Qania membulat, ketika tangan Adit menolak tangannya kasar. Menyebabkan lembaran uang itu25Please respect copyright.PENANAoCt95zB3EJ
berjatuhan ke lantai. Meski ia tahu Adit tidak bermaksud bertindak seperti itu, emosi telah menyulut Qania.copyright protection21PENANAnIgj0AZqr7

Ia menatap tajam Adit, "Gue nggak tahu kenapa lo bisa marah sama gue. Tapi lo nggak harus nolak25Please respect copyright.PENANAW8m1GPS4fx
uang gue kaya gini! Lo nggak ngerti gue susah payah dapetin ini!"copyright protection21PENANAPyDW9AlG5W

Adit yang berdiri didepannya, menatap nyalang dirinya. Kedua tangan pemuda itu mencengkram bahunya.copyright protection21PENANABDdUh1Lnda

 "Lo nggak usah pura-pura bego! Lo tahu kenapa gue marah!"copyright protection21PENANA8ATpTTZTjr

Qania meringis menahan ngilu. Jemari Adit menekan luka dibahunya yang disebabkan perempuan-perempuan suruhan Simka. Ketika mereka mendorongnya menabrak pohon.copyright protection21PENANA19ZF58frPk

Sebelah tangan Adit pun membebaskan bahunya. Tangan itu terangkat menuju wajahnya. Qania refleks memejamkan mata, teringat tamparan perempuan suruhan Simka. Namun hal yang diperkirakan  tak kunjung datang. Justru tangan Adit yang menyentuh pipinya  lembut. Membuat Qania membuka mata.copyright protection21PENANAnqYBlfC6DP

Tepat saat itu, bibir Adit mengunci bibirnya. copyright protection21PENANAhLqaak3aen

Qania pun terhenyak. Ia mendorong pemuda itu, tapi tubuh mereka malah semakin menempel. Lengan Adit yang lain melingkar erat dipunggungnya.copyright protection21PENANABfwAUCJ94y

"A...dit! Mm...stop!" Ia memalingkan wajahnya, tapi hanya sejenak karena tangan Adit memaksanya kembali menghadap pemuda itu. "Hhh!" Napas Qania kembali di renggut. copyright protection21PENANAurZs3kIFrl

Ini gila. Adit seperti kesetanan. Bibir pemuda itu mulai mengulum bibir bawahnya!copyright protection21PENANAvJ7WTigXsv

Dada Qania terasa sesak. Ia menangis. Ini ciuman pertamanya. Dan ia tidak pernah berpikir akan seperti25Please respect copyright.PENANAJw1IycoZuh
ini.copyright protection21PENANAl3KSEFuoOy

Adit pun melangkah, menggiringnya ke arah sofa. Ia sulit menendang Adit, karena kaki pemuda itu berada diantara kakinya. Ditambah lengan pemuda itu yang memeluknya, mencegah25Please respect copyright.PENANA4STy2Z7E2L
pergerakannya.copyright protection21PENANAXj0WL3htJJ

'Yang berhak atas tubuh lo, cuma lo dan suami lo nanti'copyright protection21PENANAPfsWblesjH

Diantara kekalutannya, ucapan Darez terngiang-ngiang dikepalanya. Bagai pematik tubuhnya untuk melawan, ia merangkul leher Adit. Membalas ciuman Adit. Membuat pemuda itu terkejut.copyright protection21PENANAXELIwpn1Ob

Dan Qania memanfaatkan momen itu untuk mendorong Adit, kemudian menendang selangkangan pemuda itu.25Please respect copyright.PENANAnYUK0AzSFP
Tendangannya tidak keras, karena Qania tidak ingin menciderai pemuda itu. Tapi25Please respect copyright.PENANApomq7VDwV7
cukup untuk membuat Adit menjauh.copyright protection21PENANAzLvAIgDZKn

Dirinya pun cepat melangkah mundur, hingga kakinya tersandung karena menabrak sofa. Saat itu juga tubuhnya hilang keseimbangan. Lalu terjatuh di sana. copyright protection21PENANAIzCbwOwLhP

Qania hendak bangun, tapi tangan besar Adit mendorongnya berbaring kembali. Adit menahan25Please respect copyright.PENANANZ0Hx2GEGI
perlawanannya. Adit juga menutup mulutnya dengan jemarinya.copyright protection21PENANAsetdW0Dk1r

"Lo harusnya nggak usah ragu nendang gue. Nggak usah pikirin gue..." Suara Adit serak. Membisik di telinganya. Sedang tangan kiri Adit membuka jaket yang dipakai Qania. Lalu jemari itu menyusup masuk di balik bajunya. Menggerayangi tubuh depannya.copyright protection21PENANAwBd1bVhOU2

"Karena sekarang gue nggak ragu buat dapetin lo. Meski Darez lebih dulu....copyright protection21PENANAcDCOO9DlUU

 miliki lo."copyright protection21PENANAbm9FA6FeqG

Qania terisak. Ia lalu menanduk keras kepala Adit. Hingga pemuda diatasnya, melonggarkan kunciannya.copyright protection21PENANAFWhTXsOfhJ

Kemudian tangan Qania menampar pipi Adit. Mendorong tubuh Adit yang tetap kokoh menimpanya.copyright protection21PENANAitmVib4VwY

"Adit lepasin gue! Darez nggak-khm!!"copyright protection21PENANAQHlZmV529v

Mulut Adit melahap bibirnya kembali. Satu tangan pemuda itu dengan kuat menahan kedua tangan Qania di atas kepalanya. Dan tangan lainnya menanggalkan kemeja yang di kenakan Qania.copyright protection21PENANAJPs0JqtxGL

Ia takut. Sangat takut. Ini lebih buruk dari saat Gio menahannya. Sekarang Qania sadar jika Gio masih memiliki rasa simpati padanya. Karena Gio bahkan tidak menyentuh area pribadinya, seperti yang dilakukan Adit sekarang.copyright protection21PENANAgYfCTxOXtk

Mata Qania yang buram dengan air mata, memelas menatap Adit. Memohon Adit untuk berhenti.copyright protection21PENANAWk2hjodprn

Namun Qania harus menghadapi kenyataan. Pikiran Adit sudah dikuasai iblis. Matanya melirik kemeja yang tadi di kenakannya. Kemeja Darez...copyright protection21PENANAVadnbWNEtu

Kain itu kini tergeletak di lantai. Ia merasakan udara dingin mulai menusuk-nusuk kulitnya yang terbuka.copyright protection21PENANAqKsFmmdbkH

"Gue pingin lo, Qania." copyright protection21PENANAvg1xylWLKn

Ucap Adit setelah melepas tautan bibir mereka.copyright protection21PENANA9Fym3JiRoM

Qania cepat  memburu napas. Bibirnya terasa panas. Bengkak. copyright protection21PENANAlOwOuTaH4v

Mata Adit memandangnya penuh amarah. Ketika pemuda itu melihat semua bitemark dikulitnya.  Dan mungkin mengira itu perbuatan Darez.copyright protection21PENANApzLr7kM45w

"Gue cinta lo."copyright protection21PENANArec0BfJT67

"Tapi gue nggak cinta lo! Lo bahkan bukan siapa-siapa gue! Kenapa lo kayak gini sama gue!" jawabnya frustasi. Qania berjengit kala Adit memeluknya. Kepala pemuda itu bersandar didadanya.copyright protection21PENANAGrVcfp5q7a

"Gue bakal buat lo cinta gue. Atau gue bakal bikin lo nggak bisa nolak gue."copyright protection21PENANAVxKGYR0KV6

"Apa... maksud lo bikin gue nggak bisa nolak lo? Itu hak gue!" balasnya.copyright protection21PENANAhnltnWI7QP

Wajah Qania memucat, matanya memandang Adit yang ada di atas tubuhnya. Membulat.copyright protection21PENANAewgaJwzPWH

Ketika pemuda itu berkata,copyright protection21PENANAZReJydBzXw

"Kalo di sini," tangan Adit mengusap perut rata Qania.copyright protection21PENANAGfU1IiYrpP

"Ada anak gue."copyright protection21PENANAhEmxO54oU0

****copyright protection21PENANA5URkDqxeZv

#bersambung.copyright protection21PENANALFKGGtZFVp

A/N: selamat baca25Please respect copyright.PENANAq3HlNHWnAB
chapter baru! Maaf lama update... Oh terus mohon maklum , cerita saya emang25Please respect copyright.PENANAdZ0zq8v3Eq
cenderung punya alur lambat... Dan dear readers...baca cerita ini sampai tamat25Please respect copyright.PENANAbspb9XdQCT
oke!! Cerita ini, bakal update sampai tamat kok! Terus tetap WARNING cerita ini sedikit berat, dark, dLL. Jadi bijaklah dalam membaca!! Jangan lupa tekan BOOKMARK. Buat. Nyimpen cerita ini. Jadi, kalo update, langsung ada pemberitahuan ke readers :)copyright protection21PENANAuc3QKRWOfR

54.167.29.208

ns54.167.29.208da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X