Please use Chrome or Firefox for better user experience!
School
Dark
Burn Your Past!
Writer Puchanias30
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
R
RATED
381 Reads
18 Likes
1 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2017

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
Burn Your Past!
1 Bookmarks
A - A - A
12 13 14 15 16 17
#18
Fear
Puchanias30
Dec 5, 2017
0
0
5
5 Mins Read
No Plagiarism!xrJ5cu0baKNnJzngygEBposted on PENANA

Selama perjalanan pulang dan sekarang hampir sampai kerumahnya, Adit tidak bersuara. Dirinya ingin bertanya, tapi intuisinya memperingatkannya untuk tetap diam.copyright protection5PENANAQeEamIu4cF

Tidak berapa lama taksi yang ditumpangi mereka berhenti. Ia turun lebih dulu, lalu menunggu Adit membayar argo taksi. Kemudian mereka berjalan melalui jalan kecil. Jalan menuju rumahnya.copyright protection5PENANAiJ62OiwPuH

“Adit, sampai sini aja lo nganter gue.”copyright protection5PENANAAi4jRrAqIe

Seolah tidak mendengarnya, Adit tetap berjalan disampingnya. Qania menghela napas. Ia sama sekali tidak tahu cara menghadapi seseorang yang marah. Kecuali Ibunya, adik-adiknya dan Linda.copyright protection5PENANA2ztGKPoeTB

Sampai di depan pintu rumahnya, Qania coba membuka pintu, namun tidak bisa, pintu rumahnya di kunci.copyright protection5PENANATck0f9jMZN

Kemana mereka pergi?copyright protection5PENANAtz5xTXZtoH

“Ini.”copyright protection5PENANAIqhb610vgU

Matanya membulat. Adit memberikan kunci rumahnya.copyright protection5PENANA6a7ramAt9A

“Kanapa ini ada di lo? Ibu gue kemana?”copyright protection5PENANAhC9na3k9wJ

“Katanya Bibi lo harus di rawat di rumah sakit. Jadi dia dan adik-adik lo nginep di sana. Sambil nunggu suami Bibi lo pulang dari pengadilan.”copyright protection5PENANARf98qg9rLp

Qania mengangguk. Ibunya pasti menitipkan kunci itu ke asisten rumah tangga keluarga Adit, yang selalu9Please respect copyright.PENANAvIMk5JOzlg
berbelanja di sore hari ditempat Ibunya berjualan.copyright protection5PENANAlSztjKPUeY

"...makasih. Adit, sebelum lo pulang, lo tunggu di sini sebentar.  Gue ambil uang dulu, buat ganti ongkos lo tadi."copyright protection5PENANAuvBESLHdUe

Baru memutar badan, memunggungi Adit, pemuda itu berkata padanya,copyright protection5PENANAXLt6UUm3m8

"Lo nggak izinin gue masuk? Apa lo takut berduaan sama gue?"copyright protection5PENANAtH13alN0f1

Mendengar itu, Qania kembali menghadap adit.copyright protection5PENANAZKxApql7Eg

"Hahaha. Gue pingin tahu, apa reaksi lo bakal sama.... kalo yang nganter lo pulang itu Darez." lanjut Adit.copyright protection5PENANAlB2PHWK406

Qania mengerut. Suara Adit terlalu keras. Udara malam yang sepi akan membuat tetangga disekitar bisa9Please respect copyright.PENANALyVFwIrLkf
mendengarnya.copyright protection5PENANAdtOexZAkZP

 "Tapi kayanya lo nggak akan takut kalo itu Darez. Kalian bahkan di satu ruangan kecil, saling peluk atau mungkin udah saling- "copyright protection5PENANAmZAUz0kV7Y

"Adit!" Qania menarik pemuda itu ke dalam ruang tamu. "Lo... bisa duduk di dalem. Gue ambil uang dulu."copyright protection5PENANAbtzdih93m9

"... Qania, gue juga haus."copyright protection5PENANA9ADXOaWovW

Qania mendelik, "Ya, sekalian gue ambilin."copyright protection5PENANAeSVPMvQ6qY

Kakinya segera melangkah cepat. Ia benar-benar merasa tak nyaman dengan atmosfer di antara dirinya dan9Please respect copyright.PENANAPJszgC95j7
Adit. Dipikiran Qania kini, semakin cepat ia membuatkan air minum untuk Adit, maka semakin cepat Adit pergi dari rumahnya. Qania pun mengambil uangnya di kamar, lalu ke arah dapur untuk mengisikan air teh ke cangkir. copyright protection5PENANA5CrEPKWZNi

Sampai di ruang tamunya, ia menyajikan air teh di meja kecil. Memberikannya pada Adit. Matanya mengamati9Please respect copyright.PENANAJOPw8UfXtB
Adit yang meneguk air teh itu dengan sekali tenggak. Qania menghela napas lega.copyright protection5PENANA9WTNUHXR6s

Tidak berapa lama, Adit berdiri. Pemuda itu meliriknya, "Gue pulang dulu Qania."copyright protection5PENANAOlkKb7f2dG

"Tunggu, ini buat ganti ongkos tadi." Ia menarik lengan baju Adit, menyerahkan beberapa lembar uang.copyright protection5PENANA0iirX8bT8Z

Adit tertawa sumbang, "Gue nggak perlu uang ganti dari lo."copyright protection5PENANAchV55QN2HU

Mata Qania membulat, ketika tangan Adit menolak tangannya kasar. Menyebabkan lembaran uang itu9Please respect copyright.PENANAef9aVGSmrd
berjatuhan ke lantai. Meski ia tahu Adit tidak bermaksud bertindak seperti itu, emosi telah menyulut Qania.copyright protection5PENANAvwgQgsXvub

Ia menatap tajam Adit, "Gue nggak tahu kenapa lo bisa marah sama gue. Tapi lo nggak harus nolak9Please respect copyright.PENANABhW4RdG0jZ
uang gue kaya gini! Lo nggak ngerti gue susah payah dapetin ini!"copyright protection5PENANAcutvWrE8lM

Adit yang berdiri didepannya, menatap nyalang dirinya. Kedua tangan pemuda itu mencengkram bahunya.copyright protection5PENANA7x42D9TrcA

 "Lo nggak usah pura-pura bego! Lo tahu kenapa gue marah!"copyright protection5PENANAmH6Cyn4vTz

Qania meringis menahan ngilu. Jemari Adit menekan luka dibahunya yang disebabkan perempuan-perempuan suruhan Simka. Ketika mereka mendorongnya menabrak pohon.copyright protection5PENANAH53aB0Cf8X

Sebelah tangan Adit pun membebaskan bahunya. Tangan itu terangkat menuju wajahnya. Qania refleks memejamkan mata, teringat tamparan perempuan suruhan Simka. Namun hal yang diperkirakan  tak kunjung datang. Justru tangan Adit yang menyentuh pipinya  lembut. Membuat Qania membuka mata.copyright protection5PENANA1fv6i8fbAs

Tepat saat itu, bibir Adit mengunci bibirnya. copyright protection5PENANAMW9TzIgEd9

Qania pun terhenyak. Ia mendorong pemuda itu, tapi tubuh mereka malah semakin menempel. Lengan Adit yang lain melingkar erat dipunggungnya.copyright protection5PENANAdVfh5QiH5q

"A...dit! Mm...stop!" Ia memalingkan wajahnya, tapi hanya sejenak karena tangan Adit memaksanya kembali menghadap pemuda itu. "Hhh!" Napas Qania kembali di renggut. copyright protection5PENANAF7FaeXju8T

Ini gila. Adit seperti kesetanan. Bibir pemuda itu mulai mengulum bibir bawahnya!copyright protection5PENANAWVQ6OqO442

Dada Qania terasa sesak. Ia menangis. Ini ciuman pertamanya. Dan ia tidak pernah berpikir akan seperti9Please respect copyright.PENANA83OXzXROUl
ini.copyright protection5PENANAeiXtA2kSKq

Adit pun melangkah, menggiringnya ke arah sofa. Ia sulit menendang Adit, karena kaki pemuda itu berada diantara kakinya. Ditambah lengan pemuda itu yang memeluknya, mencegah9Please respect copyright.PENANAq9BzjwgcSH
pergerakannya.copyright protection5PENANAipyYAMVTg4

'Yang berhak atas tubuh lo, cuma lo dan suami lo nanti'copyright protection5PENANANc0DiO46T8

Diantara kekalutannya, ucapan Darez terngiang-ngiang dikepalanya. Bagai pematik tubuhnya untuk melawan, ia merangkul leher Adit. Membalas ciuman Adit. Membuat pemuda itu terkejut.copyright protection5PENANA87r5B28WVT

Dan Qania memanfaatkan momen itu untuk mendorong Adit, kemudian menendang selangkangan pemuda itu.9Please respect copyright.PENANApuZmyQAfRU
Tendangannya tidak keras, karena Qania tidak ingin menciderai pemuda itu. Tapi9Please respect copyright.PENANAfZX3Ww0OlV
cukup untuk membuat Adit menjauh.copyright protection5PENANAmejVcTH8NY

Dirinya pun cepat melangkah mundur, hingga kakinya tersandung karena menabrak sofa. Saat itu juga tubuhnya hilang keseimbangan. Lalu terjatuh di sana. copyright protection5PENANAdAbdet1iAV

Qania hendak bangun, tapi tangan besar Adit mendorongnya berbaring kembali. Adit menahan9Please respect copyright.PENANA9M5LmohCBa
perlawanannya. Adit juga menutup mulutnya dengan jemarinya.copyright protection5PENANArJ3TPFVYBR

"Lo harusnya nggak usah ragu nendang gue. Nggak usah pikirin gue..." Suara Adit serak. Membisik di telinganya. Sedang tangan kiri Adit membuka jaket yang dipakai Qania. Lalu jemari itu menyusup masuk di balik bajunya. Menggerayangi tubuh depannya.copyright protection5PENANASY5bTh5BqS

"Karena sekarang gue nggak ragu buat dapetin lo. Meski Darez lebih dulu....copyright protection5PENANAzDtKRHeS0P

 miliki lo."copyright protection5PENANAOryRlowhm7

Qania terisak. Ia lalu menanduk keras kepala Adit. Hingga pemuda diatasnya, melonggarkan kunciannya.copyright protection5PENANA8e6dqZvwAV

Kemudian tangan Qania menampar pipi Adit. Mendorong tubuh Adit yang tetap kokoh menimpanya.copyright protection5PENANApazSUqA8jA

"Adit lepasin gue! Darez nggak-khm!!"copyright protection5PENANAX72wYnUuEh

Mulut Adit melahap bibirnya kembali. Satu tangan pemuda itu dengan kuat menahan kedua tangan Qania di atas kepalanya. Dan tangan lainnya menanggalkan kemeja yang di kenakan Qania.copyright protection5PENANACNwI0XHvti

Ia takut. Sangat takut. Ini lebih buruk dari saat Gio menahannya. Sekarang Qania sadar jika Gio masih memiliki rasa simpati padanya. Karena Gio bahkan tidak menyentuh area pribadinya, seperti yang dilakukan Adit sekarang.copyright protection5PENANArSs0KnrlwK

Mata Qania yang buram dengan air mata, memelas menatap Adit. Memohon Adit untuk berhenti.copyright protection5PENANAVtRY0PmVk1

Namun Qania harus menghadapi kenyataan. Pikiran Adit sudah dikuasai iblis. Matanya melirik kemeja yang tadi di kenakannya. Kemeja Darez...copyright protection5PENANAcWOJEOGmka

Kain itu kini tergeletak di lantai. Ia merasakan udara dingin mulai menusuk-nusuk kulitnya yang terbuka.copyright protection5PENANAFM28NNve91

"Gue pingin lo, Qania." copyright protection5PENANAY5vQ3wGqr0

Ucap Adit setelah melepas tautan bibir mereka.copyright protection5PENANArEXfoB45Yp

"Gue cinta lo."copyright protection5PENANAfEbiMY6icf

"Tapi gue nggak cinta lo! Lo bahkan bukan siapa-siapa gue! Kenapa lo kayak gini sama gue!" jawabnya frustasi. Qania berjengit kala Adit memeluknya. Kepala pemuda itu bersandar didadanya.copyright protection5PENANAkbkQ1omHOO

"Gue bakal buat lo cinta gue. Atau gue bakal bikin lo nggak bisa nolak gue."copyright protection5PENANAIfsFvQhAWg

"Apa... maksud lo bikin gue nggak bisa nolak lo? Itu hak gue!" balasnya.copyright protection5PENANAZbUbtG9AZm

Wajah Qania memucat, matanya memandang Adit yang ada di atas tubuhnya. Membulat.copyright protection5PENANAPjyaazywhm

Ketika pemuda itu berkata,copyright protection5PENANAk0CNF7EXHA

"Kalo di sini," tangan Adit mengusap perut rata Qania.copyright protection5PENANAdHM7SfO2PN

"Ada anak gue."copyright protection5PENANAoF7WPhwnOO

****copyright protection5PENANAK9OmXuuBrc

#bersambung.copyright protection5PENANAcFTYMLeBO4

A/N: selamat baca9Please respect copyright.PENANAk1Ejod9Zt1
chapter baru! Maaf lama update... Oh terus mohon maklum , cerita saya emang9Please respect copyright.PENANATI0RMWoNLK
cenderung punya alur lambat... Dan dear readers...baca cerita ini sampai tamat9Please respect copyright.PENANAJVwOGTdXvO
oke!! Cerita ini, bakal update sampai tamat kok! Terus tetap WARNING cerita ini sedikit berat, dark, dLL. Jadi bijaklah dalam membaca!! Jangan lupa tekan BOOKMARK. Buat. Nyimpen cerita ini. Jadi, kalo update, langsung ada pemberitahuan ke readers :)copyright protection5PENANApcKx9zOGXD

54.242.205.33

ns54.242.205.33da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X