Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Dark
Lampu
Writer sitarafelina
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
PG
RATED
46 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2017

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
Lampu
0 Bookmarks
A - A - A
#4
4
sitarafelina
Nov 11, 2017
0
0
5
3 Mins Read
No Plagiarism!jfC12sHbpRsxm6ek6htJposted on PENANA

Ketika lampu di kamar berukuran dua kali dua meter itu tidak menyala, seorang gadis tengah berbaring di atas kasurnya yang tidak beranjang. Ia tidak tertidur. Ia hanya diam dengan mata terbuka lebar menatap langit-langit kamar kecilnya yang gelap. Seberkas cahaya masuk dari dua lubang ventilasi udara yang terletak di atas pintu. Sedikit cahaya itu tidak cukup untuk menerangi ruangan sekecil itu, namun itu cukup bagi si gadis untuk membedakan bentuk-bentuk kasar dari benda-benda yang ada di dalam kamarnya.copyright protection5PENANAkQnykKtjeb

            Lagipula, pikir si gadis, ia tidak memerlukan cahaya untuk berpikir. Rongga-rongga kepalanya sama gelapnya dengan ruangannya yang tidak bercahaya, namun otaknya masih dapat bekerja dengan baik. Tidak ada yang perlu ditakutkan dari kegelapan. Kegelapan hanyalah sebuah konsep yang terbentuk di dalam pikiran manusia; yang sebenarnya perlu ditakutkan adalah ketika pikiran manusia itu menjadi gelap karena tidak mau atau tidak mampu untuk berpikir.copyright protection5PENANAJyrlztNhFd

Saat ini, roda-roda yang berada di bawah tulang tengkoraknya sedang berputar dengan kecepatan konstan. Tidak lambat dan tidak cepat; mereka berputar dengan ritme yang tetap dan pasti.copyright protection5PENANA87KveZPkgi

Saat ini si gadis sedang berpikir –lebih tepatnya, ia sedang berusaha untuk berpikir tanpa terlalu mempekerjakan otaknya begitu keras. Ia tetap berusaha membuat roda-roda di dalam kepalanya bergerak dengan kecepatan yang biasa; tidak lambat dan tidak cepat. Berputar dengan ritme yang tetap dan pasti.copyright protection5PENANA4B9r9tcDMq

Sampai saat ini, bagaimana ia hidup dan memutuskan untuk hidup adalah hasil dari sebuah kalkulasi yang sembrono; tidak dipikirkan dengan jelas dan matang. Ia selalu merasa bahwa ia sudah bisa hidup hanya dengan dirinya sendiri, namun setelah berbagai perenungan dan perdebatan, rupanya ia masih hidup dengan orang lain. Tentu saja ia harus hidup dengan orang lain: ia harus mengikuti kelas yang diajarkan oleh orang lain, ia harus makan dari hasil masakan orang lain, ia bahkan tinggal di kamar yang disediakan orang lain meskipun ia membayar uang sewanya.copyright protection5PENANAPwZgRzKEQq

Tentu saja ia tidak benar-benar bisa hidup hanya dengan dirinya sendiri. Namun ia selalu berpikir tentang bagaimana untuk meminimalkan hal itu.copyright protection5PENANASZyDuMCk7S

Ia berpikir tentang si pengarang dari Amerika itu, yang melarikan diri dari kehidupan masyarakat dan mencoba hidup sendiri di hutan belantara. Pria itu bisa hidup, dengan instingnya dan mengandalkan alam untuk melanjutkan kehidupannya di hutan; namun dengan abad modern seperti ini, manusia modern akan kesusahan untuk melakukan hal seperti itu.copyright protection5PENANACbtMDDfPh2

Terlebih lagi, memangnya masih ada hutan di abad seperti ini?copyright protection5PENANAg6yfnqP75F

Ia telah banyak membaca literatur-literatur di mana si pemeran utama melalui berbagai macam rintangan yang harus ia hadapi sendiri. Namun tentu saja, itu semua hanyalah fiksi yang menghibur; hasil akhirnya bisa dengan mudahnya ditebak dan diutak-atik oleh si penulis cerita. Kehidupan di luar fiksi adalah sesuatu yang tidak dapat diprediksi; entah seberapa mirip kehidupan itu dengan salah satu literatur yang telah diciptakan oleh seseorang.copyright protection5PENANAyXF6A9Tct0

Si gadis masih berbaring di tengah kegelapan. Ia mendengar suara-suara langkah kaki dan kesibukan yang terjadi di luar kamarnya. Ia tidak mengisolasi dirinya dengan kesibukan di luar; ia hanya perlu membuka pintu kamarnya untuk membebaskan dirinya dan bergabung dengan apa pun yang sedang terjadi di luar. Ia tidak mengisolasi dirinya; ia hanya tidak ingin bergabung dengan kesibukan itu. Ia merasa bahwa ia bertanggung jawab untuk menuliskan hidupnya di dalam kepalanya, dan ia memutuskan untuk tidak menulis bagian di mana dirinya akan membuka pintu kamarnya dan bergabung dengan penghuni rumah lainnya dan ikut terhanyut dalam suatu arus kehidupan sosial yang terbentuk di dalam rumah kecil ini.copyright protection5PENANA56czTQd9Gu

Lalu bagaimana ia akan menulis tentang hidupnya? Untuk saat ini, si gadis memutuskan untuk tidak menuliskan apa-apa selain dirinya yang tetap berbaring di kegelapan. Ia menulis tentang dirinya yang bernafas dan dadanya yang naik turun, tentang telinganya yang mendengar deruman pelan dari kipas angin kecil di samping kanannya, tentang matanya yang memperhatikan langit-langit kamarnya yang gelap.copyright protection5PENANAbWAKcXb25g

54.224.168.206

ns54.224.168.206da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X