×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Fantasy
Romance
ZackLin
Writer Hana Puspa Rini
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
R
RATED
90 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
ZackLin
0 Bookmarks
A - A - A
#10
Kutukan Yang Menyakitkan
Hana Puspa Rini
Sep 14, 2018
0
0
4
4 Mins Read
No Plagiarism!Q9KzxGSSN8gC9tsJE0nhposted on PENANA

8Please respect copyright.PENANAlADz1mxjNT
Violin terbaring lemah, seluruh badannya berwarna biru karena peredaran darah di tubuhnya yang tidak lancar. Zacko tidak tau jika Violin kritis lagi. Violin memejamkan matanya menahan kutukan. Isabelle memasangkan selang pencuci darah ke tubuh Violin, mulut Violin memuntahkan darah karena jantungnya yang sakit. Jika saja si Felio sudah terbunuh saat hukuman, mungkin Violin hidup sehat dan Zacko bersama kedua orang tuanya.copyright protection4PENANAHpf9f0yZmI

Di setiap hari ulang tahun Violin, kutukan itu sering muncul dan membuat badan Vilion kaku, kaki dan tangannya Kaku karena Epilepsi yang di deritanya. Epilepsi itu muncul karena otak Violin kekurangan oksigen, akibat penyakit lemah jantung. Saat Isabelle menyeka tubuh Violin, Violin mulai sadar dari komanya. "I-sa-belle, aku dimana?" Ucap Violin yang menahan sakitnya. Matanya tidak bisa terbuka seperti biasanya, hanya bisa buka sedikit dan kedip-kedip saat kutukan itu menyerang organ tubuhnya.copyright protection4PENANADdSnMq4FiS

Isabelle mengusap kepala Violin, ia menggerakan kaki Violin yang lumpuh dan menyetrumnya dengan tongkat sihir. Violin setiap di terapi hanya bisa menangis, karena tubuhnya mulai paralise. Zacko datang sehabis berjaga di depan gerbang, ia terkejut melihat Violin kritis lagi.copyright protection4PENANAOyuY2XHGX4

"Zacko, ada sebuah permata berlian yang membuat permata Jade didekat sini. Jika kamu telat mengobati Violin, maka Violin akan lumpuh dari tangan ke kakinya. Gelar magus buat dirinya juga akan dicabut, jika ia bener-bener lumpuh." Ucap Isabelle, Zacko melepas jasnya dan memakaikan ke Violin. Ia membawa Violin ke permata hijau, peri-peri mendampingi Zacko dan Violin. Saat Violin di gendong, tubuh Violin kejang-kejang lagi. Zacko meneteskan air matanya, ia mencium kening kekasihnya.copyright protection4PENANAYFteOJenJB

"Violin, Kamu ingat saat kita mau berdansa. Aku menggendongmu seperti ini, lalu kamu bilang kalau kamu ingin duduk di kursi roda." Ucap Zacko, ia berjalan menyusuri hutan dan menemukan permata hijau itu. Kemudian, Zacko menaruh Violin di rumput dan mengambil permata hijau itu. Semua peri menyanyikan lagu untuk kesembuhan Violin, Zacko menaruh permata hijau di dada Violin, bunga mawar dan lavender memberikan aroma terapi, Violin mulai menggerakan tangan dan kakinya. Perlahan-lahan ia membuka matanya, Zacko memegang tangan Violin.copyright protection4PENANA6mPZKCpPhH

Violin batuk-batuk, Zacko memberikan mananya pada Violin untuk memberikan energi kehidupan. Tubuh Violin yang biru telah kembali menjadi putih tanpa bekas. Violin berdiri didampingi Zacko, Zacko memegang tangannya.copyright protection4PENANAH5gc3iaLZ8

Zacko tersenyum, melihat kesembuhan Violin begitu cepat. Violin di dudukan di kursi roda dan Zacko mendorongnya.copyright protection4PENANAPXNjcC3qZM

Namun Penyakit Violin belum sembuh total, jika kekuatannya di gunakan lagi jantung Violin akan berdetak cepat lagi dan membuat Violin mengalami serangan jantung, Zacko hanya punya satu cara yaitu membuat obat pengurang kekuatan, penyembuh rasa sakit, dan penyembuh sistem saraf. Di hutan Violin batuk berdarah, badannya membiru lagi kutukannya menyerang tubuhnya saat ia tidur. Badan Violin kaku lagi, Zacko menidurkan Violin di rumput.copyright protection4PENANA269R5TtuIL

"Zacko, aku tidak ingin mati. Aku ingin menghabiskan malam Halloween di hari ini dan Natal di bulan berikutnya." Ucap Violin, saat Violin berkata ia mengeuarkan darah lagi. Zacko yang melihatnya meminta pertolongan Raja Obelion. "Aku akan menghilangkan rasa sakit kutukan itu, saat kutukan itu datang kamu hanya koma selama 2 hari." Ucap Raja Oberon.copyright protection4PENANAbqRrDVKNGJ

Violin terasa segar lagi, namun ketika kutukan itu menyerang ia akan koma 2 hari dan kejang-kejang. Setiap Saat Violin muntah darah, Zacko memberi mana di jantung Violin.copyright protection4PENANAWwGJPSlSjl

"Gimana dadamu, apa masih sakit?." Tanya Zacko yang mengobati jantung Violin dengan pandangan transparannya.copyright protection4PENANAFmrOewHI1q

"Masih, akgggggg‼‼." Saat Zacko mengobati jantung Violin, Violin mendapat serangan jantung. Zacko menyetrum dada Violin dengan tongkat sihir. Setruman tongkat sihir itu memberi CPR untuk Violin. Keadaan vitalnya melemah, irama jantungnya terbunyi nyaring seperti suara gendang yang di tabuh. Violin napasnya pendek, setiap kesakitan badannya kayang tak karuan karena sesak napas.copyright protection4PENANAtdRlFugpiX

Violin berdiri, ia tak ingin memakai kursi roda. Namun saat ia berdiri ia gemetaran dan terjatuh. Zacko menangkap tubuh Violin.copyright protection4PENANA8etPYiIjb2

"Zacko, taun berikut ayo kita jalan-jalan ke hutan tanpa kursi roda dan tongkat." Ucap Violin, kakinya gemetaran saat berdiri di pelukan Zacko. Zacko menaruh Violin di kursi roda. "Tahun berikutnya, kita jalan kaki untuk bertuga. Aku akan berusaha mengobati kakimu yang lumpuh dan penyakit lemah jantung." Ucap Zacko. Violin berjalan di pegangi oleh Zen, kakinya gemetaran saat berjalan, tangannya kaku lagi mungkin serangannya mulai lagi. Dan benar Saat kutukan itu menyerang jantung dan syarafnya, Violin pingsan tidak sadarkan diri.copyright protection4PENANAEQo6EDDmlE

"Tahun berikutnya lagi, saat kutukan itu sembuh aku akan melamarmu."copyright protection4PENANAMPREax9rWr

Di tempat pertempuran, Violin di baringkan di kasur. Detak jantungnya masih belum normal lagi, mungkin karena mengeluarkan mana jadi tekanan darahnya naik dan jantungnya kambuh. Dokter manusia memasang ECG, Infus, Oksigen dan EEG di tubuh Violin. Tanda vital di tubuhnya melemah, mata sophie terbuka karena tidak bisa menahan sakit.copyright protection4PENANAo4GRUFaCYl

Zacko memegang tangan Violin, dia melihat pacarnya hanya bisa mengeluarkan air mata menahan sakit di tubuhnya.copyright protection4PENANAFDc4KQHnd2

Zacko yakin, jika Felio berhasil di kalahkan mungkin kutukannya akan berkurang meski masih tersisa kutukannya tapi bisa meringankan penyakit Violin.copyright protection4PENANA20SUE2rNtn

Beberapa saat kemudian Violin kritis lagi, tubuhnya kejang-kejang, pandangan matanya mengarah ke atas. Dokter mencabut oksigen di hidungnya, memasangkan intubator di mulutnya. Saat itu Violin bisa melihat masa lalu yang terjadi pada dirinya.copyright protection4PENANAfRsWJnBT0A

"Violin kamu sebentar lagi bisa menjadi magus seperti ayah dan ibumu." Ucap orang tua Violin yang memegang perutnya. Tak lama kemudian, pintu di dobrak oleh Felio."Kau, kau sudah membunuh keluarga Hill, keterlaluan." Kata ayah Violin, ia mengangkat tongkat sihir menyerang Felio si magus jahat. Saat Felio mau mengutuk ayah Violin, "Ku kutuk kamu‼ sakit menahun dan tidak bisa di sembuhkan." Ibu Violin melindungi suaminya dan kutukan itu mengenai perutnya yang sedang.copyright protection4PENANAeFeqJYhqlv

Saat Violin melihat masa lalunya, tiba-tiba Violin muntah darah. Zacko mengelap darah yang keluar dari mulut Violin. Lima tahun lalu, kutukan itu belum terasa sakit namun semenjak usia Violin sudah anak-anak kutukan itu membuat dirinya lemah dan lemah. Hingga saat ini, Violin masih terbaring lemah dan koma.copyright protection4PENANAtovliaoJXS

"Violin, aku akan menemukan cara untuk menghilangkan rasa sakit." Ucap Zacko, ia meneteskan air matanya ke pipi Violin yang pucat.copyright protection4PENANA7dJA9tXLmX

54.80.83.123

ns54.80.83.123da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X