×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Humor
School
Apakah Kehidupan SMAku Akan Hancur Hanya Karena RomCom?
Co-Writer Fandi Abdillah*
Collaborators
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
PG-13
RATED
66 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Apakah Kehidupan SMAku Akan Hancur Hanya Karena RomCom?
0 Bookmarks
Intro 1 2 3 4 5 6 7
#3
Bab 2: Ternyata Memang Susah Menjadi Seorang Body-Guard
Fandi Abdillah
Sep 14, 2018
0
0
9
28 Mins Read
No Plagiarism!IeX0kfPyoXWcp3exgF5Xposted on PENANA

Hari masih pagi sekali dan kulihat di luar jendela, cahaya matahari nampak setengah saja yang terlihat.copyright protection9PENANAQKWrltEB68

Dan kenapa aku yang biasanya sering bangun terlambat karena begadang main galge. Sekarang malah bangun pagi.copyright protection9PENANALPnJPHZFgo

Ini karena Sakuraba-san sialan itu yang menyuruhku untuk menjadi body-guardnya saat dia ingin pergi berbelanja.copyright protection9PENANACdA1gPzxuE

Padahal aku punya jadwal sibuk hari ini yaitu bermain galge sepuasnya sampai aku masuk ke dalam dunia 2d.copyright protection9PENANAulpqMKTrl0

Itu pun kalau bisa.copyright protection9PENANAz7PXRFFRkV

Aku pun menatap jendela dengan sedikit air mata yang keluar. Menangisi kesempatanku untuk bermain game seharian penuh yang tidak bisa ku kembalikan lagi.copyright protection9PENANAfX9QYpGxWa

“Biarlah, lagipula dia mengajiku 500yen untuk hari ini.”copyright protection9PENANAcrvBSilMJH

Aku pun bergegas mencuci mukaku dan memakai baju lengan panjang ditambah baju dengan lengan pendek yang tidak biasa kugunakan saat keluar rumah.copyright protection9PENANANjPCgGiVyD

Biasanya aku hanya memakai kaos polos putih biasa ditambah topi dan tas punggung untuk pergi membeli game kesukaanku di toko.copyright protection9PENANAROA0Fzql6n

Tapi entah kenapa aku tidak terbiasa memakai baju ini. Soalnya baju ini sudah lama tidak kupakai. Mungkin sekitar 2 tahun yang lalu saat aku pertama kali bertemu dengan Rin.copyright protection9PENANAwiO1UHjft3

Celanaku sempit sekali, apa aku bertambah gemuk ya? Yah, celana ini terakhir kali kupakai 3 tahun lalu. Jadi sangat mungkin kalau ukurannya tidak muat lagi.copyright protection9PENANAWgnMTDtbz1

Baru aku sadar, kalau Adikku Rin ada di kamarku. Ia melihat ke arahku dengan sedikit air mata yang menetes dan bertingkah seperti seorang Ibu yang bangga melihat anaknya menjadi dewasa. “Onii-san... akhirnya kau sudah jadi dewasa sekarang. Adikmu ini merasa senang.”copyright protection9PENANAPqQprvYSR5

Gesh, sejak kapan setan kecil ini ada di dalam kamarku? Apa aku tadi lupa mengunci pintu kamar?copyright protection9PENANAfno4oiLIxe

Untung saja aku sudah memakai baju. Jika tidak dia akan kulempar dari jendela.copyright protection9PENANAMuv9goNJAm

“Onii-san mau kencan ya?” tanya dia dengan nada yang membuatku kesal.copyright protection9PENANALpNBPe7O7Y

“Mana ada bego, aku memakai baju ini karena ada pekerjaan.”copyright protection9PENANATmmhrLAct7

“Orang seperti Onii-san bekerja? Ayolah Onii-san, jangan bohong!”copyright protection9PENANArgCXpTlcCW

Ini yang sulit diatasi, kalau Eita masih bisa. Jika dipukul kepalanya atau diancam, dia bisa diam. Kalau ini levelnya udah tinggi, seperti penyakit kanker yang sudah masuk stadium akhir.copyright protection9PENANAzommZbB70I

Dengan santai sambil mencoba melepas celanaku. “Terserah kau lah. Bisakah kau keluar?”copyright protection9PENANA6T5sbwdLJH

“Apa Onii-san malu dilihat pakai baju begitu?” tanyanya dengan wajah yang dapat membuatku kesal.copyright protection9PENANATaYw7nptA2

“Tidak, bukan itu. Aku ingin mengganti celanaku”copyright protection9PENANAq9qMwqY8xY

Aku langsung melepas celanaku di depan Adikku sampai hanya celana dalamku saja yang kelihatan.copyright protection9PENANAQESW64skPb

Raut wajahnya berubah 180 derajat, dari senang menjadi malu. “Whaa… kenapa kau mengganti baju di sini?”copyright protection9PENANA2Jm0fuoFYZ

Kan ini kamarku, kenapa malah kau yang marah?copyright protection9PENANAHo98bFy9O6

Dalam sekejap mukanya menjadi merah, tubuhnya gemetaran dan ia menutup mata menggunakan tangan kanannya.copyright protection9PENANA8EK1BR53cV

Sebenarnya aku juga malu untuk memperlihatkan celana dalamku walaupun pada adikku sendiri. Tapi untuk mengusir si setan kecil ini diperlukan pengorbanan dan aku tidak tahu, apakah hasilnya setimpal dengan pengorbananku atau tidak?copyright protection9PENANAfeEBfU6Dz4

“ONII-SAN EROTAKU MESUM BODOH!!!!” Dia berteriak sambil berlari keluar.copyright protection9PENANADhsMpErYOg

Siapa suruh gak keluar kamarku dari tadi.copyright protection9PENANA4WUPYwH3zT

Setelah selesai berpakaian. Akupun langsung pergi ke tempat yang dijanjikan. Saat mengecek rumah, entah kenapa adikku tidak ada di dalam rumah.copyright protection9PENANAYP8Dqnyx18

Kalau ibu mungkin pergi berbelanja pagi-pagi karena ibu bekerja saat siang hari sebagai guru les anak-anak pada hari sabtu. Tapi yang aneh, di mana setan kecil itu? Apa dia pergi ke rumah temannya?copyright protection9PENANABEp4qPISNw

“Ahh… biarlah nanti juga balik ke rumah.”copyright protection9PENANA8St3Irzqu9

Aku pun pergi ke depan pusat perbelanjaan di Aeon Mall Kagoshima, tempat di mana kami ketemuan. Jika aku ukur, jarak antar rumahku dengan pusat perbelanjaan mungkin sekitar 2 kilometer lebih.copyright protection9PENANAjtYs7pQFWR

Di sepanjang jalan, kulihat banyak orang yang berpacaran lalu-lalang melewatiku.copyright protection9PENANANywdDX3lQR

Yah, wajar saja. Karena pada saat hari libur tiba, di otak para normie dipenuhi dengan hal-hal berbau masa remaja. Mereka melakukan aktifitas remaja seperti kencan, karaoke, kumpul bersama di restoran dan lain-lain.copyright protection9PENANASZKm3sNCSi

Entah kenapa, aku berpikir bahwa melakukan hal-hal itu seperti membuang energi dan waktu, bukan pada tempatnya.copyright protection9PENANAMcMLETauy7

Aku mengatakan hal itu bukan berarti aku menganggap aktifitas seperti itu tidak berguna. Aku juga menjadikan galge sebagai pelarianku dari dunia nyata yang keras ini.copyright protection9PENANAmmGTAjQDFG

Jadi setiap orang mempunyai hak untuk memilih kehidupannya sendiri. Apa ingin menjauhi masa mudamu dengan bermain galge setiap hari atau menikmati masa mudamu yang begitu indah menurut para normie? Itu terserahmu.copyright protection9PENANAuxFeTIHHlA

Cukup lama aku berjalan sambil melamun memikirkan hal itu. Akhirnya aku sampai di tempat yang dijanjikan. Kulihat Sakuraba-san sedang berdiri di depan tiang lampu. Dia memakai gaun one piece yang berwarna putih ungu. Ditambah dengan stockingnya yang cukup menggoda.copyright protection9PENANAZ8NLTsF4Xd

Entah kenapa asupan stocking-ku sudah penuh sekarang akibat Sakuraba-san yang terus saja menunjukannya padaku.copyright protection9PENANAbjAScab3OQ

Aku berterimakasih padanya dalam hati walaupun aku tidak menyukai perempuan 3d.copyright protection9PENANAJjnpxh8fYu

Dengan raut wajah dingin sambil mengibas rambutnya dengan tangan kanan. “Ayo kita langsung pergi.”copyright protection9PENANAQYCDKw5pA3

Hei nona! Bisakah kau menunggu sebentar? Karena berjalan kaki sejauh ini cukup melelahkan untuk orang sepertiku.copyright protection9PENANADMmdEzoQCc

Dan ia pun langsung berjalan tanpa memedulikan diriku yang kelelahan ini.copyright protection9PENANAGmv4M3mVjk

Akupun terpaksa mengikutinya walau kelelahan.copyright protection9PENANAp9j2N3yTs9

Saat kami baru datang ke mall, Sakuraba-san berhenti berjalan dan memutar tubuhnya ke arah boneka panda yang berada di toko sebelah kanan kami.copyright protection9PENANAW5VjjATIqw

Untuk seseorang yang mempunyai raut wajah yang dingin. Dia cukup feminim, menyukai hal seperti itu.copyright protection9PENANAV6SrbFuxAO

“Adikku sepertinya menginginkan boneku itu.”copyright protection9PENANAS0Yb2MeBFH

Sungguh alasan yang sangat bagus untuk seseorang yang menyukai boneka panda.copyright protection9PENANALCNGW7hPPH

Karena ia terlihat tertarik dengan hal itu dan juga aku ingin membeli sesuatu di sana. Jadi aku menyetujuinya.copyright protection9PENANAlKOeb0UGxu

Aku berjalan melewatinya. “Baiklah, kita ke toko sana sebentar. Lagipula ada sesuatu yang ingin kubeli”copyright protection9PENANAvpvuBygQaW

“Kebetulan… aku juga ingin membeli dua boneka untuk adikku.”copyright protection9PENANAxVzlBvsTki

Dua boneka? Kebohongan yang terlalu jelas untuk seseorang yang memilki raut wajah dingin.copyright protection9PENANABG3qUfqOWY

Apa dia lemah terhadap yang imut-imut? Yah… setiap perempuan pasti punya rahasia. Jadi aku tidak bisa menyalahkannya.copyright protection9PENANAjroOVZnbQx

Setelah masuk ke dalam toko. Sakuraba-san langsung pergi ke bagian boneka panda dan aku pergi ke bagian gantungan kunci untuk mencari benda yang Rin sukai.copyright protection9PENANA8nsHJ4ccXx

Setelah cukup lama memilih. Akhrinya aku membeli 1 gantungan kunci berbentuk panda untuk adikku yang entah di mana dia berada. Aku membelikannya hadiah agar dia bisa diam.copyright protection9PENANAuzdyZ7NpWJ

Adikku tidak akan bisa diam, jika tidak ada hal yang membuatnya tertarik.copyright protection9PENANAogaM56MsiC

Seperti anak kecil aja.copyright protection9PENANAZq0s7JxkWv

Di saat aku ingin ke kasir. Aku melihat Sakuraba-san membawa 3 boneka panda ke kasir dengan senyum puas di wajahnya.copyright protection9PENANARq45Y3dMt9

Bukankah kau ingin membeli 2 boneka, kenapa sekarang jadi 3?copyright protection9PENANAvSpGEuMqX5

Setelah selesai kami membeli barang yang kami hendaki. Kami pun pergi keluar dari toko.copyright protection9PENANA2Xv2qDMXYI

“Aku ingin membeli baju tidur, apa kau tidak keberatan jika kita pergi kesana” Ucap dia sambil berjalan di sebelahku.copyright protection9PENANAsP9wU8A7U4

“Tugasku di sini hanya sebagai body-guard. Jadi terserah kau saja mau kemana.”copyright protection9PENANAhpWH5BcS19

Setelah Sakuraba-san selesai membeli barang yang dibutuhkan, dia pun mentraktirku makan di kafe.copyright protection9PENANAX47t7x7Tu5

Sudah berapa lama ya aku tidak ke kafe?copyright protection9PENANACXVLtQT4YN

“Kau boleh pesan sesukamu.”copyright protection9PENANA9fd6XjH9bJ

Nona… bisakah kau berhenti memperlakukanku seperti orang yang rakus?copyright protection9PENANAj9OrCVYJPt

Kalau sudah ditraktir begini. Ya pasti aku tidak akan menolaknya. Karena kesempatan ini sangat jarang terjadi.copyright protection9PENANAPrqKcUA6Yz

“Beneran? Kalau begitu aku tidak akan sungkan-sungkan.”copyright protection9PENANAT8P7eMqVWC

Aku mengambil daftar menu untuk melihat, apa saja makanan dan minuman yang ada di kafe ini.copyright protection9PENANAEgLsHooF8d

Semoga kafe ini punya katsudon.copyright protection9PENANA9XEzHRtiXs

“Anoo… Sakuraba-sa-” Sambungku setelah selesai memesan.copyright protection9PENANARRAGYOtoKp

“Panggil saja aku Aika.”copyright protection9PENANA1pFMSmbg2j

Dia memotong pembicaraanku.copyright protection9PENANAtcg8LY0fhY

“Hmm… A-A-Aika-san apa kau tinggal sendirian di rumah sebesar itu?” tanyaku agak gugup karena baru pertama kali memanggil nama depan perempuan.copyright protection9PENANAH9PiQO7jcR

Saat aku menanyakan hal itu, ia terdiam selama beberapa detik.copyright protection9PENANAJdgo08LbpO

“Awhh… tidak apa-apa jika kau tidak ingin menjawabnya. Aku juga merasa tidak enak menanyakan hal seperti itu” Sambungku.copyright protection9PENANAuT0L1MK211

“Maaf aku hanya teringat sesuatu. Lagipula kau sudah berhubungan denganku, jadi mungkin kau harus tahu.” Sambil memalingkan wajahnya ke jendela.copyright protection9PENANA0JbP21D9lQ

Berhubungan? Maksudmu sebagai body-guard kan?copyright protection9PENANA144ht5qfgP

“Sebenarnya aku tinggal bersama ayah dan ibuku di rumah itu. Tapi Ayahku selalu sibuk dengan pekerjaannya, setelah kami pindah rumah. Ibuku jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit, Ayahku jarang sekali menjenguk, karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya.”copyright protection9PENANA4LI5xKRhMT

Benarkan dia gak punya adik. Untuk orang yang terlihat pintar, dia cukup bodoh.copyright protection9PENANAjNDuCGwgQR

Tapi aku merasa tidak enak menanyakan hal yang tidak ingin dia ingat. Manusia macam apa aku ini?copyright protection9PENANA7RWb9phzFx

Sambil menunudukan kepalanya dengan wajah yang agak muram. “Di saat Ibu mengehembuskan napas terakhirnya, Ayahku malah terlambat saat Ibu sudah di bawa ke ruang mayat. Aku benar-benar marah dan benci Ayahku saat itu, dia hanya mementingkan pekerjaan dari pada keluarganya.”copyright protection9PENANApJj8PRTH8G

Akupun menghadapkan pandangaku ke arah lain karena aku merasa sedikit bersalah menanyakan hal itu padanya. “Sakuraba, maksudku Aika-san. Maaf… aku bertanya hal yang tidak-tidak.” Sambil mengusap belakang kepalaku.copyright protection9PENANABsteX6VumL

Kepalanya yang tertunduk tadi, kini menghadap ke arahku dengan wajahnya nampak terlihat sedikit sedih. “Tidak apa-apa, lagipula aku juga ingin membicarakan masalah ini dengan orang lain.”copyright protection9PENANAluCiGLHXln

“Awh… hmmm”copyright protection9PENANAvL7OUWGNDO

Setelah kami selesai makan dan berbincang, Sakuraba-san mengajakku jalan-jalan di kota. Saat di tengah jalan, aku melihat toko game yang menjual game galge yang baru keluar hari ini.copyright protection9PENANAtehWte3oJq

Aku baru ingat kalau game galge Black Azure rilis hari ini!copyright protection9PENANA94UMnAy5xU

Hah… besok saja lah aku beli.copyright protection9PENANAs2FzRzvxm8

“Apa kau ingin ke sana?” tanya Sakuraba-san.copyright protection9PENANAmQmENPTQeC

Aku membalikan fakta agar ia tidak mengetahui jati diriku yang sebenarnya. “Aku hanya tidak sengaja melihatnya.”copyright protection9PENANAgoHaa4KI9i

“Apa toko itu menjual game bergenre RPG?” tanya ia lagi.copyright protection9PENANADBkiacSGKf

Ternyata dia penyuka game juga, baru tahu aku.copyright protection9PENANAO65bKS1EIf

“Hmm… aku kurang tau juga, tapi kayanya ada sih.”copyright protection9PENANAgZDX9O1Uxa

“Bagaimana kalau kita ke toko itu sebentar?”copyright protection9PENANAcaLxtWKlCu

Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan, tapi syukurlah aku dapat membeli game galge yang telah lama kutunggu.copyright protection9PENANAArBFDmyE0h

Sambil mengangguk kecil. “Hmmm…”copyright protection9PENANAUggydqmflU

Kami pun pergi ke toko game itu. Baru saja aku masuk ke toko, tiba-tiba aku merasa seperti di surga dan atmosfirnya pun begitu nyaman.copyright protection9PENANApy4b6x7QTK

Dengan senyum dingin di wajahnya. “Sepertinya kau cukup senang.”copyright protection9PENANAltcW9PiHti

Tanpa kusadari, Sakuraba-san melihat sisi lain dariku. Anehnya lagi dia memasang raut wajah yang cukup senang, ternyata dia sudah bisa meng-ngendorkan otot kaku di pipinya itu.copyright protection9PENANAYnyfWMGi11

Akupun hanya bisa terdiam dan menatap rak yang berisi game karena aku malu memperlihatkan sisi penggila galge ini.copyright protection9PENANAdrAhCGPKwI

Kenapa dia harus merusak kesenangan seorang pecinta game galge?copyright protection9PENANAvRcHOlw630

“H-Hmmm…”copyright protection9PENANAo2oXhkKYDM

Setelah itu akupun membeli game yang kuinginkan dan Sakuraba-san membeli game rpg action yang bernuansa imut.copyright protection9PENANA0QdA8QgYBN

Judul game yang di beli Sakuraba-san: I Will Shoot Your Heart.copyright protection9PENANAH7FUOtflzj

Apa dia juga seorang otaku? Tidak-tidak, mungkin dia hanya seorang penikmat game amatir. Yah kau tahu, kebanyakan orang-orang pertama kali menyukai game dari genre rpg karena mudah dimainkan dan gameplay-nya tidak membingungkan. Tidak seperti genre fps, strategi dan lain-lainnya yang membutuhkan ketelitian dan kepintaran untuk menang.copyright protection9PENANAmYlLWD5HBJ

Saat kami pergi keluar dari toko, aku mendengar suara langkah kaki yang cepat dari belakang.copyright protection9PENANAtBAHbJysIa

Ketika aku berbalik orang itu sudah mengambil tas milik Sakuraba-san, seketika aku langsung menghadangnya di depan, pencuri itu pun menabrakku dan kami berdua terjatuh.copyright protection9PENANAfqhVk6oAsY

Pintu di depan kami langsung tertutup otomatis sehingga pencuri itu tidak bisa keluar.copyright protection9PENANATOXeATSFAu

Sambil mengeluarkan pisau yang ada di saku jaketnya dan mengarahkannya ke pegawai itu. “Hei sialan, buka pintunya!”copyright protection9PENANAp460MiJkKr

Sialan dia punya pisau, tapi aku juga punya jurus rahasia.copyright protection9PENANAu0SMVcSjMk

Sambil mencoba untuk berdiri. “Sakuraba-san, bisakah kau menjauh.”copyright protection9PENANAhF9eUJ8NpJ

Sakuraba-san langsung menjauh sekitar 5 meter dariku saat aku mengatakan hal itu padanya.copyright protection9PENANAhPOnPAFzVq

Setelah berdiri, aku menundukkan kepala dan mencoba menunjukan wajah yang ditakuti semua orang.copyright protection9PENANA1qqTcl55FR

Sambil menatap tajam ke arah pencuri itu. “Kembalikan tas itu! Jika kau tidak ingin menyesal!!”copyright protection9PENANApXxzcsjkfI

Pencuri itu pun gemetaran, lantas dia menjatuhkan pisau dan tasnya saat melihat wajahku ini.copyright protection9PENANA4xySUntAWp

Apa semenakutkan itu kah wajahku? Sampai-sampai pencuri itu gemeteran.copyright protection9PENANA0XPqQ1MW7r

Sontak aku langsung menerjang dan mendorong pencuri itu ke lantai. Setelah itu kukunci tangannya agar dia tidak bisa bergerak.copyright protection9PENANANwol6ANpV3

Tidak lama kemudian polisi datang dan menangkap pencuri itu.copyright protection9PENANA8ZAGSv3l50

Hari ini adalah hari yang melelahkan dari biasanya. Bagaimana tidak kelelahan? Jika seorang pencinta galge sepertiku harus menangkap seorang penjahat yang membawa pisau.copyright protection9PENANAK6XAwOCiKJ

Saat aku berbalik ke belakang, Sakuraba-san berjalan ke arahku.copyright protection9PENANAKyg8UmIIMD

Dengan nada suara yang rendah tapi tetap menunjukan raut wajah dinginnya. “Terima kasih.”copyright protection9PENANALUDmAvRERX

Salah satu polisi datang menghampiriku dan menepuk punggungku. “Anak muda, terima kasih ya sudah membantu.”copyright protection9PENANAEC3CczrPSc

Aku hanya bisa menangguk mendengar semua pujian itu. “H-Hmmm….”copyright protection9PENANAyDKPLFbunX

Jujur aku tidak peduli dengan semua hal ini. Yang kupedulikan hanyalah bermain galge seharian.copyright protection9PENANA89RLvsgn68

Setelah kejadian itu, Sakuraba-san mengajakku jalan-jalan di taman bermain.copyright protection9PENANAkLKnoXXPMP

Kami pun menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk berkeliling taman.copyright protection9PENANA1lsMaerlIP

Sekitar jam 4 kami pun berpisah di tempat kami ketemuan tadi.copyright protection9PENANAjQYbCuESRK

Sambil menundukan kepalanya. “Sekali lagi, terima kasih Yuiichi-kun.”copyright protection9PENANA1bwLyUJvJv

Kenapa dia memanggil dengan nama depanku, sialan!copyright protection9PENANAlLROx12ZnL

Dengan santai aku menjawab. “Bukankah aku ini body-guardmu, jadi wajar saja jika aku melakukan hal itu.”copyright protection9PENANAOHCMSegw77

Setelah percakapan selesai, Sakuraba-san sekali lagi menundukan kepalanya dan pergi ke rumahnya.copyright protection9PENANAh8jNURIDms

Di saat aku hendak pergi ke rumah, handphoneku berbunyi.copyright protection9PENANA8IdZwK1yJo

Saat kucek. Ternyata ibu mengirimiku pesan yang isinya “Yuuichi, nanti pas kamu pulang beli daging ya. Soalnya Rin mengamuk di rumah karena Ibu tidak ingat membeli daging.”copyright protection9PENANAkx5WkYbBvi

Itulah isi pesannya.copyright protection9PENANAJMq2AlTjYg

Hehh… sepertinya Adikku berubah menjadi singa yang kelaparan karena tidak diberi daging. Baiklah, aku juga mau beli beberapa cemilan untuk begadang main game galge malam ini.copyright protection9PENANAL7YY7uI83s

Aku pun membeli 2 bungkus daging lidah sapi, kalbi, dan beberapa makanan ringan.copyright protection9PENANAxo0CklBvW6

“Jam 4? Tidak terasa setengah hariku berlalu dengan hal yang tidak kuinginkan.” Gumamku sambil melihat jam yang ada di dinding toko.copyright protection9PENANAOFTfHtABNy

Saat aku menuju ke kasir, pegawai kasir itu langsung gemetaran mengambil barang belanjaanku.copyright protection9PENANARyFQwMkfVo

Hahh.., lain kali aku akan membawa jaket dan topi biar orang tidak terlalu takut saat melihatku.copyright protection9PENANAIsMI573GD0

copyright protection9PENANANrFGHnahZX

Saat aku baru masuk ke rumah. Aku langsung disambut Adikku Rin dengan raut wajah cerianya yang menyilaukan itu.copyright protection9PENANAQRvwH2j2ie

Adikku ini cukup menyusahkan juga. Lihat saja, baru aku masuk ke rumah, ia sudah menunggu di depan dengan senyumnya yang manis dan perut keroncongan.copyright protection9PENANAq0HdIMkMtX

“Daging apa yang Onii-san bawa?” tanya Adikku yang nampkanya kelaparan.copyright protection9PENANAMgpsW6Q7nP

Dengan nada santai aku menjawab. “Lidah sapi dan kalbi.”copyright protection9PENANA4eGAKoD3qV

Sambil mengangkat tangannya dan bergembira. “Yeyy….!”copyright protection9PENANAiQVZ4ELorf

Kau ini… makan banyak tapi gak pernah gemuk. Apa dia ini mempunyai badan ectomorph ya?copyright protection9PENANAmevLGsRxzf

Saat aku masuk ke rumah, aku melihat Ayah yang masih memakai baju kantornya dan sedang duduk di ruang makan.copyright protection9PENANAnEt4fesSiS

Kapan dia pulang dari Hokkaido?copyright protection9PENANANAJJANnmbP

Ayah adalah seorang CA di perusahaan game di Hokkaido, dia sudah cukup lama bekerja sebagai pengembang game. Mungkin sekitar 5 tahun.copyright protection9PENANABx37jKzbh9

Karena ia adalah Ayah angkatku jadi aku tidak tahu banyak tentangnya. Yah, aku juga tidak berniat untuk mengetahuinya.copyright protection9PENANAqFNUJ29bVr

“Ahh… Yuuichi… kamu habis kencan ya?” tanya Ayahkucopyright protection9PENANA3J2NsCAQZM

Bisakah salah satu dari kalian berhenti mengganguku?copyright protection9PENANAFAkIHDshOK

Sambil membawa daging ke dapur. “Gak, aku habis kerja.”copyright protection9PENANAqfpea8hjkc

“Kerja? Gak seperti biasanya.”copyright protection9PENANAKoVNbnpLeo

Ayahku tertawa mendengarku bekerja.copyright protection9PENANAxTZRBHv4Yj

Emang aku seperti apa biasanya?copyright protection9PENANAOozdCJmU3G

“Ngomong-ngomong, kapan ayah pulang dari Hokkaido?” tanyaku penasaran.copyright protection9PENANA6N42Afq01E

“Baru jam 4 tadi.”copyright protection9PENANApzxoq86Vc4

Dengan nada datar aku menjawab. “Ohh…”copyright protection9PENANAf1tPf6zB0C

Setelah itu kami pun makan malam bersama. Selesai makan malam, aku pun cepat-cepat bermain game yang baru aku beli tadi.copyright protection9PENANAi6qn81Dy1E

Aku duduk di kursiku yang empuk sambil menyalakan pcku. “Akhirnya… keseharianku yang penuh dengan perjalanan cinta 2d telah kembali.” Gumamku dengan senang.copyright protection9PENANAcrdKQESWA5

copyright protection9PENANA0Q6tFmzeXA

Sambil berjalan menuju ke sekolah. “Bulan depan sudah ujian semester 2 dan aku belum belajar sama sekali.”copyright protection9PENANAQgGhDPigoj

Tiba-tiba terdengar suara tidak asing yang berada di belakangku. “Ternyata kau bisa juga mengkhawatirkan hal seperti itu.”copyright protection9PENANAVBL8lBNexn

Aku memutar tubuhku dan terlihat Eita si erotaku tersenyum aneh ke arahku.copyright protection9PENANAkxdr1SNB7L

Bisa kau hentikan senyum mu yang menjijikan itu?copyright protection9PENANAbY1SfEIxV6

Aku menjawab kata-katanya itu dengan sedikit ejekan. “Tentu saja, aku tidak sepertimu yang malas.”copyright protection9PENANARQICY4dLiK

Ia mencoba meyakinkanku kalau ia juga bisa belajar. “Kalau aku berusaha, aku pasti bisa menyusulmu.”copyright protection9PENANA9Dim4kfSVm

Wajahku pun berubah menjadi datar ketika ia mengatakan hal itu.copyright protection9PENANAD7lE0AjI8e

Tentu saja aku akan menunggumu, tapi sebelum itu. Tuntaskan dulu matematika dan bahasa inggris mu.copyright protection9PENANAPZ4xB3BOPU

Saat mau sampai ke gerbang sekolah, aku melihat Sakuraba-san sedang duduk diam di depan pagar gerbang.copyright protection9PENANAzYxSlCcAu8

Dia mau nunggu siapa sampai berdiri cukup lama di sana? Biasanya dia langsung masuk ke sekolah, walaupun ada orang yang memanggilnya.copyright protection9PENANAX8giMgT6Y1

Saat aku sudah hendak sampai di gerbang sekolah, Sakuraba-san langsung menghadangku di depan sehingga aku terkejut dan berhenti berjalan.copyright protection9PENANAkN0okBsWqh

Eita pun ikut berhenti. “Aku duluan ya, Yuuichi.” Sambil melambaikan tangannya padaku dan ia lebih dulu masuk ke sekolah.copyright protection9PENANAQ0goSB05bv

Sialan kau Eita. Kenapa kau tidak menolongku, sialan?! Sakuraba-san menunjukan raut wajah dingin tetapi suaranya cukup dalam dan tidak nyaring. “Maukah kau menemaniku saat istirahat makan siang nanti?” tanyanya.copyright protection9PENANAd9DtrqJkwI

Aku langsung kebingungan dengan tingkahnya itu. “Hah?”copyright protection9PENANAlQvmfQYHNp

Sepertinya akhir-akhir ini aku terlalu sering terkejut.copyright protection9PENANAZDpf1iQ2n2

copyright protection9PENANAxBba5CBPX7

Dengan nada suara kecil sambil memainkan pulpenku. “Hilang sudah waktuku untuk bersantai.”copyright protection9PENANAxjY3FeUDWH

Saat waktu istirahat tiba, Sakuraba-san langsung berdiri dan mengajak ku untuk makan siang di atap. Dan entah kapan Eita langsung menghilang tanpa jejak.copyright protection9PENANA2VksbmK1o8

Sialan kau Eita.copyright protection9PENANA3WJf7PSIEP

Sakuraba-san berdiri dari kursinya dan menghadap ke arahku. “Ayo, Yuuichi-kun.” Ajaknya.copyright protection9PENANAQb9PfO49s0

Apa kau ini bosku? Padahal aku hanya ingin makan siang dengan tenang. Kenapa malah jadi begini?copyright protection9PENANAQvWbX7xI9W

Karena aku sudah menyetujuinya tadi, jadi aku terpaksa mengikutinya keluar. Saat aku hendak keluar kelas, aku merasakan hawa membunuh dari arah belakang. Ketika aku berbalik, hawa membunuh tadi hilang dan keadaan kelas seperti biasanya.copyright protection9PENANAQdSAsZpkI3

Apa cuma perasaanku saja atau laki-laki di kelas ini yang hanya bisa main belakangan?copyright protection9PENANAayfjou7sEz

Aku pun pergi keluar kelas tanpa mempedulikan hal itu dan nampaknya Sakuraba-san sudah lebih dulu pergi ke atap.copyright protection9PENANAsu5pG2weKG

Saat aku sudah berada di atap, aku membuka pintu secara perlahan dan terlihat Sakuraba-san sedang berdiri di depan pagar atap.copyright protection9PENANAaBT3cl3BGL

Ketika aku mau duduk, Sakuraba-san langsung menghampiriku sambil membawa bekalnya.copyright protection9PENANAFQkV9Iqhb4

Sontak aku langsung duduk menjauh dari Sakuraba-san.copyright protection9PENANAREzW3fYAtJ

Saat dia membuka kotak bekalnya itu, aku melihat nasi putih dengan berbagai macam sayur yang begitu indah di atas nasinya ditambah dengan daging sapi dan juga ada beberapa telur gulung yang cukup menggiurkan.copyright protection9PENANAgEk9HxvK9b

Ternyata dia cukup pandai juga memasak.copyright protection9PENANAwO2RKbzasL

Sakuraba-san menundukan kepalanya dan berbicara dengan nada yang dalam. “Sebenarnya orang yang memakai jas hitam itu adalah bawahan Ayahku”copyright protection9PENANAekpOgs3e2x

Owh, aku yakin orang yang menguntitmu lusa semalam itu pasti sudah dipecat dan berada di jalanan sekarang, dengan perasaan kecewa.copyright protection9PENANAYjbjtTQZEZ

“H-Hmmm….”copyright protection9PENANAbaOd1zpBJS

“Ayahku menyuruh orang itu untuk mengawasiku, tapi aku merasa tidak nyaman dan karena itulah aku memintamu menjadi body-guardku agar pengawas itu menjauh” Sambungnya sambil menggengam tangannya.copyright protection9PENANAmYcLMseQHh

Aku tidak tahu kalau Sakuraba-san orangnya agak terbuka seperti ini.copyright protection9PENANAnFAyY4rP35

Tapi aku bingung dengan kelakuan Ayahnya itu, jika dia mau minta maaf, kenapa dia tidak langsung mendatangi Sakuraba-san? Bukan menyuruh para pegawainya untuk menjaga anaknya, hal seperti itu menurutku malah membuat Sakuraba-san semakin benci.copyright protection9PENANAPegDricRTW

“Sakura- maksudku Aika-san.”copyright protection9PENANAJfVV1Hnfy4

Kenapa aku malah gagap menyebut namanya ya?copyright protection9PENANAwVK7uJbWye

“Bukankah lebih baik kau memaafkan Ayahmu dari pada masalah ini terus berlanjut.” Sambungku sambil meletakan kotak bekal.copyright protection9PENANA2nti1VAdMu

Tidak biasanya aku sebijak ini. Apa aku sudah menyelam terlalu dalam ya?copyright protection9PENANAavK5rLNO1l

Ia pun mengeluarkan sedikit air mata. “Entah kenapa aku tidak bisa memaafkan Ayahku atas kejadian yang lalu, padahal ibuku ingin sekali melihat wajah ayah di saat-saat terakhirnya, tapi ayahku malah-.”copyright protection9PENANATyhDFLnRHV

Bel pun berbunyi ketika Sakuraba-san hendak menyelesaikan kata-katanya.copyright protection9PENANA6Kjz3kvEyh

Sakuraba-san pun menyeka air matanya sambil berdiri dan terdiam sejenak.copyright protection9PENANA8INTOeFB3G

“A-Aika-san?”copyright protection9PENANAXXfeBVZYMH

“Maaf, aku ingin mencari udara segar sebentar.” Jawabnya pergi dari atap sambil membawa bekal nya yang masih tersisa makanan.copyright protection9PENANATSsdsvxX96

Aku tidak tahu jika seseorang yang selalu memasang raut wajah dingin ternyata mempunyai sifat sentimental.copyright protection9PENANAfhP3bEhQfl

Dan aku pun bergegas menyelesaikan makan siangku dan pergi ke kelas.copyright protection9PENANAwdiMrTHrSt

Walaupun hari ini Nagasaki-sensei tidak masuk, tapi tetap saja Hasegawa-sensei selalu mengawasi seluruh lorong lantai 1 ketika pelajaran berlangsung. Bayangkan jika kau berjalan di lorong kelas sendirian dan tidak lama kemudian datang hewan buas yang hendak menerkammu.copyright protection9PENANA9MmBZP6xMg

Mungkin seperti itu deskripsiku jika dikejar Hasegawa-sensei.copyright protection9PENANAD2yt5J7nzn

Saat aku masuk ke dalam kelas, aku melihat Sakuraba-san yang sudah duduk di tempatnya.copyright protection9PENANAI6A1S2VztN

Nampaknya seisi kelas cukup ribut dan secara tidak sengaja aku mendengarkan pembicaraan grup wanita tentang maid yang berada di depan gerbang sekolah.copyright protection9PENANA3Dzpeyel61

Aku pun duduk di tempat ku tanpa mempedulikan hal itu.copyright protection9PENANABK3ad9Tlwt

Maid? Apa sedang ada event atau promosi ya?copyright protection9PENANAIfzjhslc1P

Sakuraba-san pun sepertinya hanya fokus terhadap bukunya dengan raut wajah lebih dingin. Apa dia sedang marah?copyright protection9PENANAZ4szuG8J2e

Sambil membuka buku tugas yang ada di tasku. “Hehh…, aku harap ini akan segera berakhir.” Gumamku.copyright protection9PENANALEYPOcYIxu

copyright protection9PENANAbgKLz1dVde

Bel tanda untuk pulang sekolah telah berbunyi dan aku pun bergegas merapikan buku ku.copyright protection9PENANAKdjcNOTVyV

Owh aku baru ingat kalau aku juga telah dipekerjakan Sakuraba-san untuk menjadi body-guardnya. Yah paling cuma anterin dia aja sampai rumah.copyright protection9PENANA9jA78oj67R

Saat aku sudah selesai merapikan bukuku, Sakuraba-san langsung menghampiriku dan mengatakan. “Untuk hari ini kau tidak usah menemaniku, karena aku ada urusan penting.”copyright protection9PENANABi7m4HnhCB

Aku pun hanya duduk terdiam mendengar perkataanya itu.copyright protection9PENANAwnPQzCEsyd

Sambil menganggukan kepalaku tanda aku mengerti. “H-Hmmm…”copyright protection9PENANAoHwYPFn9Lv

Yahh… syukurlah kalau dia menyuruhku untuk tidak mengantarnya hari ini. Jadi waktuku untuk bermain game galge bertambah.copyright protection9PENANA0nN8JSP79s

Tapi entah cuma aku saja dia terlihat agak berbeda atau itu perasaanku saja? Hmm…. Perempuan memang aneh.copyright protection9PENANAJFPywpbbSJ

Sakuraba-san pun pergi keluar kelas setelah mengatakan hal itu kepadaku.copyright protection9PENANAogrVfgADpm

Setelah Sakuraba-san telah meninggalkan kelas, tiba-tiba hampir setengah murid kelas berbicara sambil melihat ke arah ku. Yang mereka bicarakan: “Apa mereka pacaran ya?” “Kenapa Sakuraba-san malah dekat dengan orang itu?” “Padahal aku ingin dekat ama Aika-san”.copyright protection9PENANA8qKWztOpBX

Yahh… walaupun aku ini orang nya tidak peduli terhadap rumor tentangku. Tapi tetap saja agak bikin sakit hati.copyright protection9PENANARkDHT965kZ

Dan aku pun bergegas pergi dari kelas karena aku ingin melepas penatku dengan bermain galge seharian.copyright protection9PENANAPJfgEvxe8W

Saat aku keluar dari gedung sekolah, aku melihat Sakuraba-san berbicara dengan maid itu dan raut wajah Sakuraba-san terlihat agak marah.copyright protection9PENANABgnlcWP1lq

Dia ini kenapa?copyright protection9PENANAYdLCUFM1L7

Saat aku agak dekat dengan mereka, Sakuraba-san langsung melihatku dan tidak lama kemudian dia langsung pergi, maid itu pun juga melihatku, setelah itu dia langsung masuk ke dalam limosin berwarna hitam.copyright protection9PENANA0AQgQvLoJU

Baru kali ini aku melihat limosin dengan mataku. Biasanya aku hanya melihat jenis mobil itu di dalam anime, atau tv.copyright protection9PENANAkkbIGoFvp0

Aku pun hanya bisa terdiam dan menghela napasku setelah melihat kejadian itu.copyright protection9PENANAVodH08mNa7

Baru saja aku keluar dari gerbang pintu, sudah ada yang berteriak “Onii-san tunggu aku!”copyright protection9PENANAUbILszgeX0

Sepertinya pembawa masalah no.2 telah datang, semoga saja yang no.1 tidak ikut. Jika tidak, otakku tidak dapat mencerna pembicaraan mereka dan membuat fungsi otakku berhenti bekerja.copyright protection9PENANA8ilj01HFw6

Aku pun berbalik dan melihat Adikku dengan rambut twintail putihnya yang terombang-ambing sambil berjalan riang gembira ke arahku. Sontak, aku pun langsung lanjut jalan dan tidak menghiraukan Adikku.copyright protection9PENANAGrvU9w3wjd

Adikku Rin pun memegang tangan kananku dan setelah aku berbalik ke arahnya, ia langsung menggembungkan pipinya tanda ia marah. “Onii-san kenapa kau mengacuhkan ku gitu? Humpp.”copyright protection9PENANADdpmYRVf5S

Sialan… cepet amat ini anak larinya. Padahal jarak aku dengannya cukup jauh.copyright protection9PENANAfeaAxbBfR7

“Bisakah kau melepaskan tanganku?” tanyaku memohon agar ia tidak merepotkanku.copyright protection9PENANAmxzRrInveH

Rin langsung mengeratkan pegangannya. “Tidak akan kulepaskan sebelum Onii-san minta maaf.”copyright protection9PENANAJSU8eT0a96

Kau ini bisakah bersikap seperti adik pada umumnya?copyright protection9PENANA2okdYSpA8g

Aku pun terpaksa harus menjawabnya. “Iya… iya aku minta maaf.”copyright protection9PENANAHuNgmfZKKe

Setelah mendengarku meminta maaf, ia langsung melepas pegangannya sambil menunjukan wajahnya yang begitu ceria. “Nah itukan Onii-san yang baik.”copyright protection9PENANAru6mClgDvp

Kalau aku adalah Onii-san yang baik, kenapa kau tidak menjadi Imouto yang baik?copyright protection9PENANAJyN3MMWbm4

Aku pun lanjut berjalan dan tidak memedulikan tingkah setan kecil ini. Dan adikku berjalan di sebelah kananku dengan raut wajah riang.copyright protection9PENANAr3yfkVvkFg

Biasanya dia sering pulang bersama temannya selama ini, tapi kenapa baru kali ini ia pulang bersamaku?copyright protection9PENANAy6KFtm0JZw

“Kenapa kau tidak pulang bareng temanmu?”copyright protection9PENANA8I4WMQII25

Dengan nada santai. “Temanku lagi ada kegiatan eskul voli jadi aku pulang sendiri deh.”copyright protection9PENANAMt9lJugeOW

“Hmmm.”copyright protection9PENANAun2e2wB3fA

Tidak lama setelah pembicaraan tadi selesai, Adikku Rin pun langsung membuka pembicaraan.copyright protection9PENANAzojEk6v3Px

Sambil memperlihatkan gantungan kunci dengan raut wajah ceria. “Onii-san terima kasih ya, gantungan kuncinya.”copyright protection9PENANA9B1iXKMeYB

Aku pun terkejut saat Adikku Rin berterima kasih padaku atas gantungan kunci yang kuberikan padahal aku memberikannya lewat Ibu.copyright protection9PENANAasYdH0Ji4Y

Kenapa adikku tahu kalau aku yang memberinya? Padahal aku menyuruh Ibu agar memberikannya pada Rin dan bilang bahwa hadiah itu dari Ibu sendiri.copyright protection9PENANATEndjIjOM8

Sepertinya Ibuku adalah sekutu yang bermain di belakangku.copyright protection9PENANAmVKodI80W7

Sambil mengarahkan pandanganku ke arah lain. “Hehh… e-ehmm.”copyright protection9PENANAB6AAjhA3zF

Setelah itu, aku pun lanjut jalan menuju ke rumah dan tidak memedulikan ucapan Adikku.copyright protection9PENANA1tjpGC70rT

Sesampainya kami di rumah. Aku langsung membuka pintu dan masuk ke dalam. Terlihat di ruang dapur, ibu membawa kardus yang cukup besar berisi macam-macam bahan untuk membuat kue dengan raut wajah senang.copyright protection9PENANA9OOUc2Cl3z

Apa ibu ingin membuat kue? Tapi aku rasa tidak ada yang berulang tahun hari ini.copyright protection9PENANAsEG2fZkP2T

Rin pun langsung berjalan ke arah Ibu. “Kami pulang~”copyright protection9PENANAv4nOt3rB4T

Ibu meletakan kardus itu di meja dapur. “Selamat datang! Hmmm, tidak biasanya kalian pulang bareng.”copyright protection9PENANAudHj7UmKfp

Aku pun menatap ibu agak sinis agar dia mengakui kesalahannya, namun nampaknya Ibu kelihatan bingung melihat ekspresiku.copyright protection9PENANAjH4ZKjZ492

Ibu! Aku masih ingat dengan apa yang ibu perbuat kepadaku.copyright protection9PENANAYF7ltBpVct

Dengan raut wajah yang bingung. “Ngomong-ngomong, Ibu buat kue untuk siapa?” tanya Rin.copyright protection9PENANAOHGw1OqnzG

“Owh… ibu mau buat kue untuk Ayah. Karena Ayah baru saja naik jabatan menjadi AD.”copyright protection9PENANANSnSS8cSdm

“Kapan Ibu merayakannya?” Ucap adikku.copyright protection9PENANAUb12xvDWqQ

“Malam rabu besok.”copyright protection9PENANAqfx7LyWcWv

Rin pun gembira dengan mata yang berbinar-binar. “Yeyy~ ada pesta!”copyright protection9PENANASKngDgoP8B

Sepertinya sebentar lagi, akan terjadi keributan di mana aku tidak bisa bermain game seharian dengan tenang.copyright protection9PENANAc3Nd5kIIh9

Dan juga Rin, bisakah kau hentikan sifatmu yang kekanak-kanakan itu?copyright protection9PENANAyIp6PbFLnC

Sambil berjalan ke kamar. “Aku ke kamar dulu.”copyright protection9PENANAggmEw0VVP3

Ibu yang melihatku naik ke atas langsung menyilangkan tangannya. “Hehh… kau ini.”copyright protection9PENANAx26kfbFYUW

“Onii-san! Jangan lama-lama main game eronya ya!”copyright protection9PENANA8sExyuIdg6

Kau ini! Bisakah memberiku ketenangan? Sehari saja.copyright protection9PENANAQxmcbSc6N2

Aku pun tidak memedulikan perkataannya dan masuk ke kamar.copyright protection9PENANAal4hFkskim

Saat aku hendak menyalakan PC, aku teringat bahwa besok ada ulangan harian. “Ohh…, aku baru ingat kalau besok ada ulangan harian.”copyright protection9PENANAhrPWYorHCH

Sambil mengeluarkan buku Bahasa Inggris. “Sebaiknya aku belajar sebentar, setelah itu bermain game sepuasnya.” Sambungku.copyright protection9PENANANse9Fq2SxQ

Yahh…, walaupun waktu belajarku lebih sedikit daripada bermain game. Yang penting aku belajar, dari pada erotaku yang selalu bermesraan dengan waifunya yaitu Mayu-chan.copyright protection9PENANAUHbZZQjrbC

copyright protection9PENANAOt4Eq22RKE

Perempuan yang berada di sebelahku, mengulurkan tangannya padaku. “Yuu-kun, ayo cepat kita main!”copyright protection9PENANAyx7MHMdJEK

Akupun tidak memedulikan perkataan perempuan itu dan lanjut bermian gamebotku sambil bersandar di pohon. “Aku sedang sibuk main game.”copyright protection9PENANAAzsLyrCSTO

Mendengar perkataanku, ia pun menggembungkan pipinya. “Hiih… kau ini! Yang lain udah nunggu tahu!”copyright protection9PENANAvIhzmHCoym

Lagi-lagi aku memimpikan hal seperti ini.copyright protection9PENANA37TbUBX7kC

Entah kenapa aku merasa kalau latar belakang mimpiku ini mirip dengan cg di galge.copyright protection9PENANASUbkGKLiCF

Sedikit demi sedikit mimpi itu pun memudar sampai menyisakan ruang yang begitu gelap.copyright protection9PENANA78noIJ6k8F

Tidak lama kemudian aku bangun dan langsung reflek memeluk diriku sendiri karena hawanya cukup dingin.copyright protection9PENANAGcMAnGblOw

“He-Hehhh…, dingin sekali. Sampai-sampai kakiku mati rasa dibuatnya. Apa malam tadi hujan ya?” sambil mencoba bangun dari kasur dan meletakan kakiku di lantai.copyright protection9PENANAXGr807SMqv

Apa malam tadi hujan ya?copyright protection9PENANArxEOWmx3GG

Saat kulihat jam, arah jarum jam panjang menunjukan angka ke 7. Aku pun langsung bergegas mandi dan memakai baju seragamku tanpa memedulikan hawa dingin yang menusuk pori-pori kulitku ini.copyright protection9PENANAInSuYgb9BZ

Ketika aku berada di ruang makan, aku melihat beberapa macam makanan yang masih hangat dan selembar kertas yang berada di atas meja.copyright protection9PENANAGyF7HGfAsG

Saat kulihat, isinya adalah pesan ibu untuk menyuruhku makan dan Ibu sedang mengejar Adikku karena dia tidak membawa bekalnya.copyright protection9PENANA6UeKIb6geN

Aku pun terdiam dengan raut wajah datarku setelah melihat isi pesan tersebut.copyright protection9PENANAXWbPr95CiG

“Sepertinya semua anggota keluargaku berpotensi menjadi pelawak hebat.” Gumamku.copyright protection9PENANACZfi6WYmwr

Setelah selesai sarapan pagi, aku pun langsung pergi ke sekolah.copyright protection9PENANA2Dlgn4rulG

Saat berada di halaman rumah, aku melihat Ibu mengucurkan banyak keringat tetapi dia malah tersenyum ke arahku.copyright protection9PENANAiiCt84CeGV

“Apa ibu baik-baik saja?” tanyaku dengan raut wajah bingung.copyright protection9PENANAVjUaB17AnE

Dengan napas terengah-engah sambil memberikan bekal yang Ibu buat padaku. “I-Itu tidak p-penting, i-ini bekal mu.”copyright protection9PENANA1qhmGFr89M

“Makasih bu.”copyright protection9PENANAOs5rVdvysc

“Yaudah, cepat pergi sana! Nanti terlambat.”copyright protection9PENANAunwoy7qFHO

Akupun berjalan keluar dari halaman rumah. “Iya.”copyright protection9PENANAkJeB5Vgx3q

Sambil melambaikan tangannya padaku. “Hati-hati ya.”copyright protection9PENANAkSSpkODQm5

Bu, bisakah kau berhenti memperlakukanku seperti anak tk?copyright protection9PENANA2Rsyg0GGGo

copyright protection9PENANAu07ICdETKI

Ketika aku hendak mengganti sepatuku di rak, tiba-tiba hawa tidak enak muncul di belakangku. Saat aku berbalik, ternyata Eita lah yang memunculkan aura aneh dalam dirinya.copyright protection9PENANAj4AcuV17Ln

Eita pun menghampiriku dengan sempoyongan seperti orang mabuk.copyright protection9PENANAcOfFnvG3bn

Eita menunjukan raut wajah menyedihkannya sampai-sampai aku muak melihatnya. “Yuuichiii…”copyright protection9PENANAsGnzp0M3Tx

Hah… kau lagi.copyright protection9PENANALdBmp5hqd2

“Kau ini kenapa? Baru pagi udah loyo gitu.” tanyaku bingung melihat tingkahnya sambil mengganti sepatuku.copyright protection9PENANAOqR35eyMiK

“Apa kau tahu game Heroin with Talent?” tanya Eita.copyright protection9PENANA9KqxjPx6Sr

“Aku baru saja beli malam tadi, emang kenapa?”copyright protection9PENANADDEfZ4khux

Dengan nada yang tinggi sampai suaranya bergema di lorong. “Aku kira itu game Eroge! Ternyata malah game galge sialan!!”copyright protection9PENANAjjYbn3pVQH

Apa kau ini tidak punya malu kah? Menyebut hal berbau otaku di kumpulan para normie.copyright protection9PENANAG0s6yMV5SO

“Padahal heroinnya imut semua, melebihi Mayu-chan. Tetapi yang kudapatkan hanyalah adegan kencan dan berciuman saja!!” Sambungnya.copyright protection9PENANAxvsbKsf5JK

Cepat kau minta maaf ama semua perusahaan game galge di dunia ini.copyright protection9PENANAD33BerFDmv

“Kenapa kau bisa salah pilih gitu, kan di kotak kaset ada pemberitahuannya.” Jelasku padanya.copyright protection9PENANAl2wN94A5as

“Heheheh…., aku langsung beli dan tidak melihat tandanya karena terlalu antusias.”copyright protection9PENANATHYmTJO8Oy

Heh, seperti yang kuduga. Dia selalu mementingkan grafik daripada cerita. Ya memang, grafik selalu jadi nilai jual agar dapat menarik perhatian pencinta game di masa sekarang.copyright protection9PENANATsBX4PoJtL

“Menurutku cerita gamenya bagus dan recomen dari para reviewers.”copyright protection9PENANAfPOLDXQd20

“Tapi tetap saja tidak ada adegan R-18 tidak ada!!”copyright protection9PENANAFWHEiBn7Kc

Bisakah kau berhenti menjelekan suatu game hanya karena tidak ada adegan seperti itu? Jika semua game kencan ada adegan seperti itu maka aku akan berhenti bermain dan mengutuk perusahaan yang membuat game tersebut.copyright protection9PENANAFDEgAJ6ZsA

Dengan raut wajah datar. “H-Hmmm…”copyright protection9PENANAKIpyu2vkgy

Dan kami pun pergi ke kelas bersama setelah Eita selesai membicarakan kemaniakannya terhadap eroge.copyright protection9PENANAkVu2ANDXUn

Saat kami masuk ke dalam kelas, nampaknya laki-laki idiot itu tidak mengelilingi Sakuraba-san dan memilih bermain game dan ngumpul.copyright protection9PENANAaA1PRCyYB0

Tidak seperti biasanya. Apa terjadi sesuatu? Heh, mungkin mereka memiliki keyakinan yang lemah dalam membujuk atau Sakuraba-san mengeluarkan sifat aslinya sehingga mereka tidak terlihat bersamanya.copyright protection9PENANAylJYTd1pxh

Tapi kulihat ada beberapa murid laki-laki yang memandangi Sakuraba-san seperti melihat sebuah pemandangan yang indah.copyright protection9PENANAXSdsVNfyKa

Ketika aku hendak menuju ke kursi, secara tidak sengaja aku melihat Sakuraba-san melihat ke arahku sebentar dan setelah itu dia lanjut kembali membaca bukunya. Aku pun duduk di kursi tanpa memedulikan tingkahnya itu.copyright protection9PENANAWULYJCAhAb

Tidak lama kemudian, Koyomi-sensei masuk ke kelas dengan wajah cerianya dan langsung memulai homeroom.copyright protection9PENANAi9w27qf8QN

copyright protection9PENANApNFCgBpwaa

Setelah homeroom selesai dan aku pun pergi ke kantin yang berada di lantai 1 untuk membeli minuman kaleng rasa melon di mesin sambil membawa bekal dan catatan Bahasa Inggrisku. Saat aku hendak sampai di kantin, aku baru saja sadar kalau aku sedang diikuti Eita.copyright protection9PENANAG65s5O4F6F

Ini anak kenapa ikut segala?copyright protection9PENANAQpOnrVNH4D

“Hei! Bisakah kau berhenti berjalan di belakang?” tanyaku kesal padanya.copyright protection9PENANAutra6HLveW

Eita pun menlontarkan ejekannya padaku sambil tersenyum aneh. “Iya-iya mas pecinta stocking~.”copyright protection9PENANAFU3Lm8zrNG

“…”copyright protection9PENANA6D5V0xQOeV

Biarkanlah anak ini mau berbuat apa. Jika aku menanggapi orang seperti dia maka tidak akan ada habisnya.copyright protection9PENANAsJoUUuBG0P

Di saat kami sudah sampai di kantin, aku melihat seorang perempuan yang berada di sebelah pot bunga, memakai sweater. Kulihat dasinya berwarna biru menandakan ia sudah kelas 2. Gaya rambutnya side tail ke kanan dan postur tubuh yang cukup tinggi ditambah dengan raut wajahnya yang marah seperti hendak menerkam siapa saja yang ada di hadapannya.copyright protection9PENANACGKFr7N1zA

“Yuuichi, sepertinya aku harus lari untuk kelangsungan hidupku.” Sambil mengucurkan keringat dan setelah itu dia langsung lari menjauhi perempuan itu.copyright protection9PENANAHFeNBels3z

Aku paham kalau dia mengucurkan keringat karena ketakutan dan aku pun juga takut dan sedikit mengeluarkan air keringat melihat ekspresi yang mencekam itu. Tapi aku heran, kenapa kau sampai lari terbirit-birit gitu?copyright protection9PENANAnvjLpdg1Tg

“Ehhh….” Aku menghela napas dalam-dalam.copyright protection9PENANARvWCbnKYoj

Tidak lama kemudian perempuan itu menghampiriku dengan tatapan nya yang mengerikan. Walaupun tidak semengerikan yang tadi.copyright protection9PENANAy6ZNTA1e25

“Apa Kidou-san itu temanmu?” tanya dia dengan nada agak tinggi.copyright protection9PENANAOpA8b0lr1f

“I-Iya, emang kenapa?” tanyaku balik.copyright protection9PENANAITLEvW2fVr

“Jika kau bertemu dengan dia, tolong bilang sama dia kalau cepat bayar utangnya. Jika tidak dia mungkin tidak bisa mempunyai keturunan lagi.” Sambil mengepalkan tinjunya dengan raut wajah lebih mengerikan dari pada sebelumnya.copyright protection9PENANAyuxxhr8iGa

Aku pun hanya bisa terdiam diri sambil meneguk air liur melihat ekspresi yang mengerikan itu.copyright protection9PENANAnvAYDMYZd0

Sungguh dia adalah orang yang pertama kali membuatku ketakutan seperti ini.copyright protection9PENANAeVT0ApWDFR

“H-Hmmm.”copyright protection9PENANA4dlCLD4UVK

Setelah itu aura mengerikan yang ada pada dirinya lambat laun mulai menghilang.copyright protection9PENANA5jgFiTrhSF

Secara berangsur-angsur ekspresinya menjadi normal dan ia membungkukan badannya padaku. “Aku permisi dulu.”copyright protection9PENANAh7Bb7bA4Pg

Ia pun pergi menuju ke lorong kanan.copyright protection9PENANAWTtiwfVA9R

Kenapa sikapnya berubah 180 derajat dari aura mengerikan yang bisa membuat bulu kuduk orang merinding menjadi gadis yang sopan?copyright protection9PENANAlfbBUtvmKo

Aku tidak tahu apakah itu sifat aslinya atau hanya ia gunakan saat dia membicarakan si erotaku Eita.copyright protection9PENANA22vDeDPPIE

Sesudah membeli minuman, aku pun langsung pergi ke atap. Ketika aku sudah sampai, aku melihat awan begitu hitam dan nampaknya sebentar lagi akan hujan.copyright protection9PENANA5ExzX4OTEY

“Hah… kenapa harus sekarang?” Gumamku sedikit kesal.copyright protection9PENANAK0eVB8p7va

Aku pun berpikir mencari tempat yang teduh namun juga sepi agar aku bisa merileksasikan pikiranku.copyright protection9PENANAvxd1arFZgn

Sambil berjalan menuju ke halaman belakang sekolah. “Kurasa, halaman belakang sekolah saat jam segini orangnya kosong, tempatnya juga teduh dari hujan dan cukup enak. Sebaiknya aku kesana saja.” Gumamku.copyright protection9PENANAEm2cVZgKSV

Ketika aku sudah berada halaman belakang sekolah. Kulihat hujan sudah cukup deras dan percikan airnya tidak sampai mengenai pelataran tempatku hendak duduk.copyright protection9PENANAJDVXzx6YEB

Sepertinya ini bakal menjadi tempat favoritku nomor dua dari bahayanya orang asing seperti Eita atau wanita yang mengerikan tadi.copyright protection9PENANA998mbjNQj4

Aku pun membuka bekal dan memakannya sambil ditemani oleh suara rintik hujan yang agak begitu senandung di telingaku dan pemandangan Gunung Sakurajima yang terlihat kecil berkabut di sekelilingnya.copyright protection9PENANAdXrf9mfq68

Tiba-tiba aku mendengar suara yang begitu dingin dari belakangku. “Ternyata kau disini ya.”copyright protection9PENANAlPLgNlNTjs

Aku memutar tubuhku dan terlihat Sakuraba-san dengan raut wajah dinginnya seperti biasa.copyright protection9PENANAusBDPMXDCg

“E-Eeee… gukhhh,” Aku terkejut dan tersedak karena tiba-tiba Sakuraba-san berada di belakangku.copyright protection9PENANAIQe96nvlNC

Saat aku tersedak, sontak aku langsung meminum minumanku. Dan aku pun mengeluarkan napas lega sehabis tersedak. Sakuraba-san hanya melihatku dengan raut wajah bingung.copyright protection9PENANAu9sgpfBd8V

Hampir saja aku mati konyol tadi.copyright protection9PENANAFDnhhd4eQH

Sialan, karena suara hujan yang begitu deras ini. Aku tidak mendengar suara langkah kaki dari belakang.copyright protection9PENANAuyxJHD6dZU

Dengan nada santai, “Bisakah kau membiarkanku sendiri? Aku ingin belajar dengan tenang sambil memakan bekalku ini.”copyright protection9PENANAPu3hKtwmGF

“Aku tidak tahu kalau kau bisa mengkhawatirkan hal seperti itu.”copyright protection9PENANAhljFDASHOI

Kau kira aku ini seperti normie yang hanya bisa mengkhawatirkan kehidupan dunianya.copyright protection9PENANAojhV2Yz9cz

“Yahh…, aku begini hanya pas ulangan saja.”copyright protection9PENANA4137iOBPah

“….”copyright protection9PENANAvsDO7gpZYe

Sakuraba-san pun terdiam sejenak dan setelah itu terlihat dari raut wajahnya dia ingin mengatakan sesuatu.copyright protection9PENANAImx0iAZRKb

“Maaf atas perilakuku semalam, aku hanya terbawa suasana.” Ucapnya dengan nada rendah dan memalingkan wajahnya ke arah lain.copyright protection9PENANArOcuWvjxlt

Sambil mengangguk kecil tanda paham akan perkataanya. “H-Hmmm”copyright protection9PENANAOQVsF3J43H

“Untuk hari ini, bisakah kau pulang bersamaku?” tanya Sakuraba-san.copyright protection9PENANAjM3QMlrLdb

Kan aku body-guardmu. Tanpa kau suruh aku juga pasti akan pulang denganmu.copyright protection9PENANAWEZ99VEssZ

“Bukankah sudah kubilang, aku ini body-guardmu jadi mau kemana pun kau pergi nanti, aku pasti akan mengikutimu.”copyright protection9PENANAWhQRKwVtBY

Asal jangan ke tempat seperti gudang, UKS, atau kelas yang kosong.copyright protection9PENANAaUKdLwzciN

“Hmmm, kau benar juga. Kalau begitu aku permisi dulu karena ada urusan.”copyright protection9PENANAnfrnoAj33M

Setelah itupun Sakuraba-san pergi dan nampaknya dia hendak menuju ke ruang guru.copyright protection9PENANA3Z3URNqMh1

Bel tanda istirahat telah selesai, bersamaan saat aku sudah selesai makan siang. Aku pun langsung menuju ke kelas dengan agak cepat karena pelajaran Bahasa Inggris hari ini ulangan harian.copyright protection9PENANALrVvFG2fTl

copyright protection9PENANA2hAuEZ5Y38

Setelah semua pelajaran telah berakhir dan bel sekolah yang menandakan untuk pulang telah berbunyi. Aku pun bergegas merapikan buku dan memasukannya ke dalam tas.copyright protection9PENANAK67O0ZCrLT

Ketika aku sudah selesai memasukan buku, Sakuraba-san sudah tidak ada lagi di bangkunya.copyright protection9PENANAsxko2055fY

Dia ini memang orang yang sulit ditebak.copyright protection9PENANAqhf1LU1QS4

Ketika aku hendak menuju ke gerbang sekolah. Aku melihat Sakuraba-san sedang menunggu, di belakangnya ada sebuah mobil orang kaya yang persis aku lihat dulu dan juga ada maid di sebelah nya.copyright protection9PENANAZCb7rb63DS

Para siswa yang berada di sekitar pun keheranan dan berbisik melihat Sakuraba-san dan maidnya itu.copyright protection9PENANAW6phurhAxx

Apa dia ini tidak tahu atau tidak peduli jika hal itu akan membuat rumor tidak sedap nantinya.copyright protection9PENANAyYPO0BI1sB

Aku pun berjalan dengan santai dan tidak memedulikan tatapan di sekitarku, walaupun itu sangat menggangu.copyright protection9PENANA6rehyFtEI6

“Bisakah kau berhenti membuat keributan seperti ini?” tanyaku.copyright protection9PENANAwFcVWHnehV

“Ohh… itu salahku, jadi maafkan aku.” Perempuan berbaju maid model lama itu langsung membungkuk ke arahku dengan rambut hitam terurai berwarna hitam seleher.copyright protection9PENANALPTAEUcmVE

Aku langsung terkejut ketika melihat tingkahnya itu padaku. “E-Eee.”copyright protection9PENANAY15ciDRMiA

“Tidak apa-apa Sera.”copyright protection9PENANASOf4KbM7p3

Setelah Sakuraba-san mengatakan hal itu pada pembantunya. Maid itu pun berhenti menundukan kepalanya.copyright protection9PENANA2bTWMxQYUM

“Jadi, bisa kita langsung pergi?” tanya Sakuraba-san padaku.copyright protection9PENANACSOI47lWTE

Sambil mengangguk kecil. “H-Hmmm”copyright protection9PENANAwLsLQcWDkm

Sambil membuka pintu belakang mobil. “Silakan tuan sebelah sini.”copyright protection9PENANAGnyzkk6bj1

Jujur saja, aku tidak pernah melihat maid sungguhan sedekat ini. Padahal aku sudah bermain game galge yang semua heroinnya adalah maid, tapi tetap saja aku gugup berada dekat dengan mereka.copyright protection9PENANAYWTMEXUZTN

Aku masuk ke dalam limosin hitam yang mewah seperti mobil dalam film-film, di dalamnya agak luas tidak seperti mobil kebanyakan. Sakuraba-san pun duduk di depanku dan maid itu yang mengendarai mobilnya.copyright protection9PENANADqz6bqj73E

Situasi seperti ini membuat orang sepertiku canggung dan resah.copyright protection9PENANAuJ22jmnqyG

Sambil memberikan sebuah botol cukup besar. “Apa kau mau minum?” tanya Sakuraba-san.copyright protection9PENANArwCkigicgc

“Heii, bukankah kita masih di bawah umur?”copyright protection9PENANA0UCz1N0lV3

“Ini bukan alkohol, ini cuma jus jeruk.”copyright protection9PENANAZqN1s6oQxW

Owh, cuma jus jeruk. Kalau begitu aku tidak akan sungkan-sungkan.copyright protection9PENANAxZsakLrCYH

“Kalau begitu aku minta segelas.”copyright protection9PENANAPYCryEfyZb

Dan dia pun menuangkan minuman itu ke gelas kecil.copyright protection9PENANABYBpZ4woV3

Tidak lama kemudian mobilnya berhenti di sebuah tempat yang agak asing.copyright protection9PENANAks2MCnx3Zv

Nampaknya kami sudah sampai tujuan.copyright protection9PENANALPuoh22wA1

Ngomong-ngomong, aku belum bertanya pada Sakuraba-san, tempat apa yang ingin ia datangi.copyright protection9PENANAIc0kB0o7oj

Setelah kami keluar dari mobil, aku melihat rumah yang luas dan besar di kelilingi oleh pagar-pagar tinggi yang desainnya begitu indah.copyright protection9PENANAbIMeuoB2sB

“Ini di mana?” tanyaku kebingungan.copyright protection9PENANAxeq1CH4EeE

“Ini adalah rumah sekaligus gedung ruang kerja Ayahku. Aku datang kesini ingin mengatakan padanya bahwa aku sudah mempunyai body-guard dan aku ingin hidup sendiri!”copyright protection9PENANAGWRGgsGFA4

“Hah?!”copyright protection9PENANAZMNL0haCkD

Apa dia ini suka melibatkan orang dalam masalahnya ya?copyright protection9PENANAdSRDUtlY8z

54.80.96.153

ns54.80.96.153da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X