×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Humor
School
Apakah Kehidupan SMAku Akan Hancur Hanya Karena RomCom?
Co-Writer Fandi Abdillah*
Collaborators
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
PG-13
RATED
61 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Apakah Kehidupan SMAku Akan Hancur Hanya Karena RomCom?
0 Bookmarks
Intro 1 2 3 4 5 6 7
#4
Bab 3: Pernyataan Seorang Ayah Yang Tidak Didengar
Fandi Abdillah
Sep 15, 2018
0
0
3
32 Mins Read
No Plagiarism!Hr2DHmv6ptWUWcfyATk7posted on PENANA

Saat maid membuka pintu yang besar itu. Terlihat di dalam ada ruang tamu yang begitu luas, hampir seperti aula sekolah tapi agak kecil sedikit, ditambah dengan hiasan-hiasan dan lampu mewah yang berwarna jingga terang, dindingnya pun dicat berwarna merah kuning dan bermotif bunga. Ada juga beberapa lukisan, patung kecil dan guci yang sepertinya mahal.copyright protection3PENANA7lWhzaFFfq

Apa aku sedang berada di dalam game Boku no Oujo-sama? Karena latarnya mirip sekali saat aku mendapatkan cg dari rute Konoe-Chan.copyright protection3PENANA7XSaBzx6GW

Saat kami sudah berada di dalam, lalu muncul laki-laki yang memakai baju serba hitam dengan dasi warna merah yang berbaris memanjang dari tangga atas sampai ke bawah.copyright protection3PENANAzCQvO64oZo

Pasti latihannya cukup lama untuk berbaris seperti itu.copyright protection3PENANAw6KtnjD3ZT

Dan aku melihat salah satu laki-laki yang gemetaran dan tubuhnya agak pendek dari yang lain.copyright protection3PENANAu7QmhrWOyC

Tunggu, apa dia laki-laki yang kutakuti semalam ya? Kukira dia sudah dipecat.copyright protection3PENANAK8fAE3HIsG

Lalu terdengar suara yang sedikit serak di tengah-tengah barisan itu. “Kau sudah datang ya, Aika.”copyright protection3PENANA7ZNRsab6ea

Terlihat laki-laki yang berwajah agak keriput dan rambut yang berwarna hitam rapi, baju dan celana yang agak biasa, raut wajahnya pun terlihat dingin di antara dua barisan itu.copyright protection3PENANA0JiR5zj2nR

Ternyata raut wajah dingin Sakuraba-san turunan dari Ayahnya.copyright protection3PENANAE80UJEYqnq

Dengan nada dingin. “Sepertinya banyak yang telah berubah setelah aku meninggalkan tempat ini.”copyright protection3PENANA7vqUnS5yZj

Sambil menuruni tangga. “Heh, Ayah cuma ingin menambah suasana agar para tamu Ayah nyaman. Ngomong-ngomong siapa laki-laki di sebelah mu i-”copyright protection3PENANAJZ21Q8AaaY

“Namanya Kisaragi Yuuichi, dia adalah body-guardku” Ucap Sakuraba-san memotong pembicaraan Ayahnya.copyright protection3PENANA1P62JQHHg5

Geh, dia ini benar-benar blak-blakan. Dan juga, bukankah tidak sopan memotong pembicaraan ayahmu?copyright protection3PENANA8nAziXsnvr

Saat namaku dipanggil begitu, aku langsung mengarahkan pandangan tajamku ke arah Sakuraba-san.copyright protection3PENANAHerKgiSQs3

Sakuraba-san pun membalasnya dengan pandangan mata yang lebih dingin seperti iblis. Sontak aku langsung menolehkan wajahku ke arah lain karena tidak ingin melihat mata iblis itu.copyright protection3PENANAPtTWwDMdl3

Kau ini! Bisakah kau berhenti terang-terangan seperti itu? Dan tolong jangan menatapku seperti itu.copyright protection3PENANAitrS2JQu6m

“Mulai sekarang aku ingin Ayah berhenti mengirim para pegawaimu untuk menjagaku karena aku sudah memiliki body-guard.”copyright protection3PENANAWNAnyRFrI7

“Owh… hmmm, bagaimana ya? Kalau ayah menolak?”copyright protection3PENANAuxBot81glm

“Walau Ayah menolaknya, aku akan tetap tinggal di rumah itu. Yah…. Walaupun juga, aku tidak peduli dengan anak buah ayah itu.”copyright protection3PENANAjEQKxTunoA

Ayahnya tersenyum kecil. “Begitu ya.”copyright protection3PENANAJkokIWbnnU

“Kalau begitu, aku pergi dulu. Karena aku masih ada urusan di rumah.”copyright protection3PENANAvSr7gVficB

Setelah mengatakan hal itu pada Ayahnya, ia memutar tubuhnya dan berjalan ke pintu.copyright protection3PENANAFvgvgNpKbN

Yang kau maksud urusan di rumah, pr kan? Dan tolong jangan bersikap seperti bos.copyright protection3PENANAlV7JgQGsd3

Aku pun mengikuti Sakuraba-san saat dia sudah sampai di pintu.copyright protection3PENANAmJWNRdJ6vV

“Kisaragi-kun kan?” tanya Ayah Sakuraba-san padaku.copyright protection3PENANAIbrYHHL6sX

Saat aku dipanggil Ayah Sakuraba-san, sontak aku langsung berbalik ke belakang dan melihat Ayahnya tersenyum ke arahku.copyright protection3PENANATNS1x8RdA5

“Jaga anakku baik-baik ya.”copyright protection3PENANAhWPeKGrtNX

“H-Hmmmm”copyright protection3PENANAov8PuPxfW0

Aku benar-benar bingung dengan keluarga ini.copyright protection3PENANAdQO5SleKzP

Setelah kami keluar dari rumah dan berada di halaman, pembantu itu langsung mendekati Sakuraba-san dan nampaknya dia hendak mengatakan sesuatu.copyright protection3PENANAPRLF5wlwZ9

“A-Anoo…. Aika-sama, bisakah saya menjadi pembantu di rumah anda?” tanya pembantu itu mengharap.copyright protection3PENANAuoFCe9sMpp

“Maaf Sera, untuk saat ini aku ingin belajar mandiri dulu.”copyright protection3PENANAMCfAI7WWRw

“Baiklah kalau itu yang Aika-sama mau.”copyright protection3PENANALHnxmt4I03

Raut wajah pembantu itu langsung muram ketika Sakuraba-san mengatakan hal itu padanya.copyright protection3PENANASusx6HGzt5

“Hmmm baiklah, nanti aku akan memanggilmu jika aku butuh bantuan.”copyright protection3PENANAYfIdQqlNnd

Saat Sakuraba-san mengatakan hal itu, raut wajah pembantunya itupun langsung berubah 180 derajat jadi ceria.copyright protection3PENANAj9UHHhaL0a

Hah… mudah sekali ditebak.copyright protection3PENANAPSEhqLY7ls

Dengan nada yang agak tinggi dan mata yang bersinar-sinar. “Baik… Aika-sama.”copyright protection3PENANAcjIVxzmTmJ

Aku pun hanya bisa terdiam diri mendengar percakapan mereka yang penuh drama.copyright protection3PENANA6FT1mAixlj

Hei, kapan kita pergi dari sini?copyright protection3PENANAIacmsC8rJt

“Maaf menggangu, bisakah kita pergi sekarang karena aku ada pekerjaan di rumah?” tanyaku dengan nada tinggi dan mengarahkan wajahku ke lain dengan tidak memedulikan percakapan mereka.copyright protection3PENANAUWNCSkbedx

“Ohh maafkan saya, gara-gara saya, Yuuichi-san jadi repot.” Pembantu itu pun membungkukan badannya.copyright protection3PENANAYkdRlAsE8N

Saat pembantu itu menundukan kepalanya, terlihat sedikit belahan dadanya dan rambutnya yang hitam lebat itu terurai dengan indah.copyright protection3PENANAXQYacrMlSw

Sontak akupun langsung memandang ke arah lain karena tidak sanggup melihatnya.copyright protection3PENANAOMsBplWAza

Uwahh…. Tunggu dulu, kenapa kau memanggil aku dengan nama depan? Heh, Ini pasti ulah Sakuraba-san.copyright protection3PENANA8xumpPWRt5

“Tidak ini bukan salahmu, Sera. Yuuichi-kun hanya ingin cepat pulang, karena hendak bermain galge.”copyright protection3PENANAFrVDB75otX

Hei nona! Bisakah kau berhenti menyulut api?copyright protection3PENANAUhKnT9IQKi

Aku pun menghela napasku setelah mendengar perkataan Sakuraba-san.copyright protection3PENANA0SQuffkc7O

Saat kami sudah berada di dalam mobil, aku melihat Ayah Sakuraba-san keluar dari rumah dan melambaikan tangannya ke arah kami.copyright protection3PENANAhMfcqRkvfN

Sakuraba-san pun melihat Ayahnya dengan raut wajah lesu.copyright protection3PENANAta5eyZngP7

“Kami permisi dulu Koichiro-sama.” Ucap pembantu itu ke Ayah Sakuraba-san.copyright protection3PENANAzP0pkgEEsM

Setelah pembantu itu berpamitan pada Ayah Sakuraba-san, ia pun langsung menyalakan dan menjalankan mobilnya.copyright protection3PENANAtJyJWZAhvQ

Tidak sampai 20 menit, akhirnya kami telah sampai di rumahku. Aku pun keluar dari mobil sambil menghirup segarnya udara luar.copyright protection3PENANA4Z1adz9AQZ

Yah, berada di dalam mobil lama-lama cukup membuatku pusing ternyata.copyright protection3PENANAIpPJO9ZtOs

Aku tidak tahu harus berterima kasih atau marah kepada Sakuraba-san karena ia tahu rumahku diam-diam.copyright protection3PENANAfhcO08OBpj

Kenapa dia bisa tahu rumahku? Apa dia ini esper atau semacamnya? Atau mungkin dia punya mata-mata rahasia?copyright protection3PENANAsujtFw2O7S

Sepertinya imajinasiku semakin hari semakin kuat.copyright protection3PENANAOQiDz6NzzB

Pembantu itu membuka jendela mobilnya. “Kami pamit dulu Yuuichi-sama.”copyright protection3PENANA1PTeDUnsvN

Sambil mengangguk kecil. “H-Hmmmm…”copyright protection3PENANAMYh5rWCtLJ

Hahh…, entah kenapa mendapat ucapan pamit dari maid itu seperti mendapat item ssr dari game gacha.copyright protection3PENANAmzzEc9L0Jk

Setelah jendela mobil itu ditutup. Mobil itu pun langsung jalan menuju ke rumah Sakuraba-san.copyright protection3PENANABLavZOpmgV

Entah kenapa Sakuraba-san yang biasanya berpamitan ketika ia hendak pergi, sekarang malah pergi begitu saja tanpa mengatakan satu patah kata.copyright protection3PENANA92Tr8loKO9

Yahh… walaupun aku tidak mengharapkannya, tapi tetap saja rasanya ada yang ganjil.copyright protection3PENANAtbJ3PWcAWW

Aku pun berjalan ke rumahku setelah memikirkan hal aneh itu.copyright protection3PENANAVyH53GUt3a

Saat aku membuka pintu, aku melihat Adikku Rin yang berada di depanku terduduk rapi dengan baju maid seperti yang ada di cafe maid dan raut wajahnya yang begitu ceria. “Apa Onii-san mau mandi atau mau makan, atau mungkin kau mau di-ri-ku?” tanyanya centil padaku.copyright protection3PENANApcdiElD25s

Aku pun hanya bisa memasang raut wajah datar dan bingung melihat Adikku berpakaian dan berbicara seperti itu.copyright protection3PENANAbzDUCtQP4N

Sungguh, aku tidak tahu apa yang kau lakukan dan yang kau pikirkan. Jika aku ini adalah seorang otaku biasa yang juga mencintai perempuan 3d. Pasti aku sudah tergoda dengan apa yang ada di hadapanku ini.copyright protection3PENANALZls5o9ZRc

Aku mendengar suara panci yang berdesing karena dipakai ibu untuk menumis sayuran.copyright protection3PENANAahpnz3Id5N

Sepertinya ini ulah ibuku. Karena tidak mungkin Adikku memakai baju yang memalukan ini dan berbicara atas kemauannya sendiri.copyright protection3PENANAGhmkcZO3OS

Ngomong-ngomong, kau berperan sebagai istri yang sayang suami tapi kau malah memakai baju maid. Kau malah merusak peran itu sendiri bego.copyright protection3PENANAQzSb2XAbXs

Heh, sepertinya aku harus menggunakan rencanaku yaitu. ‘potong daging agar dapat memotong tulang.’copyright protection3PENANAo7JNujQdxW

Aku pun langsung mendekatkan wajahku ke wajahnya dan menatap matanya. Lama-kelamaan wajahnya mulai memerah dan matanya pun kesana kemari tidak jelas karena malu.copyright protection3PENANA0ddnypmmtb

Hehh…. sesuai dugaanku, sekarang akan kulanjutkan ketahap kedua.copyright protection3PENANAejL6vN45Z2

Dengan nada santai. “Ternyata, kau cukup imut juga ya Rin.”copyright protection3PENANAxn9gaEz1R6

Sontak Adikku langsung mundur kebelakang sampai ke tangga. Ia pun menunjukan wajahnya yang memerah dan tubuhnya gemetaran karena perkataanku tadi.copyright protection3PENANAXSkbgSBCf4

Aku pun tersenyum agak licik saat melihat reaksinya itu.copyright protection3PENANAOtozATmFYm

“O-O-ONII-SAN, BODOH, MESUM, E-EROTAKU!! K-K-KAU TIDAK BOLEH MENGATAKAN HAL ITU PADA ADIKMUUUU!!” Teriaknya gagap.copyright protection3PENANAIwJSMUwmVo

Setelah itu Adikku langsung berlari ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan keras sampai berbunyi nyaring.copyright protection3PENANAtThO4xHGaW

Tidak lama kemudian terdengar suara tawa kecil ibu yang masuk ke telingaku.copyright protection3PENANAKYq8y12VG0

Ternyata memang benar kalau ibulah pelakunya. Sepertinya aku harus mengajari Adikku cara untuk tidak terkena jebakan ibu lagi.copyright protection3PENANAhow1gjVNGQ

Setelah mendengar tawa kecil ibu, aku pun langsung pergi ke kamar.copyright protection3PENANAcaKuYP1Fvc

Saat aku sudah berada di depan pintu kamarku. Tiba-tiba terdengar suara benda yang jatuh dari kamar Adikku.copyright protection3PENANACgb2pJ3rFK

Aku tidak tahu apa dia sedang marah atau malu karena ucapanku?copyright protection3PENANAsW8ZXpiSdZ

Aku pun tidak memedulikannya dan langsung masuk ke dalam kamarku. Saat aku sudah berada di dalam kamar, aku pun menyalakan pc dan membuka pentabku untuk menggambar OC dari sebuah komunitas.copyright protection3PENANAJp9uU8jVOP

Begini-begini aku juga pekerja keras, walaupun hanya bisa bekerja di dalam rumah saja.copyright protection3PENANA8q5ksv4wXJ

copyright protection3PENANAgpFppDPHv2

Sambil mengangkat tanganku ke atas, karena kaku sehabis tidur dengan posisi yang membuatku sakit. “Guaahh…”copyright protection3PENANAHfsRJmZ3iN

Suara rintik hujan yang cukup deras masuk ke dalam telingaku dan mendengarnya saja sudah membuatku menggigil, aku pun membuka tirai jendela dan melihat langit yang berwarna abu-abu, air hujannya pun membasahi daerah ini.copyright protection3PENANASrdYLGuPcr

Aku pun mengambil selimutku dan berjalan menuju kalender dengan tubuh lesu karena hawa yang dingin.copyright protection3PENANAzsReSgSHYo

Sambil melihat kalender. “Sepertinya ini, akan menjadi hari yang melelahkan bagiku.”copyright protection3PENANAJFDcwnywqR

Bagaimana tidak, jika harus bertahan dari dinginnya hujan bersamaan dengan siksaan neraka.copyright protection3PENANAjjixi4eMUr

Saat aku melihat-lihat kalender, aku menyadari kalau minggu depan tepatnya hari senin, akan diadakan festival kebudayaan.copyright protection3PENANAdtU5IMlAtk

Aku memasang raut wajah lesu setelah mengingat hari senin depan akan ada acara sekolah yang merepotkan. “E-Ehh…”copyright protection3PENANAYd0CpwZY3q

Aku pun menghela napasku ketika teringat hal itu.copyright protection3PENANAPnK7V2b9O5

Setelah aku memikirkan hal itu, aku pun langsung memaksakan diriku untuk pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukaku walaupun hawanya sangat dingin dan pergi ke kamarku untuk memakai seragam dan jaketku agar bisa bertahan dari dinginnya dunia luar.copyright protection3PENANAA2zv8hhtRL

Setelah selesai aku memakai seragam, aku langsung menuju ke ruang makan.copyright protection3PENANAOQYOsnlslo

Ketika aku sudah berada di ruang makan, aku melihat Ibu sedang duduk di kursi meja makan dengan raut wajah ceria.copyright protection3PENANATbLDjHGvQv

Kenapa Ibu pagi-pagi sudah menunjukan wajah seperti itu?copyright protection3PENANABryaWGreaj

“Kenapa ibu senyum-senyum sendiri?” tanyaku sambil hendak duduk.copyright protection3PENANAZY9XMCl85H

“Tidak ada kok.”copyright protection3PENANAwYSiCcZiHQ

Sekarang aku benar-benar curiga.copyright protection3PENANANiimse2Utc

“Ngomong-ngomong di mana Rin? Apa dia sudah ke sekolah?” tanyaku penasaran karena tidak ada ia di sekitarku.copyright protection3PENANAesboqY0L65

“Dia masih didalam kamar dan sedang bersiap-siap.”copyright protection3PENANAtD4mWGyWYf

“Owhh…”copyright protection3PENANAMMy580kbVN

Tidak biasanya Adikku jam segini masih bersiap-siap. Daripada mengurusi hal yang tidak perlu, lebih baik aku makan dan langsung turun ke sekolah.copyright protection3PENANAo9fzxGyyrE

Setelah selesai makan aku pun memakai sepatuku dan turun ke sekolah.copyright protection3PENANAEViJhepPao

Setelah selesai memasang sepatu dan mengambil payung. Aku langsung membuka pintu. “Bu, aku turun dulu.”copyright protection3PENANA5XbD2kEmvz

Sambil tersenyum ke arahku. “Hati-hati di jalan ya!”copyright protection3PENANAaTJpth61Py

Aku pun tidak membalas perkataan ibu dan langsung pergi ke sekolah.copyright protection3PENANAGutYdKdDAo

copyright protection3PENANA1FmcipwWM2

Koyomi-sensei menunjukan wajah cerianya sambil menepuk kedua tangannya. “Baiklah, untuk hari homeroom sudah selesai, jadi gunakan waktu yang tersisa ini untuk memilih panitia dalam festival budaya”copyright protection3PENANAwWVfmpwsqm

“Jadi siapa di sini yang mau menjadi panitia untuk kelas kita?” tanya Koyomi sensei pada semua siswa yang ada di kelas ini.copyright protection3PENANA07Rt64ekHO

Selama beberapa detik kelas pun menjadi hening tanpa suara dan yang terdengar hanya suara kicauan burung.copyright protection3PENANAIJt5WMutJg

Aku pun tidak memedulikan hal itu dan hanya melihat langit yang berada di balik jendela. Sakuraba-san pun hanya membaca bukunya.copyright protection3PENANAvfcquyQ01g

Aku tidak tahu, apa dia ingin menghindar atau benar-benar fokus dalam membaca.copyright protection3PENANAn1oevuiJO0

Sesaat kemudian, terdengar suara perempuan yang berada di tengah-tengah. “Bu, saya mau jadi panitia.”copyright protection3PENANAyxK2CGO69x

“Bukankah nanti akan menghambat pekerjaanmu Kashiwaki-san?” tanya ibu khawatir terhadap perempuan itu.copyright protection3PENANAnENz5h8Vi9

“Tidak apa-apa bu, lagipula pekerjaan ketua kelas tidak begitu berat.”copyright protection3PENANAcFbATG5cqT

Aku tidak tahu apa ketua kelas ini baik atau dia ini hanya ingin dipuji orang.copyright protection3PENANAdYqX02EP9O

Jujur saja, aku merasa kasihan dengan orang populer seperti ketua kelas. Mereka diharuskan untuk menjadi baik di depan publik. Jika aku menjadi artis, kemungkinan besar aku akan mati berdiri di depan kamera.copyright protection3PENANAnwta6zrfuK

“Owh…, begitu ya. Jadi sudah diputuskan, Kashiwaki-san akan jadi panitia. Sekarang tinggal wakilnya saja lagi.”copyright protection3PENANApHpAiihnuH

Setelah Koyomi sensei selesai berbicara, semua laki-laki di kelas mengangkat tangannya.copyright protection3PENANAgIGHFHKkxU

“Aku bu!”copyright protection3PENANA8UqB5xaxMF

“Aku saja! aku lebih berpengalaman.”copyright protection3PENANAhcnGMFY43t

“Woii! Aku lebih dulu!”copyright protection3PENANALkbs1R9McG

Sepertinya penyakit idiot laki-laki di kelas kambuh lagi dan nampaknya ketua kelas cukup popular di kalangan laki-laki. Ya aku tidak bisa membantah kalau dia cantik, tapi sayangnya dia 3d.copyright protection3PENANAGkB6WGE7dr

“Baik-baik, kali ini ibu saja yang memilih ya. Emmm, Apa kau mau menjadi panitia, Kisaragai-kun?”copyright protection3PENANANvDbbpQatT

Aku langsung bingung karena ibu langsung memilihku begitu saja. “Hah! Emmm….”copyright protection3PENANADfePIfHS1T

Sambungku sambil memalingkan wajahku ke jendela. “Maaf bu, aku tidak bisa.”copyright protection3PENANAyIeaPbQtj4

“Owh, gitu ya. Bagaimana kalau Kidou-kun?”copyright protection3PENANAU7zxiLX9Vr

Dengan wajah yang ceria dan mata yang bersinar-sinar. “Dengan senang hati bu!”copyright protection3PENANA3zHhppx6hz

Tunggu dulu, bukankah kau tidak suka dengan perempuan 3d? Kenapa kau mau saja disuruh?copyright protection3PENANA0Qhf06rRzK

“Jadi sudah diputuskan ya! Untuk acaranya kalian bisa gunakan waktu homeroom untuk mendiskusikannya bersama nanti pas ibu sudah pergi ya!”copyright protection3PENANAWuSw1ahZkc

“Iya bu!” Ucap para murid serempak.copyright protection3PENANArnM8EbychQ

Hari esok mungkin akan menguras tenagaku.copyright protection3PENANALiG2xH8YzH

Setelah ibu keluar dari kelas, Eita dan ketua kelas pun maju kedepan untuk mendiskusikan acara kelas ini di festival budaya senin depan nanti.copyright protection3PENANAJvcC2eNjd7

copyright protection3PENANAwEviNatlmL

“Apa masih ada yang keberatan jika kelas kita mengadakan drama musikal?” tanya ketua kelas dengan nada yang agak lantang.copyright protection3PENANAb73S9BzhA9

Semua murid pun terdiam selama beberapa detik, setelah itu semuanya serempak mengatakan “Tidak.”copyright protection3PENANAZkFbWHpJ0D

Aku pun hanya bisa duduk terdiam sambil melihat mereka yang sedang mendiskusikan acara untuk kelas ini.copyright protection3PENANARwimP5wirS

Sepertinya aku akan bekerja di balik layar lagi.copyright protection3PENANA3CZ7u8I4qj

Sambil menepuk tangannya dengan raut wajah ceria seperti Koyomi-sensei. “Baiklah jadi sudah diputuskan ya.”copyright protection3PENANAdpDSBAA1jA

Ketua kelas nampaknya mulai terlihat seperti Koyomi-sensei.copyright protection3PENANAFb7XxX23fu

“Kidou-kun bisa kau kirim ke Koyomi-sensei laporan untuk acara kita? Dan juga jangan lupa untuk pergi ke ruang osis untuk mendiskusikan acara nanti.”copyright protection3PENANAVj6VqB39Gu

“Wokeh!” Ucap Eita dengan percaya diri.copyright protection3PENANAsUU6NvGnx0

Oke, nanti dia akan kulaporkan ke Mayu-chan kalau dia mulai tertarik dengan 3d.copyright protection3PENANAYcb69I3cMi

Sambil memberikan kertas laporan ke Eita. “Tolong ya!”copyright protection3PENANAGICND2pHc5

Eita pun membuka pintu. “Permisi!” dan langsung pergi ke kantor.copyright protection3PENANAbF05LNBsb8

Bunyi bel yang menandakan untuk istirahat telah berbunyi saat Eita baru saja keluar dari kelas.copyright protection3PENANAt9kEfuniGa

Dengan semangat yang membara, ketua kelas mengangkat satu tangannya ke atas. “Baiklah mulai besok kita akan berusaha!”copyright protection3PENANABnSdbvgAcs

Semua murid pun serempak mengangkat tangannya mengikuti ketua kelas dengan semangat.copyright protection3PENANAGo7GtTu4mF

Setelah itu, ketua kelas pergi ke ruang osis untuk mendiskusikan acara festival budaya dan olahraga. Dan semua murid yang ada di kelas pun mulai mencari bahan-bahan untuk acara drama musikal.copyright protection3PENANAcPOxu41SnI

Aku pun berdiri dan langsung menuju ke kantin untuk membeli roti dan minuman sebagai pengganti bekalku yang tertinggal.copyright protection3PENANA2Y5UbgqsRD

“Apa kau mau ke kantin?” Ucap Sakuraba-san dengan nada dingin saat aku sudah berada di depan pintu.copyright protection3PENANAUx12evWJzi

Sambil mengangguk kecil. “Iya.”copyright protection3PENANAoM8djChlvE

”Kebetulan, aku juga hendak membeli beberapa roti.”copyright protection3PENANA3xD9sPqThh

“Hmmm.” Jawabku tidak memedulikannya dan lanjut berjalan menuju kantin.copyright protection3PENANAxbPye34aME

Dia pun berjalan disebelahku seolah-olah dia mengacuhkan sikapku tadi.copyright protection3PENANAtbqCoKfG6K

“Hei nona, bukankah nanti akan menimbulkan rumor?” tanyaku pelan.copyright protection3PENANAl9hYiKOIE5

“Tidak apa-apa, aku juga tidak peduli terhadap rumor diriku.”copyright protection3PENANA0bhPJvTOGG

Hei Nona, kau memang tidak peduli tapi aku juga kena getahnya.copyright protection3PENANAsaSTMgE1XK

“Hmmm…”copyright protection3PENANAMiT4hcO5Vs

Setelah kami sampai di kantin, aku melihat Adikku sedang berbicara dengan temannya. Ketika Adikku melihat ke arahku, dia langsung mendatangiku tanpa ragu dengan wajah cerianya.copyright protection3PENANAbVDsLnYEbF

Hahh… sepertinya sebentar lagi aku akan terjadi keributan.copyright protection3PENANAlEQdxDtbEr

“Apa Onii-san ingin ke kantin? Owh…, aku tahu alasan Onii-san pergi ke kantin. Pasti karena Onii-san tidak ingat membawa bekal ya!”copyright protection3PENANAWrKPv22j8X

Apakah perlu dijelaskan sedetail itu?copyright protection3PENANAMjTqLEOKi0

“Adikkmu?” tanya Sakuraba-san dengan raut wajah bingung.copyright protection3PENANApDEgRcTkoy

Aku mengangguk kecil. “H-Hmmm… dia Adik angkatku, namanya Kisaragi Rin.”copyright protection3PENANAMkZwauycOG

Rin langsung bicara padaku sambil menggembungkan pipinya. “Itu saja?”copyright protection3PENANAaA031MIQw0

“Kenapa tidak kau saja yang memperkenalkan dirimu?”copyright protection3PENANAQWEvcvI5Q6

Rin langsung menatap sinis ke arahku.  “Hmmm…”copyright protection3PENANADDqC9B6INV

Dengan sedikit senyum di wajahnya. “Kalian terlihat akrab.”copyright protection3PENANApYvp2xbKnI

Darimana kami akrabnya?copyright protection3PENANALeEqKQWsWM

“Ngomong-ngomong aku belum memperkenalkan diri. Namaku Sakuraba Aika, aku satu kelas dengan kakakmu. Salam kenal, Kisaragi-san.”copyright protection3PENANAyzqZczAjio

“Panggil aku Rin saja.”copyright protection3PENANAeImK8ohj9F

“Kalau begitu, Rin-san?”copyright protection3PENANA2UUGkExg6t

Rin pun tersenyum lebar ketika Sakuraba-san memanggilnya dengan nama depan.copyright protection3PENANA3F3tFf3fzm

“Jadi aku akan memanggilmu, Aikan”copyright protection3PENANADN40xcpPwy

Sakuraba-san langsung menunjukan raut wajah bingung ketika ia dipanggil begitu dan sesaat kemudian, ia mengangguk ke arah Rin sambil tersenyum kecil. “Aikan? Hmmm.”copyright protection3PENANAvyspeN4M3a

Tidak kusangka-sangka, kalau mereka berdua akan akrab secepat ini.copyright protection3PENANAf7QjAvzEL8

“Ayo cepat Rin! Nanti kita terlambat lho.” Salah satu teman Adikku memanggilnya.copyright protection3PENANA0pV4pthPiN

Adikku melambai pada kami berdua sambil menunjukan wajahnya yang imut. “Kalau begitu, aku permisi dulu Onii-san, Aikan.”copyright protection3PENANAnOlQdADhnH

Setelah Adikku mengatakan hal itu, dia langsung menuju ke teman-temannya.copyright protection3PENANAsCOjWoOv2z

Secara bersamaan perutku berbunyi ketika Adikku sudah pergi.copyright protection3PENANAD2Zy7o2oek

“Bagaimana kalau kita membeli beberapa roti agar tidak kehabisan nanti?” tanya Sakuraba-san dengan sedikit senyum mengejek ke arahku.copyright protection3PENANAcB9yrm95Ew

Sialan! Perutku berbunyi tidak pada waktu dan tempat yang tepat.copyright protection3PENANAM78Aq5ZfA2

“H-Hmmm” Ucapku dengan malu sambil mengarahkan wajahku ke lain.copyright protection3PENANAPd5OMcdOBr

Aku pun langsung pergi ke meja kantin dan membeli 2 roti coklat. Setelah itu, aku pergi ke mesin minuman untuk membeli 1 kaleng jus melon.copyright protection3PENANA9N2imuEvzj

Sakuraba-san pun nampaknya sudah membeli makanan dan minuman untuk makan siangnya.copyright protection3PENANA1mqaWRfV6P

Aku pun langsung pergi ke atap karena cuacanya sudah bagus. Sakuraba-san pun berjalan disebelahku.copyright protection3PENANAXV32JPfWDR

“Kenapa kau malah mengikutiku?”copyright protection3PENANAnMFq41UJwu

“Bukankah tadi kau setuju kalau kita makan siang bersama.”copyright protection3PENANA3yQuJNlYJr

“Sejak kapan aku menyetujuinya? Bukankah kau tadi minta ditemani ingin pergi ke kantin?”copyright protection3PENANAOGmRJ6GZ3k

Dengan nada datar ia menjawab. “Owh gitu ya.”copyright protection3PENANAQq6vRbxMU4

Perempuan ini benar-benar membuatku kesal.copyright protection3PENANAgYC7slUNkD

“Kalau begitu aku akan menanyakannya sekali lagi. Bisakah kita makan siang bersama?”copyright protection3PENANAf8kCZ4IG4L

Aku tidak memedulikannya dan lanjut berjalan menuju ke atap. “Terserah kau saja.”copyright protection3PENANA0Uc7q3iXPd

Sakuraba-san pun berjalan di sebelahku sambil memegang plastik yang berisi roti dan 1 jus kaleng. Dia juga memegang buku yang selalu ia baca di tangan kirinya.copyright protection3PENANA16bDeDZ9qj

Setelah kami sampai di atap yang sedikit basah karena hujan tadi, aku langsung mencari tempat yang nyaman untuk memakan bekalku ini, jauh dari Sakuraba-san.copyright protection3PENANANFs7hsc08g

Saat aku memakan bekalku dan melihat Sakuraba-san sedang membaca buku sambil memakan rotinya. Tiba-tiba aku teringat akan kata-kata dia yang membenci Ayahnya.copyright protection3PENANAM9bYgB2yzS

Entah kenapa di kepalaku terlintas kata-kata yang ingin aku ucapkan dari dulu ke Sakuraba-san.copyright protection3PENANALAYWedAdm0

“Kenapa kau bersikap egois seperti itu?” tanyaku.copyright protection3PENANAx9GZhYruZA

“H-Hmmm, apa yang tadi kau katakan, Yuuichi-kun?” Tanya Sakuraba-san dengan raut wajah bingung.copyright protection3PENANALLJWJZyMy7

“Ehmm…, tidak! Hanya saja aku berpikir, bukankah lebih baik jika kau memaaafkan Ayahmu?”copyright protection3PENANAEkHDgVQQ9c

“Memaafkan? Bukankah sudah kubilang jika aku ti-“copyright protection3PENANARHmyGEx88w

“Bisakah kau berhenti menyalahkan Ayahmu atas apa yang dia perbuat? Padahal kau sendirilah yang ingin Ayahmu minta maaf kepadamu.” Ucapku menyela pembicaraanya.copyright protection3PENANAJThsP1snN1

Akh… sialan aku keceplosan gara-gara ucapannya.copyright protection3PENANAvslc5C8Vsi

Dengan nada dingin dan tenang. “Aku tidak bermaksud untuk menyalahkan Ayahku. Hanya saja dia terlalu sibuk sendiri dengan pekerjaannya, dan tidak memperhatikan keluarganya.”copyright protection3PENANA8kZuTG8qPh

Sepertinya, suasana di sini semakin memanas, atau itu cuma perasaanku saja?copyright protection3PENANAXyaf10guo4

“Dan juga aku tidak ingin Ayah meminta maaf kepadaku, aku hanya ingin Ayah menyadari perbuatannya.” Sambung Sakuraba-san sambil menyilangkan tangannya di bawah dadanya dan dadanya pun terlihat menonjol.copyright protection3PENANAvTwQ6BtexV

Secara tidak sadar, aku meninggikan suaraku. “Terus kenapa kau bersikap egois seperti itu? Jika kau ingin Ayahmu menyadari kesalahannya, seharusnya kau dengarkan penjelasan Ayahmu dulu.”copyright protection3PENANAxFgwa9djz2

Entah kenapa suaraku mulai meninggi.copyright protection3PENANABwBLLCM27a

Ia sedikit menundukan kepalanya. “Saat aku melihat wajah Ayahku, aku selalu terbayang akan kejadian malam itu. Dan secara tidak langsung aku menunjukan sifat dinginku ini.”copyright protection3PENANA7C4EtafWpN

Detailnya aku paham, tapi bukankah kau sedikit berlebihan.copyright protection3PENANASWt9tEiHYS

“Owhh… aku mengerti, jadi pada intinya kau ingin Ayahmu datang langsung kepadamu untuk minta maaf dan menyadari kesalahannya. Apa kurang lebih seperti itu?”copyright protection3PENANAKzpllbY7d5

“Walapun agak kurang tepat, tapi bisa disimpulkan seperti itu.”copyright protection3PENANAilInZcxf9X

Bukankah intinya sama saja, Nona!?copyright protection3PENANA22Twbnat48

Yahh…, bukannya aku berniat menyimpulkannya sih.copyright protection3PENANAmOHLa3W9aa

Dengan nada datar. “Owhh…”copyright protection3PENANAftvXQuaoJj

Keluarga paling rumit yang pernah kutemui. Drama… oh… drama….copyright protection3PENANAlMmfixDs1H

Tidak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka pelan.copyright protection3PENANABnwj9Hm5Qx

“Siapa di sana?” tanyaku dengan agak lantang.copyright protection3PENANAf51L3RfegZ

Ketika aku mengatakan hal itu. Lalu muncul Koyomi-sensei dengan buku laporan yang berada di tangan kanannya dan nampaknya dia ragu-ragu untuk mendatangi kami.copyright protection3PENANAyCLUR3ruwt

Apa dia mendengar pembicaraan kami tadi?copyright protection3PENANAc7RJq0rN5i

Dengan nada yang agak rendah. “Maaf ibu menggangu.”copyright protection3PENANAklnl6rdmFt

Mungkin dia merasa tidak enak mendengarkan pembicaraan murid secara diam-diam.copyright protection3PENANAle568XaAsH

“Apa kalian berdua punya waktu sebentar?” tanya Koyomi-sensei agak ragu-ragu.copyright protection3PENANA3FOUpfUQ20

“Iya, ada apa bu?” tanya balik Sakuraba-san.copyright protection3PENANA8nmwIsYWPE

“Begini, ibu minta kalian menjadi panitia acara festival budaya untuk kelas kita.”copyright protection3PENANApaSvh0tsBV

Sontak kami berdua terkejut karena perkataan ibu.copyright protection3PENANA9EBXz0duRg

“Hah!?”copyright protection3PENANAv0DRwmkvi9

“Hmm!?”copyright protection3PENANA9Hj2dB2G3D

Ucap kami secara bersamaan karena perkataan Koyomi-sensei.copyright protection3PENANACcieaSenm5

“Bukankah panitianya sudah ditentukan tadi.” Sakuraba-san bersikap dengan tenang dan mencoba untuk memahami perkataan Koyomi-sensei.copyright protection3PENANAES5hJCD37V

“Itu benar, tapi… panitia kelas kita berhalangan. Kashiwaki-san pergi ke Yokohama untuk mengunjungi kakeknya yang baru saja meninggal tengah malam tadi dan Kidou kun ada kegiatan klub penuh untuk festival olahraga nanti.”copyright protection3PENANAdhDxjR8myb

Aku memang mengerti kalau ketua kelas minta digantikan, tetapi kenapa Eita sialan malah melarikan diri dari tugasnya sebagai panitia. Seharusnya dia tidak menjadi panitia jika dia tahu kalau dia ada kegiatan penuh nanti.copyright protection3PENANA0boipybDWx

Akupun hanya bisa menghela napasku dan meminum minumanku karena haus setelah mengeluarkan banyak tenaga untuk berdebat dengan Sakuraba-san.copyright protection3PENANAJBpPS9swdz

“Owhh… baiklah. Kalau begitu, saya akan menggantikan Kashiwaki-san sebagai panitia.” Sakuraba-san memasang sedikit senyum dan tenang di wajahnya.copyright protection3PENANAsqR6YaY6xw

Aku benar-benar tidak tahu apa yang ada dipikirannya itu.copyright protection3PENANAixHHQ7g1Lc

Setelah Sakuraba-san selesai berbicara, Koyomi-sensei dan Sakuraba-san langsung menatapku seperti menunggu jawaban dariku.copyright protection3PENANAyuOYkG8Mdl

Kenapa aku harus kena lagi, Sialan!copyright protection3PENANAmFMdMKoKRV

“Maaf bu, aku tidak bi-” Ucapanku dipotong oleh Sakuraba-san yang memperlihatkan 3 jari di tangan kanannya ke arahku.copyright protection3PENANAh9sYRi67jR

Koyomi-sensei pun bingung saat Sakuraba-san yang memperlihatkan jarinya itu. Mungkin Koyomi-sensei bingung akan maksud dari tandanya itu.copyright protection3PENANAkSm8RGOZs2

Apa dia bermaksud untuk menyogokku lagi? Sialan dia ini benar-benar tidak bisa menghargai uang.copyright protection3PENANAlPH72uRreI

Cih! Sekarang aku merasa bimbang karena Sakuraba-san hendak membayarku sekitar 300 yen jika aku menjadi panitia bersamanya.copyright protection3PENANAmvSPuJ8AQs

Sambil sedikit meneteskan air mata karena tergoda akan jumlah uang yang diberikan Sakuraba-san. “Baiklah aku akan menjadi panitia dari perwakilan laki-laki.” copyright protection3PENANAsalOicu7cX

Sialan! Aku benar-benar menerimanya!copyright protection3PENANA9xMREPlwgA

Koyomi-sensei menepuk kedua tangannya dengan wajah cerianya seperti biasa. “Jadi sudah diputuskan ya! Sepulang sekolah nanti datang ke ruang osis untuk rapat festival budaya dan olahraga ya. Jangan lupa.”copyright protection3PENANAfD57tAQCaH

Hahh…, waktuku untuk bermain game telah berkurang.copyright protection3PENANA4CSqraDViP

“Ibu balik ke kantor dulu ya.” Sambung Koyomi-sensei dengan gembira setelah itu dia pergi dari atap.copyright protection3PENANASsnFj2uFyL

Akupun mengambil plastik bekas makananku tadi dengan perasaan sedih karena aku baru saja menerima pekerjaan yang membuatku akan lelah seminggu ini.copyright protection3PENANAfNolVRVLt6

“Kenapa wajahmu jadi seperti itu?” Ucap Sakuraba-san dengan sedikit senyum licik di wajahnya.copyright protection3PENANAtyJlYawB5O

“Bukankah kau yang menyebabkan aku jadi begini.” Ucapku dengan nada agak kesal.copyright protection3PENANArYgOEAR8gp

Dia sedikit tertawa melihat tingkahku. “Heh. Owh begitu ya.”copyright protection3PENANATvdiR8aMUE

Perempuan ini benar-benar akan kubalas nanti!copyright protection3PENANASncBJbMfNR

Bunyi bel pertanda habisnya waktu istirahat telah berbunyi dan akupun langsung pergi menuju ke kelas karena pelajaran selanjutnya adalah sejarah yang diajarkan oleh guru killer yaitu Hasegawa-sensei.copyright protection3PENANA4eQk3uVUDb

Membayangkan jika aku masuk sesudah Hasegawa-sensei saja sudah membuat bulu kudukku merinding. Apalagi jika beneran terjadi, mungkin aku akan pingsan di tempat.copyright protection3PENANAkwHxPyGZkA

Saat aku menuju ke kelas, Sakuraba-san masih berada di atap dan tidak mengikutiku lagi.copyright protection3PENANADdYQPI2BXP

Apa dia merencanakan sesuatu lagi? Jika iya, mungkin aku harus berhati-hati dengannya nanti.copyright protection3PENANAt14jm7Oi2r

Setelah sampai di kelas, aku melihat kerumunan perempuan yang sedang menggosipkan sesuatu dan laki-lakinya nampak nampak lesu daripada biasanya.copyright protection3PENANAtmYbUNJAM4

Mungkin mereka semua sedang membahas ketua kelas yang baru saja izin keluar kota untuk mengunjungi pemakaman kakeknya.copyright protection3PENANAbqiah7SjJQ

Aku pun berjalan menuju kursiku tanpa memedulikan suasana di sekitarku.copyright protection3PENANA9cRdwellxn

Saat aku sudah duduk di kursiku, Sakuraba-san nampaknya masih belum belum datang juga ke kelas.copyright protection3PENANAM1KKcEyWek

Tidak lama kemuadian, Hasegawa-sensei masuk ke kelas dengan wajah menyeramkannya itu, yang dapat membuat para preman tunduk kepadanya.copyright protection3PENANA0qLiA3qsma

Yahh…, itu cuma asumsiku saja sih. Tapi kalau beneran terjadi, itu tidak akan membuatku terkejut.copyright protection3PENANAivnaJTp4fW

Karena sikap Hasegawa-sensei yang menyeramkan itu, kelas ini langsung berubah, seperti rumah tanpa penghuni.copyright protection3PENANAs1XcMaQk65

Saat pelajaran hendak dimulai, Sakuraba-san sudah berada di depan pintu kelas sambil membawa buku yang selalu ia baca setiap saat di tangan kanannya.copyright protection3PENANAF6vqp6uQyQ

“Maaf Hasegawa-sensei, aku terlambat.” Ucap Sakuraba-san sambil sedikit menundukan kepalanya dan terlihat agak dingin dan tenang.copyright protection3PENANA0Rmn26hraw

Hasegawa-sensei pun menatap Sakuraba-san selama beberapa detik dan Sakuraba-san pun membalas tatapannya itu.copyright protection3PENANAnDylPkvGEC

Apa aku sedang menonton channel tv NatGeoWild? Karena sepertinya, ada perkelahian antara Singa dengan Elang.copyright protection3PENANALjIhK8neZV

Biasanya kalau manusia normal, pasti akan lari ketakutan atau pingsan di tempat jika melihat tatapan mematikan Hasegawa-sensei itu. Tapi entah kenapa Sakuraba-san malah menatap balik Hasegawa-sensei seperti menyatakan perang langsung dengannya.copyright protection3PENANA5ZNsnPyFgJ

Aku tidak tahu, apa dia harus mendapat pujiaan atau tidak.copyright protection3PENANAbEmJ0c4wSI

Hasegawa-sensei membuka bukunya. “Baiklah, silakan masuk!”copyright protection3PENANA8D2RUNZh2Y

Sakuraba-san membungkukan badannya sedikit. “Terima kasih, Hasegawa-sensei.”copyright protection3PENANAd8Y0AlQ906

Setelah itupun, Sakuraba-san langsung menuju tempat duduknya dengan aura dingin yang membuat orang sekitarnya menjadi ketakutan.copyright protection3PENANATcLgWLs0hl

Hahh…, sampai kapan ini akan terus berlanjut?copyright protection3PENANAJpZMgTAgbC

copyright protection3PENANAfpLdqmzgvA

Bel pertanda untuk pulang sekolah pun telah berbunyi dan Nagasaki-sensei langsung menghapus materi matematika di papan tulis dan merapikan bukunya.copyright protection3PENANAnpN9FJU8Kc

Sambil mendekap buku pelajarannya di bawah dada. “Baiklah, pelajaran untuk hari ini sudah selesai. Silakan pulang ya!”copyright protection3PENANAtuCshTmRay

Setelah mengatakan hal itu, Nagasaki-sensei langsung pergi keluar dari kelas. Para murid di kelas pun langsung melanjutkan kembali mencari bahan-bahan untuk acara drama musikalcopyright protection3PENANAupYfDoBdF7

Karena hari ini, aku dan Sakuraba-san adalah panitia festival budaya untuk menggantikan ketua kelas dan Eita.Setelah selesai merapikan buku dan memakai jaket. Akupun langsung pergi dari kelas menuju ke ruang osis.copyright protection3PENANAO3wBccl7l6

Aku berbicara dengan nada kecil agar tidak didengar orang sambil memasukan tanganku ke dalam saku celana. “Jika aku tidak menjadi perwakilan panitia, mungkin aku akan bermain galge seharian penuh hari ini.”copyright protection3PENANAkPAWhRQEJ0

Tiba-tiba Sakuraba-san langsung berada di sebelahku dan dia langsung menatap ke arahku. “Apa kau adalah orang yang hanya melihat sesuatu dari sisi buruknya saja? Yuuichi-kun.” Tanyanya.copyright protection3PENANAddqbt4A4hg

Sejak kapan dia ada di sebelahku? Apa dia telah menguasai tehnik ninja atau semacamnya?copyright protection3PENANAc6jIIvV3Dg

“Coba kau lihat sisi baiknya. Mungkin kau akan menarik kata-katamu kembali jika kau mengetahui apa saja keuntungan yang kau dapat saat menjadi panitia festival budaya.” Sambungnya.copyright protection3PENANAaX5KUnCK2l

Dengan nada datar aku menjawab. “Seperti mendapat 300 yen.”copyright protection3PENANALfzcr2g17y

Yah, menurutku mendapat uang hasil kerja adalah keuntungan yang selama ini kupikirkan.copyright protection3PENANAhjEB2m7YqK

Sakuraba-san meremehkanku dengan ucapan bicaranya. “Aku kira kau orang yang pintar, tapi mengetahui hal seperti itu saja kau tidak tahu.”copyright protection3PENANAfAIklCIYnK

Aku ingin pulang dan bermain galge!copyright protection3PENANAk90TlrWCt4

Selang beberapa detik setelah Sakuraba-san mengatakan hal itu. Dia langsung tersenyum ke arahku dan itu benar-benar membuatku merinding.copyright protection3PENANAaLoPmrcupC

“Contohnya, jika kau tidak menjadi panitia, kau pasti akan menjadi pemain pembantu atau menjadi pohon untuk drama musikal kelas kita.” Sambung Sakuraba-san.copyright protection3PENANAeEdXZzzIxX

Kalau dipikir-pikir benar juga, kalau aku tidak menjadi panitia, pasti aku akan menjadi pemain pembantu untuk kelas dan jika itu terjadi, dapat dipastikan kalau aku akan sakit selama seminggu.copyright protection3PENANAsR6tLsVI4p

Tapi, apa cuma 1 keuntungan saja? Tunggu dulu, owh… aku tahu sekarang.copyright protection3PENANANeab4xCg12

Secara tidak sengaja, raut wajahku menjadi sedikit ceria ketika aku mengetahui apa saja keuntungannya.copyright protection3PENANASgG6dGFNod

“Apa sekarang kau sudah mengetahuinya?” tanya Sakuraba-san dengan sedikit senyum di wajahnya.copyright protection3PENANALR5SkRkgzp

Sialan! Dia benar-benar tahu cara membuat orang menjadi kesal kepadanya. Tapi di sisi lain aku juga sedikit berterimakasih dengannya.copyright protection3PENANAFnDQyInbYp

Tidak lama kemudian, kami telah sampai di depan ruang osis dan terlihat di dalam ruangan, terdapat beberapa murid yang sudah duduk dan masih menunggu rapat dimulai.copyright protection3PENANAdRGUXUBDHZ

Akupun langsung masuk ke dalam dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk seorang penyendiri berpenampilan preman sepertiku. Aku melihat ada kursi kosong di ujung dan hanya ada sedikit orang yang duduk di sana. Sontak aku mendatangi kursi itu dan langsung mendudukinya agar tidak diambil orang lain.copyright protection3PENANAQtRVlbMFsm

Saat aku sudah duduk di tempatku. Semua orang yang berada di dalam ruangan ini langsung mengarahkan pandangannya ke arahku diselingi dengan bisik-bisik di antara mereka.copyright protection3PENANA47JIYiqltp

Kuharap ini segera berakhir.copyright protection3PENANALHgrCdmdR4

Sakuraba-san langsung duduk di sebelah kananku tanpa memedulikan sekitar dan dia langsung membaca buku yang selalu ia bawa. Seketika, para laki-laki yang berada di ruangan ini langsung melihat ke arah Sakuraba-san dengan raut wajah terpukau akan kecantikannya.copyright protection3PENANAdHx4DSgqyI

Jika laki-laki ini tahu sifat Sakuraba-san yang sebenarnya, mungkin mereka akan lari terbirit-birit.copyright protection3PENANAMDQwmOPNaj

Sedikit demi sedikit, para panitia dari beberapa kelas sudah masuk ke ruangan dan anggota osis pun langsung masuk setelah semuanya panitia kelas sudah lengkap.copyright protection3PENANAcV1snDGKQx

Sesaat aku melihat perempuan berambut coklat seleher dengan penjepit rambut di sebelah telinganya. Dia juga mempunyai dada yang cukup besar seperti Sakuraba-san, yaitu sekitar d cup.copyright protection3PENANAO3fl7SeoiM

Semua laki-laki yang tadinya melihat Sakuraba-san langsung memandang ketua osis itu. Bahkan perempuannya pun ikut terpukau dengan ketua osis itu.copyright protection3PENANA65qWCMLsAV

Wah…, apa ini nyata? Karena baru pertama kali aku melihat ada perempuan yang terpukau bahkan jatuh cinta terhadap perempuan lain.copyright protection3PENANALMRMffqWZh

Ketua osis langsung menunjukan raut wajah cerinya dengan nada yang sedikit nyaring. “Baiklah, sebelum kita memulai rapat kali ini. Saya akan memperkenalkan diri. Namaku Konome Hayami, dari kelas 2-3. Jadi semuanya! Mohon bantuannya ya!”copyright protection3PENANAtNlJ9tBoRU

“Untuk pertemuan kali ini, kita akan melakukan pemilihan ketua panitia festival budaya. Jadi, apa di sini ada yang mau jadi ketua panitia?”  tanya ketua osis itu.copyright protection3PENANAbX0BUDoF5Y

Ketika ketua osis menanyakan hal itu, orang-orang yang berada di ruangan ini langsung berbicara dengan satu sama lain, mendiskusikannya. Sakuraba-san pun menunjukan raut wajah serius seperti sedang memikirkan sesuatu.copyright protection3PENANAARLrE0H4WG

“Apa ada yang mau?” tanya ketua osis itu sekali lagi dengan raut wajah cemas namun dia mencoba untuk tenang.copyright protection3PENANAlquG9E9L20

Tidak lama waktu berselang, ada salah satu murid yang mengangkat tangannya dengan sedikit malu-malu.copyright protection3PENANAGdYHOSkdxq

Murid yang mengangkat tangannya itu adalah seorang perempuan dengan rambut berwarna coklat sebahu dan ada jepit rambut di rambut sebelah kedua matanya itu. Dasinya pun berwarna merah yang menandakan dia seangkatan denganku.copyright protection3PENANAb7hWzVWgZT

Para murid yang tadinya melihat ketua osis kini terpancing perhatiannya pada perempuan yang cukup imut dipandang itu.copyright protection3PENANAXljr2t5be8

Perempuan itu pun berbicara gagap karena dilihat semua orang yang ada di ruangan ini. “K-Kalau tidak ada, a-aku mau jadi panitia.”copyright protection3PENANAcUlaB92Wmz

Perempuan di sekolah ini memang imut, tapi kelakuannya yang mengerikan. Contohnya seperti Sakuraba-san, Adikku dan semua perempuan di sekolah ini yang kebiasannya hanya membicarakan keburukan orang.copyright protection3PENANAmyHDugzrwz

Mata ketua osis pun bersinar-sinar seperti melihat secercah cahaya dalam kegelapan. “Woahh…., benarkah? Kalau begitu, namamu?” tanya ketua osis.copyright protection3PENANAluUEVW718m

“N-Namaku Yamaichi Haruko, d-dari kelas 1-4.”copyright protection3PENANA9kguvSExO1

“Jadi sudah diputuskan! Yamaichi-san mohon bantuannya ya!” Ucap ketua osis itu dengan raut wajah ceria.copyright protection3PENANA6bAOP54owB

Sambil menundukan kepalanya. “Ya aku juga, mohon bantuannya.”copyright protection3PENANAYS5Tw1PE2Y

Raut wajah laki-laki di ruangan ini pun terlihat seperti sudah puas dan senang melihat tingkah perempuan itu dan setelah itu semuanya bertepuk tangan.copyright protection3PENANA0cjhGO9llY

Dengan raut wajah ceria sambil menepuk kedua tangannya. “Baiklah, untuk pertemuan kali ini akan saya akhiri. Jadi kalian bisa bubar sekarang!”copyright protection3PENANAns9XgY2lnz

Setelah ketua osis menyuruh untuk bubar, semua murid termasuk aku juga pergi dari ruangan osis untuk pulang dan bermain game sepuasnya di rumah. Aku melihat Sakuraba-san sedang berbicara dengan seorang perempuan yang mencalonkan diri sebagai ketua panitia.copyright protection3PENANAWlr1eY24D5

Perempuan itupun terlihat terbuka saat berbicara dengan Sakuraba-san terlihat dari raut wajahnya yang sedikit ceria.copyright protection3PENANA3DhmUYa4kw

Apa perempuan itu kenal dengan Sakuraba-san?copyright protection3PENANA3IYdFfcIAz

Ketika aku sudah berada di pintu masuk sekolah, tiba-tiba ada sesuatu yang menghantam punggungku.copyright protection3PENANAiwVKy9JBem

Sontak aku pun terkejut dan langsung membalikkan wajahku ke belakang. Terlihat Sakuraba-san sambil memegang tas yang ia hantamkan ke punggungku tadi dengan raut wajah yang dingin dan sedikit kesal.copyright protection3PENANAHhZZDUXOZi

“Apa kau lupa perjanjian kita?” tanya Sakuraba-san dengan nada dingin dan tatapan sedikit sinis ke arahku.copyright protection3PENANAk20ifGyro8

Hei! Bisa kau hentikan tatapanmu itu? Entah kenapa aku merinding melihatnya.copyright protection3PENANA1HFWre6aQk

Apa yang dia maksud adalah perjanjian aku sebagai body-guardnya? Sialan! Aku lupa kalau masih terikat dengan perjanjian sialan itu.copyright protection3PENANAxxBwwfru3q

Sambil mengusap kepalaku dan setelah itu aku memalingkan wajahku kedepan. “Owh… maaf, aku lupa.”copyright protection3PENANAMnsMGHsf9R

“Hmm…, apa kau benar-benar lupa atau cuma ingin bermain game kencanmu itu?” tanyanya dengan nada seperti mengintimidaasi seseorang.copyright protection3PENANAnaz360hcb7

Hei nona! Setiap manusia mempunyai batas kesabaran yang berbeda.copyright protection3PENANAxJF8fboGFr

“Jika aku mempunyai niatan untuk bermain galge sepulang ini, seharusnya aku sudah berada di rumah sekarang.” Balasku dengan nada yang cukup tinggi.copyright protection3PENANA7sPzfwhILq

Yah… itu karena kecepatan berjalanku lebih cepat dari manusia normal pada umumnya, jika aku tidak bermain game galge 1 kali dalam sehari.copyright protection3PENANAz9A9cHauUl

Dengan datar, ia menjawab. “Owh…, gitu ya.” Setelah itu dia langsung berjalan di depanku dengan tatapan mata dingin yang selalu ia pasang di balik kacamatanya itu.copyright protection3PENANACr4hzktY19

Akupun menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan karena aku bingung dengan kelakuannya.copyright protection3PENANAq8BfIQMZyx

Setelah itupun aku terpaksa berjalan di sebelahnya karena aku sedang menjalankan tugas sebagai body-guardnya Sakuraba-san.copyright protection3PENANAq8H1hUJrpD

Hhh…., biarlah. Cuma sampai rumahnya saja.copyright protection3PENANAN14SjEdNCf

Ketika kami berdua berjalan bersama, para murid langsung melihat ke arah kami sambil berbicara satu sama lainnya. Sakuraba-san pun menunjukan raut wajah dingin seperi tidak memedulikan sekitarnya.copyright protection3PENANAW2oxi6o46X

Akupun berjalan mundur ke sisi belakang kanan Sakuraba-san sambil menundukan kepalaku agar tidak terlalu menarik perhatian orang lain.copyright protection3PENANACw6kyoehQD

Saat aku berjalan berdua dengan Sakuraba-san, entah kenapa wajahnya terus berpaling ke kanan dan ke kiri seperti seorang tentara yang sedikit panik saat hendak disergap. Akupun kebingung melihat tingkahnya yang aneh itu.copyright protection3PENANAUEFYxZDKMf

Ketika kami sudah berada di depan rumah Sakuraba-san, aku melihat 2 pembantu yang wajahnya mirip namun gaya rambutnya berbeda di depan pintu rumah. Yang di kanan adalah Sera dan di sebelah kirinya ada perempuan berambut hitam sepinggang dan memakai baju pembantu yang sama.copyright protection3PENANA0IiogAuFFB

Kedua pembantu itu menundukan kepala layaknya pembantu sungguhan dalam anime. “Selamat datang, Aika-sama.” Ucap kedua pembantu itu secara bersamaan.copyright protection3PENANADi8JCG8RYY

“Apa kalian berada di sini atas perintah Ayah?” tanya Sakuraba-san dengan wajah sedikit kesal.copyright protection3PENANAvSCbR9auUW

“Maaf kami tidak memberitahu Aika-sama terlebih dahulu tadi.”copyright protection3PENANAKUF2jWDOBi

Setelah pembantu mengatakan hal itu, Sakuraba-san menghela napasnya sedikit berat seperti berkata “Ternyata ulah Ayah lagi.”copyright protection3PENANApeByYee65d

“Heh, biarlah.” Ucap Sakuraba-san sedikit kesal.copyright protection3PENANA5B6HMXRWsM

Sebaiknya aku harus pergi, karena aku merasa tidak nyaman mendengar pembicaraan ini.copyright protection3PENANATcHyf0uSO5

“Maaf, aku permisi dulu.” Setelah itu aku berjalan menuju rumahku.copyright protection3PENANAbekNMi11p6

Dengan nada tinggi. “Tunggu dulu! Yuuichi-kun.”copyright protection3PENANAeuHkcti3qK

Saat aku dipanggil begitu, sontak aku langsung membalikan badanku dan kulihat Sakuraba-san menatap sedikit sinis ke arahku.copyright protection3PENANAQjXxRdym5m

“Hmm…?”copyright protection3PENANAshBM4n55pv

“Apa kau lupa lagi?”copyright protection3PENANAcDZUXbogfO

Sekarang apa lagi ya tuhan!?copyright protection3PENANA068YD0bcmh

Setelah Sakuraba-san mengatakan hal itu. Dia langsung mengeluarkan 5 uang 100 yen.copyright protection3PENANAzPzaBDyHJX

Apa dia hendak membayarku?copyright protection3PENANAcWAcQyofOE

Sambil memegang uang itu di tangan kanannya dan hendak memberikannya padaku. “Ini bayaranmu.”copyright protection3PENANA3PKcOncZAz

Aku berbicara dengan nada rendah agar Sakuraba-san saja yang mendengar. “Kenapa tidak esok saja? Soalnya aku sedikit malu dibayar, di depan orang lain.”copyright protection3PENANAh9oQj0uRHe

“Karena aku tidak ingin terlibat dengan masalah yang berkaitan dengan uang.”copyright protection3PENANAOUap71XvgM

Wah…, simpel sekali nona. Apakah pemikiran Sakuraba-san sama dengan orang kaya lainnya?copyright protection3PENANA9kBTwphJpR

“Heh…. Baiklah, kalau begitu…” Aku mengambil uang yang berada di tangan kanannya Sakuraba-san dan langsung meletekannya di dalam kantongku.copyright protection3PENANAiH0HykH2bp

“T-Terimakasih…” Sambungku sambil mengarahkan pandanganku ke lain dan dengan nada malu.copyright protection3PENANAh0krprtnWJ

Dengan nada normal dan sedikit senyuman di wajahnya sambil melambaikan tangan kanannya ke arahku. “Aku juga berterimakasih padamu. Kalau begitu, sampai jumpa di sekolah, Yuuichi-kun”copyright protection3PENANA963LZAbhjA

“Ehm…”copyright protection3PENANA9Ci9jQu1TF

Aku benar-benar tidak bisa menebak sifat perempuan yang satu ini.copyright protection3PENANAqaGKC5b5s8

Setelah Sakuraba-san mengatakan hal itu padaku, aku langsung berjalan menuju rumahku.copyright protection3PENANAOCfSnfsywM

Ketika aku sudah sampai di rumah, aku mendengar ada bunyi gaduh di dalam. Saat aku membuka pintu dan masuk ke dalam, aku melihat Ayah, Ibu dan Rin sedang berada di meja makan dengan banyak makanan di atas meja seperti katsudon, beberapa cemilan khas hokaido dan ikan goreng.copyright protection3PENANA9FprPIhjKa

Aku baru ingat kalau Ibu merayakan kenaikan jabatan Ayah hari ini. Pantas saja aku tidak dibuatkan bekal oleh Ibu.copyright protection3PENANAZalFVXL62e

Tunggu, bau ini… bau katsudon?copyright protection3PENANAfRQuJeJcNg

Akupun menuju ke meja makan sambil mengendus bau katsudon yang begitu menggiurkan.copyright protection3PENANAZWWooL7G5R

Ayah dan ibu nampaknya masih hendak makan dan setelah itu melihat ke arahku, sedangkan Adikku Rin masih mengunyah daging yang ada di mulutnya.copyright protection3PENANAQ51cKW9v3c

Dia ini benar-benar tidak tahu tata krama.copyright protection3PENANAJj3AOMOyZC

Setelah aku berada di ruang makan. Ibu langsung menyodorkan semangkuk katsudon ke arahku. “Ahh…, Yuu-kun. Selamat datang! Apa kau mau katsudon favoritmu?”copyright protection3PENANAOYyKmWwuCC

Akupun mengangguk kecil karena lapar. “H-Hmmm…” setelah itu aku duduk di kursiku.copyright protection3PENANAltHnFrkPXn

Adikku pun menunjukan wajah cerianya sambil hendak memakan daging yang berada di ujung bibirnya. “Ayo cepat makan Onii-san! Nanti aku makan semua dagingnya lho!”copyright protection3PENANA1HH4ivR63R

Adikku ini benar-benar rakus.copyright protection3PENANAISPhCce9GR

“Owh…, aku baru ingat. Hari ini galge yang berjudul: Beyond the Ocean sudah rilis. Apa nanti kau mau beli?” tanya Ayahku dengan nada santai dan setelah itu memakan makanannya kembali.copyright protection3PENANAL1lso1UJQR

Aku langsung terkejut dengan mata melelek dan suara yang keras sambil menjatuhkan sendok yang kupegang saat mendengar ucapan Ayah. “HAH!! APA BENAR!?”copyright protection3PENANA6SzOWRkOYn

Ah… mungkin reaksiku terlalu berlebihan.copyright protection3PENANAFHfvYSId1o

Ibu, Ayah dan Adikku langsung melihat ke arahku dengan bingung dan setelah itu Ibu dan Ayah langsung tersenyum ke arahku. Adikku menatapku seperti berkata “Dasar erotaku.” Akupun hanya bisa terdiam kaku setelah mengatakan hal itu.copyright protection3PENANA5MqqfPr9yi

Entah kenapa kalau membahas tentang galge, tubuhku seperti diambil alih oleh sisi otakuku.copyright protection3PENANA0FaAt7rNWp

Ibu pun mengambil sendok yang kujatuhkan tadi dengan tangan kanan dan memberikannya padaku. “Sudah sudah. Nanti aja bahas yang lain, ayo kita makan dulu!”copyright protection3PENANAbC7r86kQjl

“T-Terima kasih bu.”copyright protection3PENANAeo8FPnuhw3

Akupun langsung lanjut memakan katsudonku yang masih panas.copyright protection3PENANAzxIK7cSz0O

Sialan! Itu benar-benar memalukan.copyright protection3PENANAZbr6DzcXpw

copyright protection3PENANAjEVrkKPO1m

Saat aku melihat jam, jarum panjang telah menunjukan ke arah 9. Berarti toko game favoritku hari ini, menjual game galge yang berjudul: Beyond the Ocean yang baru saja rilis hari ini.copyright protection3PENANARBUAl2MeBM

Padahal aku baru main 2 jam. Tapi kenapa, kepalaku terasa sedikit pusing? Tidak seperti biasanya.copyright protection3PENANA3BYuHC4Uzt

Akupun langsung mengsave game dan mematikan pcku. Setelah itu, aku langsung memakai baju dan celana biasa ditambah topi, dan akupun memakai jaket yang cukup tebal dan syal karena cuaca di luar masih dingin.copyright protection3PENANArT8mls6ah7

Sambil menggengam tanganku seperti orang yang berambisi untuk menaklukan dunia dan rasa pusing di kepalaku mulai menghilang. “Baiklah, waktunya berburu galge!”copyright protection3PENANAx9IrJ4twi5

Ketika aku berada di depan toko itu, aku melihat 10 orang yang berbaris mengantri di depan toko.copyright protection3PENANAjlGiQoUUju

Seperti yang aku kira, untung saja aku membawa cemilan dan minuman.copyright protection3PENANAoKnx6IZdTh

Akupun langsung ikut mengantri karena aku sudah tidak sabar hendak bermain game galge yang telah lama kutunggu.copyright protection3PENANAkqq3Sa8lHr

Setelah mengantri selama 1 jam, akhirnya aku dapat membeli game kesukaanku yang telah lama kutunggu-tunggu.copyright protection3PENANAq0N7jDveyO

Akupun berjalan dengan sedikit gembira sambil memegang tas yang berisi game galge.copyright protection3PENANAIWz6tFPtTI

Saat aku berada di alun-alun kota, aku melihat seorang perempuan yang sedang digoda oleh 3 laki-laki berpakaian seperti preman. Terlihat perempuan itu sedang mencoba berbicara dengan mereka, tetapi perempuan itu malah semakin terpojok.copyright protection3PENANAKd9ah1lqn2

Sebaiknya aku tidak ikut campur kedalam masalah yang membuatku repot.copyright protection3PENANARO3EVmirAQ

Ketika aku melihat lebih jelas ke arah perempuan itu, ternyata perempuan yang digoda itu adalah Sakuraba-san dengan mengucurkan sedikit keringat namun raut wajahnya tetap dingin seperti biasa.copyright protection3PENANAfjMPpgvfJo

Akupun berhenti sejenak dan langsung mendatanginya untuk menolong Nona lemari es itu.copyright protection3PENANAYuB7FT90kx

Baiklah, aku akan melakukan tugasku, Nona lemari es.copyright protection3PENANA2bl6Qgs8H3

Saat aku berada di sebelah laki-laki yang menggoda Sakuraba-san itu, akupun terdiam sebentar dan mereka langsung melihatku.copyright protection3PENANAYXnLMM1h1L

Saat salah satu dari mereka hendak bicara, aku langsung menghajarnya tepat di hidungnya dan dia langsung terkapar di tanah, Sakuraba-san dan teman laki-laki yang kuhajar pun langsung terkejut dan melihatku.copyright protection3PENANAGZfi7VbhVv

Heh, ini baru pertama kalinya aku menghajar seseorang tepat di wajah.copyright protection3PENANAOYHa4xrxG8

Tanganku pun sedikit gemeteran dan sedikit sakit karena aku menghajarnya terlalu keras. Sakuraba-san hanya bisa melihatku dengan kebingungan yang terlihat jelas di balik kacamatanya itu dan memegang tas di tangannya.copyright protection3PENANABE6YqTKsbM

Teman-temannya pun langsung bersiap mengambil posisi hendak menghajarku dan berbicara dengan lantang. “Hei apa yang kau lakukan hah!”copyright protection3PENANAdRMt9Uolck

Baiklah, sekarang aku akan mengeluarkan jurus spesialku.copyright protection3PENANAR0iybn6CUM

Akupun langsung mengangkat poniku ke atas dan menatap mereka dengan tatapan mematikanku.copyright protection3PENANALvrStRLejX

“Hei! Bisakah kalian pergi?” tanyaku dengan nada serak yang kubuat sambil menatap tajam ke arah mereka.copyright protection3PENANA1xPO0YIpkU

Kaki kedua preman itu dengan sedikit gemeteran. “Apa yang bisa kau lakukan bocah!?”copyright protection3PENANAJbV1K7oQJj

Dengan nada serak yang semakin dalam. “Maaf! Jika kalian semua tidak pergi, aku bisa berlebihan nanti.”copyright protection3PENANADuO4miV8xf

Tubuh mereka pun mengucurkan keringat yang begitu banyak dan kakinya pun semakin gemeteran ketika aku berkata seperti itu. Tidak lama kemudian, mereka lari terbirit-birit sambil membawa teman mereka yang pingsan kuhajar tadi.copyright protection3PENANA5yMUmMT5cd

Hah…, ini benar-benar menguras semua tenagaku.copyright protection3PENANA0VpWX93l0M

Setelah ketiga preman itu pergi dari hadapan kami, akupun melihat ke arah Sakuraba-san yang menunjukan raut wajah sedikit malu namun cukup dingin padaku.copyright protection3PENANAFDhuHDMDLj

Wah…, ini ketiga kalinya dia menunjukan wajah seperti itu.copyright protection3PENANASRSFMerFjE

Kelihatan dari baju dan tubuhnya, kalau Sakuraba-san tidak di apa-apakan dengan 3 preman itu.copyright protection3PENANATkzigwsjSs

Sebaiknya aku tidak menanyakannya.copyright protection3PENANA5x6m2O0PrM

Sakuraba-san pun menunjukan raut wajah dinginnya namun nada bicaranya seperti orang malu dan tidak formal seperti biasanya. “T-Terima kasih Yuuichi-kun.”copyright protection3PENANA8kD0Zpfr5z

Dengan santai aku menjawab. “Aku hanya kebetulan lewat sini dan melihat kau bersama preman itu.”copyright protection3PENANA5YTFh9bJt4

“Owh…, gitu ya. Ngomong-ngomong, kau membeli game laknat lagi ya?” tanyanya dengan nada dan raut wajah yang polos namun seperti mengejekku.copyright protection3PENANAcyCjVE7Vtz

Hei! Apa maksudmu menyebut game galge jadi game laknat, hah?copyright protection3PENANAHCTlDTLSlQ

“Ini cuma game galge rilisan terbaru dari perusahaan game favoritku. Jika kau mengira ini adalah game eroge, kau salah besar. Karena tidak ada scene 18+.” Jawabku menjelaskan pada Sakuraba-san bahwa game ini bukanlah game eroge.copyright protection3PENANAsqPl57vhRY

Ia langsung memegang dagunya seakan mengerti akan penjelasanku tadi. “Owh…, gitu ya.”copyright protection3PENANAl3xXmsCuo5

Syukurlah kalau dia mengerti.copyright protection3PENANA36HXrkQddb

“Isi tas itu, game ya?” tanyaku penasaran dengan isi tasnya itu.copyright protection3PENANA4FCT1I0xZR

“Owh ini? Ini game rpg yang baru saja kubeli tadi, judulnya The Litcher 2.” Jawab Sakuraba-san sambil menunjukan isi tas itu.copyright protection3PENANAwlV3jiwVMU

Akupun menunjukan raut wajah terpukau dan sedikit iri dengan game yang baru saja dia beli itu.copyright protection3PENANA0Q1INt3EGh

Wahh…, mungkin sekali-kali aku harus mencoba game dengan genre yang berbeda. Jika aku bukan pecinta galge, mungkin semua game yang ada di dunia ini, bisa kumainkan.copyright protection3PENANAPKXrEY9Fw9

“Apa kau mau, Yuuichi-kun? Jika kau mau, mungkin aku bisa meminjamkannya nanti di sekolah.” Tanya Sakuraba-san.copyright protection3PENANAx2us5NLCJy

Dengan sedikit malu. “H-Hahh…, terima kasih.”copyright protection3PENANAwKoysc1wQH

Sialan! Bisa-bisanya aku dibuat malu oleh Nona lemari es ini.copyright protection3PENANANGsK86JiLf

Setelah itupun Sakuraba-san tersenyum ke arahku dan memasukan gamenya ke dalam tas. Setelah selesai, dia pun langsung berjalan menuju ke rumahnya.copyright protection3PENANArihWLnKxZt

Akupun mengikutinya dari belakang agar dia tidak diganggu preman lagi. Yahh…, lagipula aku tidak bisa membiarkan dia berjalan sendirian tengah malam begini. Jika tidak, mungkin aku tidak bisa tidur dengan nyenyak malam ini.copyright protection3PENANA6wdv5GH6cy

Entah kenapa, aku masih tidak terbiasa berjalan berduaan dengan Sakuraba-san, apalagi malam-malam begini. Mungkin orang akan melihat kami sebagai pasangan kekasih.copyright protection3PENANAO0egKmntE8

Cihh! Kenapa aku memikirkan hal tidak masuk akal itu?copyright protection3PENANAI6r02doNLo

Saat aku melihat ke arah Sakuraba-san, dia hanya berjalan seperti biasa dengan embun yang sesekali terlihat, saat dia mengeluarkan udara dari mulutnya.copyright protection3PENANAhRVvm0b46o

Berjalan di cuaca dan suasana seperti ini, cukup menenangkan juga.copyright protection3PENANACUoQb8dyCS

Ketika kami sudah sampai di rumah Sakuraba-san, aku melihat 2 pembantu itu sedang berada di depan pintu rumah. Nampaknya dia menunggu Nona lemari es yang tidak kunjung datang.copyright protection3PENANAHlY9l1nKO8

Aku benar-benar salut dengan 2 pembantu itu.copyright protection3PENANA86Z4Bm4Mqb

Sambil melambaikan tangan kanannya ke arahku. “Kalau begitu, sampai bertemu di sekolah ya, Yuuichi-kun.”copyright protection3PENANAb26zThI6Pk

Setelah Sakuraba-san mengatakan hal itu padaku, dia langsung pergi menuju rumahnya dan 2 pembantu itu menunjukan raut wajah sedikit cemas.copyright protection3PENANAYxFXG1Y3LN

Akupun hanya bisa melihat mereka dari kejauhan dan setelah itu, aku langsung pergi menuju ke rumah untuk memainkan game yang baru saja kubeli tadi.copyright protection3PENANAcUTbYuy3hY

Dengan nada rendah dan sambil berjalan menuju ke rumah dengan sedikit perasaan senang. “Baiklah, waktunya bermain game sepuasnya.”copyright protection3PENANAes1k2UCK1s

54.80.83.123

ns54.80.83.123da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X