×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Humor
School
Apakah Kehidupan SMAku Akan Hancur Hanya Karena RomCom?
Co-Writer Fandi Abdillah*
Collaborators
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
PG-13
RATED
64 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Apakah Kehidupan SMAku Akan Hancur Hanya Karena RomCom?
0 Bookmarks
Intro 1 2 3 4 5 6 7
#6
Bab 5: Apa Kau Benar-Benar Akan Mengatakan Semuanya?
Fandi Abdillah
Sep 15, 2018
0
0
8
22 Mins Read
No Plagiarism!wY5oyzHEBSMxhGS0qZooposted on PENANA

Setelah cukup lama aku dan para siswa lainnya bekerja keras dan membantu acara untuk festival budaya.copyright protection8PENANAWtKJh101uR

Akhirnya kami telah sampai pada hari di mana festival budaya diadakan.copyright protection8PENANAO1PTpos724

Kulihat banyak stand-stand yang berdiri di pinggir jalanan depan sekolah, di belakang halaman sekolah, dan ada yang berada di dalam sekolah.copyright protection8PENANA0PBiwuiXuG

Dan semua tempat pun terlihat dipenuhi dengan para siswa dan orang luar yang berkunjung ke beberapa stand.copyright protection8PENANAlq96ar7asC

Akupun berjalan-jalan sebentar mengelilingi halaman sekolah untuk mengecek semua stand karena aku disuruh Sakuraba-san untuk mengecek apakah semua stand sudah berada di posisinya masing atau tidak.copyright protection8PENANA1gDRa3fCai

Hampir semua orang yang kudatangi ketakutan padaku. Baik tua maupun muda mereka mengira aku akan mengambil uang yang telah mereka dapatkan padahal tidak. Akupun menjelaskan pada mereka kalau aku adalah bagian dari pengurus festival budaya.copyright protection8PENANAHb8jtENMCi

Mereka pun mempercayai kalau aku adalah bagian dari pengurus festival budaya. Namun tetap saja mereka takut padaku.copyright protection8PENANAtXJD4T4b3x

Yah, wajar saja kalau mereka takut padaku. Tapi kenapa malah aku yang melakukan pekerjaan ini?copyright protection8PENANAO5OrXYudBF

Saat aku berjalan menuju ke stand-stand lain. Aku mendengar suara laki-laki yang begitu serak “Kisaragi-kun kan?”copyright protection8PENANAwjQECkjq6V

Ketika aku berbalik ternyata orang yang memanggilku adalah Ayahnya Sakuraba-san yang ditemani oleh 2 pengawalnya itu.copyright protection8PENANAIzTrdXkh9o

Sambil meangguk kecil. “H-Hmm”copyright protection8PENANAPXtDorCTEe

Ayah Sakuraba-san tersenyum aneh ke arahku “Aku berterima kasih karena kau sudah menjaga Anakku.”copyright protection8PENANAzaxqP9K8zR

Menjaga? Aku hanya ditugaskan Sakuraba-san untuk menjadi Body-Guardnya, bukan menjaga yang kau maksud.copyright protection8PENANA4irXJEV4W5

“I-Itu bukan apa-apa, aku hanya disuruh Sakuraba-san sebagai Body-Guardnya sebagai gantinya, aku mendapat gaji darinya.”copyright protection8PENANAsL2Wpro2k2

Raut wajah Ayah Sakuraba-san menjadi senang sambil tertawa kecil “Benarkah? Sepertinya dia memang turunan dariku. Hahahaha.”copyright protection8PENANAgUdNk2X4bx

Semua pandangan murid terlihat menuju ke arah kami karena Body-Guardnya Ayah Sakuraba-san terlihat sangat mencolok.copyright protection8PENANAWfQndA19EX

Dilihat juga tahu kalau dia memang turunan dari Paman. Dan juga, bisakah kau menyuruh para penjaga Paman untuk berpakaian biasa? Mereka terlalu menarik perhatian.copyright protection8PENANAe7Jg49Isb3

Raut wajahnya berubah yang tadinya senang kini sedikit muram. “Aku datang ke sini karena ingin meminta maaf pada Aika.”copyright protection8PENANAvrXIfhLdmW

Minta maaf? Seharusnya kau melakukan hal itu dari dulu sebelum aku ikut campur keurusan keluarga yang merepotkan ini. Kalau begini, aku malah ikut terlibat dengan urusan keluarga yang merepotkan.copyright protection8PENANAKicAFpbHyP

“Bukankah Paman bisa meminta maaf di lain hari.”copyright protection8PENANAFNXp42yMuJ

“Sebenarnya paman punya alasan lain ingin meminta maaf pada Aika hari ini.”copyright protection8PENANAP0aMIq4uDr

Di tengah obrolan kami. Akupun melihat jam tanganku dan terlihat sebentar lagi akan menuju pukul 10 yang berarti acara utama festival budaya akan segera dimulai.copyright protection8PENANAqoKCZp2a7B

Sambil menunduk kecil. “Maaf paman aku permisi dulu.”copyright protection8PENANA0NoXcsZKeu

Aku langsung pergi dari hadapannya menuju ke aula sekolah untuk acara utama festival budaya karena aku ditugaskan sebagai koordinator panggung.copyright protection8PENANAu4uFRd5VHI

Ayah Sakuraba-san mencoba untuk memanggil tapi aku sudah jauh darinya jadi hanya terdengar sekilas “Tung--“copyright protection8PENANAm876K6wNgE

Aku tahu kalau Paman ingin mengatakan sesuatu, tapi waktu untukku bekerja sudah dekat. Jika aku datang terlambat Sakuraba-san akan mengeluarkan jurus pamungkasnya yaitu tatapan iblis es yang dapat membuat orang-orang sepertiku lari terbirit-birit.copyright protection8PENANAohrMeEeeot

Ketika aku sudah sampai di belakang aula sekolah, aku melihat Sakuraba-san memakai mic yang dipasang di wajahnya.copyright protection8PENANAJSxexosDka

Sakuraba-san pun memberikan mic yang di tangan kanannya padaku. “Ayo cepat Yuuichi-kun. Sudah waktunya.”copyright protection8PENANAmHitO3zlQQ

Aku langsung mengambil mic yang ada di tangannya itu. “H-Hmm…”copyright protection8PENANAZe7r1m5gBu

Sebaiknya aku tidak usah cerita pada Sakuraba-san kalau Ayahnya datang ke sini untuk meminta maaf padanya. Kalau aku memberitahunya, bisa-bisa jadwal acara festival budaya akan ada masalah nantinya.copyright protection8PENANAJknhzUG1y1

Secara tidak sadar aku menunjukan wajah yang sedikit lesu memikirkan hal itu sambil memasang mic.copyright protection8PENANAbUItnwxXSo

“Apa kau tidak enak badan Yuuichi-kun?” tanya Sakuraba-san keheranan.copyright protection8PENANAORCWjEjoUU

“Hah… Tidak, aku cuma memikirkan sesuatu.”copyright protection8PENANASEffVOaCPJ

Dengan raut wajah dingin dan datarnya “Owh…”copyright protection8PENANAD0Dlu1S2ZK

Datar amat ekspresinya. Yah wajar saja, dia kan Nona lemari es.copyright protection8PENANAqNC3KVH3kB

Setelah aku selesai memakai mic. Akupun langsung pergi ke depan bangku penonton yang sudah ramai untuk mengambil posisi.copyright protection8PENANAXdfdtb1ENQ

Suara siswa yang tidak sabaran menunggu acaranya dilmulai, menggema di aula sekolah dan aku serasa hendak menutup telingaku ini karena suaranya begitu nyaring.copyright protection8PENANAnrR0Nm2Fp1

Aku tidak mengira akan jadi seheboh ini. Yah, karena aku baru pertama kali datang dan berpartisipasi dalam acara festival budaya di sekolah ini. Jadi wajar saja jika aku tidak pernah merasakan situasi ini.copyright protection8PENANAqPP3SzYzCj

Akupun kembali melihat jam yang menunjukan pukul 10 kurang 3 menit.copyright protection8PENANAbAwqNZCODp

Sambil memegang micku, “Dua menit sebelum acara dimulai.”copyright protection8PENANAF0Qx1DU3jj

Sakuraba-san membalas perkataanku. “Ini Sakuraba. Pesan untuk semua. Jika ada masalah, langsung kabari.”copyright protection8PENANA4K9TN2tMB5

Para ketua dari bagiannya masing-masing membalas, “Di bagian teknisi tidak ada masalah!” “Di bagian pencahayaan juga tidak ada masalah.” “Para pemain yang berada di ruang ganti nampaknya akan selesai tepat waktu.” “Bagian pa juga tidak ada masalah.”copyright protection8PENANA5NGBetAQid

“Dimengerti, bersiaplah diposisi masing-masing.”copyright protection8PENANAgYe6wfKqj4

Ketua Osis pun berjalan di keadaan yang agak gelap menuju ke tengah panggung.copyright protection8PENANAKnOThBVKnx

“Ketua Osis sudah berada di panggung, tunggu aba-aba Yuuichi saat menghitung mundur.”copyright protection8PENANAQtlw4z0Epj

Tinggal 10 detik lagi “Sepuluh. Sembilan. Delapan. Tujuh. Enam. Lima. Empat. Tiga. Dua. Satu.”copyright protection8PENANASFh7MOmxeF

Sesuai aba-abaku saat menghitung mundur. Lampu panggung pun menyala, menyinari Ketua Osis yang berada di tengah dengan ekspresi ceria yang tak pernah lepas dari wajahnya itu.copyright protection8PENANABZ3qSk2O5q

Ketua Osis berteriak sambil mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi “Apa kalian semua siap?!”copyright protection8PENANAmWTHsXgtCG

Para siswa yang duduk di bangku serempak berteriak “YA!!”copyright protection8PENANAMvm4C8SZG7

“Kalau begitu langsung saja kita mulai!!”copyright protection8PENANAEi7II03KO8

Para peserta dari klub dansa modern mulai masuk satu-persatu ke panggung. Ketua Osis langsung mundur ke belakang ketika para siswa dari klub itu sudah berada di panggung semua.copyright protection8PENANAab44Sx191E

Lalu Sakuraba-san memberi aba-aba pada bagian pencahayaan untuk menyalakan lampu khusus untuk acara pembuka “Nyalakan lampunya!”copyright protection8PENANAPO9bTMkML0

“Baik”copyright protection8PENANATqi1811cLP

Setelah lampu dinyalakan para siswa yang berada di panggung mulai menari dengan hebohnya diikuti dengan alunan musik dan sorakan para penonton yang sangat nyaring sampai aku ingin meninggalkan pekerjaan merepotkan ini dan pulang ke rumah untuk bermain galge.copyright protection8PENANAlW1q0TX22Z

Ketika lagunya hendak berakhir, seorang laki-laki dari bagian pa melapor. “Di sini pa. Sebentar lagi, lagunya akan berakhir.”copyright protection8PENANAGSNQ4GDoso

Sakuraba-san langsung membalas laporannya itu. “Baiklah, Ketua panita sekarang sedang bersiap-siap di belakang panggung.”copyright protection8PENANApmPInYJoau

Tidak lama kemudian para penari langsung berjalan menuju ke belakang panggung karena acara pembukanya sudah selesai.copyright protection8PENANAevrfVr9Ttc

Ketua Osis maju ke depan menyambut Ketua panitia yang hendak maju ke panggung “Baiklah, selanjutnya kata-kata sambutan dari Ketua panitia festival budaya!”copyright protection8PENANASa4G18mExP

Ketua panitia maju ke panggung dengan microphone dan raut wajahnya yang terlihat begitu kaku karena ia tak terbiasa berada di hadapan orang banyak. Ketua Osis pun menuju ke belakang panggung setelah Ketua panitia sudah berada di tengah panggung.copyright protection8PENANA3WbSEzQoX1

“Aku Yamaichi Haruko, Ketua panitia Festival Budaya. Slogan tahun ini adalah “Heart of Traditional Culture, Modern Mindset.” Sesuai dengan tema kita tahun ini yaitu kita akan lebih banyak mengenalkan tentang budaya daerah kepada orang-orang luar darah maupun orang lokal.”copyright protection8PENANAScxjstLBmf

copyright protection8PENANAOfpTWq1i4z

Waktu untuk istirahat telah tiba, aku pun harus menggunakan waktu ini sebaik mungkin agar aku tidak kelelahan atau kelaparan saat bekerja nanti.copyright protection8PENANA88wk0bTRzR

Sakuraba-san kulihat juga pergi tadi tapi aku tidak tahu kemana ia pergi.copyright protection8PENANASr3qLwTx7f

Apa dia pergi ke atap untuk makan siang ya?copyright protection8PENANAMWvbPrCRKH

Sambil menunduk kecil dan mengecilkan volume suaraku “Sebaiknya aku mencari makanan dan minuman untuk bekal makan siangku.”copyright protection8PENANAqSPXcQ86HH

Saat melewati kelasku, aku melihat beberapa orang yang mengantri untuk melihat drama musikal di kelas kami. Akupun mencoba untuk masuk ke dalam kelas karena penasaran, drama musikal apa yang ditampilkan oleh para siswa di kelasku.copyright protection8PENANAXA910VxTsF

Saat aku sudah berada di pintu kelas, Sakuraba-san terlihat sedang menikmati pertunjukannya sambil berdiri di belakang para penonton.copyright protection8PENANA9eBEqq63iR

Apa dia tertarik dengan hal-hal seperti itu?copyright protection8PENANALIJBFWrO29

Entah kenapa kakiku berjalan mendekatinya dan secara tidak sadar, aku sudah berada di sebelahnya. Sakuraba-san nampaknya sudah mengetahui kehadiranku namun ia tetap fokus terhadap drama itu.copyright protection8PENANAv0JE1KAyD2

“Aku tidak tahu kalau kau menyukai hal seperti ini.”copyright protection8PENANAeNhPrIgyMy

“Aku hanya ingin menghabiskan waktu istiahatku ini dengan beberapa hal yang menarik.”copyright protection8PENANApxh98X6AL9

Kukira kau bukanlah orang yang tertarik terhadap hal seperti ini.copyright protection8PENANAJh9sVbcwKQ

Hah… Sebaiknya aku katakan saja pada Sakuraba-san tentang Ayahnya yang datang kesini. Mumpung sekarang waktu istirahat, jadi dia dapat meluangkan waktunya untuk berpikir.copyright protection8PENANAyYDQO5z4Dl

“Tadi aku melihat Ayahmu.”copyright protection8PENANAD3TVd1SjBE

Raut wajahnya menjadi agak muram saat aku mengatakan hal itu “Aku tahu… Organisasi Ayah juga ikut andil dalam acara festival budaya tahun ini.”copyright protection8PENANAskVCNQN0nx

Wah… aku tidak tahu kalau Ayahnya Sakuraba-san juga ikut.copyright protection8PENANAQVwtMkyloc

“Sebenarnya Ayahmu datang ke sini untuk meminta maaf atas kejadian yang lalu.”copyright protection8PENANAH2gAXtCPMe

“Sebaiknya kau terima permintaan maaf Ayahmu itu.” Sambungku.copyright protection8PENANAtfypRmgFmD

Sambil menunduk kecil “Bukankah sudah kukatakan, aku sudah memaafkannya.”copyright protection8PENANAcczIGl2fHr

Kata-kata itu lagi. Aku benar-benar muak mendengar Sakuraba-san terus mengatakan hal itu tetapi dia tidak pernah memaafkan Ayahnya.copyright protection8PENANArouHYrbBhX

Nada suaraku berubah menjadi seperti orang yang kesal “Memaafkannya? Jika kau sudah meminta maaf, pasti kemungkinan Ayahmu tidak datang kesini mencarimu yang sedang asik nonton drama musikal.”copyright protection8PENANAPLcoa4KqJ6

Orang-orang yang duduk di depan kami langsung melihat ke arah kami berdua karena aku terlalu keras berbicaracopyright protection8PENANA3WjCEZYHeF

Hah… apa nadaku terlalu keras tadi, ya? Mungkin aku juga terlalu kasar pada Sakuraba-san, sebaiknya aku berbicara pelan-pelan dan memperhatikan kata-kataku agar Sakuraba-san tidak tersinggung.copyright protection8PENANA9G3Do24zDm

Sakuraba-san menunjukan wajah dinginnya namun sedikit murung. “Maksudmu aku datang kesini untuk menghindari Ayahku. Yuuichi-kun, pernyataanmu itu tidak berdasar. Bukankah aku tadi mengatakan bahwa aku hanya ingin mencari hal-hal yang menarik?”copyright protection8PENANAxs7KQiOBIy

Raut wajah Sakuraba-san kembali menjadi normal setelah mengatakan hal itu.copyright protection8PENANAIMu1o81mQg

Terlihat dari raut wajahnya dia tidak berbohong atas kata-katanya tadi. Kenapa aku bisa mengetahuinya? Karena aku sudah sering berhadapan dengan para heroine dalam game galge yang sering berkata kebalikannya atau bisa dibilang Tsundere.copyright protection8PENANA2ZX6Cm8HVM

Tapi jika membahas Sakuraba-san, dia itu tidak punya dere-dere alias malu-malu, jadi agak sulit untuk membaca isi pikirannya itu.copyright protection8PENANA3tfbd5t2Hc

“Kau tahu Aika-san, jika kau terus bersikap egois seperti itu, mungkin kau akan mengalami kejadian itu kembali atau bisa lebih buruk daripada itu.”copyright protection8PENANAApY4rmdsJ3

Sudah sejak berapa lama ya aku tidak memanggilnya dengan nama depannya.copyright protection8PENANAJM3GSG20oY

Sambil menaruh tangan kanannya di dagunya itu “Apa yang bisa membuatmu seyakin itu, Yuuichi-kun?” tanya Sakuraba-san.copyright protection8PENANANss2DF77IP

“Yah… aku dulu juga pernah berada disituasi yang sama sepertimu. Dulu aku pernah membenci orangtuaku sampai-sampai aku mengurung diri di kamar selama 1 minggu hanya karena aku dikucilkan oleh semua orang di kelasku waktu 6 sd akibat bekas lukaku ini.”copyright protection8PENANAjjehnFEB8o

Aku yang dulu memang manusia terburuk. Tapi jika dibandingkan dengan para normie, merekalah yang paling buruk.copyright protection8PENANAFRaJy2pB3N

“Aku memang manusia yang terburuk, membenci orangtuaku hanya gara-gara aku dijauhi oleh orang lain.” Sambungku.copyright protection8PENANAzQf1STH00q

Sambil tertawa kecil, “Sepertinya masa lalumu cukup suram.”copyright protection8PENANAPjJ4A7JfJS

Setidaknya, aku tidak sama sepertimu yang menunda-nunda waktu hanya karena egois.copyright protection8PENANADoKN7iPxTT

Memalingkan wajahku ke arah lain karena aku kesal dengan kata-katanya itu “Siapapun pasti memiliki masa lalu yang suram. Tak peduli ia mempunyai jabatan yang tinggi maupun kehidupan yang bahagia.”copyright protection8PENANAltJBvCudCv

Karena dari masa lalu yang suramlah timbul kebahagiaan, tapi itu hanya berlaku pada beberapa orang saja.copyright protection8PENANADsOnwpvgEe

Sesaat setelah aku mengatakan hal itu. Sakuraba-san menunduk kecil dan menunjukan tatapan muram di balik kacamatanya itu. “Tapi…, aku tidak tahu cara meminta maaf padanya.”copyright protection8PENANA9hDT5LcVi6

Ya pantas saja, dia kan Nona lemari es yang sering mengumbar ekspresi dinginnya itu pada siapa saja yang ia temui. Mungkin ia hanya merasa canggung saat minta maaf pada Ayahnya yang sudah ia acuhkan selama ini.copyright protection8PENANAODzyf5aJiM

“Kurasa yang terpenting saat ini adalah mencoba untuk mengembalikan situasinya seperti dulu lagi.”copyright protection8PENANAeWf3kLsP27

Wajahnya semakin memuram dan menunduk “Tapi aku merasa gugup jika bertemu Ayahku.”copyright protection8PENANA3bpH4usgpK

Sekilas terlintas di kepalaku sebuah gambaran aneh tentang anak perempuan kecil yang menundukan kepalanya dan ia terlihat muram.copyright protection8PENANAneoXMD2Wnl

Apa-apaan itu tadi?copyright protection8PENANAJCiYFCK8sN

Hah… itu tidak penting, yang terpenting sekarang Sakuraba-san sudah menyelam terlalu dalam. Kalau begini terus, dia bakal terus berada di dasar laut selamanya.copyright protection8PENANAgwYFd39Fkz

“Ya setiap orang pasti juga akan merasa gugup pada hal-hal tertentu.”copyright protection8PENANApHNOEzsHwP

Selain dikejar hantu atau dikejar deadline. Jika kau dikejar mereka berdua, kusarankan untuk berpasrah diri dan menerima nasib.copyright protection8PENANA2fsle8YZhq

“Tapi bukankah itu merupakan ajang yang bagus untukmu agar dapat menghilangkan kegugupanmu itu. Jadi temuilah Ayahmu itu.”copyright protection8PENANAMxWKc9OmP8

Wajah Sakuraba-san yang tadinya muram, sekarang semakin membaik dan ia menghela napas. “Heh… baiklah. Kuterima saranmu itu.”copyright protection8PENANAWfQJ3ujvbP

Untung saja Sakuraba-san orangnya pintar dan peka terhadap situasi, jadi aku merasa nyaman saat membujuknya itu. Walaupun agak susah juga tadi sampai-sampai aku harus menceritakan masa laluku yang tragis.copyright protection8PENANAle5NAkVyjd

Hah… aku ingin kembali ke beberapa menit yang lalu sebelum aku bercerita tentang masa laluku dan aku ingin menampar diriku itu keras-keras.copyright protection8PENANAY5KVQX5EjU

Setelah cukup lama aku berbicara dan menonton drama musikal payah ini bersama Sakuraba-san. Tidak lama kemudian, terdengar suara keluar dari sebuah speaker yang berada di pojokan atas.copyright protection8PENANANf9DZd7iIj

Ketua osis menyuruh para staff dan panitia festival budaya untuk segera bersiap-siap karena acara utama di aula sekolah akan segera dimulai.copyright protection8PENANA84yeR8yNGR

Saat mendengar ucapan ketua osis itu akupun langsung menunjukan wajah muram dan kesal sambil mengemepal tangan kananku karena aku menghabiskan waktu istirahatku hanya untuk meluruskan masalah Sakuraba-san dengan Ayahnya itu.copyright protection8PENANA0FWLBNIGr2

Agkhh… aku sama sekali belum makan siang sama sekali.copyright protection8PENANABeiKShXZAG

Akupun menunjukan raut wajah kesal sambil menghela napasku dalam-dalam.copyright protection8PENANAjJKSXC0vpH

Sakuraba-san pun tertawa kecil sambil menutup mulut dengan ujung tangan kanannya itu.copyright protection8PENANAmqnjbY6UEy

Hei Nona lemari es. Bisakah kau berhenti tertawa seperti itu?copyright protection8PENANAWfNe0FwYF7

Pertunjukan drama musikal pun telah selesai. Para penonton nampaknya telah puas kecuali aku yang ditertawakan Sakuraba-san. Sesaat setelah para pemain drama memberi hormat dan turun dari panggung.copyright protection8PENANAFYQpQN1Rir

Penonton pun membalas hormat itu dengan memberi tepukan tangan yang begitu meriah.copyright protection8PENANAyFSVY4U5Yy

Kulihat Sakuraba-san sudah berada di depan pintu dan ia hendak berjalan keluar dari kelas ini. Dia pun langsung berhenti ketika berada di depan pintu dan langsung membalikan wajahnya hingga terlihat setengah dari hadapanku.copyright protection8PENANADUOq9P5FNK

Raut wajah Sakuraba-san pun terlihat begitu dingin ditambah tatapannya yang mengerikan itu.copyright protection8PENANAMsJDSAqUrJ

Dengan nada dingin. “Kenapa kau malah diam saja? Ayo cepat, kita masih punya banyak pekerjaan.”copyright protection8PENANAm0oeWnjQsh

Sialan, dia ini memang seenaknya saja.copyright protection8PENANAp6cdwl3C1R

Ternyata memang benar, kalau wanita itu seperti sebuah game gacha, yang kita tidak bakal tahu apa yang keluar nantinya. Apa emosi yang meluap-luap atau keceriaan yang berlebihan atau mungkin semangat yang tidak ada habisnya?copyright protection8PENANAnOj7rcHS68

Bisa dibilang perempuan seperti kotak untuk memberitahu kamu, apa kamu beruntung atau tidak? Jika dia sering marah-marah berarti dihari itu kau sedang tidak beruntung. Tapi jika dia sedang ceria atau senang kemungkinan kau sedang beruntung.copyright protection8PENANABt90I5o1VQ

Aku berkata kemungkinan karena aku sendiri tidak bisa percaya apa wanita saat senang akan memberikan kita keberuntungan atau mungkin sebaliknya? Huh, hanya tuhanlah yang tahu.copyright protection8PENANAilXuztQC6S

Itulah pemikiran yang kudapat selama aku bermain game gacha dan berada di dekat perempuan seperti Sakuraba-san atau Adikku Rin.copyright protection8PENANAtuGNB80j07

Akupun langsung berjalan di belakang Sakuraba-san yang hendak pergi ke belakang panggung aula sekolah.copyright protection8PENANAsCABDiG1kC

copyright protection8PENANASCXP7xjY9q

Saat sudah sampai di belakang panggung aula sekolah. Aku melihat para staff-staff, bagian-bagian, dan para osis yang sudah berkumpul untuk memulai acara utama festival budaya.copyright protection8PENANAQDUxqwFrPG

Saat aku memalingkan wajahku ke arah para pemain band. Kulihat di sana Sakuraba-san sedang mengecek kelengkapan peralatan para pemain. Entah kenapa wajahnya terlihat memerah dan sedikit berkeringat.copyright protection8PENANAyhj8SXrzZL

Saat diperjalanan menuju ke aula panggung sekolah tadi saja, Sakuraba-san sudah mengeluarkan sedikit keringat daripada biasanya.copyright protection8PENANAcRoaHvH0uQ

Apa dia sedang sakit ya?copyright protection8PENANArlulSVSymI

Saat aku hendak menghampirinya untuk memberikan mic dan menanyakan keadaannya itu. Sakuraba-san langsung berjalan menuju ke arahku.copyright protection8PENANAfUZz2Swusv

Ketika Sakuraba-san sudah berada di hadapanku. Dia pun langsung menjulurkan tangannya seperti meminta micnya itu tanpa berbicara sepatah kata pun. Terlihat dia sedang memaksakan kesehatannya itu.copyright protection8PENANAfEnDO49w5D

“Apa kau baik-baik saja? Kulihat dari tadi wajahmu nampak memerah dan sedikit mengeluarkan keringat.” Tanyaku sambil memberikan mic yang berada di tangan kananku kepadanya.copyright protection8PENANAnwZRSRMKq8

Mengambil mic yang ada di tangan kananku dan memakainya. “Kau tidak usah mengkhawatirkanku. Aku masih bisa mengerjakan tugasku.”copyright protection8PENANAsF3se6lLAN

Itulah mengapa aku tidak mengerti wanita. Mereka selalu mencari alasan agar dapat melakukan apa yang mereka inginkan.copyright protection8PENANAgPrDtgIDMN

Tunggu, bukankah semua orang juga berpikiran seperti itu?copyright protection8PENANAh9kg0c7NXx

Hah… biarlah.copyright protection8PENANAVqdYSr4ecF

Sakuraba-san langsung berjalan menuju ke tirai sebelah panggung melewatiku untuk mengecek apakah para penonton telah siap atau tidak.copyright protection8PENANA1tvs7YJQBv

Saat Sakuraba-san sudah lewat di depanku. Dia tiba-tiba jatuh tersungkur di lantai dengan mic yang masih terpasang di kepalanya dan dokumen yang berserakan.copyright protection8PENANADSFY9Gbgt8

Sontak aku langsung berlari ke arahnya dan mencoba untuk membangunkannya dengan menggoyangkan tubuhnya dengan tanganku tetapi ia tetap saja tidak bangun.copyright protection8PENANAOpz1osttGG

Sialan! Inilah jadinya jika kau bersikap sok kuat.copyright protection8PENANA8H9DahCT7e

Tiba-tiba para siswa yang berada di belakang panggung langsung panik dan berkumpul mengelilingi kami berdua yang berada di tengah.copyright protection8PENANApL74JgKUwe

Jangan bergerumbung seperti itu si! Kalian semua malah membuat udara di sekitar menjadi semakin panas.copyright protection8PENANA3lDCm15QuL

Salah seorang murid perempuan yang mencoba untuk memanggil para guru yang berada di dekat sini.  “Aku akan memanggil sensei.”copyright protection8PENANAwDtGgDXTx5

Hehhh, kenapa harus begini?copyright protection8PENANA7XQe1zuMu0

copyright protection8PENANA1ymEbIGgya

Setelah Sakuraba-san dibawa Sensei ke uks. Aku disuruh ketua osis untuk menggantikannya, karena hanya aku yang tahu jadwal semua acara utama di panggung selain Sakuraba-san.copyright protection8PENANA25OvL49JYG

Aduh, padahal aku tidak ingin mengerjakan pekerjaan yang merepotkan ini. Hah, biarlah. Lagipula aku juga merasa sediki bersalah atas pingsannya Sakuraba-san.copyright protection8PENANAO5DEjFeNsJ

Akupun tidak ada pilihan lain, selain menggantikan Sakuraba-san yang pingsan itu.copyright protection8PENANAOtha8sTOJs

Saat aku menggantikan Sakuraba-san semua acara yang berada di bawah arahanku terlihat berjalan lancar. Hanya saja, ada beberapa orang menjauhiku karena takut akan dengan wajahku ini kecuali Ketua osis.copyright protection8PENANAZLyNhjRq2Q

Setelah semua acara sudah selesai. Aku langsung menyusun beberapa peralatan sekolah di belakang panggung.copyright protection8PENANA7RVLverK2T

Saat aku memalingkan wajahku ke kanan. Terlihat Ketua osis berjalan menuju ke arahku dengan raut wajah khawatirnya itu.copyright protection8PENANAtRnK2vdWkW

Mungkin Ketua osis mengkhawatirkan Sakuraba-san yang tiba-tiba pingsan.copyright protection8PENANAojIW6ZgYpj

Setelah ketua osis berada di depanku, dia pun berbicara dengan nada yang rendah. “Sebaiknya kau jenguk Sakuraba-san dan biarkan aku yang mengurus sisanya.”copyright protection8PENANAOwaJhGYIr1

Sambil mengangguk kecil. “H-Hmm…”copyright protection8PENANACUS0FVwTRQ

Yah… sebaiknya aku menjenguk Sakuraba-san daripada mengerjakan pekerjaan yang melelahkan ini. Aku juga sedikit merasa bersalah karena memaksa Sakuraba-san untuk meminta maaf pada Ayahnya dan juga ini kesempatan yang bagus untukku agar bisa cepat pulang ke rumah untuk bermain galge.copyright protection8PENANAQg9ydfxudW

Aku menyusun kursi yang kupegang itu dan kuletakan di susunan kursi yang berada di pinggiran aula.copyright protection8PENANAN2tYLLFKu6

Setelah aku menyusun kursi itu. Aku langsung berjalan ke belakang panggung untuk mengambil tasku.copyright protection8PENANAL71E7GzEAr

Saat aku sudah mengambil barang-barangku. Aku langsung menuju ke uks untuk melihat keadaan Sakuraba-san.copyright protection8PENANAuqIEYVTvp7

Ketika aku menuju ke uks. Terlihat Nikaido-sensei sedang berdiri di depan pintu uks dengan raut wajah khawatir yang terpampang di wajahnyacopyright protection8PENANAsdaWcWIRGc

Saat aku sudah berada di depan Nikaido-sensei, dia berbicara padaku dengan nada khawatir. “Jika kau mencari Sakuraba-san, tadi ia di bawa ke rumah sakit oleh Ayahnya.”copyright protection8PENANAXsjZ6rFG6g

Aku sedikit terkejut dan keheranan mendengar hal itu.copyright protection8PENANA8AGQeEM8ab

Apa separah itu ya penyakitnya, sampai-sampai ia dibawa ke rumah sakit?copyright protection8PENANAgDprzBnhs3

Kalau begini aku tidak bisa menjenguknya, karena dia sudah dibawa ke rumah sakit.copyright protection8PENANAuqvOpCg5im

Sambil memberiku sebuah kertas terlipat yang ada di tangan kanannya. “Owh iya, ini dari Ayahnya Sakuraba-san. Dia menyuruhku untuk memberikannya padamu.”copyright protection8PENANAlqW1hbG3kQ

Akupun mengambil kertas itu dan membukanya. Saat aku membuka kertas itu, aku melihat 2 buah kalimat katakana yang bertuliskan ‘Saiseikai byouin’copyright protection8PENANAfBuE23fplI

Mungkin ini tempat Sakuraba-san dirawat. Heh… sebaiknya aku datang ke sana saja, karena ketua osis juga khawatir dengan keadaan Nona lemari es itu.copyright protection8PENANAsQ8YEyAVDT

“Terimakasih Nikaido-sensei.”copyright protection8PENANAhYke0BqGEL

Dengan senyum dan raut wajah cerianya. “Tidak usah berterimakasih padaku. Sebaiknya kau pergi dan jenguk dia. Jika kau berada di sini terus, nanti kepalamu akan kudekam di dadaku.”copyright protection8PENANAxTm1yp5NOr

Hah… mulai lagi dah kebiasannya untuk menggangu orang. Sebaiknya aku harus cepat-cepat pergi dari sini sebelum aku terkena godaan guru uks bejat ini.copyright protection8PENANAvhhEgWcQSP

Sambil menunduk kecil. “Kalau begitu aku permisi dulu”copyright protection8PENANAJ9O3oOFOvj

Aku langsung berjalan keluar sekolah dan menuju ke rumah sakit Shuishi untuk menjenguk Sakuraba-san.copyright protection8PENANAA3dW4Lmaza

Syukurlah jarak dari SMA Kagamihara ke rumah sakit Saiseikai cukup dekat hanya perlu berjalan melewati stasiun kereta api Kawahara yang mungkin berjarak sekitar 800 meter, dan setelah rumah sakitnya berada di depan stasiun itu.copyright protection8PENANAB5sTJIQWzI

copyright protection8PENANAMiSAmgp15V

Ketika aku sampai dan masuk ke rumah sakit itu. Aku menanyakan nomor kamar yang dipesan oleh nama marga Sakuraba dan susternya memberitahuku kalau Sakuraba-san dirawat di lantai 2, nomor kamar 46.copyright protection8PENANAlFYzC2lYcU

Aku langsung berjalan menuju ke ruang di mana Sakuraba-san dirawat setelah suster itu memberitahuku lantai dan nomor kamarnya.copyright protection8PENANA9OZBHJkyGT

Saat aku sudah berada di depan pintu kamar di mana Sakuraba-san dirawat. Aku mendengar suara serak yang berasal dari dalam kamar. “Kau tahu Aika, Ayah memang Ayah yang buruk.” Kemungkinan itu suara Ayah Sakuraba-san.copyright protection8PENANAgsc82zpsBu

Sesaat setelah mendengar hal itu, aku berpikir bahwa aku tidak boleh masuk ke dalam. Jika aku masuk ke dalam, kemungkinan situasinya akan menjadi canggung nanti.copyright protection8PENANAnWalvMnRKA

Terdengar suara rendah namun cukup dingin yang pasti adalah Sakuraba-san. “S-Sebenarnya, aku ingin minta maaf pada Ayah. Tapi, entah kenapa di kepalaku selalu terbayang akan kejadian itu.”copyright protection8PENANALUpLw7vQFb

Akhirnya setelah sekian lama, dia bisa juga mengatakan itu. Aku cukup kagum dengannya.copyright protection8PENANAKWDW5Gwu87

“Ayah tahu kalau kau pasti berpikiran begitu. Maka dari itu Ayah membiarkanmu pindah sekolah dan tinggal di rumah itu sendiri agar kamu memiliki waktu luang untuk memikirkan-nya.”copyright protection8PENANAYv39QzVerG

Suasananya pun menjadi hening sejenak, sesaat setelah Ayah Sakuraba-san berbicara.copyright protection8PENANAPcAfY6mtX2

Waktu sudah lewat selama 30 detik dan Ayah Sakuraba-san kini memulai pembicaraan lagi. “Apa Aika bisa tinggal di rumah itu bersama Ayah?” tanyanya.copyright protection8PENANAFHYiE3Zax7

Mungkin Ayahnya ingin mengajak Sakuraba-san untuk tinggal bersama lagi di rumah yang mewah itu.copyright protection8PENANAhwDlFuVBJm

“Tidak. Aku ingin tetap tinggal di rumah itu. Karena aku ingin belajar hidup mandiri.”copyright protection8PENANAhyzSNxYa1V

“Jika aku tetap bersama Ayah mungkin aku tidak bisa berkembang menjadi seseorang yang aku idamkan nanti. Dan jika aku ikut Ayah, otomatis aku akan pindah sekolah dan aku tidak bisa berterimakasih pada Yuuichi-kun” Sambung Sakuraba-san.copyright protection8PENANAcGDaZheYsL

Kelihatannya Sakuraba-san terlihat berbeda dari biasanya. Kedengaran dari nada dan cara bicaranya yang aneh itu. Yah, biasanya dia berbicara dengan nada dingin dan dalam, sekarang ia berbicara dengan lembut layaknya perempuan imut tidak seperti Sakuraba-san yang kukenal.copyright protection8PENANA6KiJ6Xd1yW

Tapi tunggu dulu, seseorang yang Sakuraba-san idamkan? Aku benar-benar tidak percaya kalau Sakuraba-san juga memiliki seseorang yang diidamkannya.copyright protection8PENANAoQvYIjwHtx

Dan aku pikir-pikir lagi. Ternyata pemikiran wanita itu memang sulit untuk dicerna. Apalagi kalau wanita itu seorang normie. Bisa-bisa kepalamu akan terasa pusing, seperti berada di sebuah kapal yang sedang terombang-ambing.copyright protection8PENANACGegRdx5cZ

Dengan suara yang serak-serak. “Owh begitu ya. Jika Aika maunya begitu, tidak apa-apa. Ayah dan Ibu mendukungmu.”copyright protection8PENANAQiK82Q6gSF

Hei paman! Apa maksud paman mendukung? Hah, biarlah. Setiap orang tua pasti begitu, selalu menggoda anaknya.copyright protection8PENANAdgvIfe2LVw

Sakuraba-san berbicara dengan nada yang terdengar tulus, “Terimakasih banyak Ayah.”copyright protection8PENANAiycxO3Kl8X

Tiba-tiba, suasana menjadi hening dan kutoleh wajahku ke kiri dan kanan. Yang terlihat hanya ada suster dan dokter yang lalu-lalang lewat sini.copyright protection8PENANAlZf68iWeyO

Nampaknya tidak begitu banyak pasien yang dirawat di sini. Yah, mungkin karena rumah sakit ini baru saja dibangun. Jadi tidak banyak orang mengetahuinya.copyright protection8PENANAUL5pukDw5y

Tanpa kusadari Ayah Sakuraba-san hendak keluar dari ruangan itu dan dengan segera aku memperbaiki cara dudukku yang terlihat aneh tadi.copyright protection8PENANA3o6gVVkGht

Ketika pintu dibuka, Ayahnya Sakuraba-san yang mengenakan jas hitam dan celana jeans itu, melihat ke arahku dan dia langsung memasang senyum di wajahnya pertanda bahwa semuanya baik-baik saja. Atau ada maksud lain dari senyum itu?copyright protection8PENANADCsTJAbFPK

Hmmm…. Aneh.copyright protection8PENANAtJvz90TNxZ

Saat melihat Ayah Sakuraba-san yang hendak duduk di kursi. Reflek, aku langsung bergeser dan mempersilahkan Ayah Sakuraba-san untuk duduk.copyright protection8PENANAlAosQjnbZF

Ayah Sakuraba-san memulai pembicaraan setelah ia duduk. “Penyakit yang diderita Aika adalah anemia. Penyakitnya muncul saat ia memasuki kelas 2 SMP. Aika dulu adalah perempuan yang serba bisa, dan ia juga unggul dalam semua bidang pelajaran.”copyright protection8PENANAEDi6x1HJGx

Owh, begitu ya. Pantas Sakuraba-san, tidak pernah ikut pelajaran olahraga.copyright protection8PENANAtahZJqZDew

“Tapi setelah Aika dikabarkan bahwa ia mengalami anemia, Aika diharuskan untuk menjaga kondisi tubuhnya setiap saat dan tidak boleh terlalu lelah. Mendengar hal itu, ia sedikit terpukul karena tidak bisa bermain bersama teman-temannya lagi. Sejak saat itu dia hanya berteman sekedarnya saja.”copyright protection8PENANADz712Ykq9k

“Lalu sampai hari di mana Istriku meninggal dan itu membuatnya semakin terpukul. Karena itulah ia menutup diri dariku dan teman-temannya. Sampai semua orang menjauhinya, akibat sifatnya yang dingin.”copyright protection8PENANA5NYnUvoCe5

Sepertinya aku sedikit mengerti tentang Sakuraba-san. Yah, bisa dibilang dia sama denganku, hanya saja dia menolak untuk menerima dan memilih jalannya sendiri sedangkan dia memiliki banyak jalan untuk dilalui.copyright protection8PENANAaHgrHZSGD6

Berbeda denganku, yang di mana aku terpaksa memilih jalan lain karena hanya jalan itu saja yang tersisa dan jalan yang kuinginkan tidak bisa kulewati.copyright protection8PENANAdgGlhJkCat

Heh, memang payah. Tapi aku tidak bisa menyalahkannya.copyright protection8PENANAXfhVDcr2PF

Ayah Sakuraba-san menghirup napas dalam-dalam dan mengeluarkannya seperti telah terbebas dari belenggi, “Sepertinya aku sudah mengatakan semuanya. Owh iya, ngomong-ngomong, kau tidak menemuinya?” tanya Ayah Sakuraba-san.copyright protection8PENANA8Znoq4ojL1

Dengan nada rendah dan sedikit canggung, aku menjelaskan pada Ayah Sakuraba-san. “T-Tidak, saat aku mendengar paman berbicara dengannya tadi. Aku merasa tidak ingin masuk ke dalam.”copyright protection8PENANApZi5kAOFcZ

Ayah Sakuraba-san memasang senyum aneh ke arahku dan mengangkat alisnya, “Hmm, begitu ya. Yasudah kalau begitu.”copyright protection8PENANA9aer6SDxVs

Pasti paman berpikiran yang lain. Heh, semua orang tua sama saja.copyright protection8PENANAd3sBsTGQcr

Melihat jam yang berada di tanganku, ternyata sekarang sudah pukul 5 lebih 27 menit dan aku harus bergegas pulang ke rumah secepatnya untuk bermain galge. Kalau tidak waktu untukku bermain akan terbuang sia-sia.copyright protection8PENANARBraHMKwrX

Aku berpikir lebih baik tidak usah menemui Sakuraba-san, mendengar kalau dia sehat-sehat saja. Itu sudah alasan yang bagus untuk tidak menemuinya. Yah, nanti juga aku ketemu dengannya. Tapi sebelum itu aku ingin menghabiskan waktuku bermain galge selama si Nona lemari es itu belum datang ke kehidupanku.copyright protection8PENANAvA7K1dDFLy

Entah kenapa aku merasa jadi yang jahat di sini. Heh, sebaiknya aku pulang saja ke rumah sekarang.copyright protection8PENANA8YCAz4tfUF

Aku berdiri dan mengambil tasku yang kuletakan di samping kursi. “Kalau begitu. Aku permisi dulu paman.”copyright protection8PENANAHMh9WYVHvm

Ayah Sakuraba-san berdiri setelah mendengar perkataanku, “Apa kau ingin pulang? Jika kau ingin pulang, bolehkan aku mengantarkanmu ke rumah sebagai tanda terimakasihku.” Tanya Ayah Sakuraba-san.copyright protection8PENANAE0XLLYZoDK

Tanda terimakasih? Memang apa yang kulakukan sampai Paman berterimakasih padaku. Yang kuingat hanyalah aku menjadi body-guardnya Sakuraba-san saja. Tidak lebih dan tidak kurang.copyright protection8PENANAXLIzmiDPyy

Sebaiknya aku menolaknya dengan halus karena aku merasa tidak enak merepotkan seseorang, “Apa Paman tidak menjaga Sakuraba-san?” Tanyaku.copyright protection8PENANAvglNpiMkZh

Dengan senyum di wajah Ayah Sakuraba-san, ia menjawabku, “Mungkin dia lagi tidur sekarang dan lagipula aku sudah meminta suster untuk menjaganya saat aku pulang nanti.”copyright protection8PENANAHDiEp3Dosg

“H-Hmm.”copyright protection8PENANA9p2SZoaCeJ

Agar aku tidak terkesan berharap. Aku menjawabnya, “Kalau Paman tidak keberatan.”copyright protection8PENANAbKZwxoOjJO

Sambil mengambil kunci di saku celananya, “Baiklah, kalau begitu kau bisa duluan dulu. Paman ingin mengambil mobilnya di parkiran belakang.”copyright protection8PENANAAqrT5RXIgp

Aku tidak tahu ada parkiran di belakang, soalnya tidak terlihat dari depan. Atau aku kah yang tidak memperhatikan keadaan di sekitar?copyright protection8PENANAZpP1hOqsrF

Ayah Sakuraba-san menuju ke parkiran belakang untuk mengambil kendaraannya. Aku langsung berjalan menuju ke gerbang depan rumah sakit untuk menunggu Ayah Sakuraba-san datang.copyright protection8PENANAbDpb9WAYgk

Saat aku berjalan di lorong rumah sakit, nampak ada sedikit pasien yang berobat di sini dan para pegawainya pun juga tidak banyak. Ketika aku berjalan melewat halaman depan, yang kulihat hanya ada kakek-kakek yang sedang menikmati udara segar di kursi rodanya dan ditemani oleh suster yang cukup tinggi dan cantik, dan ada 2 orang anak yang sedang bermain bola di dekat air mancur.copyright protection8PENANAMRKeKQ5Iyl

Melihat anak-anak yang sedang bermain itu, aku menjadi iri dan teringat akan kejadian yang lalu. Kejadian yang membuatku kehilangan ingatan masa kecilku.copyright protection8PENANA7xLXz2MZvd

Yah, itu semua tidak perlu disesalkan sekarang. Yang harus kulakukan sekarang adalah mencoba untuk hidup dengan tenang tanpa harus bekerja keras.copyright protection8PENANAEGR4S00sZg

Tidak lama aku berjalan sambil melamun memikirkan hal itu. Aku sudah tiba di gerbang dan nampaknya Ayah Sakuraba-san masih belum datang.copyright protection8PENANAML8x0Sn6AW

Mungkin ia masih mengeluarkan kendaraanya dari parkiran.copyright protection8PENANAsItdG3gs2L

10 menit aku menunggu, akhirnya Ayah Sakuraba-san datang dengan mobil merek BMW yang ia bawa.copyright protection8PENANAGHsxLkyMNx

Heh, seperti yang diharapkan dari orang kaya.copyright protection8PENANA3Ajb8j4wpE

Kaca mobil yang berada di depanku terbuka dan aku melihat Ayah Sakuraba-san. “Naiklah.”copyright protection8PENANAsSnW53Zlw2

Ketika aku disuruh begitu, tanpa segan-segan aku membuka pintu mobilnya dan duduk di dalam. Mobil pun langsung dijalankan ketika aku sudah duduk dan menutup pintu mobik yang kubuka tadi.copyright protection8PENANA7cKzKvUiiI

AC yang dikeluarkan mobil ini terasa sejuk sampai-sampai aku berkhayal kalau aku berada di surga.copyright protection8PENANAQli9wrtBXT

Karena situasinya menjadi canggung. Ayah Sakuraba-san memulai pembicaraan dengan membahas hal-hal yang ringan seperti apa hobiku, apa aku memiliki adik atau tidak, dan lain-lain.copyright protection8PENANAfqLDnRHncd

Tidak lama kemudian, Aku sudah sampai di rumah dan aku langsung membuka pintu mobil untuk pergi menuju ke rumah. Sebelum itu aku berterima kasih pada Ayah Sakuraba-san, “T-Terima kasih paman.” Sambil menundukan kepalaku karena aku sedikit malu.copyright protection8PENANAqjqaTaGNtY

Ayah Sakuraba-san yang berada di dalam mobil menjawab, “Yah, itu bukan apa-apa. Lagipula ini adalah sebagai balasan untuk rasa terimakasihku padamu.”copyright protection8PENANAvkjOtQgXrd

Lagi-lagi hal itu, bisakah paman menjelaskan, kenapa paman berterima kasih padaku?copyright protection8PENANAQHECl2t2qG

“Kalau begitu aku permisi dulu ya, Kisaragi-kun.” Sambil melambaikan tangannya saat berada di dalam mobil dan setelah itu aku menjawabnya. “H-Hmmm.”copyright protection8PENANAfQZG1TRHHk

Mobil itu dijalankannya kembali setelah aku menjawabnya dan ia pulang menuju ke rumahnya yang mewah itu.copyright protection8PENANAFdEZ18Ph5h

Aku hanya bisa menghela napas setelah mengalami hal itu. Secara tidak sadar, ibu melihat ke arahku dengan tatapan yang penuh dengan rasa penasarannya itu. Tanpa memedulikan tatapan itu, aku berjalan menuju ke rumah untuk bermain galge sepuasnya. Tapi saat aku hendak masuk ke dalam rumah, aku dicegat Ibu dengan tatapan yang masih penuh dengan rasa penasarannya.copyright protection8PENANAvWYayjd1mD

Dengan senyum aneh di wajah ibu, “Tadi itu siapa Yuu-kun?”copyright protection8PENANAHBuHiwB9di

Yah… Kalau begini, mau tidak mau aku harus menjelaskannya, karena Ibu sudah terlanjur melihatnya. Tapi dari mana aku harus menjelaskan semuanya?!copyright protection8PENANAuTv9SxiIOn

Heh, kenapa hidupku jadi begini, sialan!!copyright protection8PENANAZkkYvSiIUE

54.158.199.217

ns54.158.199.217da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X