×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Humor
School
Apakah Kehidupan SMAku Akan Hancur Hanya Karena RomCom?
Co-Writer Fandi Abdillah*
Collaborators
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
PG-13
RATED
59 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Apakah Kehidupan SMAku Akan Hancur Hanya Karena RomCom?
0 Bookmarks
Intro 1 2 3 4 5 6 7
#7
Epilog
Fandi Abdillah
Sep 15, 2018
0
0
7
5 Mins Read
No Plagiarism!8skKginNWb9r0dFETIiGposted on PENANA

Sudah tiga hari berlalu sejak acara festival budaya diadakan dan kudengar dari Ketua Osis, Sakuraba-san sudah boleh bersekolah hari ini. Rupanya Ketua Osis pada hari itu menjenguk Sakuraba-san.copyright protection7PENANAfmg3PViUcD

Waktu pulang dari rumah sakit saat itu, aku harus menjelaskan semuanya pada Ibu. Ibu hanya bisa memasang raut wajah bingung setelah mendengar penjelasanku, sesaat kemudian Ibu mulai memahaminya dan tersenyum aneh ke arahku.copyright protection7PENANAVl5g5mztaw

Aku hanya bisa menghela napas saat melihat Ibu tersenyum ke arahku. Sepertinya yang terlihat, Ibu mungkin salah paham dengan situasi yang menimpaku saat ini.copyright protection7PENANAEjXExCjqlB

Hah, biarlah.copyright protection7PENANA7AYnENiWHv

Yah, bisa dibilamg. Sejak hari itu, kehidupan SMAku kini mulai sedikit berubah. Dari aku mulai bekerja dengan Sakuraba-san, Ketua Osis dan Ayah Sakuraba-san yang ramah padaku, dan lain-lain. Tapi tetap saja itu tidak akan cukup untuk membuat para normie mengakui keberadaanku. Lagipula aku juga tidak mengharapkannya.copyright protection7PENANAADQGUV2uoc

Sambil memikirkan hal itu. Aku merasa bahwa bebanku yang telah kupikul ini, hilang sejenak ketika angin sepoi-sepoi berhembus dari luar jendela, melewati tubuhku dengan begitu sejuk. Para siswa yang lain pun terlihat sedang sibuk mengurusi urusan mereka sendiri-sendiri dan yang berkelompok.copyright protection7PENANA03wXH4A1uV

Lagipula homeroom masih belum dimulai, jadi aku harus memanfaatkan waktu ini sebaik-baiknya untuk bermalas-malasan.copyright protection7PENANADBwBZapi77

Ketenanganku pecah ketika ada seseorang yang di sebelahku yang mengucapkan kata, “Ohayou.” Dengan nada dinginnya.copyright protection7PENANANHKDnFzq9Y

Lantas semua hal-hal indah yang kupikirkan tentang waifuku, kini telah hilang tanpa bekas sedikitpun.copyright protection7PENANAD9197IdIKI

Aku memutar kepala yang kusadarkan di telapak tangan kananku ini ke arah kanan. Terlihat seorang wanita dengan buku saku berwarna kuning yang aku tidak tahu apa judulnya dan wanita itu tidak lain adalah Sakuraba-san si Nona lemari es.copyright protection7PENANADnkaYkloCs

Ketika Sakuraba-san menatap ke arahku dengan tatapan dinginnya itu, ia menyibak poninya dengan tangan kanannya selama beberapa detik dan setelah itu ia lanjut kembali membaca bukunya.copyright protection7PENANAvpag3xVDY5

Dengan ragu-ragu aku menjawab. “H-Hmmm, Ohayou.”copyright protection7PENANABBfCLmlZ55

Setelah itu, keadaan di sekitar kami berdua menjadi hening dan canggung. Entah hanya aku saja kah yang merasa tidak nyaman akibat situasi seperti ini, atau dia juga merasakannya?copyright protection7PENANAHJt2TrmeQZ

Hah, lebih baik aku mengisi tenagaku kembali dengan merebahkan kepala sambil menerima angin yang begitu sejuk ini. Daripada mengurusi Nona lemari es ini.copyright protection7PENANAHlpRBspx5n

Tidak lama kemudian Koyomi-sensei masuk ke kelas untuk memulai homeroom dengan raut wajah cerianya itu.copyright protection7PENANACHZRjKeEJj

Sambil menepuk kedua tangannya, “Semuanya duduk ya, akan Ibu mulai pelajarannya.”copyright protection7PENANAKr3dtWFQbv

copyright protection7PENANAPTReKsHaZN

Tiga puluh menit sudah berlalu, dan Koyomi-sensei pun mengakhiri homeroomnya.copyright protection7PENANAxCuxtOhIt1

Sambil merapikan buku yang berada di meja guru, “Baiklah, sekarang kalian boleh istirahat.”copyright protection7PENANA2ds5rW26Md

Semua serempak mengucapkan, “Iya.” Dengan nyaring. Hanya aku dan Sakuraba-san yang tidak memedulikan hal itu.copyright protection7PENANACC6tRRVz1V

Koyomi-sensei keluar dari kelas dan semua murid yang berada di kelas langsung melakukan aktivitas mereka kembali seperti biasa. Terlihat ada beberapa kumpulan laki-laki yang nampaknya mereka sedang membahas sesuatu yang mungkin saja mereka sedang membahas tentang majalah dewasa.copyright protection7PENANAnzxR71GoK9

Pikiran laki-laki normie memang dangkal, memang apa bagusnya dari wanita 3d. Jika kubandingkan, wanita 2d lebih bagus dari wanita 3d.copyright protection7PENANApMmSROOTUB

Aku memutar kepalaku ke arah jendela. Kulihat cuaca di luar sedikit mendung dan berangin. Jadi ini kesempatan bagus untuk makan siang di atap dengan tenang.copyright protection7PENANA7xee066WF8

Itupun kalau gak hujan.copyright protection7PENANAS2IqUPrBdb

Ketika aku hendak mengambil bekal yang ada di tas dengan memasukan tangan kananku. Tiba-tiba Sakuraba-san langsung berdiri dan memutar tubuhnya ke arahku dengan buku saku yang masih ia pegang.copyright protection7PENANAKDY7vPVkJQ

Dengan wajah dinginnya. “Bisakah kau ikutku sebentar.”copyright protection7PENANAWRna5ogclW

Sekarang apalagi Nona lemari es? Bukankah aku sudah terlibat jauh dalam masalahmu semalam. Jadi tolong, jangan membuatku ikut campur dalam masalahmu lagi, sialan!copyright protection7PENANAkdZ2DUR5v5

Aku mencoba menyembunyikan raut wajah kesalku sambil bertanya lagi pada Sakuraba-san, “Kemana?”copyright protection7PENANAhgJfne4izO

Nada dan tatapannya semakin menjadi dingin dan dalam, “Tidak penting kita akan ke mana. Aku hanya ingin mengatakan beberapa hal padamu.”copyright protection7PENANA8vGwGLUXYg

Tidak penting katamu? Jika kau ini adalah orang asing dan mengatakan hal itu. Pasti kau sudah dicurigai sebagai pembunuh amatir yang hanya membunuh 2 atau 3 orang.copyright protection7PENANATitTl7Nccj

Hah, sebaiknya aku harus mengikuti dia saja. Jika aku tidak mengikutinya, pasti dia akan memulia debat mulut denganku dan jika kalah, dia akan mengeluarkan jurus pamungkasnya yaitu tatapan ratu es.copyright protection7PENANAitz1IWgNfQ

Pasti dia mengajakku ke atap. Karena itu tempat satu-satunya yang kosong saat istirahat begini dan juga tempat paling nyaman saat ini. Aku mengangguk kecil tanda setuju. “Baiklah.”copyright protection7PENANAColiU24PZ2

Sakuraba-san mengendorkan raut wajah dinginnya itu dan ia memutar tubuh ke arah mejanya. Lalu mengambil kotak bekal yang dibungkus kain biru muda berpola bitnik-bintik putih.copyright protection7PENANA5TlzMGGATT

Sudah kuduga, Sakuraba-san akan mengajakku ke atap. Terlihat ia sedang membawa bekalnya itu, dan tidak ada lagi tempat untuk menyantap makan siang selain di atap bagi Sakuraba-san.copyright protection7PENANATcntd6quUF

Kalau aku masih mending karena aku mempunyai 3 tempat untuk makan siang. Pertama di atap, kedua di halaman belakang, ketiga di kelas kalau di atap dan halaman belakang sedang ada gangguan. Tapi tempat ketiga jarang kupakai karena terlalu berisik dan pandangan para normie membuat makananku menjadi tidak enak. Yah, makanya dari itu aku membuat kelas sebagai pilihan terakhirku jika keadaan memaksa.copyright protection7PENANAkw4GPYITOI

Sakuraba-san langsung berjalan keluar dari kelas ketika ia sudah memegang bekalnya itu. Aku mengikutinya dari belakang dan menjaga jarak cukup jauh dengan Sakuraba-san.copyright protection7PENANAWUBhtoY9YS

Heh, mau tidak mau.copyright protection7PENANA3S4qlhxMMr

Saat aku berjalan di lorong kelas mengikuti Sakuraba-san. Semua murid yang berada di tepi lorong melihat ke arahku dan mereka pasti berpikir bahwa aku sedang mengintai Sakuraba-san.copyright protection7PENANAr6YvMNuvHj

Aku hanya bisa menghela napas dalam-dalam setelah memikirkan hal itu.copyright protection7PENANAdDdPVGdUQc

copyright protection7PENANAMU4Qlq8ScU

Tidak lama setelah itu, kami berdua sudah sampai di atap dan Sakuraba-san meletakan kotak bekalnya di lantai. Aku yang berada di depan pintu lantas tidak mengunci pintu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.copyright protection7PENANAjE0haN5FiM

Yah, jika kau berpikir aku yang mesum. Kalian salah besar. Aku hanya ingin menjaga keperjakaanku untuk 2d nanti. Jika semua umat manusia sudah berubah menjadi 2d.copyright protection7PENANAYvqclmSygJ

Sakuraba-san yang berada di depan membelakangiku. Langsung memutar tubuh ke arahku dan raut wajah dinginnya masih terpasang hingga sekarang.copyright protection7PENANAK2DPSYf1Rs

Dengan raut wajah dinginnya, “Aku meminta satu hal padamu.”copyright protection7PENANAVa7VsiJxX1

Minta satu hal padaku. Memangnya apa yang kau inginkan dari seorang otaku pencinta 2d ini hah?!copyright protection7PENANAkWxK8S61qm

Aku hanya bisa memasang raut wajah bingung dan menanyakan hal itu padanya, “Satu hal? Apa itu?”copyright protection7PENANALbpp0ingje

Sakuraba-san mengatakannya dengan cukup lantang sehingga aku cukup terkejut mendengar nada dan perkataannya, “Aku ingin kau ikut mendaftar bersamaku menjadi anggota dari klub relawan.”copyright protection7PENANAJepQaR8Tp6

Aku menjawabnya dengan isi kepala yang penuh denga kebingungan karena pernyataanya itu, “Hah!”copyright protection7PENANAUJ2sublAdL

Dengan begini, kehidupan SMA yang kudamba-dambakan. Kini akan hancur seiring berjalannya waktu.copyright protection7PENANAXYXmnXELeY

Sialan!copyright protection7PENANAZXcpNnhWgH

54.166.141.69

ns54.166.141.69da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X