×

Penana
search
Loginarrow_drop_down
Registerarrow_drop_down
Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Prose
Menggapai Acuh
Writer Natshelya
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
G
RATED
52 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity
Menggapai Acuh
Menggapai Acuh
Intro

Orang begitu mudah mengatakan untuk melupakan dan menutup beban yang ada, seakan-akan beban ini hanya bagaikan goresan tinta yang dapat hilang dengan air.

Mereka dengan santai berkata bebanmu hanya segitu kau mungkin terlalu berlarut-larut dalam beban itu, tanpa mereka sadar perkataan mereka menjadikan beban ini semakin tertanam dalam diri.

Banyak dari mereka yang hanya bisanya menatap dan berkicau bagaikan burung lalu berjalan bagai angin yang berlalu.

Banyak dari mereka yang tahu betapa sulitnya beban ini namun mereka memilih sikap acuh.

Banyak dari mereka yang melihat bagaimana sulitnya beban ini namun kembali berjalan seakan-akan pandangan mata tertutup benteng tebal.

Sebagian dari mereka ada yang bersikap seakan peduli ada lagi sebagian lainnya menghampiri hanya untuk berkicau dan menatap rendah lalu sisanya ada yang menghindar.

Namun pada akhirnya tiga bagian dari mereka menunjukan bahwa tidak ada kata peduli tetapi yang ada kalimat berlomba-lomba untuk acuh.

Total Reading Time:

Like!Bookmark!
0
Be the first to like this issue!
0 comments

No comments yet. Be the first!
X
Reverse Order