Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Friendship
Short Story
Completed
Can I Believe Once Again?
No tags yet.
Tags
Writer amd_jnt8989
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
PG-13
RATED
39 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2017

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
Can I Believe Once Again?
0 Bookmarks
A - A - A
Intro
amd_jnt8989
No Plagiarism!eURwcmMymkgx1ZoKb4h1posted on PENANA

Can I Believe Once Again?copyright protection24PENANA427jns7fK5

.copyright protection24PENANA6Z0YwckjKH

.copyright protection24PENANAD0eF0DqcHH

HAPPY READING^^copyright protection24PENANAeMJl57Ocmz

.copyright protection24PENANAityis4uNnf

Aku hanya mewujud sebagai harapan kalian semua. Pada akhirnya setelah semua harapan itu terpenuhi, tidak ada rasa sesal lagi dalam hati kalian. Dan selamanya persahabatan kita akan terus ku kenang, ia bagian terindah dalam hidupku yang tertindih oleh kemiskinan. Dan senyuman satu per satu dari kalian diakhir hari adalah kenangan terbaik yang kalian berikan padaku.copyright protection24PENANAu1fJHgm7s4

Tetaplah menjadi senja yang selalu merangkulku sahabatku.copyright protection24PENANAOGRy2WFR92

Namjoon. copyright protection24PENANAqswZKY3fMr

.copyright protection24PENANAugtK0a0mit

[satu]copyright protection24PENANAr7aiFcfl4p

Menggantungkan mimpi pada langit cerah dengan sedikit awan. Sedikit saja. Saat itu mungkin aku agak terkekeh dengan pernyataannya. Terlalu muda untuk sebijak itu, dan juga merutuki diri karena tidak bisa sebijak itu.copyright protection24PENANAnuRUuCTxRF

Jangan sampai tersandung, kau harus berusaha menghindar. Seperti perkataan yang meremehkan sekaligus kalimat yang menusuk. Meremehkan segala sesuatunya, terkadang. Aku juga manusia.copyright protection24PENANAZmWs6WD7iV

Aku berlari disebuah padang rumput yang indah. Tanpa alas kaki, rerumputan hijau menyambutku langsung. Angin berhembus pelan, gemerincing gantungan didepan toko kelontong dipersimpangan jalan menjadi penarik. Cukup sederhana, ya sederhana.copyright protection24PENANABK2L2IYh32

Senyuman pemiliknya merekah bagai bunga mawar yang tidak pernah layu. Aku berjalan mendekatinya dengan keadaan yang masih sama; tanpa alas kaki. Pandangannya memberikan sebuah pertanyaan. Sebuah pertanyaan yang selalu sama setiap hari; tidak menggunakan alas kaki lagi?. Dan seakan mengerti akan cengiran konyol khas ku, dia hanya menggangguk paham lalu kembali pada rutinitasnya pada anggrek yang menjuntai didepan tokonya.copyright protection24PENANAGrxym1afz1

Aku masuk kedalam toko kelontong milik kim ahjussi- ayahnya. Mencari rak berisi pilihan berbagai macam merk mie yang tidak kukenal baik. Aku mendengus pelan, apakah semakin hari semakin banyak pilihan rasa mie? Bagaimana jika para konsumen bingung dan akhirnya membeli semuanya? Aku cukup bodoh, nilaiku saja rata-rata merah di raport.copyright protection24PENANAUyoQ1vMFC5

Dua cup mie dengan rasa yang sama setiap harinya. Aku terlalu sibuk berkelebat dalam monologku sendiri, dan melupakan tujuan awalku yang hanya ingin membeli dua cup mie rasa soto banjar.copyright protection24PENANAAdPDZSlX9p

Ku rogoh uang yang terlipat rapi dalam kantung celana panjang hitam yang kukenakan. Tersenyum sedikit kepada kim ahjumma- ibunya- saat menyadari bahwa usianya yang mencapai kepala tiga tidak menutupi wajah cantiknya. Dia memang memilki ibu yang cantik. Dia sama cantiknya seperti ibunya, namun sedikit perbedaan yang mendasar- dia seorang namja.copyright protection24PENANA0QRypdzzs9

Seperti kebiasaanku setiap harinya, duduk di depan toko kelontong dan menikmati mie soto banjarku bersama sahabat karibku. Saat menunggunya selesai dengan hobinya- menyirami bunga anggreknya- menantinya dan tersenyum seperti orang tidak waras.copyright protection24PENANABnHZdJu0o7

“oh ayolah.. jangan tersenyum seperti itu. Apa kau mau dikatakan gila?” kulihat wajahnya yang agak kesal. Dengan segera ditaruhnya watering can tua miliknya dibawah, lalu merebut satu cup mie soto banjar dari genggamanku. Aku hanya tersenyum menatapnya, kebiasaan kami yang tidak berubah.copyright protection24PENANA6ZlWClOYiY

“ngomong-ngomong..” dia membuka pembicaraan. Membuatku menolehkan kepalaku sedikit agar bisa menatapnya bicara. Berbicara dengan mulut penuh, kebiasaan jelek yang tidak bisa berubah.copyright protection24PENANAnjPfResrOU

“telan dulu” kataku mengingatkan. Jika dia lupa bagaimana cara menelan makanan, sebagai seorang sahabat aku harus mengingatkannya.copyright protection24PENANAAphipv1Uwq

Dia mengangguk kecil, kemudian tersenyum konyol. Aku hanya tersenyum simpul dengan tingkahnya. Sesuatu yang harus diabadikan. Sayangnya seorang yang tidak memilki apapun tidak mampu membeli kamera. Aku tidak mampu bahkan untuk makanku sendiri.copyright protection24PENANA2Cpnz2Jn01

Seakan mengerti sorot wajahku yang mendadak berubah, dia memiringkan kepalanya. Menyatukan hitam pada matanya mencoba membuatku tertawa, ditambah lidahnya yang terjulur. Aku hanya tersenyum lebar. Setidaknya ia harus yakin bahwa aku baik.copyright protection24PENANAmolbDcp5De

“aku akan pergi ke busan...” kudengar helaan napas pada kalimat terakhirnya. Aku mencoba fokus pada cup mie ku, berusaha untuk tidak mengetahuinya lebih lanjut.copyright protection24PENANA0dDiw3NyYk

Ia menatapku dengan geram. Pasti sekelebat pikiran negatif tentangku mulai berjalan dalam pikirannya. Kulihat wajahnya yang nampak kesal itu, benar-benar seperti seorang gadis.copyright protection24PENANAY0Woowq7Tq

“bisa antarkan aku besok? Bukan ke busan, tetapi ke stasiun kereta.” aku terdiam sesaat. Apakah aku harus mengantarkannya ke stasiun besok? Pastilah sangat berat untukku. Sama saja memotong apa yang belum tumbuh.copyright protection24PENANA9fPursGQyk

Dengan ragu kepalaku mengangguk lemah. Membuat senyuman manis khasnya tercetak jelas diwajahnya. Dia selalu seperti itu, bahagia akan hal-hal kecil. Bersamanya, bersahabat dengannya, mengenalnya sudah cukup membuat hariku yang suram menjadi cerah. Sahabat terbaik sepertinya.copyright protection24PENANA5yyIR4MECK

Cukuplah aku selalu menghiburnya tanpa harus dia yang menghiburku. Kegelapan sudah lama menelanku. Cukuplah ia tidak tahu. Cukuplah ia tersenyum ceria, seperti dirinya yang sekarang ini.copyright protection24PENANAZBLWZ9sqhl

Dan sore itu kuhabiskan dengan duduk didepan toko kelontong bersamanya. Hari esok yang tidak kukenal baik akan merangkulku perlahan. Aku tidak tahu apakah ia hari yang baik, atau justru hari yang buruk. Dengan dua cup mie soto banjar ini, sudah cukup jelaslah kebahagian hari ini. dan jika hanya ada satu cup mie soto banjar, aku tidak tahu kebahagian esok. Tanpanya.copyright protection24PENANAQqBGV28CTG

.copyright protection24PENANAWYfvH6AuLd

.copyright protection24PENANAeKO0GOa8er

[dua]copyright protection24PENANAu5S6LN9Uq3

Bahkan dihari yang kutahu semuanya akan mulai berubah dari sana, aku masih memandangi tiap-tiap ujung sepatu orang-orang. Berlalu-lalang begitu saja tanpa saling bertegur sapa, seakan sapaan adalah harga yang terlalu mahal. Aku seakan berada ditempat asing. Tatapan diam yang penuh kematian.copyright protection24PENANAAn2QSKWseI

Jemarinya yang hangat menyentuh pelan punggung tanganku. Seulas senyuman tergores diwajahnya, berusaha meyakinkanku bahwa aku akan baik. Dengan penuh keraguan senyum simpul kuberikan padanya, berusaha menyampaikan padanya untuk tidak khawatir.copyright protection24PENANAFtsut9iDiw

Pemberitahuan keberangkatan kereta menuju busan terdengar disepanjang stasiun. Bisakah waktu berjalan lebih lambat dari biasanya? Biarkan waktu seakan berhenti hanya untuk kami berdua. Sahabat yang akan kurindukan.copyright protection24PENANA5NCXUnL3hc

Bersamanya selama 6 tahun membuatku cukup yakin menyatakan bahwa aku mengenal dirinya dengan sangat baik. Hobinya memasak, sangat mewarisi ibunya. Wajahnya yang nampak cantik untuk namja. Hobi lainnya seperti bekebun, berlari diantara padang rumput, dan tertidur dimana saja. Berbicara saat mulut penuh oleh makanan, dan kebiasaan lainnya kebiasaannya yang selalu bisa menenangkanku.copyright protection24PENANA7Sz9JrTGU7

Anti sosial, tidak pernah ingin berhubungan dengan siapapun- dalam bentuk apapun, mengunci diri dalam kegelapan, meracau tidak jelas, dan sering menangis tanpa sebab. Perlahan ia merangkulku, seperti senja yang kusukai.copyright protection24PENANAozBR341mIj

Kehilangan orang tua diusia muda, sudah cukup dengan hal itu. Bahkan ketakutan itu telah berakhir sepenuhnya. Bayangan bagaimana ayah dan ibu tergantung begitu saja dengan darah yang telah berhenti mengalir, membuat ruangan kecil itu berbau anyir. 10 tahun lalu, kurasa itu sudah sangat lama.copyright protection24PENANATN7vL1Tx4b

Hanya perlu menghilangkan sikap anti sosialku. Hanya itu. Dan apabila dia pergi maka kurasa aku harus membuang jauh-jauh niat itu, dan mengubur dalam-dalam semua itu.copyright protection24PENANAJb3jlNKetE

Dengan keyakinan dalam dadanya, jemarinya beralih menggenggam erat koper cokelatnya. Seulas senyum terukir diwajah sang namja seperti senja.copyright protection24PENANAmReYJh2KEL

“nah.. aku pamit-copyright protection24PENANA4xzb2lcWTh

“ya aku tahu.” Kataku menyelanya secepat yang kubisa. Tidak menunjukan artian sebenarnya. Hanya berusaha menutupinya.copyright protection24PENANA7CtbWOYG3r

“hahaha.. kau selalu seperti ini. baik-baik oke?” tawanya tidak terdengar nyaman. Aku hanya mengangguk kecil, mencoba seperti biasa.copyright protection24PENANAlpjzn2RqNv

“jika musim panas telah berakhir aku akan pulang. Percayalah. Bisa kau percaya?” apakah hanya aku yang merasakan pertanyaanmu itu terlalu.. terasa.. berbeda? Kali ini untuk membuang jauh-jauh kemungkinan terburuk, aku menganggukkan kepalaku kecil. Lagi-lagi seperti biasanya.copyright protection24PENANAcR3L357g20

“kalau gitu aku pergi namjoonie..” dia masuk kedalam kereta. Kulihat wajahnya yang selalu tersenyum dengan cara yang sama saat ia telah duduk didalam sana. Tangannya melambai pelan kearahku.copyright protection24PENANAx9D1kzPjgS

Kereta mulai bergerak. Semakin menjauh, menjauhkanku darinya.copyright protection24PENANAKBi4aG727U

“jin hyung.. jangan lupa kirim surat!” kataku saat mencoba menyamakan wajahku dengan wajahnya dengan cara berlari.copyright protection24PENANAyjMB5PHd5J

“tentu namjoonie” ibu jarinya teracung dikaca jendela kereta.copyright protection24PENANAdDSREdquwH

Semakin menjauh bagai titik terkecil diujung sana. Kedua kakiku perlahan berhenti, dengan napas yang tersengal kutatap kereta menuju busan yang semakin menjauh. Semakin hilang pada pandanganku.copyright protection24PENANAmhiFmtmtwt

Pada akhirnya.. tidak ada yang terungkap.copyright protection24PENANAn4NaFTZm65

.copyright protection24PENANA6kJYbncCRJ

.copyright protection24PENANAje1CTn5gQB

[tiga]copyright protection24PENANAJeGxolqoIx

Stang sepeda tua yang telah berkarat kusandarkan pada dinding beton yang telah berlumut. Pemiliknya memutuskan mengangkut seluruh keluarga pergi ke kota. Mencoba peruntungan katanya. Begitulah.. semua orang memutuskan keluar dari zona aman. Sedangkan aku? Berputar pada kehidupan monoton yang tidak pernah berakhir.copyright protection24PENANAuOSdN4BZGs

Kaos putih yang perlahan menguning, kuseka wajahku dengan menggunakan handuk putih yang tersampir di leherku. Musim panas telah datang, dan kutahu surat pertamanya pasti akan datang.copyright protection24PENANAJ0HKDA8JRY

“halo namjoon..” seseorang yang kukenal baik memegang pelan bahuku. Sejenak kuhentikan aktivitasku, dan memberikan senyum kotak padanya.copyright protection24PENANAlAd18Bmz05

“hai hyung.” Ia meraih botol air yang tergeletak di keranjang sepeda milikku, dan dengan santai menenggaknya hingga tak bersisa. Ia hanya bisa tersenyum lebar.copyright protection24PENANA6uTYHG2iGJ

Kini kusandarkan tubuhku pada tembok berlumut dibelakangku. Ia juga melakukan hal yang sama, menyandarkan tubuhnya. Kulihat jemarinya yang semakin kasar memainkan cincin yang terkalung dilehernya. Senyum simpul terukir diwajah letihnya.copyright protection24PENANALqKsbn3j7U

“mengapa kau tidak mencoba hyung?” tanyaku yang membuatnya tersentak. Ia tahu betul apa maksudku. Kepalanya menghadap kearahku, dan dengan pasti senyum simpul terukir dikedua sudut bibirnya.copyright protection24PENANAhsvutD6Qc6

“untuk apa? Agar terjatuh?” meremehkan diri sendiri. Kalimat yang aku yakin mencoba membunuh harapan miliknya sendiri.copyright protection24PENANAVjAPhiwkBd

Kini aku hanya terdiam. Membiarkan hening menyelimuti suasana sekarang. Biarkan saja, bukankah hening tidak selamanya buruk? Aku menyukai hening terkadang. Membiarkan kita untuk memikirkan diri sendiri.copyright protection24PENANA4nDPPOdT7k

“jangan berbicara omong kosong lagi namjoon. Kita tidak bisa mempercayai sesuatu yang letaknya jauh diatas sana.” Aku mengangguk kecil atas sarannya. Wajah dinginnya itu tidak bisa menyembunyikan lukanya.copyright protection24PENANANpMjUgW069

Kulihat dia yang sudah beranjak dari sampingku. Sebungkus roti yang masih hangat diletakkannya didalam keranjang sepeda tuaku. Langkahnya yang pelan semakin menjauhiku. Dan malam perlahan semakin menyambut kami.copyright protection24PENANA62sHSK0o5C

Tubuhnya semakin mengecil diujung jalan sana.copyright protection24PENANABaZfZO4cIb

“namjoon! Jangan lupa untuk memakannya sewaktu masih panas!” ia berteriak dari ujung sana. Mengingatkanku untuk memakan roti buatannya. Ia tahu aku selalu lupa untuk memakannya selagi hangat, namun biar sedingin apapun aku akan tetap menghabiskannya. Mungkin itulah mengapa ia selalu mengingatkanku setiap hari.copyright protection24PENANAxvBjPvALvH

Kuraih roti hangat tertutupi kertas cokelat. Aku tahu roti ini baru keluar dari panggangan. Dan satu hal yang kutahu pasti –dia –yoongi hyung –mengambilnya secara diam-diam.copyright protection24PENANAVCJokB8l0e

.copyright protection24PENANAXCoWRnLVAt

.copyright protection24PENANA77ZIrOd2AJ

[empat]copyright protection24PENANAJwltUG5215

Langkahku yang tidak kecil lagi berjalan diantara deretan padi yang agak menguning. Tugas terakhir hanyalah memastikan bahwa panen akan berhasil, lalu berikutnya aku akan mendapat upahku –sekedar untuk mengambung hidup.copyright protection24PENANAhZHFVz3HuE

Bel sepeda tua terdengar semakin jelas. Aku tahu pasti sepeda itu mendekat kearah sini. Aku kembali sibuk dengan jemari-jemari kakiku yang masih terselip lumpur. Mencucinya dengan air dari sumur tua, yang dengan susah payah harus menimbanya dulu.copyright protection24PENANAbBMakdZygz

“namjoon..” suara yang sangat kukenali. Begitu menghangatkan seperti sinar matahari pagi.copyright protection24PENANAhZ6Ds0jy3l

Aku menoleh ke sumber suara. Cengiran kecil tersungging diwajahnya. Aku hanya tersenyum simpul, lalu kembali pada aktivitasku.copyright protection24PENANADkkl0gU3Xp

“ada surat untukmu”ia mengibaskan sepucuk surat itu dihadapan wajahku.copyright protection24PENANAI81ujlHiUX

Sepertinya ia sukses membuatku agak kesal padanya. Terlihat dari wajahnya yang menahan tawa. Diantara kami dialah yang selalu tertawa. Ceria meskipun langit akan gelap. Dialah yang menyimpan luka yang paling banyak.copyright protection24PENANASbXYPqY8Y2

Tanpa sebuah embel-embel terima kasih, kurebut begitu saja sepucuk surat itu dari tangannya. Sebelum membukanya bahkan sebelum menyentuhnya, aku sudah yakin ini adalah surat dari jin hyung.copyright protection24PENANAuCmOXm5Sq2

“dari jin hyung bukan?” aku hanya mengangguk sekilas atas pertanyaannya.copyright protection24PENANAi8bjCuFkNz

Kubuka surat itu dari ujungnya. Terlihat sebuah lipatan kertas bewarna kuning didalam sana. Gerakan jemariku terhenti. Alangkah lebih baik jika aku membukanya nanti. Mungkin saat itu –adalah tepat.copyright protection24PENANAiGLgFAGEJF

“kenapa tidak membacanya?” kedua alisnya bertaut, menanyakan mengapa aku tidak lekas membacanya. Aku tersenyum kecil, kemudian disusul gelengan kecil –tanda tidak ada apa-apa.copyright protection24PENANAGeh22fp88Q

“ada kompetisi menulis lagu di desa sebelah. Apa kau tidak ingin ikut?” surat tadi kulipat dan kumasukan begitu saja kedalam kantung celana panjang hitamku. Ia agak tersentak, sedetik kemudian kulihat ia dapat menguasai diri.copyright protection24PENANAaqZmKCRqXF

“aku tidak tahu. Apa gunanya orang sepertiku?” nada yang sama dari yoongi hyung kutemukan lagi padanya. Kulihat netranya yang tidak bercahaya lagi menahan tangisnya.copyright protection24PENANA0flLw0mcE6

Aku kembali diam. Tidak benar kulanjutkan ini semua jika pada akhirnya ia akan terluka. Kulihat wajahnya yang tertunduk dalam.copyright protection24PENANASlk9onpOvx

“kau tahu? Menggantungkan sedikit harapan pada langit biru.. itu tidak masalah.”copyright protection24PENANAEGXD2IgU8d

“aku tahu itu namjoon.”copyright protection24PENANAz8tUUZVgcA

Ia segera memegang kedua stang sepeda miliknya. Aku tahu surat milikku adalah surat terakhir yang harus dia antar. Langit semakin menggelap, dan seperti biasanya malam akan menyambutku lagi.copyright protection24PENANAn4VHek4D8z

Bunyi bel sepeda itu semakin menjauh, bersama dengannya. Aku masih diam, aku tahu ia akan pergi dalam kesedihan.copyright protection24PENANAaMf8qiRGcZ

“jangan lupa mengantarku besok!” suara teriakannya membuatku tersadar dari lamunanku. Sedetik kemudian, sepedanya semakin menjauh di ujung jalan sana. Membuatnya terlihat seperti titik kecil hitam.copyright protection24PENANAUM8nH2nDjA

Dan pada akhirnya ia menyetujuinya. Menggantungkan harapan yang diyakininya sekali lagi. Meskipun perjalanan kedesa sebelah membutuhkan waktu agak lama, tetapi besok aku akan menjadi kaki penopang untuknya –untuknya terus berharap.copyright protection24PENANAdGF9nTtsxB

.copyright protection24PENANA2IohROAIvN

.copyright protection24PENANAHqAQNhSbUc

[lima]copyright protection24PENANAL7TqhhkLJR

Kami duduk pada sebuah halte yang agak menyedihkan. Menjadi satu-satunya halte bis yang tersedia didesa kami tidak membuat pemerintah desa melayakkannya. Lihat saja tiang penopang yang hampir patah, namun diakali warga sekitar dengan mengikatnya dengan tali tambang.copyright protection24PENANAmLzK3qzE85

30 menit. Kami menunggu bis datang hampir sejam. Tidak ada jadwal keberangkatan khusus disini, tidak seperti dikota. Bis akan datang jika ia menginginkannya. Jadi tunggu saja sampai ia datang.copyright protection24PENANArQv1Hjjzud

“bisnya akhirnya datang” bukan nada bahagia yang terdengar dari kalimatnya barusan. Keraguan dan ketidakpercayaan terasa kental dalam kalimatnya.copyright protection24PENANAMglFGDX0oG

“mari aku bantu” kupegang bahunya pelan. Kami memasuki bis dengan rasa yang berbeda. Aku dengan rasa keyakinan, dan ia yang kurasa dengan rasa keraguan akan pilihannya.copyright protection24PENANASKsrvvS5a1

Kembali duduk dalam keheningan. Aku mengambil posisi duduk didekat jendela. langit terlihat begitu biru, dengan sedikit awan yang indah. Aku menyukai pemandangan seperti ini. seperti sahabat yang merangkul, saatnya aku yang merangkul mereka.copyright protection24PENANAbBSGDz0X9u

Kulihat wajahnya yang nampak gugup. Aku tahu ia mencoba meyakinkan hatinya. Tidak mudah mengambil pilihan yang sama. Rasa takut untuk mendapat hasil yang sama saja pasti akan menghantui langkah. Kupegang bahunya pelan, mencoba meyakinkannya bahwa pilihan yang telah diputuskannya itu bukanlah pilihan yang salah.copyright protection24PENANAaWLwBr9zsx

“terima kasih” ia nampak lega. Aku yakin ia telah yakin sekarang.copyright protection24PENANAfliHNOdFTn

Dua jam perjalanan. Begitu lama. Aku harap kompetisinya masih dibuka. Dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan, aku membantunya untuk turun. Kami telah sampai. Kulihat sekeliling, berbagai spanduk berisi perlombaan menulis lagu yang akan dilaksanakan terlihat meriah. Sepertinya lombanya sudah dimulai.copyright protection24PENANAH4ZALD9LAi

Kami segera memasuki sebuah gedung bercat putih. tidak terlalu besar. Aku pikir animo masyarakat sekitar akan sangat besar, tetapi presepsiku salah. Lomba ini terlalu membosankan untuk anak-anak, juga terlalu hening bagi para orang tua. Jika lomba menulis lagu seperti lomba panjat pinang, mungkin animo masyarakat akan sangat besar. Bagaimana jika mengadakan lomba menulis lagu sambil panjat pinang? Pasti seru sekali.copyright protection24PENANAgLf1iQtrpW

“mau ikut lomba? Tersisa 30 menit lagi.” Kata seorang penjaga disana. Dengan cepat aku menganggukkan kepalaku.copyright protection24PENANAZFhin56BL0

“iya, apa masih bisa?” tanyaku padanya yang sibuk meminum kopi hitamnya.copyright protection24PENANAZs5Y2RCcCd

“tentu yang mengikuti lomba langsung masuk saja. Sedangkan yang menemani silahkan tunggu diluar. Omong-omong siapa yang mengikuti lomba diantara kalian berdua?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari kami.copyright protection24PENANAvTZKVhBoJ1

Dengan ekspresi wajah, aku memberitahunya bahwa yang mengikuti lomba adalah sahabatku yang berada disampingku. Awalnya ia masih tidak paham. Namun sedetik kemudian ia ber-oh ria dan mengangguk paham. Dengan cepat ia segera masuk bersama sahabatku.copyright protection24PENANAlJGD14I8Ft

Tugasku sekarang hanyalah menunggu hasilnya.copyright protection24PENANA9EVfDY6faJ

.copyright protection24PENANAtFCspyJ0Wt

.copyright protection24PENANA1hcIVeMDns

[enam]copyright protection24PENANA6w61LK0SZa

Beberapa peserta keluar dari ruangan dengan wajah yang berbeda-beda. Ada yang tersenyum bahagia, ada juga yang terlihat menahan kekecewaan. Akhirnya ia keluar, yang tidak kusangka dengan bantuan yoongi hyung.copyright protection24PENANABtPeVfMFfJ

Aku menatap keduanya dengan bingung. Menyadari arti tatapanku, yoongi hyung memegang pelan bahuku.copyright protection24PENANA8h1kZWzMzW

“aku rasa, aku perlu percaya sekali lagi. Kemiskinan tidak bisa menghalangi mimpi.” Yoongi hyung tersenyum kecil. Aku tahu ia akan memikirkan kata-kataku kembali. Mengingat yoongi hyung adalah orang yang lebih suka merenung dan memikirkan hidup daripada kami berenam.copyright protection24PENANAeFslHe5I65

“bagaimana hasilnya?”tanyaku tidak sabar. Yoongi hyung dan dia melemparkan pandangan yang sulit kuartikan. Yoongi hyung mulai membuka jawaban atas pertanyaanku.copyright protection24PENANASIyIWtXJ8d

“kau benar. Usaha tidak akan membohongi kita..” kalimatnya sengaja menggantung agar aku lebih penasaran.copyright protection24PENANAthvuCurbg0

“aku juara dua. Dan ia juara satu” ia melanjutkan. Aku tersenyum senang, memeluk keduanya tanpa berhenti mengucapkan selamat.copyright protection24PENANA7vGAQoPV6V

“aku tidak tahu mengapa.. langit membuatku kembali bermimpi. Orang sepertiku yang kehilangan sebelah kakiku. Tapi aku berterima kasih padanya, setidaknya aku dapat bermimpi lagi meski untuk yang terakhir.” Aku sama sekali tidak dapat menangkap makna yang tersembunyi dalam kalimatnya.copyright protection24PENANA1ZEzIA3Gkc

“maksudmu?” tanyaku dan yoongi hyung hampir bersamaan. Seakan tahu ada yang salah dalam pengakuannya, ia hanya tersenyum kecil. Dan memegang kedua bahu kami.copyright protection24PENANATNtpi5TJha

“namjoonie, terima kasih sudah mau menjadi penopangku hari ini. aku tidak akan melupakannya.” Ia tersenyum dengan cara yang manis kearahku. Senyuman yang sama menghangatkannya seperti sinar mentari pagi.copyright protection24PENANAJpFqZwPOrV

Dan senja hari ini, kami bertiga pulang dalam kebahagian. Senja merangkul kami dalam pelukannya yang menenangkan. Dan senja hari ini juga berhasil merangkul hoseok yang berusaha menjauh dari semua harapan.copyright protection24PENANAKsVo2DZ5jk

Dia –hoseok adalah orang yang paling ceria –juga paling banyak menyimpan luka. Dia –hoseok yang tersenyum dengan hangatnya seperti mentari pagi –juga menangis dalam diam di keheningan malam.copyright protection24PENANAhd7KCqQw97

Dia –hoseok.copyright protection24PENANAGSwmjwS8lk

.copyright protection24PENANA45MZuOCuUW

.copyright protection24PENANAOb9WWLmMiw

[tujuh]copyright protection24PENANAUYoqlIWeQh

Kugulung lengan kemeja bewarna merah yang kukenakan sampai keatas siku. Kemeja satu-satunya yang kumiliki –itupun pemberian jin hyung. Aku –kami semua sama. Kemiskinan. Menekan kami hingga kebawah, hingga mimipi-mimpi yang kami punya hancur dengan sendirinya.copyright protection24PENANAyVnlUSaxn4

Telinga ini bahkan sudah kebal dengan perkataan yang membawa-bawa kemiskinan dalam topiknya. Membicarakan saat lewat dijalan, sungguh aku sudah kebal. Bahkan semasa sekolah kami terbiasa seadanya. Aku yang sedari kecil hidup tanpa orang tua terbiasa menghadapi dunia. Bahkan sejak kematian nenek saat usiaku menginjak 10 tahun, aku sudah siap menghadapi dunia sendirian.copyright protection24PENANAtcgD9cpvZH

Ku eratkan genggaman jemariku pada satu bungkus roti panas –baru keluar dari panggangan. Yoongi hyung menitipkannya padaku sebagai perayaan atas kemenangan nya dalam meraih mimpinya sejak kecil –menulis lagu. Yang aku tahu pasti ia telah mengambil atau setidaknya mengisihkan beberapa roti dari tempat kerjanya. Ia bekerja sangat keras setiap harinya –berkutat dengan tempat kerja yang meremehkannya.copyright protection24PENANA2TGqj29gg0

Rumah kayu berpagar alang-alang. Rumah yang terlihat tak bernyawa, namun tidak dengan isinya.copyright protection24PENANAyOVWaQOknb

Dengan hati-hati ku dorong pagar kayu yang hampir patah itu kesamping. Tumbuhan liar tumbuh subur dihalamannya. Dahulu rumah ini selalu bersih, meskipun ia nampak tua. Tanaman sayur, bunga melati yang cantik menggembul dibalik pagar kayu –kisah lama mengenai rumah ini.copyright protection24PENANAoRnFvwRU2Q

Beberapa kali ketukan pada pintu reyot ini kulakukan. Aku menghela napas dalam, menyadari betapa bodohnya aku. Dengan perlahan ganggang pintu berkarat itu kutekan kebawah, membuat bunyi decit yang cukup memekakkan telinga.copyright protection24PENANAC4Kiv4kFkB

Sosok namja muda duduk menghadap kearah jendela. Netra sipitnya yang tertutup, dan kepalanya yang menengadah keatas. Senyuman tulus terpancar dari wajahnya. Aku tahu ia membayangkan hal yang begitu membahagiankan.copyright protection24PENANAFTpAPzqDUO

Angin menghembuskan tirai bewarna cokelat itu pelan. Sesekali surai hitam legamnya juga ikut melambai. Sebuah selimut tebal menutupi tubuh kurusnya. Sudah lama aku tidak mengunjunginya. Bukan karena aku tidak mengingatnya, hanya saja itu karena takut akan reaksinya.copyright protection24PENANAPiGdXbKP5N

“dongsaeng tersayangku. Apa kabar?” kuberanikan diri memecah keheningan. Kini kedua netra sipitnya itu terbuka, menyapu pada sekeliling lalu beralih kearahku. Aku tersenyum berusaha menunjukan kebahagianku.copyright protection24PENANAGIRq0nvl2Q

Ia balas tersenyum dengan sangat lebar, membuat netra sipitnya itu ikut tersenyum. Seperti bulan sabit yang indah dimalam hari.copyright protection24PENANAWIJmjyWKcQ

Terkadang malam hari tidak seburuk yang dipirkan. Ada banyak bintang juga bulan yang bersinar terang disaat tertentu. Ada kalanya juga bulan dan bintang tidak menampakkan dirinya. Kami bertujuh selalu merebahkan diri di padang rumput, menikmati bulan dan bintang juga semilir angin malam. Membicarakan mengenai hidup juga impian dan harapan yang digantungkan pada langit. Namun ada kalanya kami semua merasa harapan yang digantungkan pada langit itu terasa sia-sia –seperti sekarang.copyright protection24PENANAy29ef7qZWw

“kau baik?” tanyaku. Ia mengangguk pelan dan tersenyum lagi. Kini pandangannya beralih kearah jendela yang terbuka lebar.copyright protection24PENANAMDeE4f2zA5

“kau terluka.. itu terlihat jelas dalam matamu.” Senyuman diwajahnya mengendur. Bibirnya yang semula terkatup rapat terbuka sedikit, namun sedetik kemudian terkatup kembali –berusaha menahan kalimatnya sendiri yang penuh keraguan.copyright protection24PENANApxN8T6HQQT

Aku segera berjalan kesampingnya. Berusaha menangkap apa yang ditangkap oleh netranya. Anak-anak desa yang berlarian dengan riangnya. Mereka bermain kejar-kejaran. Senyuman diwajah mereka begitu lebar. Kesenangan masa kecil yang indah.copyright protection24PENANAGpWPEbW4bT

“hyung..” kalimatnya terdengar lirih –begitu lirih. Membuat netraku seketika memanas.copyright protection24PENANAAYwPCA4FaE

“iya?” kataku mencoba kuat.copyright protection24PENANAKzcxI6EpWu

“bisakah kau membantuku meraih harapanku?” tanyanya semakin lirih. Hampir tidak terdengar, menyatu bersama atmosfir sekitar yang begitu hening. Terlalu hening.copyright protection24PENANAjCTfsxroCC

Aku menghela napas untuk kesekian kalinya. Kuletakkan begitu saja sebungkus roti yang kuyakini sudah mulai dingin. Dengan yakin kuanggukan kepalaku kepadanya. Senyuman tergores dikedua sudut bibirnya, senyuman yang membuat matanya ikut tersenyum.copyright protection24PENANAidAO2dp6Sz

.copyright protection24PENANALC9XaR3OhZ

.copyright protection24PENANAiACcQ4Khtm

[delapan]copyright protection24PENANAULAuACI0IA

Kedua telapak kakiku kini berlari menyusuri padang rumput yang menenangkan –kembali tanpa mengenakan alas kaki. Dapat kurasakan sinar mentari yang hangat menyapa kulitku.copyright protection24PENANAAudJrnBvbS

Senyuman lebar tidak mengendur dari kedua sudut bibirku sedari tadi. Kedua pendengaranku dapat menangkap teriakan kecil kebahagian darinya. Sepertinya ia sangat bahagia. Pasti ia juga tersenyum lebar sama seperti ku.copyright protection24PENANAvut7GkcrBF

Tak terhitung berapa langkahku menyusuri padang rumput ini. hingga perlahan jemarinya yang mungil menepuk pelan pundakku, memintaku untuk berhenti. Sepertinya ia menyadari aku sudah terlalu lelah untuk berlari.copyright protection24PENANAOvro010I2J

“aku mengerti.” Sahutku padanya. Kini aku duduk dihamparan padang rumput yang luas.copyright protection24PENANAjCdwmFTXb4

“terima kasih hyung” katanya sambil tersenyum. Aku mengangguk kecil, kemudian mengusap surai hitamnya pelan.copyright protection24PENANAQGykOfE1Gg

“tidak ada beban lagi. Aku akan tenang sekarang.” Pandangannya menyapu keatas.copyright protection24PENANAGuM7TN9Tvb

“apa maksudmu?” aku mengerutkan kedua alisku. Pernyataan yang disampaikannya, menurutku itu terdengar begitu ambigu. Apa yang sedang dipikirkan namja yang lebih muda dariku ini?copyright protection24PENANADONRl9xe7I

“terima kasih untuk membantuku meraih harapanku. Itu benar tidak ada salahnya menggantungkan sedikit harapan pada langit. Sedikit saja. Bocah itu memang benar.” Ia terkekeh kecil. Menyadari betapa benarnya bocah itu. Aku tersenyum kecil –ikut membenarkan apa yang disampaikannya.copyright protection24PENANAjYpSje7YfO

“dan juga, terima kasih sudah menjadi kedua kakiku hari ini. saat menutup kedua mataku, aku dapat merasakan bahwa akulah yang sedang berlari. Maaf membuatmu merasa lelah.” Kini ia menatapku dengan senyum tipis. Dengan cepat aku menggelengkan kepalaku.copyright protection24PENANAfVj13cPc6k

“tidak itu tidak benar. Aku hanya inngin membantumu meraih harapanmu.”copyright protection24PENANAnJ9bAvl7Js

“akhirnya untuk pertama kalinya setelah lima tahun aku dapat berlari, meski tidak dengan kedua kakiku sendiri. Tapi aku merasa sangat bahagia.” Airmata mulai membasahi kedua pipinya. Aku memeluknya erat, berusaha menyampaikan padanya bahwa aku tidak akan menjauh dari siapapun lagi.copyright protection24PENANAQ2rfVLu2JJ

Isakannya semakin menjadi. Dapat kurasakan kemeja yang kukenakan basah oleh airmatanya. Sesekali jemari kasarku mengusap pelan punggungnya.copyright protection24PENANARZFa0ImQVs

“mari kita pulang. Jangan lupa untuk memakan rotinya ya? Itu dari yoongi hyung.” Ia melepaskan diri dari dekapanku. Senyum tulus tergores diwajahnya. Ia mengangguk pelan sambil menyeka kedua ujung matanya.copyright protection24PENANAaickuMPPUz

“sebelum hari ini berakhir, aku akan memakan rotinya. Sampaikan ucapan terima kasihku pada semua orang.”copyright protection24PENANAiLCJ0xvuAe

Dan pada akhirnya matahari mulai pulang ke peraduannya. Menyisakan seberkas kejinggan disana. Kami pulang kerumahnya dengan senyuman yang mengembang. Dengan aku yang menggendongnya dibelakangku, dengan aku menjadi kedua kakinya.copyright protection24PENANAerdTBeCX4x

Dia seseorang yang kehilangan kedua kakinya 5 tahun lalu karena kecelakaan kereta. Sehari sebelum kecelakan kereta, kedua orangtuanya meninggal tanpa sebab. Dan pada hari itu ia melepaskan seluruh harapannya. Hidup tanpa harapan. Tanpa senyuman.copyright protection24PENANAqfPCAjpq9k

Hari ini senyuman tulus pertama setelah lima tahun terukir diwajah kurusnya. Tubuhnya yang semaki hari semakin mengenaskan, membuatku tidak sanggup menatapnya. Ia hidup seorang diri. Ia hidup hanya karena belas kasihan warga desa akan nasibnya. Namun sekalipun ia tidak pernah mengasihani dirinya sendiri. Menyalahakan semua takdir buruk itu pada kelahirannya.copyright protection24PENANAZr5Ca69FBK

Dia –park jimin. Namja yang matanya ikut tersenyum jika bibirnya tersenyum. Netranya yang bagai bulan sabit bila tersenyum.copyright protection24PENANAUPb8JMnlKr

Dia –park jimin. Seorang pemuda yang bernasib sama, dipecundangi berulang kali oleh waktu.copyright protection24PENANASbHINi2dIb

.copyright protection24PENANAyICElNKvtl

.copyright protection24PENANAfnbqwUcTgX

[sembilan]copyright protection24PENANAl882QWlSa3

Aku kembali mengitari pasar yang begitu ramai. Para pedagang sibuk menjajakan dagangannya yang beragam. Mulai dari berbagai jenis sayuran, ikan, daging ayam, pakaian, hingga lainnya.copyright protection24PENANA3IMGm7t7CW

Tujuan awalku kemari bukanlah membeli sesuatu. Uangku saja sudah sekarat dalam dompet. Ya dompet tipis –itulah julukanku. Aku hanya sibuk mencari kakek tua yang bersedia meminjamkan bukunya secara percuma. Meskipun pendidikanku tidak berlanjut –putus sekolah. Namun aku selalu menyempatkan diri kemari. Sekedar membaca berbagi macam buku agar menambah pengetahuan. Aku iri pada mereka yang bisa mengenyam bangku pendidikan yang tinggi.copyright protection24PENANAsRjEiPzvJP

“halo kakek..” sapaku hangat. Diusianya yang sudah tidak muda lagi, kakek itu masih saja terlihat sehat dan bugar.copyright protection24PENANAs4YA7OxsHH

“halo namjoonie. Aku ada buku baru, bacalah.” Senyum manis terukir diwajahnya yang keriput. Aku tersenyum senang. Kedua netraku pasti berbinar saat ini. buku baru adalah hal yang kutunggu. Ya sekitar satu minggu untuk memesannya kata kakek. Karena memesannya dikota.copyright protection24PENANAwLqjrMqUT3

Dengan cepat aku segera duduk, mengambil buku yang masih baru –terlihat dari sampulnya, lalu duduk dengan tenang membacanya. Tidak berselang lama, teriakan warga mengecoh konsentrasiku.copyright protection24PENANAQmVa1d0AJK

“MALING!!”copyright protection24PENANAqbOoMVdjoV

“MALING!! KEJAR DIA!!”copyright protection24PENANA1UGrd7eE27

“JANGAN BIARKAN DIA LOLOS!!”copyright protection24PENANAITuE4vS56B

Ada maling. Berbaju hitam dan melewatiku begitu saja secepat angin. Tunggu.. sepertinya aku mengenalinya. Bukankah dia? Tunggu.. apa jangan-jangan..copyright protection24PENANAPxMDVzz9TX

Dengan cepat aku segera memacu lariku. Meninggalkan begitu saja buku yang belum sempat kubaca. Saat ini yang ada dipikiranku hanyalah tentang namja itu. Sepertinya aku dapat mengejarnya, terbukti dengan lengannya yang dapat kuraih. Secepat yang kubisa, aku segera menariknya bersembunyi di sebuah gudang kosong. Tidak akan ada yang melihat kami disini.copyright protection24PENANA4USKl6SzLV

Aku menghela napas berulang kali. Menghirup kemudian menghembuskannya, mencoba mengembalikan detak jantungku menjadi normal. Kulihat wajahnya yang masih sama –namun tertutup topi hitam yang dikenakannya. Ia juga menghela napasnya berulang kali –sama sepertiku.copyright protection24PENANAHtPc7TH0YO

“apa kabar?” tanyaku padanya. Ia menoleh dengan gemetar.copyright protection24PENANABNlnrhX1qQ

“aku? A-aku baik.” Cukup singkat. Berbeda dengan dirinya yang dulu.copyright protection24PENANAYvKRg6Y9GJ

“mengapa sekarang ka-copyright protection24PENANA4ndTzlNhlL

“tidak memiliki uang. Dan kau tahu apa alasannya.” Selanya secepat yang ia bisa. Kulihat ia menghela napas panjang. Aku tahu, harusnya aku tahu alasannya akan hal yang ia lakukan.copyright protection24PENANA5Wzrk0Jh2a

“bagaimana keadaannya?” tanyaku kembali. Ia tidak menatapku, netranya diedarkan pada pintu masuk gudang kosong.copyright protection24PENANA70FSSVYQ4E

“kau tahu.”copyright protection24PENANAA92N2C8PTt

“jangan bersikap dingin seperti itu.” Kataku lirih.copyright protection24PENANABZqarKba1d

“kalian yang memaksa kami seperti itu!” nadanya agak sedikit membentakku –meskipun aku lebih tua darinya.copyright protection24PENANAk9eZ17V0YZ

“kami salah. Kita salah. Dengan pergi tidak ada yang terselesaikan. Harapan yang kita gantungan pada langit biru yang cerah, harapan itu perlahan kita tarik kembali. Aku hanya ingin mewujud sebagai mimpi kalian semua.” Ia terdiam. Perlahan airmata mulai membasahi kedua pipinya.copyright protection24PENANAEy8Hlbju1d

“kau benar hyung. Bantu aku mewujudkan harapanku.” Isakannya semakin terdengar jelas.copyright protection24PENANAYCdoNE8ZOa

“aku tahu. Aku akan membantumu membuat jungkook tersenyum lagi.”copyright protection24PENANAc9jr9lz4lx

.copyright protection24PENANA405dHrp1Wq

.copyright protection24PENANAeU2riQ6qPV

[sepuluh]copyright protection24PENANAB24Uudf3hB

“jungkook…” aku memanggil namanya dengan hati-hati. Takut-takut kalau kedatangan kami tidak membuatnya bahagia.copyright protection24PENANAAmBGzj8Yk4

Aku tidak sendirian sekarang. Aku sudah berhasil membawa yoongi hyung, hoseok, dan juga jimin kemari. Melalui sederet permohonan pada mereka, akhirnya mereka mau datang kemari –kerumah jungkook dan taehyung.copyright protection24PENANApzYr1gi7H7

Kami bertujuh bersahabat sejak kecil. Ya tidak terlalu kecil juga. Kira-kira semenjak aku duduk dikelas 4.copyright protection24PENANA2ia7dEktIC

Saat kami lulus smp, kami semua mulai berubah. Ya kami hanya lulusan smp. Jika ingin melanjutkan ke sma harus ke desa sebelah. Karena desa kami yang masih terbelakang waktu itu. hanya ada sekolah sampai jenjang smp. Uang lagi-lagi penghalang kami untuk bisa meneruskan sekolah.copyright protection24PENANA4jYGZy07xl

Kami saling berjauhan. Tidak menyapa dengan hangat lagi, juga mulai melupakan kenangan lampau –akan masa masa kami bersama. Ada banyak kenangan yang kami ingat, namun kami berpura-pura melupakan.copyright protection24PENANAbWUaoWrG48

Aku tahu saatnya untuk melupakan semuanya. Menyatukan semuanya kembali. Kemudian aku bisa tenang.copyright protection24PENANAO7rZeEEy8m

“namjoon hyung? Itu kau bukan?” Tanya nya padaku. suaranya begitu kecil, seperti bisikan angin.copyright protection24PENANAbcFaTFITNg

“iya ini aku. Tebak siapa yang datang.”kini kulihat taehyung mulai menangis. Air mata terus mengalir dari kedua ujung matanya. Tetapi ia menahan isakannya –agar jungkook tidak bersedih.copyright protection24PENANAeZc99A5Aha

“kalian semua datang?” nada kalimat yang terlontar dari bibir pucatnya kini naik satu oktaf. Aku tersenyum simpul. Kuanggukkan kepalaku kecil –membenarkan pertanyaannya.copyright protection24PENANAJ5ha4vPI4X

Kini ia berbalik. Semula ia duduk membelakangi kami, duduk di sebuah kursi kayu reyot dengan memegang sebuah buku lama. Senyuman mengembang indah diwajahnya. Ia memang paling rupawan diantara kami. Saat ia tersenyum, wajahnya sangat indah seperti bunga yang mekar.copyright protection24PENANA5gaLq4q9Xd

Semua terdiam. Tidak ada yang berani membuka suara. Senyuman yang sudah kami siapkan dengan sempurna mengendur dengan pasti –terkecuali taehyung. Kurasa inilah alasan yang jelas mengapa taehyung mencuri tadi. Keadaan lagi-lagi membuat semuanya terlihat rumit.copyright protection24PENANApcdClncrXt

Taehyung menggigit bibir bawahnya. Ia berusaha menahan isakan yang mencoba lolos dari bibirnya.copyright protection24PENANACHzTSDpHmu

“kau menangis hyung?” jungkook memegang lengan taehyung. Sepertinya ia sangat mengetahui banyak hal sekarang. Ia menjadi lebih peka –dari sebelumnya.copyright protection24PENANAFrKPcbTDkR

Taehyung menggeleng pelan. Jemarinya balas menggenggam erat jemari jungkook. Tidak ada satupun dari kami yang tidak menangis saat itu. kami berusaha mati-matian menahan isakan kami –sama seperti taehyung.copyright protection24PENANARK34mpryRp

“sebenarnya tidak se-copyright protection24PENANA2t6BnYfMGB

“apa jin hyung disini?” ia menyela kalimatku.copyright protection24PENANAgl30bgb5Tw

“…” kami semua terdiam. Tidak tahu harus menjawab pertanyaan itu dengan jawaban apa.copyright protection24PENANAXLg1QDqhci

“aku tahu. Jangan dilanjutkan.” Ia melanjutkan sendiri kalimatnya.copyright protection24PENANAHeLOP8N5Vt

“jungko-copyright protection24PENANAGbPKc10o7U

“terima kasih.. kalian sudah mau datang mengunjungiku. Aku pikir sampai aku mati, kalian tidak sudi melihat wajahku. Maaf sudah membuat semuanya berubah.” Ia kembali menyela.copyright protection24PENANAU4Fb5vOwN0

“tidak jungko-copyright protection24PENANAOufAj5J6aF

“aku tahu. Tapi bisakah kalian mewujudkan harapan terakhirku? Aku janji ini adalah harapan yang terakhir. Tidak aka nada harapan lagi nantinya.” Airmata mengalir dari kedua ujung matanya. Tetapi isakan sema sekali tidak keluar dari bibir pucatnya.copyright protection24PENANAzRQpB3qCrx

Kami semua menangguk.copyright protection24PENANAwlBbwHHldu

“apa itu?” kini yoongi hyung membuka suara.copyright protection24PENANAm2ZCDiHnoS

“antar aku menemui jin hyung.”copyright protection24PENANA2YJTnkWOXn

.copyright protection24PENANAmtIXFfFmBT

.copyright protection24PENANARYWQAz9hWx

[sebelas]copyright protection24PENANA9ZwTSUeOIb

Kereta yang kami tumpangi membawa kami menuju busan. Kami semua sepakat untuk mengantarkan jungkook menemui jin hyung.copyright protection24PENANAb4EU2jaIGL

Setelah mengalami sederet permasalahan, akhirnya kami mendapatkan uang untuk pergi kesana. Yoongi hyung kali ini mencoba melawan. Gaji yang belum dibayar selama dua bulan, yoongi hyung mendesak bosnya hingga akhirnya bosnya mau memberikan gajinya –meskipun kurang dari setengah yang dijanjikan.copyright protection24PENANABxJxnj7xB4

Hoseok memecahkan celengan ayam kesayangannya. Lalu uang itu diberikannya pada yoongi. Aku menagih janji tuan tanah mengenai gaji mengurus sawahnya. Semua uang itu kami gabungkan menjadi satu, lalu kami segera membeli tiket kereta sebanyak enam buah. Sisanya kami gunakan sebagai uang makan selama disana.copyright protection24PENANA5L3BEVwSKe

“mengapa firasatku tidak enak ya namjoon?” yoongi hyung yang duduk bersebelahan denganku memegang lehernya. Aku menggeleng pelan. Ia menghembuskan napas dalam, mencoba mengusir perasaan aneh yang dirasakannya.copyright protection24PENANA4VjIQm205I

Jujur sebenarnya aku juga merasakan perasaan aneh. Sesuatu yang sulit untuk dijelaskan. Firasat buruk.copyright protection24PENANAMGfveDPmar

“hyung..” jungkook memegang bahuku.copyright protection24PENANAqfctRQpnJ9

“ya? Ada apa?” aku menoleh kepadanya. Ia tersenyum –senyum yang aneh.copyright protection24PENANACN5WwViyWo

“sepertinya kita tidak bisa menemui jin hyung ya?”copyright protection24PENANAgI4wej93Fk

.copyright protection24PENANAu5AHzryZPh

.copyright protection24PENANA9r5fnBaG97

[dua belas]copyright protection24PENANA4qP9W4s678

Untuk namjoonie,copyright protection24PENANArCd1kNtSMi

Namjoon.. apa kabar? Sepertinya ini surat pertamaku sesampainya aku di busan. Disini menyenangkan namjoon. Laut dan pemandangannya. Andai kita semua bisa kemari. Sekarang aku sendirian disini. copyright protection24PENANAaVKfa8QlO0

Ini sepertinya surat yang pertama sekaligus yang terakhir namjoon. Aku memutuskan mengakhiri semuanya disini –busan. Saat senja tiba. Aku merindukan senja bersama kalian.copyright protection24PENANAtTrj2onvvv

Titip pesan untuk yoongi, bilang padanya untuk bekerja keras dalam meraih mimpinya. Bilang pada hoseok untuk selalu semangat, kehilangan satu kaki itu tidak merubah segalanya. Ia harus kuat agar ia dapat menjadi composer nantinya. Untuk jimin, bilang padanya bahwa aku menyayanginya. Jadilah kedua kaki untuknya namjoon. Titip pesan juga untuk taehyung dan jungkook. Bilang pada mereka untuk jangan khawatir, aku tidak membenci mereka. Meskipun mereka berdua telah membuat tunanganku gila. Ya bilang seperti itu. aku menyesal, telah menarik dengan keras kursi yang dulu diduduki jungkook. Aku tidak pernah menyangka itu akan membuatnya kehilangan penglihatannya. Tapi itu sebenarnya cukup pantas untuk dia dapatkan.copyright protection24PENANADW8RYsEskr

Nah namjoon.. aku ke busan karena orang tua Ye jin meneleponku. Tebak apa yang mereka katakan.. kau tidak bisa? Baiklah, mereka mengatakan bahwa Ye jin membunuh dirinya sendiri. Tragis bukan? Padahal aku ingin melamarnya saat ia sembuh. Semua karena kakak beradik sialan itu! Tapi aku tidak akan bersikap tidak dewasa lagi. copyright protection24PENANALvmvKxDBTs

Jadi.. aku memutuskan untuk membunuh diriku sendiri. Setidaknya aku dan Ye jin akan bisa bersama. Jadi hiduplah dengan baik. Jangan lupa memakai alas kaki, nanti kakimu terluka lagi.copyright protection24PENANACml3For3TW

Tinggal beberapa detik lagi, reaksi racun yang kuminum mulai bekerja. Terima kasih namjoon mau menjadi sahabatku selama ini. aku sangat menyayangimu.copyright protection24PENANAyxTGoS83kt

10 detik lagi.copyright protection24PENANAu5YRAJpeki

Namjoon aku tidak bisa mempercayainya lagi. Meskipun itu untuk sekali lagi.copyright protection24PENANAGXF10lpsoj

.copyright protection24PENANApXRiDfbMiv

.copyright protection24PENANAgNBfEcY3qj

[tiga belas]copyright protection24PENANAm6g18hnyJM

Harapan ku hanya satu. Agar persahabatan kita kembali. Pada akhirnya apa yang aku perjuangkan berbuah dengan manis. Semuanya mulai kembali, kenangan yang mulai memudar, juga wajah-wajah yang kurindukan.copyright protection24PENANAS8JJrmYC9h

Saat satu lagi harapanku terwujud, semua yang tidak diharapkan itu muncul. Membuat lidahku terasa kelu, tubuhku mati rasa, seakan rasa sakit tidak dapat lagi kurasakan.copyright protection24PENANA8p4JFJVDMl

Semuanya terasa melayang. Bunyi decit tak terhindarkan, juga suara-suara memekak kan telinga. Pada akhirnya tidak ada yang terdengar. Tidak ada lagi yang dapat terlihat –kecuali senyuman kalian semua.copyright protection24PENANAX9seaAvy9f

Pada akhirnya kini aku terbangun. Segala yang kupikir mimpi buruk, bahkan semua ini lebih dari mimpi buruk.copyright protection24PENANAk1n3KPqJrA

Tubuh-tubuh yang membeku. Jemari-jemari yang terasa dingin. Pada akhirnya aku berlari sendiri, menyusuri jalan gelap yang seakan tak berujung.copyright protection24PENANA0zZ5iEPeiB

Dan pada akhirnya, tidak ada yang tersisa.copyright protection24PENANAzgL2vVD0uM

Semuanya telah pergi. Dan aku sendiri disini. Menatap keenam makam yang saling berjajar. Dibawah senja yang senantiasa merangkulku layaknya kalian. Pada akhirnya hanya senjalah yang tersisa bersamaku –selain kenangan indah dan menyakitkan.copyright protection24PENANAgONDSxsjhU

Aku telah mewujud sebagai mimpi kalian semua. Aku telah berhasil, walau pada akhirnya kalian semua pergi. Hanya isakan yang memenuhi tempat ini. isakan yang keluar tanpa henti dari bibirku.copyright protection24PENANAThuTnMyc1R

Seperti kenangan yang dulu kita habiskan. Bisakah aku mempercayai semuanya lagi? Bisakah aku percaya sekali lagi, bahwa harapan itu ada?copyright protection24PENANAOB7zDCvgDZ

Jika bisa, aku ingin kalian kembali. Aku ingin kalian memegang bahuku dan tersenyum lebar padaku. Menunjukan ciri khas kalian masing-masing yang kurindukan.copyright protection24PENANA3TOQxHo00F

.copyright protection24PENANAVTXpMlckyd

.copyright protection24PENANAbmOjWsWsJA

[empat belas]copyright protection24PENANAsMtgD1X22Y

Pada akhirnya, senja jugalah yang merangkul kalian semua untuk pulang.copyright protection24PENANAIXRFnE1zYz

.copyright protection24PENANANaWBtS3plN

.copyright protection24PENANAZNzt4cv1fx

author note: thank you for reading my story. this is bts fanfiction. i hope you all like it. thank you very much^^copyright protection24PENANA0XvRDTvEsu

54.90.159.192

ns54.90.159.192da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X