×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Friendship
Short Story
Completed
Can I Believe Once Again?
No tags yet.
Tags
Writer amd_jnt8989
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
PG-13
RATED
285 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
Can I Believe Once Again?
0 Bookmarks
A - A - A
Intro
amd_jnt8989
No Plagiarism!eQKTD8bSgTW7wltU9JeVposted on PENANA

Can I Believe Once Again?copyright protection220PENANAGoGghWFHfH

.copyright protection220PENANALtxwnbEy3V

.copyright protection220PENANAs02ZlwUvg8

HAPPY READING^^copyright protection220PENANArWw7cO4Svk

.copyright protection220PENANAAgO7NbirKm

Aku hanya mewujud sebagai harapan kalian semua. Pada akhirnya setelah semua harapan itu terpenuhi, tidak ada rasa sesal lagi dalam hati kalian. Dan selamanya persahabatan kita akan terus ku kenang, ia bagian terindah dalam hidupku yang tertindih oleh kemiskinan. Dan senyuman satu per satu dari kalian diakhir hari adalah kenangan terbaik yang kalian berikan padaku.copyright protection220PENANAmdmpcIW6dc

Tetaplah menjadi senja yang selalu merangkulku sahabatku.copyright protection220PENANAeE9LMmARf5

Namjoon. copyright protection220PENANAbPm0W9cfBW

.copyright protection220PENANACYaZnmHksV

[satu]copyright protection220PENANAxHAGtm23eh

Menggantungkan mimpi pada langit cerah dengan sedikit awan. Sedikit saja. Saat itu mungkin aku agak terkekeh dengan pernyataannya. Terlalu muda untuk sebijak itu, dan juga merutuki diri karena tidak bisa sebijak itu.copyright protection220PENANA8q7vq4FCjg

Jangan sampai tersandung, kau harus berusaha menghindar. Seperti perkataan yang meremehkan sekaligus kalimat yang menusuk. Meremehkan segala sesuatunya, terkadang. Aku juga manusia.copyright protection220PENANAzWfJVD5DXy

Aku berlari disebuah padang rumput yang indah. Tanpa alas kaki, rerumputan hijau menyambutku langsung. Angin berhembus pelan, gemerincing gantungan didepan toko kelontong dipersimpangan jalan menjadi penarik. Cukup sederhana, ya sederhana.copyright protection220PENANAyug8bJveMJ

Senyuman pemiliknya merekah bagai bunga mawar yang tidak pernah layu. Aku berjalan mendekatinya dengan keadaan yang masih sama; tanpa alas kaki. Pandangannya memberikan sebuah pertanyaan. Sebuah pertanyaan yang selalu sama setiap hari; tidak menggunakan alas kaki lagi?. Dan seakan mengerti akan cengiran konyol khas ku, dia hanya menggangguk paham lalu kembali pada rutinitasnya pada anggrek yang menjuntai didepan tokonya.copyright protection220PENANAwV9DrAH6c0

Aku masuk kedalam toko kelontong milik kim ahjussi- ayahnya. Mencari rak berisi pilihan berbagai macam merk mie yang tidak kukenal baik. Aku mendengus pelan, apakah semakin hari semakin banyak pilihan rasa mie? Bagaimana jika para konsumen bingung dan akhirnya membeli semuanya? Aku cukup bodoh, nilaiku saja rata-rata merah di raport.copyright protection220PENANAnMXCwSfCvc

Dua cup mie dengan rasa yang sama setiap harinya. Aku terlalu sibuk berkelebat dalam monologku sendiri, dan melupakan tujuan awalku yang hanya ingin membeli dua cup mie rasa soto banjar.copyright protection220PENANAa3HqcSaH6W

Ku rogoh uang yang terlipat rapi dalam kantung celana panjang hitam yang kukenakan. Tersenyum sedikit kepada kim ahjumma- ibunya- saat menyadari bahwa usianya yang mencapai kepala tiga tidak menutupi wajah cantiknya. Dia memang memilki ibu yang cantik. Dia sama cantiknya seperti ibunya, namun sedikit perbedaan yang mendasar- dia seorang namja.copyright protection220PENANAqCRAfiaXpn

Seperti kebiasaanku setiap harinya, duduk di depan toko kelontong dan menikmati mie soto banjarku bersama sahabat karibku. Saat menunggunya selesai dengan hobinya- menyirami bunga anggreknya- menantinya dan tersenyum seperti orang tidak waras.copyright protection220PENANAYM9VoGNEij

“oh ayolah.. jangan tersenyum seperti itu. Apa kau mau dikatakan gila?” kulihat wajahnya yang agak kesal. Dengan segera ditaruhnya watering can tua miliknya dibawah, lalu merebut satu cup mie soto banjar dari genggamanku. Aku hanya tersenyum menatapnya, kebiasaan kami yang tidak berubah.copyright protection220PENANAQtmyUyq4fx

“ngomong-ngomong..” dia membuka pembicaraan. Membuatku menolehkan kepalaku sedikit agar bisa menatapnya bicara. Berbicara dengan mulut penuh, kebiasaan jelek yang tidak bisa berubah.copyright protection220PENANA0G9SgpbrmB

“telan dulu” kataku mengingatkan. Jika dia lupa bagaimana cara menelan makanan, sebagai seorang sahabat aku harus mengingatkannya.copyright protection220PENANAOknXgME3qW

Dia mengangguk kecil, kemudian tersenyum konyol. Aku hanya tersenyum simpul dengan tingkahnya. Sesuatu yang harus diabadikan. Sayangnya seorang yang tidak memilki apapun tidak mampu membeli kamera. Aku tidak mampu bahkan untuk makanku sendiri.copyright protection220PENANAmhpJPjifoy

Seakan mengerti sorot wajahku yang mendadak berubah, dia memiringkan kepalanya. Menyatukan hitam pada matanya mencoba membuatku tertawa, ditambah lidahnya yang terjulur. Aku hanya tersenyum lebar. Setidaknya ia harus yakin bahwa aku baik.copyright protection220PENANANoeWhvmtWJ

“aku akan pergi ke busan...” kudengar helaan napas pada kalimat terakhirnya. Aku mencoba fokus pada cup mie ku, berusaha untuk tidak mengetahuinya lebih lanjut.copyright protection220PENANA4K4rIkemoE

Ia menatapku dengan geram. Pasti sekelebat pikiran negatif tentangku mulai berjalan dalam pikirannya. Kulihat wajahnya yang nampak kesal itu, benar-benar seperti seorang gadis.copyright protection220PENANAjKWJuL2M1r

“bisa antarkan aku besok? Bukan ke busan, tetapi ke stasiun kereta.” aku terdiam sesaat. Apakah aku harus mengantarkannya ke stasiun besok? Pastilah sangat berat untukku. Sama saja memotong apa yang belum tumbuh.copyright protection220PENANAlOQAL757A2

Dengan ragu kepalaku mengangguk lemah. Membuat senyuman manis khasnya tercetak jelas diwajahnya. Dia selalu seperti itu, bahagia akan hal-hal kecil. Bersamanya, bersahabat dengannya, mengenalnya sudah cukup membuat hariku yang suram menjadi cerah. Sahabat terbaik sepertinya.copyright protection220PENANAQFMV7vflSD

Cukuplah aku selalu menghiburnya tanpa harus dia yang menghiburku. Kegelapan sudah lama menelanku. Cukuplah ia tidak tahu. Cukuplah ia tersenyum ceria, seperti dirinya yang sekarang ini.copyright protection220PENANA0boWUSIXFJ

Dan sore itu kuhabiskan dengan duduk didepan toko kelontong bersamanya. Hari esok yang tidak kukenal baik akan merangkulku perlahan. Aku tidak tahu apakah ia hari yang baik, atau justru hari yang buruk. Dengan dua cup mie soto banjar ini, sudah cukup jelaslah kebahagian hari ini. dan jika hanya ada satu cup mie soto banjar, aku tidak tahu kebahagian esok. Tanpanya.copyright protection220PENANAo0yfAjmGqX

.copyright protection220PENANAIhCvcJ1s5T

.copyright protection220PENANA565t20mLY1

[dua]copyright protection220PENANAun23CDmYjN

Bahkan dihari yang kutahu semuanya akan mulai berubah dari sana, aku masih memandangi tiap-tiap ujung sepatu orang-orang. Berlalu-lalang begitu saja tanpa saling bertegur sapa, seakan sapaan adalah harga yang terlalu mahal. Aku seakan berada ditempat asing. Tatapan diam yang penuh kematian.copyright protection220PENANAW25zxhjyJo

Jemarinya yang hangat menyentuh pelan punggung tanganku. Seulas senyuman tergores diwajahnya, berusaha meyakinkanku bahwa aku akan baik. Dengan penuh keraguan senyum simpul kuberikan padanya, berusaha menyampaikan padanya untuk tidak khawatir.copyright protection220PENANAsPuxjxyFiw

Pemberitahuan keberangkatan kereta menuju busan terdengar disepanjang stasiun. Bisakah waktu berjalan lebih lambat dari biasanya? Biarkan waktu seakan berhenti hanya untuk kami berdua. Sahabat yang akan kurindukan.copyright protection220PENANAHNTJQvnduH

Bersamanya selama 6 tahun membuatku cukup yakin menyatakan bahwa aku mengenal dirinya dengan sangat baik. Hobinya memasak, sangat mewarisi ibunya. Wajahnya yang nampak cantik untuk namja. Hobi lainnya seperti bekebun, berlari diantara padang rumput, dan tertidur dimana saja. Berbicara saat mulut penuh oleh makanan, dan kebiasaan lainnya kebiasaannya yang selalu bisa menenangkanku.copyright protection220PENANA0qJ5ZhnjQ7

Anti sosial, tidak pernah ingin berhubungan dengan siapapun- dalam bentuk apapun, mengunci diri dalam kegelapan, meracau tidak jelas, dan sering menangis tanpa sebab. Perlahan ia merangkulku, seperti senja yang kusukai.copyright protection220PENANAHiWcQfKoU2

Kehilangan orang tua diusia muda, sudah cukup dengan hal itu. Bahkan ketakutan itu telah berakhir sepenuhnya. Bayangan bagaimana ayah dan ibu tergantung begitu saja dengan darah yang telah berhenti mengalir, membuat ruangan kecil itu berbau anyir. 10 tahun lalu, kurasa itu sudah sangat lama.copyright protection220PENANAVCQOlHjJUO

Hanya perlu menghilangkan sikap anti sosialku. Hanya itu. Dan apabila dia pergi maka kurasa aku harus membuang jauh-jauh niat itu, dan mengubur dalam-dalam semua itu.copyright protection220PENANAqVea0esnxi

Dengan keyakinan dalam dadanya, jemarinya beralih menggenggam erat koper cokelatnya. Seulas senyum terukir diwajah sang namja seperti senja.copyright protection220PENANAufBrsrGcQB

“nah.. aku pamit-copyright protection220PENANAfLd6AzNTiI

“ya aku tahu.” Kataku menyelanya secepat yang kubisa. Tidak menunjukan artian sebenarnya. Hanya berusaha menutupinya.copyright protection220PENANAHJDWTDbl1J

“hahaha.. kau selalu seperti ini. baik-baik oke?” tawanya tidak terdengar nyaman. Aku hanya mengangguk kecil, mencoba seperti biasa.copyright protection220PENANAEwYfXqHDDy

“jika musim panas telah berakhir aku akan pulang. Percayalah. Bisa kau percaya?” apakah hanya aku yang merasakan pertanyaanmu itu terlalu.. terasa.. berbeda? Kali ini untuk membuang jauh-jauh kemungkinan terburuk, aku menganggukkan kepalaku kecil. Lagi-lagi seperti biasanya.copyright protection220PENANAeSkrYU0LOj

“kalau gitu aku pergi namjoonie..” dia masuk kedalam kereta. Kulihat wajahnya yang selalu tersenyum dengan cara yang sama saat ia telah duduk didalam sana. Tangannya melambai pelan kearahku.copyright protection220PENANAuv27sWLEiM

Kereta mulai bergerak. Semakin menjauh, menjauhkanku darinya.copyright protection220PENANAnWimcgMUTq

“jin hyung.. jangan lupa kirim surat!” kataku saat mencoba menyamakan wajahku dengan wajahnya dengan cara berlari.copyright protection220PENANAs8iMAgGB2u

“tentu namjoonie” ibu jarinya teracung dikaca jendela kereta.copyright protection220PENANAUx0XEtUq7c

Semakin menjauh bagai titik terkecil diujung sana. Kedua kakiku perlahan berhenti, dengan napas yang tersengal kutatap kereta menuju busan yang semakin menjauh. Semakin hilang pada pandanganku.copyright protection220PENANAcu9vQmLDgF

Pada akhirnya.. tidak ada yang terungkap.copyright protection220PENANA3INmvnDcYG

.copyright protection220PENANAHTdIRSbLij

.copyright protection220PENANAYvO81EuNiL

[tiga]copyright protection220PENANAtmtgJZEmbD

Stang sepeda tua yang telah berkarat kusandarkan pada dinding beton yang telah berlumut. Pemiliknya memutuskan mengangkut seluruh keluarga pergi ke kota. Mencoba peruntungan katanya. Begitulah.. semua orang memutuskan keluar dari zona aman. Sedangkan aku? Berputar pada kehidupan monoton yang tidak pernah berakhir.copyright protection220PENANA2SxgAo8M9r

Kaos putih yang perlahan menguning, kuseka wajahku dengan menggunakan handuk putih yang tersampir di leherku. Musim panas telah datang, dan kutahu surat pertamanya pasti akan datang.copyright protection220PENANA57XTgYyKMR

“halo namjoon..” seseorang yang kukenal baik memegang pelan bahuku. Sejenak kuhentikan aktivitasku, dan memberikan senyum kotak padanya.copyright protection220PENANAvfdZvWYaja

“hai hyung.” Ia meraih botol air yang tergeletak di keranjang sepeda milikku, dan dengan santai menenggaknya hingga tak bersisa. Ia hanya bisa tersenyum lebar.copyright protection220PENANAOm3lCDJLqT

Kini kusandarkan tubuhku pada tembok berlumut dibelakangku. Ia juga melakukan hal yang sama, menyandarkan tubuhnya. Kulihat jemarinya yang semakin kasar memainkan cincin yang terkalung dilehernya. Senyum simpul terukir diwajah letihnya.copyright protection220PENANAdv1aph9Y2V

“mengapa kau tidak mencoba hyung?” tanyaku yang membuatnya tersentak. Ia tahu betul apa maksudku. Kepalanya menghadap kearahku, dan dengan pasti senyum simpul terukir dikedua sudut bibirnya.copyright protection220PENANAPya3xG0wRj

“untuk apa? Agar terjatuh?” meremehkan diri sendiri. Kalimat yang aku yakin mencoba membunuh harapan miliknya sendiri.copyright protection220PENANAHFFK0ioK4O

Kini aku hanya terdiam. Membiarkan hening menyelimuti suasana sekarang. Biarkan saja, bukankah hening tidak selamanya buruk? Aku menyukai hening terkadang. Membiarkan kita untuk memikirkan diri sendiri.copyright protection220PENANAEhkFrKXAIZ

“jangan berbicara omong kosong lagi namjoon. Kita tidak bisa mempercayai sesuatu yang letaknya jauh diatas sana.” Aku mengangguk kecil atas sarannya. Wajah dinginnya itu tidak bisa menyembunyikan lukanya.copyright protection220PENANAvyxGB5mBCd

Kulihat dia yang sudah beranjak dari sampingku. Sebungkus roti yang masih hangat diletakkannya didalam keranjang sepeda tuaku. Langkahnya yang pelan semakin menjauhiku. Dan malam perlahan semakin menyambut kami.copyright protection220PENANAVkSB4TTtEX

Tubuhnya semakin mengecil diujung jalan sana.copyright protection220PENANAhieCYGmVg5

“namjoon! Jangan lupa untuk memakannya sewaktu masih panas!” ia berteriak dari ujung sana. Mengingatkanku untuk memakan roti buatannya. Ia tahu aku selalu lupa untuk memakannya selagi hangat, namun biar sedingin apapun aku akan tetap menghabiskannya. Mungkin itulah mengapa ia selalu mengingatkanku setiap hari.copyright protection220PENANAVMDsseyPQb

Kuraih roti hangat tertutupi kertas cokelat. Aku tahu roti ini baru keluar dari panggangan. Dan satu hal yang kutahu pasti –dia –yoongi hyung –mengambilnya secara diam-diam.copyright protection220PENANA2MvVnAPg3t

.copyright protection220PENANAelMtYK9lFq

.copyright protection220PENANAqBd43FjCu9

[empat]copyright protection220PENANAOxVksjUiAY

Langkahku yang tidak kecil lagi berjalan diantara deretan padi yang agak menguning. Tugas terakhir hanyalah memastikan bahwa panen akan berhasil, lalu berikutnya aku akan mendapat upahku –sekedar untuk mengambung hidup.copyright protection220PENANALOjyhiirDY

Bel sepeda tua terdengar semakin jelas. Aku tahu pasti sepeda itu mendekat kearah sini. Aku kembali sibuk dengan jemari-jemari kakiku yang masih terselip lumpur. Mencucinya dengan air dari sumur tua, yang dengan susah payah harus menimbanya dulu.copyright protection220PENANAR4z48DKrgf

“namjoon..” suara yang sangat kukenali. Begitu menghangatkan seperti sinar matahari pagi.copyright protection220PENANAB4NxofQjyq

Aku menoleh ke sumber suara. Cengiran kecil tersungging diwajahnya. Aku hanya tersenyum simpul, lalu kembali pada aktivitasku.copyright protection220PENANAhjeBRwTaXx

“ada surat untukmu”ia mengibaskan sepucuk surat itu dihadapan wajahku.copyright protection220PENANA8PBIUJlFbC

Sepertinya ia sukses membuatku agak kesal padanya. Terlihat dari wajahnya yang menahan tawa. Diantara kami dialah yang selalu tertawa. Ceria meskipun langit akan gelap. Dialah yang menyimpan luka yang paling banyak.copyright protection220PENANAVMGIj5X9ow

Tanpa sebuah embel-embel terima kasih, kurebut begitu saja sepucuk surat itu dari tangannya. Sebelum membukanya bahkan sebelum menyentuhnya, aku sudah yakin ini adalah surat dari jin hyung.copyright protection220PENANAAGPOiHlcRj

“dari jin hyung bukan?” aku hanya mengangguk sekilas atas pertanyaannya.copyright protection220PENANAJ09kJ444Jg

Kubuka surat itu dari ujungnya. Terlihat sebuah lipatan kertas bewarna kuning didalam sana. Gerakan jemariku terhenti. Alangkah lebih baik jika aku membukanya nanti. Mungkin saat itu –adalah tepat.copyright protection220PENANAGE2nmmtkwS

“kenapa tidak membacanya?” kedua alisnya bertaut, menanyakan mengapa aku tidak lekas membacanya. Aku tersenyum kecil, kemudian disusul gelengan kecil –tanda tidak ada apa-apa.copyright protection220PENANAQ6yGVRog3g

“ada kompetisi menulis lagu di desa sebelah. Apa kau tidak ingin ikut?” surat tadi kulipat dan kumasukan begitu saja kedalam kantung celana panjang hitamku. Ia agak tersentak, sedetik kemudian kulihat ia dapat menguasai diri.copyright protection220PENANAAMgJ70Nc4x

“aku tidak tahu. Apa gunanya orang sepertiku?” nada yang sama dari yoongi hyung kutemukan lagi padanya. Kulihat netranya yang tidak bercahaya lagi menahan tangisnya.copyright protection220PENANAsLbu9yRCTn

Aku kembali diam. Tidak benar kulanjutkan ini semua jika pada akhirnya ia akan terluka. Kulihat wajahnya yang tertunduk dalam.copyright protection220PENANAvJt3qoVOFY

“kau tahu? Menggantungkan sedikit harapan pada langit biru.. itu tidak masalah.”copyright protection220PENANA4fLlYSlM5q

“aku tahu itu namjoon.”copyright protection220PENANAjxcv2m3TZX

Ia segera memegang kedua stang sepeda miliknya. Aku tahu surat milikku adalah surat terakhir yang harus dia antar. Langit semakin menggelap, dan seperti biasanya malam akan menyambutku lagi.copyright protection220PENANAguHKy78tWN

Bunyi bel sepeda itu semakin menjauh, bersama dengannya. Aku masih diam, aku tahu ia akan pergi dalam kesedihan.copyright protection220PENANAr03cm25IOa

“jangan lupa mengantarku besok!” suara teriakannya membuatku tersadar dari lamunanku. Sedetik kemudian, sepedanya semakin menjauh di ujung jalan sana. Membuatnya terlihat seperti titik kecil hitam.copyright protection220PENANA97IlDLHGEH

Dan pada akhirnya ia menyetujuinya. Menggantungkan harapan yang diyakininya sekali lagi. Meskipun perjalanan kedesa sebelah membutuhkan waktu agak lama, tetapi besok aku akan menjadi kaki penopang untuknya –untuknya terus berharap.copyright protection220PENANADVbkFJsOco

.copyright protection220PENANACEpFRMHWuw

.copyright protection220PENANA7DEPZhAHXf

[lima]copyright protection220PENANAoBbzWRjpFv

Kami duduk pada sebuah halte yang agak menyedihkan. Menjadi satu-satunya halte bis yang tersedia didesa kami tidak membuat pemerintah desa melayakkannya. Lihat saja tiang penopang yang hampir patah, namun diakali warga sekitar dengan mengikatnya dengan tali tambang.copyright protection220PENANANiadY1ZGXu

30 menit. Kami menunggu bis datang hampir sejam. Tidak ada jadwal keberangkatan khusus disini, tidak seperti dikota. Bis akan datang jika ia menginginkannya. Jadi tunggu saja sampai ia datang.copyright protection220PENANAc58QU77vO5

“bisnya akhirnya datang” bukan nada bahagia yang terdengar dari kalimatnya barusan. Keraguan dan ketidakpercayaan terasa kental dalam kalimatnya.copyright protection220PENANAKdHVMEM63s

“mari aku bantu” kupegang bahunya pelan. Kami memasuki bis dengan rasa yang berbeda. Aku dengan rasa keyakinan, dan ia yang kurasa dengan rasa keraguan akan pilihannya.copyright protection220PENANABRLL4JN4pK

Kembali duduk dalam keheningan. Aku mengambil posisi duduk didekat jendela. langit terlihat begitu biru, dengan sedikit awan yang indah. Aku menyukai pemandangan seperti ini. seperti sahabat yang merangkul, saatnya aku yang merangkul mereka.copyright protection220PENANAzCPHsKOAgD

Kulihat wajahnya yang nampak gugup. Aku tahu ia mencoba meyakinkan hatinya. Tidak mudah mengambil pilihan yang sama. Rasa takut untuk mendapat hasil yang sama saja pasti akan menghantui langkah. Kupegang bahunya pelan, mencoba meyakinkannya bahwa pilihan yang telah diputuskannya itu bukanlah pilihan yang salah.copyright protection220PENANAF0RmWD0JJ4

“terima kasih” ia nampak lega. Aku yakin ia telah yakin sekarang.copyright protection220PENANAclVX70GU46

Dua jam perjalanan. Begitu lama. Aku harap kompetisinya masih dibuka. Dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan, aku membantunya untuk turun. Kami telah sampai. Kulihat sekeliling, berbagai spanduk berisi perlombaan menulis lagu yang akan dilaksanakan terlihat meriah. Sepertinya lombanya sudah dimulai.copyright protection220PENANAFDIvlbg9Lw

Kami segera memasuki sebuah gedung bercat putih. tidak terlalu besar. Aku pikir animo masyarakat sekitar akan sangat besar, tetapi presepsiku salah. Lomba ini terlalu membosankan untuk anak-anak, juga terlalu hening bagi para orang tua. Jika lomba menulis lagu seperti lomba panjat pinang, mungkin animo masyarakat akan sangat besar. Bagaimana jika mengadakan lomba menulis lagu sambil panjat pinang? Pasti seru sekali.copyright protection220PENANANqxENtiOd2

“mau ikut lomba? Tersisa 30 menit lagi.” Kata seorang penjaga disana. Dengan cepat aku menganggukkan kepalaku.copyright protection220PENANASpoNnvN4qS

“iya, apa masih bisa?” tanyaku padanya yang sibuk meminum kopi hitamnya.copyright protection220PENANAa6wTBR4S1P

“tentu yang mengikuti lomba langsung masuk saja. Sedangkan yang menemani silahkan tunggu diluar. Omong-omong siapa yang mengikuti lomba diantara kalian berdua?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari kami.copyright protection220PENANAoOgVt3pLRD

Dengan ekspresi wajah, aku memberitahunya bahwa yang mengikuti lomba adalah sahabatku yang berada disampingku. Awalnya ia masih tidak paham. Namun sedetik kemudian ia ber-oh ria dan mengangguk paham. Dengan cepat ia segera masuk bersama sahabatku.copyright protection220PENANAOK2cyqImu9

Tugasku sekarang hanyalah menunggu hasilnya.copyright protection220PENANAeEfLxRCBJE

.copyright protection220PENANAr7sH3WKtIC

.copyright protection220PENANA6wn9JVzrh3

[enam]copyright protection220PENANAAwHPhfGURq

Beberapa peserta keluar dari ruangan dengan wajah yang berbeda-beda. Ada yang tersenyum bahagia, ada juga yang terlihat menahan kekecewaan. Akhirnya ia keluar, yang tidak kusangka dengan bantuan yoongi hyung.copyright protection220PENANAyiy1ZCXK5F

Aku menatap keduanya dengan bingung. Menyadari arti tatapanku, yoongi hyung memegang pelan bahuku.copyright protection220PENANAnbcKlVFUmX

“aku rasa, aku perlu percaya sekali lagi. Kemiskinan tidak bisa menghalangi mimpi.” Yoongi hyung tersenyum kecil. Aku tahu ia akan memikirkan kata-kataku kembali. Mengingat yoongi hyung adalah orang yang lebih suka merenung dan memikirkan hidup daripada kami berenam.copyright protection220PENANAXXtFMLVtFM

“bagaimana hasilnya?”tanyaku tidak sabar. Yoongi hyung dan dia melemparkan pandangan yang sulit kuartikan. Yoongi hyung mulai membuka jawaban atas pertanyaanku.copyright protection220PENANAUd4sf44cO9

“kau benar. Usaha tidak akan membohongi kita..” kalimatnya sengaja menggantung agar aku lebih penasaran.copyright protection220PENANASbl4WGZCBl

“aku juara dua. Dan ia juara satu” ia melanjutkan. Aku tersenyum senang, memeluk keduanya tanpa berhenti mengucapkan selamat.copyright protection220PENANAzzj3e6O9Au

“aku tidak tahu mengapa.. langit membuatku kembali bermimpi. Orang sepertiku yang kehilangan sebelah kakiku. Tapi aku berterima kasih padanya, setidaknya aku dapat bermimpi lagi meski untuk yang terakhir.” Aku sama sekali tidak dapat menangkap makna yang tersembunyi dalam kalimatnya.copyright protection220PENANAWuI1WX519U

“maksudmu?” tanyaku dan yoongi hyung hampir bersamaan. Seakan tahu ada yang salah dalam pengakuannya, ia hanya tersenyum kecil. Dan memegang kedua bahu kami.copyright protection220PENANAb16x52e5FP

“namjoonie, terima kasih sudah mau menjadi penopangku hari ini. aku tidak akan melupakannya.” Ia tersenyum dengan cara yang manis kearahku. Senyuman yang sama menghangatkannya seperti sinar mentari pagi.copyright protection220PENANAreoKiDQ7Nq

Dan senja hari ini, kami bertiga pulang dalam kebahagian. Senja merangkul kami dalam pelukannya yang menenangkan. Dan senja hari ini juga berhasil merangkul hoseok yang berusaha menjauh dari semua harapan.copyright protection220PENANACJUkKRhPSr

Dia –hoseok adalah orang yang paling ceria –juga paling banyak menyimpan luka. Dia –hoseok yang tersenyum dengan hangatnya seperti mentari pagi –juga menangis dalam diam di keheningan malam.copyright protection220PENANAJ4tPBzSPEx

Dia –hoseok.copyright protection220PENANAE5M3P5GGct

.copyright protection220PENANA6Pc19XSrNL

.copyright protection220PENANASwQmmrVfhA

[tujuh]copyright protection220PENANAMVFyZvEFbR

Kugulung lengan kemeja bewarna merah yang kukenakan sampai keatas siku. Kemeja satu-satunya yang kumiliki –itupun pemberian jin hyung. Aku –kami semua sama. Kemiskinan. Menekan kami hingga kebawah, hingga mimipi-mimpi yang kami punya hancur dengan sendirinya.copyright protection220PENANA9iGljPjch6

Telinga ini bahkan sudah kebal dengan perkataan yang membawa-bawa kemiskinan dalam topiknya. Membicarakan saat lewat dijalan, sungguh aku sudah kebal. Bahkan semasa sekolah kami terbiasa seadanya. Aku yang sedari kecil hidup tanpa orang tua terbiasa menghadapi dunia. Bahkan sejak kematian nenek saat usiaku menginjak 10 tahun, aku sudah siap menghadapi dunia sendirian.copyright protection220PENANAY9DOwZgrex

Ku eratkan genggaman jemariku pada satu bungkus roti panas –baru keluar dari panggangan. Yoongi hyung menitipkannya padaku sebagai perayaan atas kemenangan nya dalam meraih mimpinya sejak kecil –menulis lagu. Yang aku tahu pasti ia telah mengambil atau setidaknya mengisihkan beberapa roti dari tempat kerjanya. Ia bekerja sangat keras setiap harinya –berkutat dengan tempat kerja yang meremehkannya.copyright protection220PENANA11tHAsde8p

Rumah kayu berpagar alang-alang. Rumah yang terlihat tak bernyawa, namun tidak dengan isinya.copyright protection220PENANA5hHLD1BWeS

Dengan hati-hati ku dorong pagar kayu yang hampir patah itu kesamping. Tumbuhan liar tumbuh subur dihalamannya. Dahulu rumah ini selalu bersih, meskipun ia nampak tua. Tanaman sayur, bunga melati yang cantik menggembul dibalik pagar kayu –kisah lama mengenai rumah ini.copyright protection220PENANA2c2F1yFh0T

Beberapa kali ketukan pada pintu reyot ini kulakukan. Aku menghela napas dalam, menyadari betapa bodohnya aku. Dengan perlahan ganggang pintu berkarat itu kutekan kebawah, membuat bunyi decit yang cukup memekakkan telinga.copyright protection220PENANAO2VhJvKXJS

Sosok namja muda duduk menghadap kearah jendela. Netra sipitnya yang tertutup, dan kepalanya yang menengadah keatas. Senyuman tulus terpancar dari wajahnya. Aku tahu ia membayangkan hal yang begitu membahagiankan.copyright protection220PENANAmP94AM6bIk

Angin menghembuskan tirai bewarna cokelat itu pelan. Sesekali surai hitam legamnya juga ikut melambai. Sebuah selimut tebal menutupi tubuh kurusnya. Sudah lama aku tidak mengunjunginya. Bukan karena aku tidak mengingatnya, hanya saja itu karena takut akan reaksinya.copyright protection220PENANA3Lx5qzE5QE

“dongsaeng tersayangku. Apa kabar?” kuberanikan diri memecah keheningan. Kini kedua netra sipitnya itu terbuka, menyapu pada sekeliling lalu beralih kearahku. Aku tersenyum berusaha menunjukan kebahagianku.copyright protection220PENANAZFGUXqqHn9

Ia balas tersenyum dengan sangat lebar, membuat netra sipitnya itu ikut tersenyum. Seperti bulan sabit yang indah dimalam hari.copyright protection220PENANAAJZJOzwULe

Terkadang malam hari tidak seburuk yang dipirkan. Ada banyak bintang juga bulan yang bersinar terang disaat tertentu. Ada kalanya juga bulan dan bintang tidak menampakkan dirinya. Kami bertujuh selalu merebahkan diri di padang rumput, menikmati bulan dan bintang juga semilir angin malam. Membicarakan mengenai hidup juga impian dan harapan yang digantungkan pada langit. Namun ada kalanya kami semua merasa harapan yang digantungkan pada langit itu terasa sia-sia –seperti sekarang.copyright protection220PENANAfO0NUrmzwc

“kau baik?” tanyaku. Ia mengangguk pelan dan tersenyum lagi. Kini pandangannya beralih kearah jendela yang terbuka lebar.copyright protection220PENANAdwSTrPkRxH

“kau terluka.. itu terlihat jelas dalam matamu.” Senyuman diwajahnya mengendur. Bibirnya yang semula terkatup rapat terbuka sedikit, namun sedetik kemudian terkatup kembali –berusaha menahan kalimatnya sendiri yang penuh keraguan.copyright protection220PENANA17r0RfAnal

Aku segera berjalan kesampingnya. Berusaha menangkap apa yang ditangkap oleh netranya. Anak-anak desa yang berlarian dengan riangnya. Mereka bermain kejar-kejaran. Senyuman diwajah mereka begitu lebar. Kesenangan masa kecil yang indah.copyright protection220PENANACpaCc53yEA

“hyung..” kalimatnya terdengar lirih –begitu lirih. Membuat netraku seketika memanas.copyright protection220PENANALS7ELyu6q1

“iya?” kataku mencoba kuat.copyright protection220PENANANs9et0u3nE

“bisakah kau membantuku meraih harapanku?” tanyanya semakin lirih. Hampir tidak terdengar, menyatu bersama atmosfir sekitar yang begitu hening. Terlalu hening.copyright protection220PENANAp04ACgFGPk

Aku menghela napas untuk kesekian kalinya. Kuletakkan begitu saja sebungkus roti yang kuyakini sudah mulai dingin. Dengan yakin kuanggukan kepalaku kepadanya. Senyuman tergores dikedua sudut bibirnya, senyuman yang membuat matanya ikut tersenyum.copyright protection220PENANAgBcnfYWJ4n

.copyright protection220PENANALRPU6jVBmj

.copyright protection220PENANAgMjkmWB1Cq

[delapan]copyright protection220PENANAmT1yhhwe0A

Kedua telapak kakiku kini berlari menyusuri padang rumput yang menenangkan –kembali tanpa mengenakan alas kaki. Dapat kurasakan sinar mentari yang hangat menyapa kulitku.copyright protection220PENANABMsrHzKCa6

Senyuman lebar tidak mengendur dari kedua sudut bibirku sedari tadi. Kedua pendengaranku dapat menangkap teriakan kecil kebahagian darinya. Sepertinya ia sangat bahagia. Pasti ia juga tersenyum lebar sama seperti ku.copyright protection220PENANAVqTfLfbmhO

Tak terhitung berapa langkahku menyusuri padang rumput ini. hingga perlahan jemarinya yang mungil menepuk pelan pundakku, memintaku untuk berhenti. Sepertinya ia menyadari aku sudah terlalu lelah untuk berlari.copyright protection220PENANAMDHOcY6Id7

“aku mengerti.” Sahutku padanya. Kini aku duduk dihamparan padang rumput yang luas.copyright protection220PENANAjOTLfAlZcv

“terima kasih hyung” katanya sambil tersenyum. Aku mengangguk kecil, kemudian mengusap surai hitamnya pelan.copyright protection220PENANA68WZnHfz3x

“tidak ada beban lagi. Aku akan tenang sekarang.” Pandangannya menyapu keatas.copyright protection220PENANAnQa4Em3L5h

“apa maksudmu?” aku mengerutkan kedua alisku. Pernyataan yang disampaikannya, menurutku itu terdengar begitu ambigu. Apa yang sedang dipikirkan namja yang lebih muda dariku ini?copyright protection220PENANASo5Lalmvky

“terima kasih untuk membantuku meraih harapanku. Itu benar tidak ada salahnya menggantungkan sedikit harapan pada langit. Sedikit saja. Bocah itu memang benar.” Ia terkekeh kecil. Menyadari betapa benarnya bocah itu. Aku tersenyum kecil –ikut membenarkan apa yang disampaikannya.copyright protection220PENANA1rHXr5EHEI

“dan juga, terima kasih sudah menjadi kedua kakiku hari ini. saat menutup kedua mataku, aku dapat merasakan bahwa akulah yang sedang berlari. Maaf membuatmu merasa lelah.” Kini ia menatapku dengan senyum tipis. Dengan cepat aku menggelengkan kepalaku.copyright protection220PENANAe1yp6dLaYR

“tidak itu tidak benar. Aku hanya inngin membantumu meraih harapanmu.”copyright protection220PENANArQfxCqSYVd

“akhirnya untuk pertama kalinya setelah lima tahun aku dapat berlari, meski tidak dengan kedua kakiku sendiri. Tapi aku merasa sangat bahagia.” Airmata mulai membasahi kedua pipinya. Aku memeluknya erat, berusaha menyampaikan padanya bahwa aku tidak akan menjauh dari siapapun lagi.copyright protection220PENANAxWFeU6kzOY

Isakannya semakin menjadi. Dapat kurasakan kemeja yang kukenakan basah oleh airmatanya. Sesekali jemari kasarku mengusap pelan punggungnya.copyright protection220PENANAh20Pr73di2

“mari kita pulang. Jangan lupa untuk memakan rotinya ya? Itu dari yoongi hyung.” Ia melepaskan diri dari dekapanku. Senyum tulus tergores diwajahnya. Ia mengangguk pelan sambil menyeka kedua ujung matanya.copyright protection220PENANA4KTkhvKatF

“sebelum hari ini berakhir, aku akan memakan rotinya. Sampaikan ucapan terima kasihku pada semua orang.”copyright protection220PENANAn1C3gwaA5Y

Dan pada akhirnya matahari mulai pulang ke peraduannya. Menyisakan seberkas kejinggan disana. Kami pulang kerumahnya dengan senyuman yang mengembang. Dengan aku yang menggendongnya dibelakangku, dengan aku menjadi kedua kakinya.copyright protection220PENANAzn0AcsHgF0

Dia seseorang yang kehilangan kedua kakinya 5 tahun lalu karena kecelakaan kereta. Sehari sebelum kecelakan kereta, kedua orangtuanya meninggal tanpa sebab. Dan pada hari itu ia melepaskan seluruh harapannya. Hidup tanpa harapan. Tanpa senyuman.copyright protection220PENANAiKKb42HOdb

Hari ini senyuman tulus pertama setelah lima tahun terukir diwajah kurusnya. Tubuhnya yang semaki hari semakin mengenaskan, membuatku tidak sanggup menatapnya. Ia hidup seorang diri. Ia hidup hanya karena belas kasihan warga desa akan nasibnya. Namun sekalipun ia tidak pernah mengasihani dirinya sendiri. Menyalahakan semua takdir buruk itu pada kelahirannya.copyright protection220PENANAuBc6EsDO3I

Dia –park jimin. Namja yang matanya ikut tersenyum jika bibirnya tersenyum. Netranya yang bagai bulan sabit bila tersenyum.copyright protection220PENANAMC5NdifUzV

Dia –park jimin. Seorang pemuda yang bernasib sama, dipecundangi berulang kali oleh waktu.copyright protection220PENANAVSFG3JJLyW

.copyright protection220PENANAW2x89cBM0F

.copyright protection220PENANAvNhBAvUQpt

[sembilan]copyright protection220PENANAMllr1pbKaK

Aku kembali mengitari pasar yang begitu ramai. Para pedagang sibuk menjajakan dagangannya yang beragam. Mulai dari berbagai jenis sayuran, ikan, daging ayam, pakaian, hingga lainnya.copyright protection220PENANAH7MefWqRIr

Tujuan awalku kemari bukanlah membeli sesuatu. Uangku saja sudah sekarat dalam dompet. Ya dompet tipis –itulah julukanku. Aku hanya sibuk mencari kakek tua yang bersedia meminjamkan bukunya secara percuma. Meskipun pendidikanku tidak berlanjut –putus sekolah. Namun aku selalu menyempatkan diri kemari. Sekedar membaca berbagi macam buku agar menambah pengetahuan. Aku iri pada mereka yang bisa mengenyam bangku pendidikan yang tinggi.copyright protection220PENANAwdeOPPjJFJ

“halo kakek..” sapaku hangat. Diusianya yang sudah tidak muda lagi, kakek itu masih saja terlihat sehat dan bugar.copyright protection220PENANAcr5yT6Y5R8

“halo namjoonie. Aku ada buku baru, bacalah.” Senyum manis terukir diwajahnya yang keriput. Aku tersenyum senang. Kedua netraku pasti berbinar saat ini. buku baru adalah hal yang kutunggu. Ya sekitar satu minggu untuk memesannya kata kakek. Karena memesannya dikota.copyright protection220PENANAPyfCNvyenh

Dengan cepat aku segera duduk, mengambil buku yang masih baru –terlihat dari sampulnya, lalu duduk dengan tenang membacanya. Tidak berselang lama, teriakan warga mengecoh konsentrasiku.copyright protection220PENANAFUuUIkJ23p

“MALING!!”copyright protection220PENANAMgRRPLYNQP

“MALING!! KEJAR DIA!!”copyright protection220PENANAWGocicHRq5

“JANGAN BIARKAN DIA LOLOS!!”copyright protection220PENANA86ZD0IXKL1

Ada maling. Berbaju hitam dan melewatiku begitu saja secepat angin. Tunggu.. sepertinya aku mengenalinya. Bukankah dia? Tunggu.. apa jangan-jangan..copyright protection220PENANA9xh1p6MnTD

Dengan cepat aku segera memacu lariku. Meninggalkan begitu saja buku yang belum sempat kubaca. Saat ini yang ada dipikiranku hanyalah tentang namja itu. Sepertinya aku dapat mengejarnya, terbukti dengan lengannya yang dapat kuraih. Secepat yang kubisa, aku segera menariknya bersembunyi di sebuah gudang kosong. Tidak akan ada yang melihat kami disini.copyright protection220PENANAcQkB2DNKud

Aku menghela napas berulang kali. Menghirup kemudian menghembuskannya, mencoba mengembalikan detak jantungku menjadi normal. Kulihat wajahnya yang masih sama –namun tertutup topi hitam yang dikenakannya. Ia juga menghela napasnya berulang kali –sama sepertiku.copyright protection220PENANAPDkPgkxe5i

“apa kabar?” tanyaku padanya. Ia menoleh dengan gemetar.copyright protection220PENANAffQwgfD3Cx

“aku? A-aku baik.” Cukup singkat. Berbeda dengan dirinya yang dulu.copyright protection220PENANAGPn1qpEe98

“mengapa sekarang ka-copyright protection220PENANAsZLMO27lgc

“tidak memiliki uang. Dan kau tahu apa alasannya.” Selanya secepat yang ia bisa. Kulihat ia menghela napas panjang. Aku tahu, harusnya aku tahu alasannya akan hal yang ia lakukan.copyright protection220PENANAEvru2HJFLl

“bagaimana keadaannya?” tanyaku kembali. Ia tidak menatapku, netranya diedarkan pada pintu masuk gudang kosong.copyright protection220PENANAdsaAtB07Pa

“kau tahu.”copyright protection220PENANAgh913X4bjk

“jangan bersikap dingin seperti itu.” Kataku lirih.copyright protection220PENANAnXQPrTxbzi

“kalian yang memaksa kami seperti itu!” nadanya agak sedikit membentakku –meskipun aku lebih tua darinya.copyright protection220PENANAxMKHndjnl8

“kami salah. Kita salah. Dengan pergi tidak ada yang terselesaikan. Harapan yang kita gantungan pada langit biru yang cerah, harapan itu perlahan kita tarik kembali. Aku hanya ingin mewujud sebagai mimpi kalian semua.” Ia terdiam. Perlahan airmata mulai membasahi kedua pipinya.copyright protection220PENANAxBqGDuEHFX

“kau benar hyung. Bantu aku mewujudkan harapanku.” Isakannya semakin terdengar jelas.copyright protection220PENANA23VTSnMpyl

“aku tahu. Aku akan membantumu membuat jungkook tersenyum lagi.”copyright protection220PENANAI58sNvG7S1

.copyright protection220PENANAgpCG6fbKXR

.copyright protection220PENANAIZUDSN0Fdz

[sepuluh]copyright protection220PENANA0VF8otD5Aw

“jungkook…” aku memanggil namanya dengan hati-hati. Takut-takut kalau kedatangan kami tidak membuatnya bahagia.copyright protection220PENANA6QVJw2ZIMW

Aku tidak sendirian sekarang. Aku sudah berhasil membawa yoongi hyung, hoseok, dan juga jimin kemari. Melalui sederet permohonan pada mereka, akhirnya mereka mau datang kemari –kerumah jungkook dan taehyung.copyright protection220PENANAzvWu8Oh9tv

Kami bertujuh bersahabat sejak kecil. Ya tidak terlalu kecil juga. Kira-kira semenjak aku duduk dikelas 4.copyright protection220PENANAJuqoDPShUs

Saat kami lulus smp, kami semua mulai berubah. Ya kami hanya lulusan smp. Jika ingin melanjutkan ke sma harus ke desa sebelah. Karena desa kami yang masih terbelakang waktu itu. hanya ada sekolah sampai jenjang smp. Uang lagi-lagi penghalang kami untuk bisa meneruskan sekolah.copyright protection220PENANAN0iJKPLJxy

Kami saling berjauhan. Tidak menyapa dengan hangat lagi, juga mulai melupakan kenangan lampau –akan masa masa kami bersama. Ada banyak kenangan yang kami ingat, namun kami berpura-pura melupakan.copyright protection220PENANAG73CBcqTmU

Aku tahu saatnya untuk melupakan semuanya. Menyatukan semuanya kembali. Kemudian aku bisa tenang.copyright protection220PENANAo6pPv2Enky

“namjoon hyung? Itu kau bukan?” Tanya nya padaku. suaranya begitu kecil, seperti bisikan angin.copyright protection220PENANAP7z7RkXC3u

“iya ini aku. Tebak siapa yang datang.”kini kulihat taehyung mulai menangis. Air mata terus mengalir dari kedua ujung matanya. Tetapi ia menahan isakannya –agar jungkook tidak bersedih.copyright protection220PENANAbJCemdrM7O

“kalian semua datang?” nada kalimat yang terlontar dari bibir pucatnya kini naik satu oktaf. Aku tersenyum simpul. Kuanggukkan kepalaku kecil –membenarkan pertanyaannya.copyright protection220PENANAHvU7kpaZMu

Kini ia berbalik. Semula ia duduk membelakangi kami, duduk di sebuah kursi kayu reyot dengan memegang sebuah buku lama. Senyuman mengembang indah diwajahnya. Ia memang paling rupawan diantara kami. Saat ia tersenyum, wajahnya sangat indah seperti bunga yang mekar.copyright protection220PENANAxBB7JsrG5v

Semua terdiam. Tidak ada yang berani membuka suara. Senyuman yang sudah kami siapkan dengan sempurna mengendur dengan pasti –terkecuali taehyung. Kurasa inilah alasan yang jelas mengapa taehyung mencuri tadi. Keadaan lagi-lagi membuat semuanya terlihat rumit.copyright protection220PENANAbgfNvB1Xo8

Taehyung menggigit bibir bawahnya. Ia berusaha menahan isakan yang mencoba lolos dari bibirnya.copyright protection220PENANAL6EFdZ5nYR

“kau menangis hyung?” jungkook memegang lengan taehyung. Sepertinya ia sangat mengetahui banyak hal sekarang. Ia menjadi lebih peka –dari sebelumnya.copyright protection220PENANARwttDcW5T1

Taehyung menggeleng pelan. Jemarinya balas menggenggam erat jemari jungkook. Tidak ada satupun dari kami yang tidak menangis saat itu. kami berusaha mati-matian menahan isakan kami –sama seperti taehyung.copyright protection220PENANAB5iRSOsULR

“sebenarnya tidak se-copyright protection220PENANA3wXHcbGhyE

“apa jin hyung disini?” ia menyela kalimatku.copyright protection220PENANA8qaCUOPQUI

“…” kami semua terdiam. Tidak tahu harus menjawab pertanyaan itu dengan jawaban apa.copyright protection220PENANASwNbnGZPBL

“aku tahu. Jangan dilanjutkan.” Ia melanjutkan sendiri kalimatnya.copyright protection220PENANAHEhEluQ2Lp

“jungko-copyright protection220PENANAGUPRxKGmBB

“terima kasih.. kalian sudah mau datang mengunjungiku. Aku pikir sampai aku mati, kalian tidak sudi melihat wajahku. Maaf sudah membuat semuanya berubah.” Ia kembali menyela.copyright protection220PENANA4u7SFuzFka

“tidak jungko-copyright protection220PENANAq1OIGacwcY

“aku tahu. Tapi bisakah kalian mewujudkan harapan terakhirku? Aku janji ini adalah harapan yang terakhir. Tidak aka nada harapan lagi nantinya.” Airmata mengalir dari kedua ujung matanya. Tetapi isakan sema sekali tidak keluar dari bibir pucatnya.copyright protection220PENANAVTTLLqvrM6

Kami semua menangguk.copyright protection220PENANA2RB9JgDiWY

“apa itu?” kini yoongi hyung membuka suara.copyright protection220PENANAtnZi5FsibF

“antar aku menemui jin hyung.”copyright protection220PENANAh7ybSjBoLo

.copyright protection220PENANAvNg6XZnBij

.copyright protection220PENANAzMGy4Mew5p

[sebelas]copyright protection220PENANAbmxKxp49NP

Kereta yang kami tumpangi membawa kami menuju busan. Kami semua sepakat untuk mengantarkan jungkook menemui jin hyung.copyright protection220PENANAyiDOoAOMc7

Setelah mengalami sederet permasalahan, akhirnya kami mendapatkan uang untuk pergi kesana. Yoongi hyung kali ini mencoba melawan. Gaji yang belum dibayar selama dua bulan, yoongi hyung mendesak bosnya hingga akhirnya bosnya mau memberikan gajinya –meskipun kurang dari setengah yang dijanjikan.copyright protection220PENANA5LTMkXyyuD

Hoseok memecahkan celengan ayam kesayangannya. Lalu uang itu diberikannya pada yoongi. Aku menagih janji tuan tanah mengenai gaji mengurus sawahnya. Semua uang itu kami gabungkan menjadi satu, lalu kami segera membeli tiket kereta sebanyak enam buah. Sisanya kami gunakan sebagai uang makan selama disana.copyright protection220PENANAYG0vqyVuII

“mengapa firasatku tidak enak ya namjoon?” yoongi hyung yang duduk bersebelahan denganku memegang lehernya. Aku menggeleng pelan. Ia menghembuskan napas dalam, mencoba mengusir perasaan aneh yang dirasakannya.copyright protection220PENANAkh1X5qyUcL

Jujur sebenarnya aku juga merasakan perasaan aneh. Sesuatu yang sulit untuk dijelaskan. Firasat buruk.copyright protection220PENANA2ixV4RTDqn

“hyung..” jungkook memegang bahuku.copyright protection220PENANAgp3hVuPQYy

“ya? Ada apa?” aku menoleh kepadanya. Ia tersenyum –senyum yang aneh.copyright protection220PENANAzjPBgU1PPe

“sepertinya kita tidak bisa menemui jin hyung ya?”copyright protection220PENANAARw7NAYGdp

.copyright protection220PENANA3uP7LKBBBA

.copyright protection220PENANA9aTYLaTNZJ

[dua belas]copyright protection220PENANA2zAyGn9F4n

Untuk namjoonie,copyright protection220PENANA58SUfEERff

Namjoon.. apa kabar? Sepertinya ini surat pertamaku sesampainya aku di busan. Disini menyenangkan namjoon. Laut dan pemandangannya. Andai kita semua bisa kemari. Sekarang aku sendirian disini. copyright protection220PENANAspqlncvh0v

Ini sepertinya surat yang pertama sekaligus yang terakhir namjoon. Aku memutuskan mengakhiri semuanya disini –busan. Saat senja tiba. Aku merindukan senja bersama kalian.copyright protection220PENANA024BBLZKr4

Titip pesan untuk yoongi, bilang padanya untuk bekerja keras dalam meraih mimpinya. Bilang pada hoseok untuk selalu semangat, kehilangan satu kaki itu tidak merubah segalanya. Ia harus kuat agar ia dapat menjadi composer nantinya. Untuk jimin, bilang padanya bahwa aku menyayanginya. Jadilah kedua kaki untuknya namjoon. Titip pesan juga untuk taehyung dan jungkook. Bilang pada mereka untuk jangan khawatir, aku tidak membenci mereka. Meskipun mereka berdua telah membuat tunanganku gila. Ya bilang seperti itu. aku menyesal, telah menarik dengan keras kursi yang dulu diduduki jungkook. Aku tidak pernah menyangka itu akan membuatnya kehilangan penglihatannya. Tapi itu sebenarnya cukup pantas untuk dia dapatkan.copyright protection220PENANA8wc0rsE6kU

Nah namjoon.. aku ke busan karena orang tua Ye jin meneleponku. Tebak apa yang mereka katakan.. kau tidak bisa? Baiklah, mereka mengatakan bahwa Ye jin membunuh dirinya sendiri. Tragis bukan? Padahal aku ingin melamarnya saat ia sembuh. Semua karena kakak beradik sialan itu! Tapi aku tidak akan bersikap tidak dewasa lagi. copyright protection220PENANAmMjN7HZDZZ

Jadi.. aku memutuskan untuk membunuh diriku sendiri. Setidaknya aku dan Ye jin akan bisa bersama. Jadi hiduplah dengan baik. Jangan lupa memakai alas kaki, nanti kakimu terluka lagi.copyright protection220PENANA802dBDZBoq

Tinggal beberapa detik lagi, reaksi racun yang kuminum mulai bekerja. Terima kasih namjoon mau menjadi sahabatku selama ini. aku sangat menyayangimu.copyright protection220PENANAFxXRypkcvE

10 detik lagi.copyright protection220PENANA7RqrFy9Eb8

Namjoon aku tidak bisa mempercayainya lagi. Meskipun itu untuk sekali lagi.copyright protection220PENANAEk8HxKkwlJ

.copyright protection220PENANAX1gUTOjd1P

.copyright protection220PENANAR9HiAmQJ01

[tiga belas]copyright protection220PENANARFm0mTLHq7

Harapan ku hanya satu. Agar persahabatan kita kembali. Pada akhirnya apa yang aku perjuangkan berbuah dengan manis. Semuanya mulai kembali, kenangan yang mulai memudar, juga wajah-wajah yang kurindukan.copyright protection220PENANAqn8Hi1wBfy

Saat satu lagi harapanku terwujud, semua yang tidak diharapkan itu muncul. Membuat lidahku terasa kelu, tubuhku mati rasa, seakan rasa sakit tidak dapat lagi kurasakan.copyright protection220PENANAq7H7piuf1u

Semuanya terasa melayang. Bunyi decit tak terhindarkan, juga suara-suara memekak kan telinga. Pada akhirnya tidak ada yang terdengar. Tidak ada lagi yang dapat terlihat –kecuali senyuman kalian semua.copyright protection220PENANAhTaDUwxFdX

Pada akhirnya kini aku terbangun. Segala yang kupikir mimpi buruk, bahkan semua ini lebih dari mimpi buruk.copyright protection220PENANANElVmDXTfc

Tubuh-tubuh yang membeku. Jemari-jemari yang terasa dingin. Pada akhirnya aku berlari sendiri, menyusuri jalan gelap yang seakan tak berujung.copyright protection220PENANAsFkaNJshZu

Dan pada akhirnya, tidak ada yang tersisa.copyright protection220PENANAMgoWUitsYH

Semuanya telah pergi. Dan aku sendiri disini. Menatap keenam makam yang saling berjajar. Dibawah senja yang senantiasa merangkulku layaknya kalian. Pada akhirnya hanya senjalah yang tersisa bersamaku –selain kenangan indah dan menyakitkan.copyright protection220PENANAqLmLHJoECD

Aku telah mewujud sebagai mimpi kalian semua. Aku telah berhasil, walau pada akhirnya kalian semua pergi. Hanya isakan yang memenuhi tempat ini. isakan yang keluar tanpa henti dari bibirku.copyright protection220PENANAR4jbf7VHpU

Seperti kenangan yang dulu kita habiskan. Bisakah aku mempercayai semuanya lagi? Bisakah aku percaya sekali lagi, bahwa harapan itu ada?copyright protection220PENANAbbbA86SCyR

Jika bisa, aku ingin kalian kembali. Aku ingin kalian memegang bahuku dan tersenyum lebar padaku. Menunjukan ciri khas kalian masing-masing yang kurindukan.copyright protection220PENANAjYCGJjp8Y1

.copyright protection220PENANAMP661ldW3C

.copyright protection220PENANARfO2PX8IAG

[empat belas]copyright protection220PENANAzTEbzovYxt

Pada akhirnya, senja jugalah yang merangkul kalian semua untuk pulang.copyright protection220PENANA0ji7qksDgv

.copyright protection220PENANAg7L5aA3iiD

.copyright protection220PENANAZRxE372y6A

author note: thank you for reading my story. this is bts fanfiction. i hope you all like it. thank you very much^^copyright protection220PENANA16UkdkEGYV

54.198.23.251

ns54.198.23.251da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X