×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Dark
Marriage
LUST OF MADNESS
Writer LEONIDAS_Lee
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
PG
RATED
405 Reads
32 Likes
25 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
LUST OF MADNESS
25 Bookmarks
A - A - A
#1
90.1 | BLOOD
LEONIDAS_Lee
No Plagiarism!JDmeul671GK7Xqto4yJaposted on PENANA
Duan mencari keberadaan maid dan ia sungguh terkejut saat melihat para bodyguard dan maid yang lainnya terkapar di lantai tak sadarkan diri. 
125Please respect copyright.PENANATQVcYu1raW
Racun itu secara perlahan mempengaruhi kinerja tubuhnya meski secara lambat. Mulai dari sesak napas dan pandangan mata yang mengabur buram. 
125Please respect copyright.PENANAVxCwRJAAUd
Namun, dia berusaha untuk tidak merasakannya dan berbanding terbalik dengan rasa sakit yang menghujam kepalanya bertubi-tubi. 
125Please respect copyright.PENANA1fW9MIELVJ
Duanovic terus berusaha melangkah akan tetapi tiba-tiba sekujur badannya melemas dan ia jatuh berlutut. 
125Please respect copyright.PENANAmOzi1xM2ZX
Pria itu menumpukan beban tubuhnya ke sisi dinding sembari mengusap kasar keringat dingin yang mengembun di keningnya. 
125Please respect copyright.PENANAZUvCqnl1Xf
Permukaan kulit wajahnya sepucat kapas namun tidak dapat menyembunyikan amarah yang menguasai dirinya dan menggelegak bagai bara api yang membakar dadanya sedemikian rupa. 
125Please respect copyright.PENANAfZub8hUM2P
Umpatan demi umpatan di lontarkannya dalam hati dengan napas terengah-engah. 
125Please respect copyright.PENANAvpE5HFDuHC
"Bereng-sek..." desisnya berusaha menjaga kesadarannya yang kian tidak dapat dia kendalikan. 
125Please respect copyright.PENANAsGwXjXkEZi
Derap langkah di mansion megah nan luas itu menggema seolah mengejek ketidak berdayaannya. Sepasang sepatu mengkilat berhenti di hadapannya. 
125Please respect copyright.PENANAUehpqpGkcJ
Duanovic terpaksa mengangkat kepalanya seiring renggutan keras seseorang pada rambutnya. 
125Please respect copyright.PENANAaI8ONPtqka
Dalam penglihatannya, wajah seseorang asing itu begitu samar. Pria asing tersebut mendekatkan wajahnya dan menekan keningnya ke kening Duanovic bersama seringai penuh kemenangan yang terukir di sudut bibirnya. 
125Please respect copyright.PENANA2MRzJax4Pw
"Akhirnya kita berjumpa lagi, Adik." Kekehnya sembari membuang asap rokok tepat ke wajah Duanovic. 
125Please respect copyright.PENANAmKKE9a4Qvg
Di antara batas kesadarannya yang kian menipis, Duanovic tertawa sumbang serta dalam sekejap menghantamkan kepalanya ke kening Alek hingga sang musuh nyaris terhuyung ke belakang. 
125Please respect copyright.PENANAAFYItMyWdS
Namun, Alek tidak tinggal diam
Hantaman telak bersarang di rahang Duanovic hingga pria dari klan Romanov menyemburkan darah segar mengental setelah kepalanya terpelanting ke samping. 
125Please respect copyright.PENANA7gEZPoamt0
BUGH! 
125Please respect copyright.PENANATQKDuUOyLj
BUGH! 
125Please respect copyright.PENANAPlZO3sACpN
"Ke-pa-rat..." umpat Duanovic penuh rasa kesal. Baru kali ini dia merasa tidak berdaya. 
125Please respect copyright.PENANAvx49xTyHg1
Baru kali ini ia membenci dirinya. Satu yang memenuhi benaknya. 
125Please respect copyright.PENANAH9SsNmnCV8
Bagaimana kondisi Bella dan Ivan? 
125Please respect copyright.PENANAWKtVzxo9aN
Bagaimana kondisi calon buah hatinya? 
125Please respect copyright.PENANAXFl1PSVnAc
Perlahan tubuh yang bersandar pada sisi dinding tersebut terkulai dan terjatuh ke samping. Dia merasa sangat berat hanya untuk sekedar membuka kedua kelopak matanya. 
125Please respect copyright.PENANApimiKaE7MA
"Bawa ke tiga orang ini dan masukan ke dalam mobil. Sekarang!" perintah seseorang dengan intonasi tegas nan dingin tak berperasaan. Tawa itu kembali menggema dalam mansion. Di iringi bentakan demi bentakan dari anak buah Aleksey. 
125Please respect copyright.PENANAgIlKEUi24s
........... 
125Please respect copyright.PENANAQ27b4X40kE
125Please respect copyright.PENANAcKWz2GJHOw
Seorang pria terlihat tidak sadarkan diri. Tempat itu terasa dingin menusuk dan pengap. Membuat seluruh tulangnya seolah remuk redam.
125Please respect copyright.PENANAi5eDQTx8VC
Dia perlahan membuka kedua kelopak matanya. Entah sudah berapa lama dia dalam kondisi seperti ini. 
125Please respect copyright.PENANABLEJXIG1I1
Sesaat dirinya mengerjapkan mata serta menajamkan penglihatannya yang berangsur membaik kemudian mengangkat kepalanya yang terkulai. 
125Please respect copyright.PENANAFVLBuOiew7
Duanovic menggerakkan kedua tangannya. Rasa perih yang menyengat pergelangan tangannya tidak dia hiraukan. 
125Please respect copyright.PENANAKOdZr3SZbN
Demi Tuhan! 
125Please respect copyright.PENANABMzfvwYbxG
Dia hanya ingin memastikan kondisi isterinya dan calon buah hatinya serta keadaan sang Ayah. Dia belum sempat mengatakan bahwa dirinya menyayangi Ivan dan telah memaafkan kesalahan sang Ayah.
125Please respect copyright.PENANAccBYO6N7lj
Duanovic takkan semudah itu di tumbangkan. Takkan pernah ada kata menyerah dalam kamus hidupnya. 
125Please respect copyright.PENANAe57r4zuXyG
Dia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan persegi kusam itu. Kemudian menatap langit-langit tempat tersebut. Kembali melirik ke arah kanan dan ke arah kiri demi mencari celah agar dapat melepaskan diri dari jerat borgol berantai yang memerangkap pergelangan tangannya. 
125Please respect copyright.PENANAL9skpYQnao
"Shit!" 
125Please respect copyright.PENANA4mBGlpM8w7
Umpatnya keras tatkala ia baru saja menyadari bila dirinya berada dalam jeruji besi yang muram.
125Please respect copyright.PENANArLdzdi8IfG
Gema langkah kaki membuat Duanovic waspada. Tawa keparat memuakkan itu merampas perhatiannya dalam sekejap. 
125Please respect copyright.PENANAo1QRlgPcDZ
Seseorang berdiri bersama sebuah alat perekam suara berada di tangannya dan dia menekan tombol play. 
125Please respect copyright.PENANAAImboHBbQ8
Duanovic mendesis penuh amarah saat suara isterinya terdengar sangat menyakitkan. Rintihan itu membuat Duanovic menggeram tidak suka. Dia bersumpah akan segera mencabut nyawa Alek dengan kedua tangannya. 
125Please respect copyright.PENANAjiUwR7PZP5
'Lepaskan aku... Jangan lakukan ini berengsek! Di-dia akan membunuhmu.'
125Please respect copyright.PENANAGe6x5rNUEr
'Tidak. Tidak... jangan sakiti anakku... hikzz hikzz...' 
125Please respect copyright.PENANAUe9gqxY2JO
BUGH! 
125Please respect copyright.PENANAb275zYdoY3
'Aarrgghh!' 
125Please respect copyright.PENANAtEhAbn2YhG
'Uhuk...uhuk...ka-lian penge-cut...'
125Please respect copyright.PENANApcVztm6roP
'Aku lelah...ku-mohon jangan menyentuhku...' 
125Please respect copyright.PENANAgASnGrmTQk
Alek tersenyum renyah sembari menekan tombol pause dan menatap Duanovic dengan pandangan dingin. 
125Please respect copyright.PENANAXkZeUaCW9U
"Apakah aku telah mendapatkan sedikit saja perhatian darimu, Adik?" tanya Alek bersama senyuman yang bertambah lebar. 
125Please respect copyright.PENANADz6y8zUf1j
Alek melangkah masuk ke dalam jeruji sel setelah membuka kunci tersebut di susul suara derit karat yang beradu ngilu. 
125Please respect copyright.PENANA5iTXGzp2tg
Krieet... 
125Please respect copyright.PENANAnqAmFvxhsH
Alek berdiri di depan Duanovic seraya berkata. "Mengapa kau terdiam? Tebaklah. Aku selalu memantau dan memata-matai kalian. Kupikir takkan semudah ini. Ternyata ck ck," kekeh Aleksey dan dalam sepersekian detik, ia melayangkan hantaman keras pada ulu hati Duanovic berulang kali. 
125Please respect copyright.PENANAb5ghEpRyFT
BUGH! 
125Please respect copyright.PENANASKbLISl8VO
"Uhuuk! Uhukk! Aku takkan menyerah padamu, Alek. Aku takkan memohon padamu," desis Duanovic dengan lelehan darah mengental di sudut bibirnya akibat dari daging yang pecah dan robek. 
125Please respect copyright.PENANAoieZETvcbX
Sorot mata Duanovic penuh semangat menggebu-gebu dan dia akan bertahan serta takkan menuruti perintah Alek, apa pun itu. 
125Please respect copyright.PENANATm39EIzwhe
Namun, jauh dalam lubuk hatinya. Tangis penuh rasa sakit menggema dalam kepalanya membuat jantung Duanovic serasa di tikam oleh ribuan jarum. 
125Please respect copyright.PENANAp9ZBUHugQp
Mendengar suara Bella yang kesakitan sanggup membuatnya menggila. 
125Please respect copyright.PENANA4eHiemcJyn
Sebenarnya terselip rasa takut menyelinap diam-diam saat ini. 
125Please respect copyright.PENANAHrKLBptbVK
Sebenarnya rongga dadanya berderak perih karena demi apa pun dia rela menjadi tameng untuk keselamatan keluarganya. 
125Please respect copyright.PENANAplToXO6r4W
Alek mencengkeram leher Duanovic hingga napas pria itu tercekat. 
125Please respect copyright.PENANAQ9byrpVE9u
"Kau akan memohon padaku-Leonardo dan Duanovic. Memohonlah agar aku mengampuni isterimu yang cantik itu," geramnya seraya mengulas senyuman culas penuh maksud terselubung. 
125Please respect copyright.PENANA2QVMCxc5I8
"Memohonlah agar setiap helai pakaiannya masih melekat lengkap." Alek kembali menyeringai. "Dan memohonlah agar Erastrabella tidak aku sakiti tepat di hadapanmu." 
125Please respect copyright.PENANAQ8tKxrzDSE
Alek mengerutkan alisnya keheranan melihat Duanovic yang hanya mengatupkan rahangnya dan menghujamkan tatapan menantang kepada dirinya. 
125Please respect copyright.PENANAAJNLifbdTl
"Masih membisu rupanya." Alek menghantam wajah pria itu untuk yang ke sekian kalinya hingga tercipta jejak-jejak membiru serta aroma pekatnya darah menguar dalam mulut Duanovic. 
125Please respect copyright.PENANAHVcDIObVTU
"Bawa wanita itu kemari!" tukas Alek tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Duanovic dan memerintahkan anak buahnya yang berdiri beberapa meter di belakangnya. 
125Please respect copyright.PENANA3K2wuzX3dQ
Terjadi hening yang mendominasi dan hanya embusan napas saling menderu. 
125Please respect copyright.PENANAHNAvzSKK5E
Alek berbisik tepat di samping telinga Duanovic. "Lalu... telanjangi dia di depan suaminya tercinta," ujarnya sembari terkekeh pelan bersama rasa senang dan bahagia menyaksikan pria angkuh dari klan Romanov terlihat tidak berdaya karena perbuatannya. 
125Please respect copyright.PENANA5NAiqi6Cd0
Hell, Alek bisa saja dengan mudahnya membekuk Duanovic atau pun Leonardo. Namun, Alek menunggu waktu yang tepat. 
125Please respect copyright.PENANAwhKyNe8Lil
Membunuh calon anak Bella tepat di depan mata adik tirinya. Bukankah ini rencana yang cerdas? 
125Please respect copyright.PENANAC09cvI4gta
Sialan!
125Please respect copyright.PENANAUzXuRoNX01
Dia masih ingat meski masih samar bagaimana saat sang Ayah kandung meregang nyawa dengan tenggorokan yang nyaris putus--tepat di depan Alek yang saat itu masih berusia lima tahun. Usia yang seharusnya mendapatkan kasih dan sayang. 
125Please respect copyright.PENANAXxiI56XeSf
Alek Meringkuk di sudut kamar sang Ayah dengan sekujur tubuh bergetar bersama kedua bola mata yang melebar terkejut. 
125Please respect copyright.PENANAAugJGMsL2W
Bagaimana rasanya bila kilasan demi kilasan mengerikan yang berusaha dia singkirkan, diam-diam menerobos alam bawah sadarnya? 
125Please respect copyright.PENANAWXvTrmifkj
Sehingga memupuk rasa sayang sekaligus kebencian pelik terhadap Ivankov serta Leonardo. 
125Please respect copyright.PENANAhiQz0VGXay
Bagaimana rasanya jika dia telah berusaha keras membuat Ivankov bangga kepadanya? Namun, semua jerih payahnya pada akhirnya percuma. 
125Please respect copyright.PENANAdK3tuKfXvh
Alek hanya ingin di sayangi oleh Ivankov. Bahkan dia bersedia mengubur ingatan kematian Ayah kandungnya. Namun, apa yang di dapatkannya? 
125Please respect copyright.PENANATreolGLEW6
Ivan sialan itu selalu saja menomor dua 'kan dirinya. Aleksey selalu tidak terlihat. 
125Please respect copyright.PENANAXdoNNoJtmT
Alek hanyalah bayang-bayang yang tidak memiliki arti apa pun. Alek bersama rasa sepi yang mengungkung jiwanya. 
125Please respect copyright.PENANA2zE539Pi6l
Alek dengan semua pengharapannya yang tinggi dan pada akhirnya mendapatkan kekecewaan bersama puing-puing hatinya yang hancur kemudian melahirkan kebencian yang pekat. 
125Please respect copyright.PENANAA0NPp9waNs
Maka dia juga merampas satu-satunya yang tersisa dari Ivankov yaitu Leonardo atau sang alter ego yang bernama Duanovic, setelah membunuh jalang Neva Cedric tepat di hadapan Leonardo. 
125Please respect copyright.PENANAgKFFxs4gWq
Hanya untuk sekedar mencari perhatian Ivan dan untuk ke sekian kalinya Alek gagal. Tidak ada ruang di hati Ivan untuk dirinya. 
125Please respect copyright.PENANA9Y0O43XUm4
"Kau akan menyesalinya, Alek." Desis Duanovic sambil menghujamkan tatapan menusuk kepada Alek. 
125Please respect copyright.PENANAfX53NucjF0
"Hm. Masih sanggup mengancam bahkan dalam kondisi menyedihkan seperti ini. Aku akan memberikan pilihan padamu. Apakah kau akan meyelamatkan nyawa Papa kita atau 'kah lebih memilih menyelamatkan nyawa isteri dan calon anakmu," ucap Alek datar tanpa perubahan emosi yang terlihat pada raut wajahnya. 
125Please respect copyright.PENANALWKrBhUFyQ
Alek berbalik pergi dan memerintahkan anak buahnya agar melempar Bella ke hadapan suaminya dengan kondisi yang pasti akan membuat Duanovic meradang. 
125Please respect copyright.PENANA6IP6wTauNx
"Selamat berpikir," gumam Alek seraya menutup pintu tersebut. 

_______copyright protection121PENANA6Gc3nspzBG

TBCcopyright protection121PENANALkj7zOsGVu

Happy Reading copyright protection121PENANAmGBk64IaCr

—LEONIDAScopyright protection121PENANAlI7xMvZc4A

54.196.38.114

ns54.196.38.114da2
Comments ( 6 )

Mashel DW - Ditunggu, part selanjutnya :D
5 months agoreply

pusparum - Hollaa leee.. 😘😘😘😘
6 months agoreply

LEONIDAS_Lee - Kok belum tidur mak??? Hehehe. 😍😍😁
6 months agoreply

pusparum - @LEONIDAS_Lee, hihihihi gak isa tidur lee,, guling2 di kasurr👻👻👻👻
6 months agoreply

Lintangsafriana - Cemunguttt kakaklele 😘
6 months agoreply

LEONIDAS_Lee - Kwkwkkwkwk bentaran lagi juga tamat. 
6 months agoreply

Loading...
X