Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Dark
Marriage
LUST OF MADNESS
Writer LEONIDAS_Lee
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
PG
RATED
271 Reads
31 Likes
24 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
LUST OF MADNESS
24 Bookmarks
A - A - A
#1
90.1 | BLOOD
LEONIDAS_Lee
No Plagiarism!cqWdBVgernfLcv182Rn3posted on PENANA
Duan mencari keberadaan maid dan ia sungguh terkejut saat melihat para bodyguard dan maid yang lainnya terkapar di lantai tak sadarkan diri. 
89Please respect copyright.PENANAuYmuON5AvV
Racun itu secara perlahan mempengaruhi kinerja tubuhnya meski secara lambat. Mulai dari sesak napas dan pandangan mata yang mengabur buram. 
89Please respect copyright.PENANAOA1NSCNjgF
Namun, dia berusaha untuk tidak merasakannya dan berbanding terbalik dengan rasa sakit yang menghujam kepalanya bertubi-tubi. 
89Please respect copyright.PENANA7XynMnKTiO
Duanovic terus berusaha melangkah akan tetapi tiba-tiba sekujur badannya melemas dan ia jatuh berlutut. 
89Please respect copyright.PENANA1MMohAbmbH
Pria itu menumpukan beban tubuhnya ke sisi dinding sembari mengusap kasar keringat dingin yang mengembun di keningnya. 
89Please respect copyright.PENANAiZikMbWAuc
Permukaan kulit wajahnya sepucat kapas namun tidak dapat menyembunyikan amarah yang menguasai dirinya dan menggelegak bagai bara api yang membakar dadanya sedemikian rupa. 
89Please respect copyright.PENANAgCaPZWcKPu
Umpatan demi umpatan di lontarkannya dalam hati dengan napas terengah-engah. 
89Please respect copyright.PENANAyRhkgyVsV6
"Bereng-sek..." desisnya berusaha menjaga kesadarannya yang kian tidak dapat dia kendalikan. 
89Please respect copyright.PENANA9e6ryTCvu7
Derap langkah di mansion megah nan luas itu menggema seolah mengejek ketidak berdayaannya. Sepasang sepatu mengkilat berhenti di hadapannya. 
89Please respect copyright.PENANAIKJSzJOMuE
Duanovic terpaksa mengangkat kepalanya seiring renggutan keras seseorang pada rambutnya. 
89Please respect copyright.PENANAg2wynM6je2
Dalam penglihatannya, wajah seseorang asing itu begitu samar. Pria asing tersebut mendekatkan wajahnya dan menekan keningnya ke kening Duanovic bersama seringai penuh kemenangan yang terukir di sudut bibirnya. 
89Please respect copyright.PENANAqogwPOpsjU
"Akhirnya kita berjumpa lagi, Adik." Kekehnya sembari membuang asap rokok tepat ke wajah Duanovic. 
89Please respect copyright.PENANAz1EjUe3I0x
Di antara batas kesadarannya yang kian menipis, Duanovic tertawa sumbang serta dalam sekejap menghantamkan kepalanya ke kening Alek hingga sang musuh nyaris terhuyung ke belakang. 
89Please respect copyright.PENANAngAUOYGVhV
Namun, Alek tidak tinggal diam
Hantaman telak bersarang di rahang Duanovic hingga pria dari klan Romanov menyemburkan darah segar mengental setelah kepalanya terpelanting ke samping. 
89Please respect copyright.PENANAXHjde81EBl
BUGH! 
89Please respect copyright.PENANAyamcugrxZr
BUGH! 
89Please respect copyright.PENANA5nHGhwEYsW
"Ke-pa-rat..." umpat Duanovic penuh rasa kesal. Baru kali ini dia merasa tidak berdaya. 
89Please respect copyright.PENANATpEdDSmFxX
Baru kali ini ia membenci dirinya. Satu yang memenuhi benaknya. 
89Please respect copyright.PENANA058niCEJaE
Bagaimana kondisi Bella dan Ivan? 
89Please respect copyright.PENANAag2SWjpBiR
Bagaimana kondisi calon buah hatinya? 
89Please respect copyright.PENANAychcpV5MAC
Perlahan tubuh yang bersandar pada sisi dinding tersebut terkulai dan terjatuh ke samping. Dia merasa sangat berat hanya untuk sekedar membuka kedua kelopak matanya. 
89Please respect copyright.PENANAJBISZ0uDKF
"Bawa ke tiga orang ini dan masukan ke dalam mobil. Sekarang!" perintah seseorang dengan intonasi tegas nan dingin tak berperasaan. Tawa itu kembali menggema dalam mansion. Di iringi bentakan demi bentakan dari anak buah Aleksey. 
89Please respect copyright.PENANAiVWkNTEduW
........... 
89Please respect copyright.PENANA539mfziklS
89Please respect copyright.PENANAX5uFXtGs6q
Seorang pria terlihat tidak sadarkan diri. Tempat itu terasa dingin menusuk dan pengap. Membuat seluruh tulangnya seolah remuk redam.
89Please respect copyright.PENANA8om4I9Xmns
Dia perlahan membuka kedua kelopak matanya. Entah sudah berapa lama dia dalam kondisi seperti ini. 
89Please respect copyright.PENANAjsvsPL175n
Sesaat dirinya mengerjapkan mata serta menajamkan penglihatannya yang berangsur membaik kemudian mengangkat kepalanya yang terkulai. 
89Please respect copyright.PENANA03suIpXpR4
Duanovic menggerakkan kedua tangannya. Rasa perih yang menyengat pergelangan tangannya tidak dia hiraukan. 
89Please respect copyright.PENANAQZtc4cl1zJ
Demi Tuhan! 
89Please respect copyright.PENANAtSbZl1Kn9Q
Dia hanya ingin memastikan kondisi isterinya dan calon buah hatinya serta keadaan sang Ayah. Dia belum sempat mengatakan bahwa dirinya menyayangi Ivan dan telah memaafkan kesalahan sang Ayah.
89Please respect copyright.PENANAK9TcECBC1t
Duanovic takkan semudah itu di tumbangkan. Takkan pernah ada kata menyerah dalam kamus hidupnya. 
89Please respect copyright.PENANAHRta3xmpzW
Dia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan persegi kusam itu. Kemudian menatap langit-langit tempat tersebut. Kembali melirik ke arah kanan dan ke arah kiri demi mencari celah agar dapat melepaskan diri dari jerat borgol berantai yang memerangkap pergelangan tangannya. 
89Please respect copyright.PENANA93Pk2amMyv
"Shit!" 
89Please respect copyright.PENANADiFwvk97Wb
Umpatnya keras tatkala ia baru saja menyadari bila dirinya berada dalam jeruji besi yang muram.
89Please respect copyright.PENANAAD34O7Cawb
Gema langkah kaki membuat Duanovic waspada. Tawa keparat memuakkan itu merampas perhatiannya dalam sekejap. 
89Please respect copyright.PENANA7GeW1h7n3F
Seseorang berdiri bersama sebuah alat perekam suara berada di tangannya dan dia menekan tombol play. 
89Please respect copyright.PENANATHXyesSnzP
Duanovic mendesis penuh amarah saat suara isterinya terdengar sangat menyakitkan. Rintihan itu membuat Duanovic menggeram tidak suka. Dia bersumpah akan segera mencabut nyawa Alek dengan kedua tangannya. 
89Please respect copyright.PENANAzasCfgJRrg
'Lepaskan aku... Jangan lakukan ini berengsek! Di-dia akan membunuhmu.'
89Please respect copyright.PENANA2yWhvXyClC
'Tidak. Tidak... jangan sakiti anakku... hikzz hikzz...' 
89Please respect copyright.PENANAhejfMyIFVh
BUGH! 
89Please respect copyright.PENANAuvsX7HeRzG
'Aarrgghh!' 
89Please respect copyright.PENANA8Bf4TK2rmn
'Uhuk...uhuk...ka-lian penge-cut...'
89Please respect copyright.PENANA4EBoToWB4S
'Aku lelah...ku-mohon jangan menyentuhku...' 
89Please respect copyright.PENANATznmwv4LmD
Alek tersenyum renyah sembari menekan tombol pause dan menatap Duanovic dengan pandangan dingin. 
89Please respect copyright.PENANArufHz8rBAO
"Apakah aku telah mendapatkan sedikit saja perhatian darimu, Adik?" tanya Alek bersama senyuman yang bertambah lebar. 
89Please respect copyright.PENANAZFtB3nZZZ4
Alek melangkah masuk ke dalam jeruji sel setelah membuka kunci tersebut di susul suara derit karat yang beradu ngilu. 
89Please respect copyright.PENANASTDffaKjV7
Krieet... 
89Please respect copyright.PENANAXnCc4blwNV
Alek berdiri di depan Duanovic seraya berkata. "Mengapa kau terdiam? Tebaklah. Aku selalu memantau dan memata-matai kalian. Kupikir takkan semudah ini. Ternyata ck ck," kekeh Aleksey dan dalam sepersekian detik, ia melayangkan hantaman keras pada ulu hati Duanovic berulang kali. 
89Please respect copyright.PENANAlMAOoEboDa
BUGH! 
89Please respect copyright.PENANAsv36LjgwDc
"Uhuuk! Uhukk! Aku takkan menyerah padamu, Alek. Aku takkan memohon padamu," desis Duanovic dengan lelehan darah mengental di sudut bibirnya akibat dari daging yang pecah dan robek. 
89Please respect copyright.PENANADAAfNFr8be
Sorot mata Duanovic penuh semangat menggebu-gebu dan dia akan bertahan serta takkan menuruti perintah Alek, apa pun itu. 
89Please respect copyright.PENANA3x1EmpixOW
Namun, jauh dalam lubuk hatinya. Tangis penuh rasa sakit menggema dalam kepalanya membuat jantung Duanovic serasa di tikam oleh ribuan jarum. 
89Please respect copyright.PENANAIgsMmd5DJJ
Mendengar suara Bella yang kesakitan sanggup membuatnya menggila. 
89Please respect copyright.PENANAPnjpC643fg
Sebenarnya terselip rasa takut menyelinap diam-diam saat ini. 
89Please respect copyright.PENANAiiNkX9KfHy
Sebenarnya rongga dadanya berderak perih karena demi apa pun dia rela menjadi tameng untuk keselamatan keluarganya. 
89Please respect copyright.PENANAcqPEccRiPB
Alek mencengkeram leher Duanovic hingga napas pria itu tercekat. 
89Please respect copyright.PENANA2FYl4Bs9FH
"Kau akan memohon padaku-Leonardo dan Duanovic. Memohonlah agar aku mengampuni isterimu yang cantik itu," geramnya seraya mengulas senyuman culas penuh maksud terselubung. 
89Please respect copyright.PENANAqX0dhXn2d5
"Memohonlah agar setiap helai pakaiannya masih melekat lengkap." Alek kembali menyeringai. "Dan memohonlah agar Erastrabella tidak aku sakiti tepat di hadapanmu." 
89Please respect copyright.PENANAApvp3IBV1r
Alek mengerutkan alisnya keheranan melihat Duanovic yang hanya mengatupkan rahangnya dan menghujamkan tatapan menantang kepada dirinya. 
89Please respect copyright.PENANAw36vpa6SkL
"Masih membisu rupanya." Alek menghantam wajah pria itu untuk yang ke sekian kalinya hingga tercipta jejak-jejak membiru serta aroma pekatnya darah menguar dalam mulut Duanovic. 
89Please respect copyright.PENANAzKJAY1xm3L
"Bawa wanita itu kemari!" tukas Alek tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Duanovic dan memerintahkan anak buahnya yang berdiri beberapa meter di belakangnya. 
89Please respect copyright.PENANArDaX3eGE9H
Terjadi hening yang mendominasi dan hanya embusan napas saling menderu. 
89Please respect copyright.PENANA5GLbbami2G
Alek berbisik tepat di samping telinga Duanovic. "Lalu... telanjangi dia di depan suaminya tercinta," ujarnya sembari terkekeh pelan bersama rasa senang dan bahagia menyaksikan pria angkuh dari klan Romanov terlihat tidak berdaya karena perbuatannya. 
89Please respect copyright.PENANA3CrNcpOKLR
Hell, Alek bisa saja dengan mudahnya membekuk Duanovic atau pun Leonardo. Namun, Alek menunggu waktu yang tepat. 
89Please respect copyright.PENANAvdvGbyVRd4
Membunuh calon anak Bella tepat di depan mata adik tirinya. Bukankah ini rencana yang cerdas? 
89Please respect copyright.PENANAzjLkvXuSfx
Sialan!
89Please respect copyright.PENANAzj906mpV6b
Dia masih ingat meski masih samar bagaimana saat sang Ayah kandung meregang nyawa dengan tenggorokan yang nyaris putus--tepat di depan Alek yang saat itu masih berusia lima tahun. Usia yang seharusnya mendapatkan kasih dan sayang. 
89Please respect copyright.PENANANCpiiARdr5
Alek Meringkuk di sudut kamar sang Ayah dengan sekujur tubuh bergetar bersama kedua bola mata yang melebar terkejut. 
89Please respect copyright.PENANAi0o4kU1PMg
Bagaimana rasanya bila kilasan demi kilasan mengerikan yang berusaha dia singkirkan, diam-diam menerobos alam bawah sadarnya? 
89Please respect copyright.PENANAmlzwlGSLCY
Sehingga memupuk rasa sayang sekaligus kebencian pelik terhadap Ivankov serta Leonardo. 
89Please respect copyright.PENANAXpAmITWA7n
Bagaimana rasanya jika dia telah berusaha keras membuat Ivankov bangga kepadanya? Namun, semua jerih payahnya pada akhirnya percuma. 
89Please respect copyright.PENANAFqo4uJYvyL
Alek hanya ingin di sayangi oleh Ivankov. Bahkan dia bersedia mengubur ingatan kematian Ayah kandungnya. Namun, apa yang di dapatkannya? 
89Please respect copyright.PENANAMU6mrs2jdE
Ivan sialan itu selalu saja menomor dua 'kan dirinya. Aleksey selalu tidak terlihat. 
89Please respect copyright.PENANAhb4SxMMumU
Alek hanyalah bayang-bayang yang tidak memiliki arti apa pun. Alek bersama rasa sepi yang mengungkung jiwanya. 
89Please respect copyright.PENANAS2kg6PZ5kx
Alek dengan semua pengharapannya yang tinggi dan pada akhirnya mendapatkan kekecewaan bersama puing-puing hatinya yang hancur kemudian melahirkan kebencian yang pekat. 
89Please respect copyright.PENANAQ7sXtTpvcD
Maka dia juga merampas satu-satunya yang tersisa dari Ivankov yaitu Leonardo atau sang alter ego yang bernama Duanovic, setelah membunuh jalang Neva Cedric tepat di hadapan Leonardo. 
89Please respect copyright.PENANAauOenl09Pn
Hanya untuk sekedar mencari perhatian Ivan dan untuk ke sekian kalinya Alek gagal. Tidak ada ruang di hati Ivan untuk dirinya. 
89Please respect copyright.PENANA3HpoYwdXCy
"Kau akan menyesalinya, Alek." Desis Duanovic sambil menghujamkan tatapan menusuk kepada Alek. 
89Please respect copyright.PENANAvtFYq8SQE5
"Hm. Masih sanggup mengancam bahkan dalam kondisi menyedihkan seperti ini. Aku akan memberikan pilihan padamu. Apakah kau akan meyelamatkan nyawa Papa kita atau 'kah lebih memilih menyelamatkan nyawa isteri dan calon anakmu," ucap Alek datar tanpa perubahan emosi yang terlihat pada raut wajahnya. 
89Please respect copyright.PENANAtOzh3XD47t
Alek berbalik pergi dan memerintahkan anak buahnya agar melempar Bella ke hadapan suaminya dengan kondisi yang pasti akan membuat Duanovic meradang. 
89Please respect copyright.PENANArabRz9oN71
"Selamat berpikir," gumam Alek seraya menutup pintu tersebut. 

_______copyright protection85PENANA1r7V7i6G1z

TBCcopyright protection85PENANAUdZQqBMHPd

Happy Reading copyright protection85PENANA55ZiB0qDRO

—LEONIDAScopyright protection85PENANAHTfOOn7U38

54.80.185.137

ns54.80.185.137da2
Comments ( 6 )

Mashel DW - Ditunggu, part selanjutnya :D
3 months agoreply

pusparum - Hollaa leee.. 😘😘😘😘
3 months agoreply

LEONIDAS_Lee - Kok belum tidur mak??? Hehehe. 😍😍😁
3 months agoreply

pusparum - @LEONIDAS_Lee, hihihihi gak isa tidur lee,, guling2 di kasurr👻👻👻👻
3 months agoreply

Lintangsafriana - Cemunguttt kakaklele 😘
3 months agoreply

LEONIDAS_Lee - Kwkwkkwkwk bentaran lagi juga tamat. 
3 months agoreply

Loading...
X