Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Romance
Flower in My Bed
Writer MissPhopho
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
R
RATED
80 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
Flower in My Bed
0 Bookmarks
A - A - A
#1
PROLOG
MissPhopho
Feb 12, 2018
0
0
21
4 Mins Read
No Plagiarism!B37L6LDJtv8nO8nMmrA0posted on PENANA

“APA lagi yang kau tunggu?”25Please respect copyright.PENANAn1FCbLseTV
copyright protection21PENANAP5rmfwMu8U

     Amaryllis menatap pria yang sedang memandangi-nya dengan begitu intens dari ujung kepala hingga ke ujung kaki gadis itu bagaikan seekor rusa betina yang seolah pasrah bahwa sebentar lagi diri-nya akan segera di mangsa oleh singa pemburu yang ada dihadapan-nya ini.copyright protection21PENANAkKYrw4d9OH

     Pria itu telah membuka seluruh kancing kemeja-nya dan sedikit menampakkan segurat otot-otot di perutnya yang membuat Amaryllis diam seribu kata. Karena pertama, rasa kagum akan bentuk tubuh pria itu yang begitu liat, kuat dan terlihat begitu macho di mata-nya. Lalu yang kedua, karena Amaryllis merasakan sedikit khawatir dan agak takut ketika memikirkan apakah tubuh-nya akan baik-baik saja nanti ketika semuanya ini berakhir?copyright protection21PENANAFW4t4sfrTQ

     Pandangan pria itu lebih terfokus dan semakin lebih intens lagi ketika matanya mengawasi dengan lekat bibir merah pucat di wajah mungil Amaryllis, area payudara-nya yang masih ditutupi oleh kaos tank top berwarna hitam dan bra putih berenda-nya, wilayah pinggul dan kemudian di area paling pribadi Amaryllis yang belum pernah disentuh oleh pria manapun di dunia ini. Dan untuk area yang satu itu, Amaryllis masih mengenakan rok katun kerja-nya yang berwarna coklat bata.copyright protection21PENANArJVT5bpRFy

     Amaryllis dapat merasakan, pria itu memandangi tubuhnya seolah-olah Amaryllis berdiri telanjang tanpa sehelai benang apapun di tengah ruang kamar tidur milik pria itu. Ketika pria itu mulai memperlihatkan seringai senyumnya, Amaryllis sangat menyadari bahwa dia telah membuat suatu kesalahan dalam hal ini.copyright protection21PENANAMZjKrPPEZD

     “Jangan pernah berpikir kau bisa lari dariku, Flower. Kau tahu akibatnya tidak akan baik untuk-mu dan keluarga aneh yang kau miliki itu.”copyright protection21PENANAlEzq8ESo6L

     “Tidak bisakah anda menunda-nya lagi? Aku mohon…” bujuk Amaryllis dengan suara yang lemah dan terdengar begitu putus asa.copyright protection21PENANAexvaqAlQs1

     Pria itu akhirnya berdiri dari ujung tempat tidur yang sedari tadi didudukinya dan mulai menghampiri Amaryllis yang berdiri mematung, seolah-olah telah ter-hipnotis dengan segala hal yang dilakukan oleh pria itu kepada-nya.copyright protection21PENANApe0IZsyO6x

     Pria itu mendatangi Amaryllis dengan langkah penuh kepastian. Kedua tangan-nya merengkuh lembut lekuk pinggul Amaryllis yang begitu feminin. Dan dengan sedikit memaksa, pria itu mengarahkan bagian bawah tubuh-nya untuk ditempel-kan dengan rapat ke area pribadi milik Amaryllis.copyright protection21PENANArsc1SkGKJM

     "AHHH..." desah Amaryllis menyatakan rasa terkejutnya karena dapat merasakan betapa kejantanan milik pria itu terasa begitu besar dan keras. Desahan Amaryllis barusan yang terdengar seperti erangan kenikmatan membuat pria itu semakin bergairah. Pria itu lalu menggesek-gesekan milik-nya secara perlahan ke tubuh Amaryllis.copyright protection21PENANAwXk17KCtB4

     “Lihat apa yang telah kau lakukan, Flower? Apa kau pikir dia bisa menunggu lebih lama lagi, huh? Rasakan betapa ingin-nya dia memasuki-mu saat ini juga.”copyright protection21PENANAu0jvJiYi64

     Tanpa basa-basi, dia menggenggam jemari tangan kanan Amaryllis dengan tangan kirinya dan mengarahkan langsung ke tempat dimana kejantanan-nya sudah membengkak dengan begitu besarnya.copyright protection21PENANAQyx2Apng96

     Memerintahkan Amaryllis secara halus untuk mengusap-usap milik-nya dari balik kain celana panjang hitam-nya dengan cara menahan tangan kanan Amaryllis dengan tangan kirinya tepat di bagian tersebut.copyright protection21PENANA3G4nHb8jFJ

     Lalu bibir-nya mulai mendaratkan kecupan-kecupan ringan di area lekuk lembut antara leher dan bahu Amaryllis yang kemudian digantikan dengan menciumi wilayah tersebut dengan penuh gairah.copyright protection21PENANAoaKHGtZEL5

     Tidak cukup dengan hanya menciumi, pria itu mulai menghisap dan menggigiti bahu Amaryllis hingga meninggalkan tanda bekas kemerahan di setiap tempat pria itu mengecapnya.copyright protection21PENANAJBEgEeF1vP

     Sementara dengan tangan kanan-nya yang bebas, pria itu membelai area paha dan bokong Amaryllis dari balik rok katun-nya yang berukuran tiga perempat sambil mulai membuka kancing kait berikut resleting rok-nya dengan begitu perlahan.copyright protection21PENANA8yvcWdo5x4

     Rok katun yang dikenakan Amaryllis akhirnya terjatuh ke lantai dengan begitu mudah dan memaparkan area segitiga pribadi Amaryllis yang masih memiliki penghalang berupa celana dalam putih berenda dan pantyhose sewarna dengan warna kulit Amaryllis.copyright protection21PENANAPVezCU3ByO

     “Aku mau sekarang, Flower. Tidak ada lagi penundaan. Sudah begitu lama kau menunda-nunda janji-mu kepadaku. Sekarang dengan cara yang baik-baik atau dengan cara-ku? Pilih yang mana, sugar bee?”copyright protection21PENANAHhqly4Ad65

     Pada awalnya bibir pria itu memagut bibir pucat Amaryllis dengan penuh kelembutan. Namun setelah beberapa saat, pria itu mulai melakukan French kiss dengan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Amaryllis dan memainkan lidah Amaryllis dengan begitu ahlinya.copyright protection21PENANA3fEyrBMQGj

     Setiap desahan nikmat dan nafas yang keluar dari bibir Amaryllis seolah ditelan habis oleh pria itu tanpa tersisa. Sesekali menggoda bibir bagian bawah Amaryllis dengan gigitan-gigitan lembutnya yang semakin membuat Amaryllis menyuarakan erangan kenikmatan dan membuatnya lupa cara untuk bernafas.copyright protection21PENANAUve95Q38sC

     Hingga akhirnya, segala strategi apapun yang telah disusun Amaryllis untuk dapat menunda ataupun menolak permintaan pria itu tidak tersisa lagi di dalam pikiran alam bawah sadar-nya. Amaryllis telah begitu jauh masuk ke dalam permainan gairah yang diberikan oleh pria itu. Oh ya, Amaryllis sungguh sangat menikmatinya.25Please respect copyright.PENANARQ5MeBeHHV
copyright protection21PENANAX9Unvss6Gz

     (To Be Continued . . . # Chapter One)25Please respect copyright.PENANAhTE5LXmd1t
copyright protection21PENANAcJORigs479

54.159.85.193

ns54.159.85.193da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X