Flower in My Bed - PROLOG | Penana
×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Romance
Flower in My Bed
Writer MissPhopho
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
R
RATED
121 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
Flower in My Bed
0 Bookmarks
A - A - A
#1
PROLOG
MissPhopho
Feb 12, 2018
0
0
30
4 Mins Read
No Plagiarism!oyQ2QJVLEDyLgqDHeRh2posted on PENANA

“APA lagi yang kau tunggu?”34Please respect copyright.PENANAaUY7GYH111
copyright protection30PENANAAos9HMotK0

     Amaryllis menatap pria yang sedang memandangi-nya dengan begitu intens dari ujung kepala hingga ke ujung kaki gadis itu bagaikan seekor rusa betina yang seolah pasrah bahwa sebentar lagi diri-nya akan segera di mangsa oleh singa pemburu yang ada dihadapan-nya ini.copyright protection30PENANAc8z3bpN6br

     Pria itu telah membuka seluruh kancing kemeja-nya dan sedikit menampakkan segurat otot-otot di perutnya yang membuat Amaryllis diam seribu kata. Karena pertama, rasa kagum akan bentuk tubuh pria itu yang begitu liat, kuat dan terlihat begitu macho di mata-nya. Lalu yang kedua, karena Amaryllis merasakan sedikit khawatir dan agak takut ketika memikirkan apakah tubuh-nya akan baik-baik saja nanti ketika semuanya ini berakhir?copyright protection30PENANAKJd0aQIoH0

     Pandangan pria itu lebih terfokus dan semakin lebih intens lagi ketika matanya mengawasi dengan lekat bibir merah pucat di wajah mungil Amaryllis, area payudara-nya yang masih ditutupi oleh kaos tank top berwarna hitam dan bra putih berenda-nya, wilayah pinggul dan kemudian di area paling pribadi Amaryllis yang belum pernah disentuh oleh pria manapun di dunia ini. Dan untuk area yang satu itu, Amaryllis masih mengenakan rok katun kerja-nya yang berwarna coklat bata.copyright protection30PENANAqioTr5GPzq

     Amaryllis dapat merasakan, pria itu memandangi tubuhnya seolah-olah Amaryllis berdiri telanjang tanpa sehelai benang apapun di tengah ruang kamar tidur milik pria itu. Ketika pria itu mulai memperlihatkan seringai senyumnya, Amaryllis sangat menyadari bahwa dia telah membuat suatu kesalahan dalam hal ini.copyright protection30PENANAQMzpPKPCQ0

     “Jangan pernah berpikir kau bisa lari dariku, Flower. Kau tahu akibatnya tidak akan baik untuk-mu dan keluarga aneh yang kau miliki itu.”copyright protection30PENANA3AKgBU7jjO

     “Tidak bisakah anda menunda-nya lagi? Aku mohon…” bujuk Amaryllis dengan suara yang lemah dan terdengar begitu putus asa.copyright protection30PENANAjJ6HDyNjnn

     Pria itu akhirnya berdiri dari ujung tempat tidur yang sedari tadi didudukinya dan mulai menghampiri Amaryllis yang berdiri mematung, seolah-olah telah ter-hipnotis dengan segala hal yang dilakukan oleh pria itu kepada-nya.copyright protection30PENANAKe9kDY4tAV

     Pria itu mendatangi Amaryllis dengan langkah penuh kepastian. Kedua tangan-nya merengkuh lembut lekuk pinggul Amaryllis yang begitu feminin. Dan dengan sedikit memaksa, pria itu mengarahkan bagian bawah tubuh-nya untuk ditempel-kan dengan rapat ke area pribadi milik Amaryllis.copyright protection30PENANAtEweV882rr

     "AHHH..." desah Amaryllis menyatakan rasa terkejutnya karena dapat merasakan betapa kejantanan milik pria itu terasa begitu besar dan keras. Desahan Amaryllis barusan yang terdengar seperti erangan kenikmatan membuat pria itu semakin bergairah. Pria itu lalu menggesek-gesekan milik-nya secara perlahan ke tubuh Amaryllis.copyright protection30PENANARLbXsPvg9T

     “Lihat apa yang telah kau lakukan, Flower? Apa kau pikir dia bisa menunggu lebih lama lagi, huh? Rasakan betapa ingin-nya dia memasuki-mu saat ini juga.”copyright protection30PENANADT8MdLKifl

     Tanpa basa-basi, dia menggenggam jemari tangan kanan Amaryllis dengan tangan kirinya dan mengarahkan langsung ke tempat dimana kejantanan-nya sudah membengkak dengan begitu besarnya.copyright protection30PENANAeIZLWVT5Xl

     Memerintahkan Amaryllis secara halus untuk mengusap-usap milik-nya dari balik kain celana panjang hitam-nya dengan cara menahan tangan kanan Amaryllis dengan tangan kirinya tepat di bagian tersebut.copyright protection30PENANAxO6JMyyiPH

     Lalu bibir-nya mulai mendaratkan kecupan-kecupan ringan di area lekuk lembut antara leher dan bahu Amaryllis yang kemudian digantikan dengan menciumi wilayah tersebut dengan penuh gairah.copyright protection30PENANAcsBkeP6Z8l

     Tidak cukup dengan hanya menciumi, pria itu mulai menghisap dan menggigiti bahu Amaryllis hingga meninggalkan tanda bekas kemerahan di setiap tempat pria itu mengecapnya.copyright protection30PENANAlm4l80g15d

     Sementara dengan tangan kanan-nya yang bebas, pria itu membelai area paha dan bokong Amaryllis dari balik rok katun-nya yang berukuran tiga perempat sambil mulai membuka kancing kait berikut resleting rok-nya dengan begitu perlahan.copyright protection30PENANAmD1tmO2U6R

     Rok katun yang dikenakan Amaryllis akhirnya terjatuh ke lantai dengan begitu mudah dan memaparkan area segitiga pribadi Amaryllis yang masih memiliki penghalang berupa celana dalam putih berenda dan pantyhose sewarna dengan warna kulit Amaryllis.copyright protection30PENANACijdDy3Jyb

     “Aku mau sekarang, Flower. Tidak ada lagi penundaan. Sudah begitu lama kau menunda-nunda janji-mu kepadaku. Sekarang dengan cara yang baik-baik atau dengan cara-ku? Pilih yang mana, sugar bee?”copyright protection30PENANA4Ty8eH9uIf

     Pada awalnya bibir pria itu memagut bibir pucat Amaryllis dengan penuh kelembutan. Namun setelah beberapa saat, pria itu mulai melakukan French kiss dengan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Amaryllis dan memainkan lidah Amaryllis dengan begitu ahlinya.copyright protection30PENANAI5SJyeyA9E

     Setiap desahan nikmat dan nafas yang keluar dari bibir Amaryllis seolah ditelan habis oleh pria itu tanpa tersisa. Sesekali menggoda bibir bagian bawah Amaryllis dengan gigitan-gigitan lembutnya yang semakin membuat Amaryllis menyuarakan erangan kenikmatan dan membuatnya lupa cara untuk bernafas.copyright protection30PENANAsLXLZAk3jS

     Hingga akhirnya, segala strategi apapun yang telah disusun Amaryllis untuk dapat menunda ataupun menolak permintaan pria itu tidak tersisa lagi di dalam pikiran alam bawah sadar-nya. Amaryllis telah begitu jauh masuk ke dalam permainan gairah yang diberikan oleh pria itu. Oh ya, Amaryllis sungguh sangat menikmatinya.34Please respect copyright.PENANAUgpH3WIxDe
copyright protection30PENANAeoMNx1uGvd

     (To Be Continued . . . # Chapter One)34Please respect copyright.PENANAKzs3oqVrWo
copyright protection30PENANAWeiOYR3wsc

54.224.11.137

ns54.224.11.137da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X