×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Friendship
Humor
Arnoldman
No tags yet.
Tags
Writer narakyosuu
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
G
RATED
122 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
Arnoldman
0 Bookmarks
A - A - A
#1
narakyosuu
Mar 14, 2018
0
0
26
4 Mins Read
No Plagiarism!9bucG6aPHa9UASKMrM84posted on PENANA

"Kijang Satu maju ke arah barat laut mendekat ke arah rumah itu!" Arnold memberikan perintah kepada tim.copyright protection26PENANA7vl7EV4zFQ

"Roger!" sahut salah satu anggota tim.copyright protection26PENANAVO1q1Iwcxe

Setelah tim Kijang Satu mendekati target, anggota tim menoleh ke arah Arnold menunggu perintah selanjutnya. Arnolod mengerti apa yang dimaksud oleh anggotanya itu, kemudian langsung saja Arnold memberikan aba-aba kepada rekannya untuk masuk ke dalam rumah itu dan melakukan penyergapan.copyright protection26PENANAmH9XAUK2GT

Setelah mendapatkan aba-aba dari Arnold, tim Kijang Satu-pun langsung menerobos masuk ke dalam rumah yang menjadi target penyergapan. Seluruh anggota Kijang Satu mulai mengamati kondisi di sekitar lokasi yang kemudian segera melaporkan kepada pemimpin tim, Arnold.copyright protection26PENANA6OprV3mZD1

"Di dalam clear. Tidak ditemukan apapun." Lapor anggota tim dengan menggunakan Walkie Talkienya.copyright protection26PENANAPzQRZRAw37

"Oke. Tetap waspada. Perhatikan kembali baik-baik keadaan sekitar, kalau ada yang mencurigakan segera lapor." Arnold memberi perintah kepada tim sembari mengamati lokasi di luar rumah bersama dengan tim yang lainnya.copyright protection26PENANAKqPTopN8su

"Siap!" Seru salah satu anggota tim.copyright protection26PENANA1yiqZeume7

Tim Kijang Satupun kembali mengamati kondisi sekitar dengan lebih seksama, 5 menit berlalu Arnold belum menerima laporan apapun dari anggota tim yang berada di dalam lokasi, karena merasa ada yang aneh, Arnold mencoba menghubungi anggota tim.copyright protection26PENANAn4GeWG6wc9

"Kijang Satu monitor." Seru Arnold.copyright protection26PENANADWAtQYTD6l

Namun tidak ada satupun anggota tim yang memberikan respon terhadap Arnold. Dan tiba-tiba.....copyright protection26PENANA87UryTF2fU

"D..." Arnold mendapatkan respon dari Kijang Satu, namun respon yang diterimanya itu terdengar seperti suara orang yang sedang menahan rasa sakit.copyright protection26PENANA9DYQSUwYqI

Merasa ada yang aneh, Arnold dengan sigap memberikan perintah kepada tim yang berjaga di depan rumah untuk mencaritahu apakah ada yang mencurigakan atau tidak dan kemudian menyusul Kijang Satu ke dalam lokasi.copyright protection26PENANA84FIxvGr9N

"Anton!!!" Arnold berteriak kepada salah satu Anton setelah melihat kondisinya, sontak anggota tim yang lain pun langsung melihat ke arah Anton.copyright protection26PENANANhVHItBovQ

Melihat salah satu anggotanya yang terluka, Arnold memberikan isyarat untuk siaga dan bersiap untuk melakukan gencatan senjata kepada seluruh anggota Kijang Satu. Anton mengeluarkan banyak darah di bagian perutnya. Sebagai pemimpin tim, Arnold memberikan pertolongan kepada Anton dengan cara menekan area luka Anton guna menghentikan pendarahannya dan kemudian salah satu anggota tim dengan sigap menghampiri Anton dan membantu Arnold untuk menghentikan pendarahannya.  copyright protection26PENANAiFugwmb3lB

"338." Gumam Arnold dalam hati setelah peluru yang bersarang di tubuh Anton berhasil dikeluarkan.copyright protection26PENANAMtFrbdXSF6

"Sniper di sekitar kita!" Arnold berteriak kemudian membawa Anton keluar dari lokasi.copyright protection26PENANAFsoA963Kvz

"Sniper arah selatan!" ucap salah satu anggota tim yang berada di luar lokasi kemudian membidik senjatanya menuju arah selatan guna mencari pelaku.copyright protection26PENANABOf64LtfPO

Belum sempat membidik senjatanya, Arnold tiba-tiba diam terpaku dan disusul dengan keluarnya darah dari mulutnya. Satu selongsong peluru berhasil menembus rompi anti pelurunya itu. Arnold yang masih terkejut mencoba untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di dadanya itu. dan tiba-tiba.....copyright protection26PENANARBiw2tK0lp

*BYUUURRRR* tiba-tiba satu ember air menumpahi wajah Arnold.copyright protection26PENANA61RuB1BFM6

"Pe...Pelurunya sudah dikeluarkan?"Arnold bertanya dan langsung memeriksa dadanya untuk memastikan apakah pelurunya sudah dikeluarkan atau belum.copyright protection26PENANAeoUuuZgYf5

"Peluru? peluru apa? kamu itu dari tadi tidur sambil teriak-teriak ngga jelas. Mangkanya mama bangunin kamu, eh kamunya ngga bangun juga. Yaudah mama ambil aja ember terus mama isi air , langsung deh siram ke muka kamu." ucap Alice yang merupakan ibu kandung Arnold.copyright protection26PENANAM7G5DJyoJU

"Ya ampun aku kira, aku udah mati gara-gara terkena peluru sniper sialan itu." seru Arnold yang merasa lega karena itu hanyalah mimpi saja.copyright protection26PENANANQVFkxHWcu

"Mangkanya kalau mau tidur itu berdoa dulu supaya mimpinya yang bagus-bagus, bukan mimpi yang aneh kaya tadi. Yaudah buruan mandi terus sarapan." seru Alice seraya meninggalkan Arnold di kamarnya.copyright protection26PENANA2rSXVnXbld

Keesokan harinya setelah Arnold mengalami mimpi aneh itu, Ia bangun lebih pagi dari biasanya karena hari ini adalah hari pertamanya kuliah. Rutinitas yang dilakukan oleh Arnold di pagi hari adalah kegiatan yang tidak disukai olehnya. Ya, kegiatan yang tidak disukainya yaitu sarapan pagi. Mau tidak mau, Arnold harus mengikuti kebiasaan keluarganya itu dan kemudian pergi menuju kampus. Arnold berasal dari keluarga yang biasa saja, untuk pergi menuju kampusnya saja, Arnold harus menggunakan kendaraan umum.copyright protection26PENANAg8kWdYGMmq

"Ma, Pa, aku berangkat dulu ya." Arnold berpamitan kepada kedua orang tuanya seraya mencium tangan kedua orang tuanya dan kemudian pergi menuju halte bus.copyright protection26PENANAGagCQA9ywl

"Iya. Hati-hati di jalan ya." Ucap kedua orang tua Arnold.copyright protection26PENANA2zMUxHhvSD

Seperti biasanya, sesampainya di halte bus, Arnold melihat seorang wanita yang sedang menunggu bus juga. Wanita itu memiliki wajah nan cantik jelita bak ratu.copyright protection26PENANAJ9L36Z2MLo

"Kenapa gue ngga pernah bisa kenalan sama itu cewe ya?" gumam Arnold dalam hati.copyright protection26PENANAcszt4q3eYA

Arnold diam dalam kesunyian sembari mencuri pandang kepada wanita itu, seketika Arnold dibuat terkejut ketika bus datang dan wanita itu masuk ke dalam bus.copyright protection26PENANAz0amVI3ddW

"Di... dia senyum ke arah gue?"copyright protection26PENANAQW6C0cB2Zn

"Dia senyum ke arah gue barusan? ini bukan mimpi kan?" Arnold masih tidak percaya jika wanita yang bagaikan ratu itu tersenyum kearahnya.copyright protection26PENANArcP1FUrJ8p

"Aaah cobaa aja gue bisa kenalan... siapa yaa dia?" tanya Arnold dalam hati.copyright protection26PENANAkIqu4lc8yq

Tidak lama kemudian bus yang ditunggu oleh Arnold pun datang, segera Arnold memasuki bus itu dan langsung berangkat menuju kampusnya.copyright protection26PENANA4pmb1nnDpn

***copyright protection26PENANA1QzRSfLjYU

Bersambung...copyright protection26PENANAJiC9MHvZP3

54.156.51.193

ns54.156.51.193da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
You have reached the end of the story.

No tags yet.

Story Home Page
Loading...
X