Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Friendship
Humor
Arnoldman
No tags yet.
Tags
Writer narakyosuu
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
G
RATED
57 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
Arnoldman
0 Bookmarks
A - A - A
#1
narakyosuu
Mar 14, 2018
0
0
15
4 Mins Read
No Plagiarism!57VLpNVqNfc9Zb0YGTrZposted on PENANA

"Kijang Satu maju ke arah barat laut mendekat ke arah rumah itu!" Arnold memberikan perintah kepada tim.copyright protection15PENANAHG24X6UwAx

"Roger!" sahut salah satu anggota tim.copyright protection15PENANA4FE0r4OmuB

Setelah tim Kijang Satu mendekati target, anggota tim menoleh ke arah Arnold menunggu perintah selanjutnya. Arnolod mengerti apa yang dimaksud oleh anggotanya itu, kemudian langsung saja Arnold memberikan aba-aba kepada rekannya untuk masuk ke dalam rumah itu dan melakukan penyergapan.copyright protection15PENANABGLBSLAzF1

Setelah mendapatkan aba-aba dari Arnold, tim Kijang Satu-pun langsung menerobos masuk ke dalam rumah yang menjadi target penyergapan. Seluruh anggota Kijang Satu mulai mengamati kondisi di sekitar lokasi yang kemudian segera melaporkan kepada pemimpin tim, Arnold.copyright protection15PENANAynHAsFHmbh

"Di dalam clear. Tidak ditemukan apapun." Lapor anggota tim dengan menggunakan Walkie Talkienya.copyright protection15PENANATgXxhoB5L6

"Oke. Tetap waspada. Perhatikan kembali baik-baik keadaan sekitar, kalau ada yang mencurigakan segera lapor." Arnold memberi perintah kepada tim sembari mengamati lokasi di luar rumah bersama dengan tim yang lainnya.copyright protection15PENANAHnNsYFeyeT

"Siap!" Seru salah satu anggota tim.copyright protection15PENANAzNhhoJX569

Tim Kijang Satupun kembali mengamati kondisi sekitar dengan lebih seksama, 5 menit berlalu Arnold belum menerima laporan apapun dari anggota tim yang berada di dalam lokasi, karena merasa ada yang aneh, Arnold mencoba menghubungi anggota tim.copyright protection15PENANAnZqlxHK9Mw

"Kijang Satu monitor." Seru Arnold.copyright protection15PENANAguT3WRIapX

Namun tidak ada satupun anggota tim yang memberikan respon terhadap Arnold. Dan tiba-tiba.....copyright protection15PENANA4ZLmh95efb

"D..." Arnold mendapatkan respon dari Kijang Satu, namun respon yang diterimanya itu terdengar seperti suara orang yang sedang menahan rasa sakit.copyright protection15PENANAnDbOZJvJSi

Merasa ada yang aneh, Arnold dengan sigap memberikan perintah kepada tim yang berjaga di depan rumah untuk mencaritahu apakah ada yang mencurigakan atau tidak dan kemudian menyusul Kijang Satu ke dalam lokasi.copyright protection15PENANAf8M9bJ0UUq

"Anton!!!" Arnold berteriak kepada salah satu Anton setelah melihat kondisinya, sontak anggota tim yang lain pun langsung melihat ke arah Anton.copyright protection15PENANASYpDkHNqV3

Melihat salah satu anggotanya yang terluka, Arnold memberikan isyarat untuk siaga dan bersiap untuk melakukan gencatan senjata kepada seluruh anggota Kijang Satu. Anton mengeluarkan banyak darah di bagian perutnya. Sebagai pemimpin tim, Arnold memberikan pertolongan kepada Anton dengan cara menekan area luka Anton guna menghentikan pendarahannya dan kemudian salah satu anggota tim dengan sigap menghampiri Anton dan membantu Arnold untuk menghentikan pendarahannya.  copyright protection15PENANABjHN7GwDqp

"338." Gumam Arnold dalam hati setelah peluru yang bersarang di tubuh Anton berhasil dikeluarkan.copyright protection15PENANAVGxIPJrPEl

"Sniper di sekitar kita!" Arnold berteriak kemudian membawa Anton keluar dari lokasi.copyright protection15PENANAfwkFaFmY6i

"Sniper arah selatan!" ucap salah satu anggota tim yang berada di luar lokasi kemudian membidik senjatanya menuju arah selatan guna mencari pelaku.copyright protection15PENANA2HCJvJq1nQ

Belum sempat membidik senjatanya, Arnold tiba-tiba diam terpaku dan disusul dengan keluarnya darah dari mulutnya. Satu selongsong peluru berhasil menembus rompi anti pelurunya itu. Arnold yang masih terkejut mencoba untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di dadanya itu. dan tiba-tiba.....copyright protection15PENANAqiwY0mIscm

*BYUUURRRR* tiba-tiba satu ember air menumpahi wajah Arnold.copyright protection15PENANAOsT874Ou2U

"Pe...Pelurunya sudah dikeluarkan?"Arnold bertanya dan langsung memeriksa dadanya untuk memastikan apakah pelurunya sudah dikeluarkan atau belum.copyright protection15PENANAM5CoO78e9v

"Peluru? peluru apa? kamu itu dari tadi tidur sambil teriak-teriak ngga jelas. Mangkanya mama bangunin kamu, eh kamunya ngga bangun juga. Yaudah mama ambil aja ember terus mama isi air , langsung deh siram ke muka kamu." ucap Alice yang merupakan ibu kandung Arnold.copyright protection15PENANA5zOByPYgha

"Ya ampun aku kira, aku udah mati gara-gara terkena peluru sniper sialan itu." seru Arnold yang merasa lega karena itu hanyalah mimpi saja.copyright protection15PENANAD6CxeKB3eE

"Mangkanya kalau mau tidur itu berdoa dulu supaya mimpinya yang bagus-bagus, bukan mimpi yang aneh kaya tadi. Yaudah buruan mandi terus sarapan." seru Alice seraya meninggalkan Arnold di kamarnya.copyright protection15PENANAX1JzqyHzMQ

Keesokan harinya setelah Arnold mengalami mimpi aneh itu, Ia bangun lebih pagi dari biasanya karena hari ini adalah hari pertamanya kuliah. Rutinitas yang dilakukan oleh Arnold di pagi hari adalah kegiatan yang tidak disukai olehnya. Ya, kegiatan yang tidak disukainya yaitu sarapan pagi. Mau tidak mau, Arnold harus mengikuti kebiasaan keluarganya itu dan kemudian pergi menuju kampus. Arnold berasal dari keluarga yang biasa saja, untuk pergi menuju kampusnya saja, Arnold harus menggunakan kendaraan umum.copyright protection15PENANA4RqTtYIrf0

"Ma, Pa, aku berangkat dulu ya." Arnold berpamitan kepada kedua orang tuanya seraya mencium tangan kedua orang tuanya dan kemudian pergi menuju halte bus.copyright protection15PENANACS6eplY1od

"Iya. Hati-hati di jalan ya." Ucap kedua orang tua Arnold.copyright protection15PENANAFlfpVFXCeJ

Seperti biasanya, sesampainya di halte bus, Arnold melihat seorang wanita yang sedang menunggu bus juga. Wanita itu memiliki wajah nan cantik jelita bak ratu.copyright protection15PENANAsjBTd5RWx7

"Kenapa gue ngga pernah bisa kenalan sama itu cewe ya?" gumam Arnold dalam hati.copyright protection15PENANAX903oppnrO

Arnold diam dalam kesunyian sembari mencuri pandang kepada wanita itu, seketika Arnold dibuat terkejut ketika bus datang dan wanita itu masuk ke dalam bus.copyright protection15PENANAA7aQw5vtIK

"Di... dia senyum ke arah gue?"copyright protection15PENANAdb4P4hVVes

"Dia senyum ke arah gue barusan? ini bukan mimpi kan?" Arnold masih tidak percaya jika wanita yang bagaikan ratu itu tersenyum kearahnya.copyright protection15PENANA3bB3f0tFnU

"Aaah cobaa aja gue bisa kenalan... siapa yaa dia?" tanya Arnold dalam hati.copyright protection15PENANAtY1DOyIj2q

Tidak lama kemudian bus yang ditunggu oleh Arnold pun datang, segera Arnold memasuki bus itu dan langsung berangkat menuju kampusnya.copyright protection15PENANA4gB85Gq0CF

***copyright protection15PENANAtFQ5I65bLs

Bersambung...copyright protection15PENANA6eq8ReGAyI

54.80.198.173

ns54.80.198.173da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X