×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Fantasy
Romance
300 Days
No tags yet.
Tags
Co-Writer SVECA*
Collaborators
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
PG-13
RATED
29 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

300 Days
0 Bookmarks
#1
360DETIK SETELAH KEMATIAN
SVECA
Sep 15, 2018
0
0
5
2 Mins Read
No Plagiarism!JagidhaPpVqkvLiPXAM7posted on PENANA

Tik.. Tok.. Tik.. Tok.. suara detak jarum jam semakin terdengar jelas di telinga Elysia. Ketika ia membuka matanya, semua yang ada disekitarnya berwarna putih dan menyilaukan.copyright protection5PENANA0Xcu9KWWyp

“dimana aku?” bahkan suara hatinya pun menggema seperti suara dalam gua.copyright protection5PENANAViAbBOsLDS

Ia pun semakin gundah, karena tak ada siapapun yang ada disampingnya. Seperti ruangan kosong, atau lebih tepatnya seperti sebuah ruangan isolasi khusus. Dan tiba - tiba sebuah cahaya terang secepat kilat menyilaukannya dan seketika itu pula ruangan itu berubah menjadi ruangan lain. Perlahan Elysia membuka tangan yang menutupi wajahnya dari cahaya yang menghampirinya tadi. Ia melihat kesekitarnya, kini ia berada dikamar rumah sakit.copyright protection5PENANAH4cdPv3N5P

Terdengar suara bip dari mesin pencatat detak jantung diruangan itu. Yang menjadi sorotan Elysia bukanlah suara dari mesin pencatat detak jantung itu namun milik siapa detak jantung itu, kenapa ia berada dikamar rumah sakit itu, dan siapa yang berada diatas ranjang rumah sakit itu.copyright protection5PENANAU6M6AWQxSp

Elysia berjalan perlahan mendekati ranjang kamar rumah sakit itu dan betapa terkejutnya ia begitu melihat dirinya yang terbaring disana. Tubuhnya terbaring kaku disana, kepalanya dibaluti perban, serta tangan dan dadanya dipenuhi kabel serta selang infus.copyright protection5PENANAXNIyZjms50

Elysia terkejut bukan main, tubuhnya goyah,dan ia pun terjatuh lemas diatas lantai rumah sakit.copyright protection5PENANAlM4xZU32H9

“Elysia. Kau seharusnya mati 360 detik yang lalu. Namun, Beliau memberikanmu kesempatan kedua”copyright protection5PENANASCfEIQAznt

Tiba – tiba seorang pria berpakaian serba hitam berdiri didepannya.copyright protection5PENANAZlhHTh0fJ5

“si-siapa kau?”copyright protection5PENANAf4SkCReGUV

“yang akan mencabut nyawamu”copyright protection5PENANAPMy4rgV1Qj

“penca-but nyawa?”copyright protection5PENANAvQEMxx3yNN

“selama kau hidup, kau telah membuat banyak orang menderita. Dosamu tidak ada ampunannya. Maka berterima kasihlah pada yang Maha Kuasa karena memberikanmu kesempatan kedua padamu selama 300hari untuk mendapatkan ampunan dari orang – orang yang telah menderita karenamu”copyright protection5PENANAE3SwnvoBbj

“a-apa?”copyright protection5PENANAx0555wm0yd

“jika kau tidak bisa mendapatkannya, maka kau akan menjadi roh gentayangan dan orang yang berhubungan dengan dosa itu pun akan mendapatkan hukumannya”copyright protection5PENANAj33YQBwTaj

“kapan aku menyakiti orang lain?”copyright protection5PENANAHPnzmK4Lmg

“kesalahan yang tidak disengaja termasuk dalam dosa, karena bisa saja ketidaktahuanmu akan perbuatanmu membuat orang lain kehilangan nyawanya”copyright protection5PENANA4Ug9ZmGmne

Elysia terdiam, ia tak mengerti apa yang barus saja terjadinya.copyright protection5PENANAAGiEE9gb3q

“waktumu 300 hari dari sekarang”copyright protection5PENANAuKgRkCConY

Baru saja Elysia akan mengajukan pertanyaan, tepat saat itu sebuah cahaya melahapnya bulat – bulat.copyright protection5PENANAFsSWBSiifF

Dan ketika Elysia membuka matanya, ia terasa ada beban berat disekujur tubuhnya yang membuatnya sulit untuk bergerak, namun ia bisa merasakan tangannya digenggam hangat, itu adalah ibunya yang tengah menggenggam tangannya sembari menangis.copyright protection5PENANAxPmQt1ZKc2

“i..ibb..bu”copyright protection5PENANAaGMry63bvr

Satu kata yang diucapkan Elysia membuat ibunya terkejut dan langsung diselimuti kebahagiaan saat itu juga. Ia menciumi kening, serta kedua pipi Elysia dan membelai lembut wajah anaknya, wajahnya tersenyum namun air mata terurai dari matanya.copyright protection5PENANAaaU26wVpOb

Tak lama seorang dokter dan seorang perawat mendatangi Elysia, begitu melihat Elysia yang sadar, mereka cukup terkejut dan segera memeriksa keadaan Elysia.copyright protection5PENANA4l0qcurbeD

“syukurlah semuanya normal” kata sang dokter usai memeriksa keadaan Elysia.copyright protection5PENANAdpk0RT6V4C

Setelah sang dokter dan perawat pergi, Ibu Elysia kembali menggenggam tangan anaknya itu dan terus membelai kepala anaknya.copyright protection5PENANAmfNhiTNdjB

“ke-kenapa?”copyright protection5PENANApnXqO9Ugk9

Ibu Elysia menggeleng, ia hanya tersenyum dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.copyright protection5PENANAUyzeyq8Fld

“kau.. jangan pernah meninggalkan ibu lagi, mengerti?”copyright protection5PENANAhIs4ZKYMYh

“eh?”copyright protection5PENANAonFmNtvIJQ

“beberapa saat lalu detak jantungmu berhenti…..hiks..hiks.. ibu.. jangan pernah seperti itu lagi, ya?”copyright protection5PENANASDosSXT1Ce

Dan tepat saat itu Elysia tersadar apa yang baru saja dialaminya adalah nyata. Pertemuannya dengan malaikat pencabut nyawa itu adalah nyata. Dan kini ia telah hidup kembali.copyright protection5PENANAfTXHXXsWKr

54.198.205.153

ns54.198.205.153da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X