The Flock of 4th Cloverboy - P4 : Ekspektasi | Penana
×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Humor
Friendship
The Flock of 4th Cloverboy
Writer Kawaiyonimas
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
G
RATED
132 Reads
0 Likes
1 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
The Flock of 4th Cloverboy
1 Bookmarks
A - A - A
#4
P4 : Ekspektasi
Kawaiyonimas
Jun 14, 2018
0
0
19
7 Mins Read
No Plagiarism!RKy3ENriUXigC6KblBU3posted on PENANA

    Pada suatu pagi yang cerah di mana matahari berada posisi menggantung, tidak di atas kepala tidak pula pada sumbu 45 derajat. Namun sinarnya sudah membakar kulit hingga membuat tubuh mengeluarkan banyak cairan dan kerongkongan terasa kering.copyright protection19PENANADHr6dOoCCR23Please respect copyright.PENANAhmMozquRjD

    Bel pertama usai 3 jam belajar pertama berbunyi. Seluruh sisiwa segera berhamburan keuar kelas menuju kantin untuk mengistirahatkan otak. Di kelas IPA 2 Ibu Gloria baru saja selesai menerangkan tentang gaya gravitasi.copyright protection19PENANAEuBdyf1ZyV23Please respect copyright.PENANAivqHJyegEr

    "Wah, udah bel."copyright protection19PENANAWQbzWVKiwF23Please respect copyright.PENANAaJR6MdPvFp

    Seseorang kembali bersemangat ketika mendengar bel berbunyi. Matanya yang sayu seketika terbuka lebar dan punggungnya sekejap berubah tegak dari posisi telengkup di atas meja. Teman sebangkunya hanya melirik lalu kembali memperhatikan Ibu Gloria yang masih sibuk merapihkan mejanya. copyright protection19PENANAlamMhzBGbd23Please respect copyright.PENANAgXL2lltPcN

    "Baik sebelum Ibu akhiri, tugas untuk minggu depan, kerjakan buku paket halaman 260, tugas mandiri nomor 1, 3 dan 4. Ibu akhiri, selamat pagi."copyright protection19PENANAxQI93gp4gX23Please respect copyright.PENANAtuiUb2sqj7

    "Pagi, TERIMA KASIH BUUU.." koor satu kelas kompak.copyright protection19PENANA0cNbLK7w2E23Please respect copyright.PENANAStRJzDWp8C

    Setengah orang di dalam sana sudah berkurang berlarian keluar kelas sambal membuang napas lega ketika akhirnya mereka dapat merasakan udara bebas setelah di bumbui rumus-rumus yang membuat otak terbakar.copyright protection19PENANAbnOya67LMj23Please respect copyright.PENANAOpzzsVUWK7

    Pria tadi masih duduk bertopang dagu memperhatikan teman sebangkunya yan sdang menaruh buku ke dalam tas. Merasa di perhatikan pria itu pun menatap balik.copyright protection19PENANAZk9HtdYSie23Please respect copyright.PENANAJeB29N4Cdn

    "Ada apa?"copyright protection19PENANAQirEudoBJr23Please respect copyright.PENANAK5QBPqeMPn

    Pria yang ditanya hanya tersenyum lalu memanggil nama pria yang di depannya. Pria berambut hitam pecinta bakwan itu menghela napas mendengar namanya di panggil dengan nada memohon seperti itu.copyright protection19PENANAfVO4tZbBKX23Please respect copyright.PENANApDNZdfU8bF

    "Baiklah, minggu ini. Kita kerjakan bersama-sama." Tukasnya.copyright protection19PENANAUKi4sMiqFA23Please respect copyright.PENANAfVTRX3E2FS

    "Yey! Lo memang terbaik Bry. Gue berhutang sama lo." Pria ia bersorak gembira.copyright protection19PENANAFvT69nkyZ423Please respect copyright.PENANAppXg0NGfzv

    "Hutang lo udah banyak Dennis," canda Bryan. Dennis mati kutu dan tak membalas candaan Bryan.copyright protection19PENANAZfZOjtNv4y23Please respect copyright.PENANADZ9qYnGSwS

    "Hayo hutang apa?"copyright protection19PENANAsYiL3Kxlbc23Please respect copyright.PENANAxMOrDLuiN9

Sebuah suara terdengar mengintrupsi percakapan mereka. Tanpa mereka sadari seseorang sudang berada di dekat mereka seraya membawa sosis bakar serta minuman ringan di tangan mereka masing-masing.copyright protection19PENANAVQHPXRchpc23Please respect copyright.PENANAadz8tAVaPv

    "Heh onta, kebiasaan ya muncul tiba-tiba. Kalau gue jantungan gimana? Nanti kalian sedih lagi gue tinggal." Ujar Dennis.copyright protection19PENANAlorlcLP0gT23Please respect copyright.PENANAGtuPUsdAkK

    "Alhamdulillah," ujar Nathan cuek.copyright protection19PENANAyJSQuVB1gM23Please respect copyright.PENANAtRwhja3NsR

    "Ketek! Enggak, enggak. Gue masih pengen umur panjang woy."copyright protection19PENANAecCV1zNeRc23Please respect copyright.PENANAXC5wKy7FIX

    Sementara Nathan dan Dennis beradu mulut Bryan telah keluar dari lingkaran mereka mendekat ke tempat di mana Matthew duduk menonton hiburan gratis tersebut.copyright protection19PENANAqdBSyODnOU23Please respect copyright.PENANAboqFek7sVs

    "Yan, gimana hari ini? Sepertinya lagi senang?" tebaknya lalu menyuap sosis yang ia beli.copyright protection19PENANAhnD9d85Oam23Please respect copyright.PENANAcpjJGCTKql

    "Begitulah. Bu Gloria lagi baik hari ini." Bryan menjawabnya dengan nada yang terkesan biasa saja namun tangannya tanpa lebih dulu meminta ijin telah mencomot sosis dari tangan Matthew.copyright protection19PENANAAoydkAM7PE23Please respect copyright.PENANACnXHUHg1nY

    "Oh ya? Tumben?" Matthew terheran karena Ibu guru sekelas Ibu Gloria baik pasti ada maunya, biasanya pertemuan selanjutnya kuis dadakan close book atau pengerjaan 5 soal essay di kumpulkan hari itu juga.copyright protection19PENANAkgRV8qKMOy23Please respect copyright.PENANAYynpeCJl5F

    "Dia selesai menjelaskan materi tentang gaya gravitasi lalu memberikan tugas 3 soal essay. Ah, I love you bu Glori," Bryan berujar dengan senang.copyright protection19PENANAH5Vlf9tkYD23Please respect copyright.PENANANi471LKUva

    "Waw, sepertinya drama Dennis telah meracunimu Yan. Syukur deh. Gue kira bu Gloria akan memberikan tugas 8 soal essay kali ini." Matthew meneguk minumannya.copyright protection19PENANAHz1fMmQztF23Please respect copyright.PENANAf8ydPsV5uj

    "Gila kali ya. Demo satu kelas yang ada." Celetuk Bryan.23Please respect copyright.PENANA4tRsS55Cra
23Please respect copyright.PENANAiesmmt86oD
    "Indeed,"23Please respect copyright.PENANAhEMPRBiMGM
23Please respect copyright.PENANA5LgXd83jLu
    "Guys, sudah selesai? Kantin yuk!"23Please respect copyright.PENANAt3JWq5qycO
23Please respect copyright.PENANActsYjkzB6g
    Matthew menyudahi drama Nathan dan Dennis yang terlihat keren di mata teman-teman Bryan dan Dennis di dalam kelas tersebut yang kebetulan masih berada di dalam dan memperhatikan kelakuan mereka. Kedua orang tersebut secara bersamaan menoleh ke arah Matthew.copyright protection19PENANAdNV5J4vtRj23Please respect copyright.PENANAoc1E9fMcyy

    "Bryan, Dennis bilang lo mau main ke rumah si mesum minggu ini , benar?"copyright protection19PENANA1ypXTE7mZ523Please respect copyright.PENANAH2BqZ1wpzI

    "Hey, perhatikan omongan lo onta. Siapa yang lebih mesum!" Dennis protes. Bryan memegang tengkuk kepalanya.copyright protection19PENANA0GF2WroM1R23Please respect copyright.PENANAeLcHJv1j78

    "Bukan main sih, tapi kalau lo dan Matthew mau ikut tidak masalah."copyright protection19PENANAsfFokotPRk23Please respect copyright.PENANAzvkB9tRWGp

    "Belajar bersama?" Matthew lebih dulu mengeluarkan suara membuat Nathan menahan pergerakan bibirnya karena tak jadi bertanya.copyright protection19PENANA9TSyRMdY9c23Please respect copyright.PENANAuns5Nr7kRH

    "Serius?" tanya Matthew memastikan.copyright protection19PENANA49TJcQbADd23Please respect copyright.PENANA35sfMcLOwS

    "Why not." Bryan memberikan senyumnya.copyright protection19PENANAs5s8uMwXBo23Please respect copyright.PENANAW5ngHxKytq

    "Lucky! Gue ikut!"copyright protection19PENANAhKiaj9Ww8523Please respect copyright.PENANAYXNr3BSaVJ

    "Lo harus berterima kasih pada gue Nat. Berkat diri gue Bryan mau membantu mengerjakan tugas fisika dari bu Gloria. Lo jadi kebantu kan,  sungkem sama mbah sini." Ungkap Dennis bangga sambil melipat tangan di depan dada. Nathan tak mempedulikan Dennis dan memilih mendekat ke Bryan lalu mengajaknya ke kantin. Dennis yang sadar tidak mendapat respon menoleh kanan kiri untuk mencari sosok mereka. Dia melihat mereka bertiga sudah jalan sampai depan pintu.copyright protection19PENANAJdfCXrs82523Please respect copyright.PENANARYPkeCxZq3

    "Wa... wah parah. Di tinggalin."copyright protection19PENANAlvbODFAaDc23Please respect copyright.PENANASn9gDQNopg

Ᵽ∩Ᵽ◊∩Ᵽ23Please respect copyright.PENANAOoeBPhcHs8
23Please respect copyright.PENANArj6hDkTbkk
copyright protection19PENANAyUXQ5g02N823Please respect copyright.PENANAecHnslegJE

23Please respect copyright.PENANAwy2L9S2mAu
23Please respect copyright.PENANAv1OBisWcDg
    Istirahat pun telah selasai, 30 menit yang terasa singkat untuk menyudahi nikmat yang hakiki tersebut. Seluruh siswa kembali memfokuskan otak mereka pada mata pelajaran terakhir, 3 jam berikutnya sebelum akhirnya mereka kembali ke rumah masing-masing.copyright protection19PENANA7wln8jPBrS23Please respect copyright.PENANAwSsegVzvbj

    Saat itu terik matahari seketika hilang terganti dengan awan redup dan angin yang berhembus kencang. Udara menjadi terasa dingin dan langit terasa mencekam. Jika saja tidak segera pulang mungkin mereka akan terjebak sementara karena air yang turun dengan deras menerjang bumi. Sayangnya tak semua orang mempersiapkan untuk hal ini, di mana alam sedang tidak konsisten karena ulah manusia.copyright protection19PENANAHNnTB0zcac23Please respect copyright.PENANA9IRct14woE

    Dennis merutuki dirinya yang tidak membawa payung ataupun jas hujan kali ini, biasanya Kakak perempuannya yang akan memaksanya membawa benda meropatkan itu. Tapi hari ini Kakaknya sudah berangkat pagi-pagi sekali karena urusan kampus.copyright protection19PENANAoJ7mzcCAep23Please respect copyright.PENANA1TGQvZirbW

    Dennis membuang napas panjang. Dirinya berdiri berteduh di lobby pintu masuk. Dia memperhatikan orang-orang yang lewat begitu saja menerjang hujan, ada pula yang membagi payung dengan temannya, atau cuma sekedar menyapanya setelahnya pamit meninggalkan sendiri di sana.copyright protection19PENANAImW4J5nzGP23Please respect copyright.PENANAHIOaW56wAh

    Oi, setidaknya gue bisa nebeng hingga depan, pikirnya jengkel ketika temannya yang membawa payung besar meninggalkannya.copyright protection19PENANAroDOhfPQr023Please respect copyright.PENANAQJ0HWuJ017

    Dennis menyandarkan tubuhnya pada tembok sambil memainkan ponsel. Sekolah sudah tidak seramai sebelumnya. Ia melihat Matthew yang pulang terlebih dulu karena harus membantu Ibunya, Nathan sudah ia usir untuk pulang lebih dulu karena ia hanya membawa jas hujan satu, walau sebelumnya sudah ditawari untuk memakai bersama, namun itu membuat Dennis semakin jengkel dan Nathan merasa bahagia menjahilinya.copyright protection19PENANA3QJacjmPTB23Please respect copyright.PENANAF20lTvkbXw

    "Yaa, satu-satunya hanya menunggu hujan reda. Bryan pasti lama kalau sudah dipanggil guru." Gumamnya seraya memasukan ponselnya ke dalam saku bajunya. Matanya terpejam, bibirnya tertarik membentuk senyum getir, dan napasnya berhembus halus.copyright protection19PENANAfCXbHHg5gX23Please respect copyright.PENANA8EeXPb2WIC

    Katanya ketika hujan doa kita akan terkabul lebih cepat, masa sih? Baiklah gue coba, semoga hari ini gue bisa bertemu Gita, enggak enggak, melihatnya saja sudah cukup. Batinnya memohon.copyright protection19PENANAVImyxDOmuf23Please respect copyright.PENANAeymefiIYjJ

    Angin berhembus semakin kencang, biasan air mengenai kulitnya, Dennis bergerak menjauhi spot sebelumnya agar tak terkena air, hingga pergerakannya terhenti karena panggilan suara nan lembut.copyright protection19PENANAny67Ijq58k23Please respect copyright.PENANA6YM6kFCFRz

    "Dennis?"copyright protection19PENANAGnXDzFkQKB23Please respect copyright.PENANAcZeqX3CZ0k

Dennis menoleh dengan cepat ke sumber suara, matanya terbelalak, ia tiba-tiba memegang tengkung kepalanya.copyright protection19PENANANFj9eQN2di23Please respect copyright.PENANABeSXt8gb7z

    "Gita?" ucapnya tidak percaya.copyright protection19PENANAiAQpHzI8EQ23Please respect copyright.PENANAVdyIjToVyg

    "Gita!" serunya kemudian ketika sadar itu bukan ilusi.copyright protection19PENANAtkeqXO6iEQ23Please respect copyright.PENANAvLgJbdNOcN

Gita mengerjapkan matanya bingung, lalu tertawa ringan.copyright protection19PENANATswdCL3pOg23Please respect copyright.PENANA8O11Mu92Gg

    "Iya. Ya ampun kamu kayak nggak yakin gitu, kayak ngeliat hantu aja." Ujarnya.copyright protection19PENANAI6Rzwy8eHM23Please respect copyright.PENANACCtalN4KJD

Dennis tidak percaya ini, mustahil, ini seperti mimpi.copyright protection19PENANA4a7jB57HnM23Please respect copyright.PENANA0eogXAtLoF

    "Sendirian aja? Biasanya sama Nathan dan yang lain." Gita membuka obrolan untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka.copyright protection19PENANAyhe5uQQygE23Please respect copyright.PENANAyxuAyg5IiM

    "Oh, iya mereka... sudah pulang." Jawab Dennis malu. Dennis membuang wajahnya. Pipinya terasa panas, seluruh darahnya mendidih, bahkan udara dingin yang menusuk kulit terasa hangat saat Gita berasa di sampingnya saat ini, berjarak dua langkah darinya.copyright protection19PENANAOYLGyhfHvW23Please respect copyright.PENANAZUps5KgauZ

Tidak ada yang membuka suara. Gita memilih diam memandang langit dan Dennis melirik malu-malu, ia melihat Gita membawa payung yang ia pegang dengan kedua tangannya di depan badan.copyright protection19PENANAtA7BUJG2r323Please respect copyright.PENANANuebLcLeXa

     "Baru pulang Git?" Dennis bertanya setelah berdehem sekali.copyright protection19PENANAOZl35PTVn923Please respect copyright.PENANAUwIo7gEcZW

    "Iya."copyright protection19PENANAAc8mSGD8n923Please respect copyright.PENANAYYRorX9H7E

    "Jadi anggota OSIS repot ya? Pulang sore terus." Dennis merutuki dirinya karena pernyataan bodohnya.copyright protection19PENANA4RKctFV9Hm23Please respect copyright.PENANAHU9W6U8S86

    Gita menoleh ke Dennis, lalu tersenyum.copyright protection19PENANAdwmyzrntmL23Please respect copyright.PENANA22CLqJ15W1

    "Tidak juga, aku jadi ketemu banyak orang. Tambah pengalaman juga. Aku kira kamu juga aktivis loh karena aku sering melihat kamu selalu bersama Nathan."copyright protection19PENANACXXLjQsXYQ23Please respect copyright.PENANA2VZTjqQt8Y

    "Ah... Nathan memang anak yang aktif di balik sifat jahilnya dia itu bertanggung jawab." Dennis berkomentar.copyright protection19PENANA73IRfbxblf23Please respect copyright.PENANA7QTgMZaVRj

    Nathan dan Gita berada di kelas yang sama wajar kalau dari tadi Nathan mulu yang disebut, pikirnya merutuki rasa tidak suka yang tiba-tiba melanda hatinya.copyright protection19PENANAxyLT7lkvOH23Please respect copyright.PENANA1UlEFMoHSl

    "Iya juga ya." Gita merespon ucapnya sambal tertawa lembut di mana tangan kanannya menutupi bibirnya.copyright protection19PENANAgrFecY4FW323Please respect copyright.PENANAIUgINA9E3h

Dennis dilanda serangan jantung. Calon gebetannya yang telah di gebet orang lain saat ini sedang menobrol dengan dirinya. Padahal dia bisa pulang kapan saja karena paying yang dibawanya tapi malah terjebak hujan dengannya.copyright protection19PENANAv36dVmpsxK23Please respect copyright.PENANADa7wrUvBPn

    "Gita kamu nggak pulang?"copyright protection19PENANAH5jtYqOjWD23Please respect copyright.PENANAURigwY3UGV

    "Gita?"copyright protection19PENANA1d4GrgFwWB23Please respect copyright.PENANAgoPw7D7gib

Tiba-tiba Dennis tersentak mendengar suara bariton yang khas di indra pendengarannya. Ia menoleh dan mendapati Bryan berdiri di sampingnya.copyright protection19PENANAArFHFA343B23Please respect copyright.PENANAyVlFrNAXoq

    "Bryan? Gita mana?" paniknya.copyright protection19PENANAPLG8eFz3Yv23Please respect copyright.PENANAkjhDzNBDIh

    "Dennis lo sakit?" Bryan memincingkan mata lalu mendekat dan menyentuh kening Dennis.copyright protection19PENANAG0JKHb1mHX23Please respect copyright.PENANAyZGovO1D4j

    "Normal." Ujarnya.copyright protection19PENANAYipDZ4e29i23Please respect copyright.PENANAOCeaiGXSDm

Dennis menepis tangan Bryan lalu berdehem sekali.copyright protection19PENANADY3k7iZGmY23Please respect copyright.PENANAjYFABfodS7

    Benar juga, mana mungkin Gita akan beerbicara sama gue. Kalaupun Gita mengenal Nathan tidak mungkin dia tahu gue. Gue hanya penggemar rahasia yang tidak akan dilihatnya.23Please respect copyright.PENANAvr6cPC0Qf5
23Please respect copyright.PENANAa4Hpe05cTJ
Remahan kue, bantinnya miris.copyright protection19PENANAc2YVNF6P2O23Please respect copyright.PENANAycHdMjtbxl

    "Lupakan Yan. Balik yuk!"copyright protection19PENANAN06cE6hT9r23Please respect copyright.PENANAi2MpeC1fth

    Dennis merangkul bahu Bryan dan menariknya menjauhi lobby dan pulang bersama. Dennis dan Bryan tertawa membicarakan topik random. Orang jenius di samping Dennis tidaklah dapat diduga dengan mudah mau membantunya mengerjakan tugas bahkan mengajak yang lain. Hatinya sudah sangat senang mengetahui kenyataan tersebut melebihi harapannya terhadap seseorang yang tidak pasti.23Please respect copyright.PENANAkDl13A29MV
copyright protection19PENANAbNpe7wx6dT23Please respect copyright.PENANASl7AyUU25r

FIN23Please respect copyright.PENANAnotaNINPXg
23Please respect copyright.PENANA6iUskX3m6Q
copyright protection19PENANA4pW3lJIszL23Please respect copyright.PENANAhZbpzKjuMp

54.80.208.105

ns54.80.208.105da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X