×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Humor
Friendship
The Flock of 4th Cloverboy
Writer Kawaiyonimas
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
G
RATED
45 Reads
0 Likes
1 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
The Flock of 4th Cloverboy
1 Bookmarks
A - A - A
#4
P4 : Ekspektasi
Kawaiyonimas
Jun 14, 2018
0
0
8
7 Mins Read
No Plagiarism!GSY1JtHofiiaRQGaARh9posted on PENANA

    Pada suatu pagi yang cerah di mana matahari berada posisi menggantung, tidak di atas kepala tidak pula pada sumbu 45 derajat. Namun sinarnya sudah membakar kulit hingga membuat tubuh mengeluarkan banyak cairan dan kerongkongan terasa kering.copyright protection8PENANA2PPKffbxS912Please respect copyright.PENANALPTKBMcPU0

    Bel pertama usai 3 jam belajar pertama berbunyi. Seluruh sisiwa segera berhamburan keuar kelas menuju kantin untuk mengistirahatkan otak. Di kelas IPA 2 Ibu Gloria baru saja selesai menerangkan tentang gaya gravitasi.copyright protection8PENANA0z2ZBLsi9I12Please respect copyright.PENANACCPaufXfbV

    "Wah, udah bel."copyright protection8PENANABrTsizDTrU12Please respect copyright.PENANA815Bek9I27

    Seseorang kembali bersemangat ketika mendengar bel berbunyi. Matanya yang sayu seketika terbuka lebar dan punggungnya sekejap berubah tegak dari posisi telengkup di atas meja. Teman sebangkunya hanya melirik lalu kembali memperhatikan Ibu Gloria yang masih sibuk merapihkan mejanya. copyright protection8PENANA2uKSeZ7pw012Please respect copyright.PENANAhOWayyXKnS

    "Baik sebelum Ibu akhiri, tugas untuk minggu depan, kerjakan buku paket halaman 260, tugas mandiri nomor 1, 3 dan 4. Ibu akhiri, selamat pagi."copyright protection8PENANAzxABwbnZtx12Please respect copyright.PENANAL0uAbZQ9f2

    "Pagi, TERIMA KASIH BUUU.." koor satu kelas kompak.copyright protection8PENANAI4ZBxibbbD12Please respect copyright.PENANA5o3aZhv90x

    Setengah orang di dalam sana sudah berkurang berlarian keluar kelas sambal membuang napas lega ketika akhirnya mereka dapat merasakan udara bebas setelah di bumbui rumus-rumus yang membuat otak terbakar.copyright protection8PENANA5e7P6lPeLm12Please respect copyright.PENANAghlcsUKpF8

    Pria tadi masih duduk bertopang dagu memperhatikan teman sebangkunya yan sdang menaruh buku ke dalam tas. Merasa di perhatikan pria itu pun menatap balik.copyright protection8PENANAfkUPWr1jqu12Please respect copyright.PENANAiq9M1kMSu1

    "Ada apa?"copyright protection8PENANAR9zQK78Wij12Please respect copyright.PENANAUzqXKpffzf

    Pria yang ditanya hanya tersenyum lalu memanggil nama pria yang di depannya. Pria berambut hitam pecinta bakwan itu menghela napas mendengar namanya di panggil dengan nada memohon seperti itu.copyright protection8PENANAzoxGeE13SN12Please respect copyright.PENANANPx9103MpI

    "Baiklah, minggu ini. Kita kerjakan bersama-sama." Tukasnya.copyright protection8PENANAp77jX3KYnb12Please respect copyright.PENANAVI84v9ph1T

    "Yey! Lo memang terbaik Bry. Gue berhutang sama lo." Pria ia bersorak gembira.copyright protection8PENANAtek355ad2t12Please respect copyright.PENANAjVsJTc99sI

    "Hutang lo udah banyak Dennis," canda Bryan. Dennis mati kutu dan tak membalas candaan Bryan.copyright protection8PENANAxCR5i5Kk9D12Please respect copyright.PENANApfyXoAXrmn

    "Hayo hutang apa?"copyright protection8PENANA7zLfTIjEHH12Please respect copyright.PENANAah5ilAsLRu

Sebuah suara terdengar mengintrupsi percakapan mereka. Tanpa mereka sadari seseorang sudang berada di dekat mereka seraya membawa sosis bakar serta minuman ringan di tangan mereka masing-masing.copyright protection8PENANAPaVad1gofj12Please respect copyright.PENANAEbq7Vjk5tM

    "Heh onta, kebiasaan ya muncul tiba-tiba. Kalau gue jantungan gimana? Nanti kalian sedih lagi gue tinggal." Ujar Dennis.copyright protection8PENANARNVJSdOCyY12Please respect copyright.PENANANS2lPrWMSi

    "Alhamdulillah," ujar Nathan cuek.copyright protection8PENANAgFx1VqJe4r12Please respect copyright.PENANA92AflWPNHH

    "Ketek! Enggak, enggak. Gue masih pengen umur panjang woy."copyright protection8PENANAVUCR5QTme812Please respect copyright.PENANAilSIsO2MTv

    Sementara Nathan dan Dennis beradu mulut Bryan telah keluar dari lingkaran mereka mendekat ke tempat di mana Matthew duduk menonton hiburan gratis tersebut.copyright protection8PENANAF6VAPONErm12Please respect copyright.PENANAzHoB3d2Z0V

    "Yan, gimana hari ini? Sepertinya lagi senang?" tebaknya lalu menyuap sosis yang ia beli.copyright protection8PENANACH1aIXAsbF12Please respect copyright.PENANAiaYSpkPe8w

    "Begitulah. Bu Gloria lagi baik hari ini." Bryan menjawabnya dengan nada yang terkesan biasa saja namun tangannya tanpa lebih dulu meminta ijin telah mencomot sosis dari tangan Matthew.copyright protection8PENANAT7AvZGlS2A12Please respect copyright.PENANAWqSP8lDa8x

    "Oh ya? Tumben?" Matthew terheran karena Ibu guru sekelas Ibu Gloria baik pasti ada maunya, biasanya pertemuan selanjutnya kuis dadakan close book atau pengerjaan 5 soal essay di kumpulkan hari itu juga.copyright protection8PENANA1HGWhvK59b12Please respect copyright.PENANAGIe4jhimhi

    "Dia selesai menjelaskan materi tentang gaya gravitasi lalu memberikan tugas 3 soal essay. Ah, I love you bu Glori," Bryan berujar dengan senang.copyright protection8PENANArMStWBqx3C12Please respect copyright.PENANAizthsSBh7J

    "Waw, sepertinya drama Dennis telah meracunimu Yan. Syukur deh. Gue kira bu Gloria akan memberikan tugas 8 soal essay kali ini." Matthew meneguk minumannya.copyright protection8PENANAdWJNsJuOCw12Please respect copyright.PENANAO4aGTi2wta

    "Gila kali ya. Demo satu kelas yang ada." Celetuk Bryan.12Please respect copyright.PENANA49SiecAwzR
12Please respect copyright.PENANAPRqi8SbKaj
    "Indeed,"12Please respect copyright.PENANAtYnDEgWHNq
12Please respect copyright.PENANARRAK9OXJkw
    "Guys, sudah selesai? Kantin yuk!"12Please respect copyright.PENANABao1sxUDh4
12Please respect copyright.PENANAXL2kpHAmon
    Matthew menyudahi drama Nathan dan Dennis yang terlihat keren di mata teman-teman Bryan dan Dennis di dalam kelas tersebut yang kebetulan masih berada di dalam dan memperhatikan kelakuan mereka. Kedua orang tersebut secara bersamaan menoleh ke arah Matthew.copyright protection8PENANAoDd4zuzkzJ12Please respect copyright.PENANAMgfm1obY8w

    "Bryan, Dennis bilang lo mau main ke rumah si mesum minggu ini , benar?"copyright protection8PENANAw0wpts0U0312Please respect copyright.PENANAvJGUL8sGMJ

    "Hey, perhatikan omongan lo onta. Siapa yang lebih mesum!" Dennis protes. Bryan memegang tengkuk kepalanya.copyright protection8PENANAwd0g1sZvgB12Please respect copyright.PENANALJvN4VvEhU

    "Bukan main sih, tapi kalau lo dan Matthew mau ikut tidak masalah."copyright protection8PENANA1FffJPJj9j12Please respect copyright.PENANA24bhqcGBbO

    "Belajar bersama?" Matthew lebih dulu mengeluarkan suara membuat Nathan menahan pergerakan bibirnya karena tak jadi bertanya.copyright protection8PENANA3Gkz5O25I212Please respect copyright.PENANA7HyOBkW30J

    "Serius?" tanya Matthew memastikan.copyright protection8PENANA9eg9uiCuNT12Please respect copyright.PENANANLtjzxe5cw

    "Why not." Bryan memberikan senyumnya.copyright protection8PENANA6Pyl5iaPCk12Please respect copyright.PENANAZeAbw1ncCz

    "Lucky! Gue ikut!"copyright protection8PENANA8F0tf6hhb012Please respect copyright.PENANA1KgAySUvWV

    "Lo harus berterima kasih pada gue Nat. Berkat diri gue Bryan mau membantu mengerjakan tugas fisika dari bu Gloria. Lo jadi kebantu kan,  sungkem sama mbah sini." Ungkap Dennis bangga sambil melipat tangan di depan dada. Nathan tak mempedulikan Dennis dan memilih mendekat ke Bryan lalu mengajaknya ke kantin. Dennis yang sadar tidak mendapat respon menoleh kanan kiri untuk mencari sosok mereka. Dia melihat mereka bertiga sudah jalan sampai depan pintu.copyright protection8PENANAjkeAuJS7eG12Please respect copyright.PENANAfKHJ3hhint

    "Wa... wah parah. Di tinggalin."copyright protection8PENANA1kvzGBSRqu12Please respect copyright.PENANAOnIoyepWq2

Ᵽ∩Ᵽ◊∩Ᵽ12Please respect copyright.PENANAvrNM1mEWRA
12Please respect copyright.PENANAS7lzRoR8He
copyright protection8PENANAcyac2pjjGu12Please respect copyright.PENANABvBkU9yk5Y

12Please respect copyright.PENANAnBqansx2op
12Please respect copyright.PENANADhwYRnmIv3
    Istirahat pun telah selasai, 30 menit yang terasa singkat untuk menyudahi nikmat yang hakiki tersebut. Seluruh siswa kembali memfokuskan otak mereka pada mata pelajaran terakhir, 3 jam berikutnya sebelum akhirnya mereka kembali ke rumah masing-masing.copyright protection8PENANAk0PyAkisrw12Please respect copyright.PENANAX7zysuI0OO

    Saat itu terik matahari seketika hilang terganti dengan awan redup dan angin yang berhembus kencang. Udara menjadi terasa dingin dan langit terasa mencekam. Jika saja tidak segera pulang mungkin mereka akan terjebak sementara karena air yang turun dengan deras menerjang bumi. Sayangnya tak semua orang mempersiapkan untuk hal ini, di mana alam sedang tidak konsisten karena ulah manusia.copyright protection8PENANA8tRE3xfVpF12Please respect copyright.PENANAZcpqnNSUPh

    Dennis merutuki dirinya yang tidak membawa payung ataupun jas hujan kali ini, biasanya Kakak perempuannya yang akan memaksanya membawa benda meropatkan itu. Tapi hari ini Kakaknya sudah berangkat pagi-pagi sekali karena urusan kampus.copyright protection8PENANAqBeAOgZ7AF12Please respect copyright.PENANAjsyPqpdN8J

    Dennis membuang napas panjang. Dirinya berdiri berteduh di lobby pintu masuk. Dia memperhatikan orang-orang yang lewat begitu saja menerjang hujan, ada pula yang membagi payung dengan temannya, atau cuma sekedar menyapanya setelahnya pamit meninggalkan sendiri di sana.copyright protection8PENANACUGrtgMMIe12Please respect copyright.PENANAR5RrEjVmjK

    Oi, setidaknya gue bisa nebeng hingga depan, pikirnya jengkel ketika temannya yang membawa payung besar meninggalkannya.copyright protection8PENANAiRHavKIKG712Please respect copyright.PENANAbjWBJjoBde

    Dennis menyandarkan tubuhnya pada tembok sambil memainkan ponsel. Sekolah sudah tidak seramai sebelumnya. Ia melihat Matthew yang pulang terlebih dulu karena harus membantu Ibunya, Nathan sudah ia usir untuk pulang lebih dulu karena ia hanya membawa jas hujan satu, walau sebelumnya sudah ditawari untuk memakai bersama, namun itu membuat Dennis semakin jengkel dan Nathan merasa bahagia menjahilinya.copyright protection8PENANAq6IEGwVGDw12Please respect copyright.PENANATxHsm7SAV0

    "Yaa, satu-satunya hanya menunggu hujan reda. Bryan pasti lama kalau sudah dipanggil guru." Gumamnya seraya memasukan ponselnya ke dalam saku bajunya. Matanya terpejam, bibirnya tertarik membentuk senyum getir, dan napasnya berhembus halus.copyright protection8PENANAlgr1HViuH012Please respect copyright.PENANAjN5beKu97O

    Katanya ketika hujan doa kita akan terkabul lebih cepat, masa sih? Baiklah gue coba, semoga hari ini gue bisa bertemu Gita, enggak enggak, melihatnya saja sudah cukup. Batinnya memohon.copyright protection8PENANAI0RqanaS8Q12Please respect copyright.PENANAUi7QTQaiso

    Angin berhembus semakin kencang, biasan air mengenai kulitnya, Dennis bergerak menjauhi spot sebelumnya agar tak terkena air, hingga pergerakannya terhenti karena panggilan suara nan lembut.copyright protection8PENANAZyWIdDe8jS12Please respect copyright.PENANAxmVeOimGSi

    "Dennis?"copyright protection8PENANAFF86HQ1ZlI12Please respect copyright.PENANAGc5MnjwStE

Dennis menoleh dengan cepat ke sumber suara, matanya terbelalak, ia tiba-tiba memegang tengkung kepalanya.copyright protection8PENANA03JStTfEMn12Please respect copyright.PENANAGnWNeQEp96

    "Gita?" ucapnya tidak percaya.copyright protection8PENANAuLVru95Jho12Please respect copyright.PENANANGtIUh1hYU

    "Gita!" serunya kemudian ketika sadar itu bukan ilusi.copyright protection8PENANACX3L3LB5KW12Please respect copyright.PENANAzE6EruYYms

Gita mengerjapkan matanya bingung, lalu tertawa ringan.copyright protection8PENANAOK0xCuqS8c12Please respect copyright.PENANAC2QzQ5puuz

    "Iya. Ya ampun kamu kayak nggak yakin gitu, kayak ngeliat hantu aja." Ujarnya.copyright protection8PENANAgDYb4sl9bD12Please respect copyright.PENANABhf40am1sk

Dennis tidak percaya ini, mustahil, ini seperti mimpi.copyright protection8PENANAyOABzDnbJ712Please respect copyright.PENANAV1Z2GqwEpT

    "Sendirian aja? Biasanya sama Nathan dan yang lain." Gita membuka obrolan untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka.copyright protection8PENANA8xS84vCunK12Please respect copyright.PENANA72WXBM21hw

    "Oh, iya mereka... sudah pulang." Jawab Dennis malu. Dennis membuang wajahnya. Pipinya terasa panas, seluruh darahnya mendidih, bahkan udara dingin yang menusuk kulit terasa hangat saat Gita berasa di sampingnya saat ini, berjarak dua langkah darinya.copyright protection8PENANAHDoFPs8aCk12Please respect copyright.PENANAATOQXP1kQt

Tidak ada yang membuka suara. Gita memilih diam memandang langit dan Dennis melirik malu-malu, ia melihat Gita membawa payung yang ia pegang dengan kedua tangannya di depan badan.copyright protection8PENANAOa8oMI29TL12Please respect copyright.PENANAEMuDPa4mPu

     "Baru pulang Git?" Dennis bertanya setelah berdehem sekali.copyright protection8PENANAh1i99mEMR212Please respect copyright.PENANAfXwbU7YX8g

    "Iya."copyright protection8PENANAxzGVewonH012Please respect copyright.PENANAtJ9iz77ArY

    "Jadi anggota OSIS repot ya? Pulang sore terus." Dennis merutuki dirinya karena pernyataan bodohnya.copyright protection8PENANAIvaRTXzW6s12Please respect copyright.PENANA35LyJAJOWz

    Gita menoleh ke Dennis, lalu tersenyum.copyright protection8PENANAHnt0xCncpf12Please respect copyright.PENANAibwPnqWmn5

    "Tidak juga, aku jadi ketemu banyak orang. Tambah pengalaman juga. Aku kira kamu juga aktivis loh karena aku sering melihat kamu selalu bersama Nathan."copyright protection8PENANAeWOVR3rgq912Please respect copyright.PENANACROLanShYk

    "Ah... Nathan memang anak yang aktif di balik sifat jahilnya dia itu bertanggung jawab." Dennis berkomentar.copyright protection8PENANAg9Er0yozuv12Please respect copyright.PENANAg1q1AaBjYx

    Nathan dan Gita berada di kelas yang sama wajar kalau dari tadi Nathan mulu yang disebut, pikirnya merutuki rasa tidak suka yang tiba-tiba melanda hatinya.copyright protection8PENANA1cTucq7zDx12Please respect copyright.PENANAShJo67P3td

    "Iya juga ya." Gita merespon ucapnya sambal tertawa lembut di mana tangan kanannya menutupi bibirnya.copyright protection8PENANAPRtDNlGfB712Please respect copyright.PENANA865XRflKxj

Dennis dilanda serangan jantung. Calon gebetannya yang telah di gebet orang lain saat ini sedang menobrol dengan dirinya. Padahal dia bisa pulang kapan saja karena paying yang dibawanya tapi malah terjebak hujan dengannya.copyright protection8PENANAoSg2jgAIQ512Please respect copyright.PENANA5NlvOVFpeE

    "Gita kamu nggak pulang?"copyright protection8PENANAdRh7mtyu3b12Please respect copyright.PENANAX7VGv2Nl5h

    "Gita?"copyright protection8PENANA1S3vvQQc5s12Please respect copyright.PENANAyenDbfSx0q

Tiba-tiba Dennis tersentak mendengar suara bariton yang khas di indra pendengarannya. Ia menoleh dan mendapati Bryan berdiri di sampingnya.copyright protection8PENANAjtkAwEQ7mG12Please respect copyright.PENANAQ5dbA27fsl

    "Bryan? Gita mana?" paniknya.copyright protection8PENANAcAytHVWgp012Please respect copyright.PENANATptP6ZRUkX

    "Dennis lo sakit?" Bryan memincingkan mata lalu mendekat dan menyentuh kening Dennis.copyright protection8PENANArqSuWolMAr12Please respect copyright.PENANAbTbzwnPpUP

    "Normal." Ujarnya.copyright protection8PENANAfUVzurdlyA12Please respect copyright.PENANAPKV3Wv53Lx

Dennis menepis tangan Bryan lalu berdehem sekali.copyright protection8PENANA1LaAeSvb8U12Please respect copyright.PENANApFWSv3RmXc

    Benar juga, mana mungkin Gita akan beerbicara sama gue. Kalaupun Gita mengenal Nathan tidak mungkin dia tahu gue. Gue hanya penggemar rahasia yang tidak akan dilihatnya.12Please respect copyright.PENANAk95vJCTy1N
12Please respect copyright.PENANAoRyjUvPZyA
Remahan kue, bantinnya miris.copyright protection8PENANAbzl44htq4312Please respect copyright.PENANAxYguRLxJ8v

    "Lupakan Yan. Balik yuk!"copyright protection8PENANARkYMTse7NM12Please respect copyright.PENANAVsF1YoDRWE

    Dennis merangkul bahu Bryan dan menariknya menjauhi lobby dan pulang bersama. Dennis dan Bryan tertawa membicarakan topik random. Orang jenius di samping Dennis tidaklah dapat diduga dengan mudah mau membantunya mengerjakan tugas bahkan mengajak yang lain. Hatinya sudah sangat senang mengetahui kenyataan tersebut melebihi harapannya terhadap seseorang yang tidak pasti.12Please respect copyright.PENANAFlwdEqJtqh
copyright protection8PENANAHPySpMKVYT12Please respect copyright.PENANA4Xglr77ZRf

FIN12Please respect copyright.PENANAuMI9NHyqzv
12Please respect copyright.PENANA5eQBsu2bYs
copyright protection8PENANAQ9scexuHXz12Please respect copyright.PENANAt3qKoSSvRJ

54.198.158.24

ns54.198.158.24da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X