Bab 7 : Foto Seseorang Tak Dikenal
127Please respect copyright.PENANAEJGFH5EdyD
Pagi itu mobil seorang pria muda bernama Chae Ki Yong bersama dengan kekasihnya Seo Yeong Joo telah tiba di tempat parkir sebuah Restoran berbintang.
127Please respect copyright.PENANA4BHAp4uAvj
Mereka berdua pun turun dari mobil Ki Yong, dan Ki Yong pun menghubungi temannya.
127Please respect copyright.PENANA2Pwd5eEWuQ
"Halo Na Moo... Ini aku dan Yeong Joo telah tiba di tempat parkir Restoran dan akan segera masuk kedalam Restoran...", Ucap Ki Yong, melalui panggilan telepon.
127Please respect copyright.PENANABTshGahcTI
"Baiklah... Aku, Nak Won dan juga teman - teman yang lain telah menunggu kalian disini... Cepatlah kemari kawan!!!", Ucap Na Moo (teman lama Ki Yong dan Yeong Joo)
127Please respect copyright.PENANAwnWOAs63qk
"Baiklah kalau begitu, aku akan segera kesana...", Ucap Ki Yong, sambil menggandeng tangan Yeong Joo, melangkah memasukki Restoran.
127Please respect copyright.PENANAVa2X6uDiRc
Didalam sana ada Jeong Na Moo (pria), Yoon Nak Won (wanita), Cha Do Jae (pria), Seo Hee Soo (wanita), Kim Yeong Woo (pria) dan Han Seo Hee (wanita), yang sedang merayakan Reuni, karena dulu mereka pernah bekerja satu Kantor, sebelum Cha Do Jae dan Seo Hee Soo menikah dan berpindah pekerjaan dan Kim Yeong Woo yang memutuskan untuk membuka bisnis Cafenya sendiri.
127Please respect copyright.PENANAxrRuxiskG7
Tak lama kemudian Ki Yong dan Yeong Joo pun masuk kedalam Restoran dan langsung menemui mereka.
127Please respect copyright.PENANAbbapQY6D2d
"Hai... Sudah lama kita tidak berjumpa...", Ucap Ki Yong, menyapa teman - temannya.
127Please respect copyright.PENANAgLP7IFLHZ1
"Hai Ki Yong, lama tidak jumpa... Kini kau terlihat semakin tampan dan berwibawa...", Ucap Seo Hee Soo, sambil tersenyum.
127Please respect copyright.PENANAASIGQ15GDf
Chae Ki Yong pun tersenyum mendengar perkataan Seo Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANA35fPCHbge4
"Oh iya... Siapa wanita yang ada disampingmu kini???", Tanya Yeong Woo.
127Please respect copyright.PENANACCjBcxPgN5
"Oh dia... Seo Yeong Joo, kami mulai dekat saat kami pernah terlibat dalam satu aksi sosial bersama dan dia berperan sebagai ketua dalam kegiatan tersebut...", Ucap Ki Yong, memperkenalkan Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAEs5EIFDq4U
"Iya... Perkenalkan namaku Seo Yeong Joo, selama ini aku bekerja sebagai penata rias dan rambut...", Ucap Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAkOKWPPYhRp
"Oh hai Seo Yeong Joo... Senang berkenalan denganmu... Perkenalkan kami semua teman dan mantan teman sepekerjaan kekasihmu Chae Ki Yong...", Ucap Na Moo.
127Please respect copyright.PENANATVykZ3vmdV
"Oh ya mengapa kau tidak pernah memberi kabar kami, kalau kau sekarang sudah punya kekasih???", Tanya Do Jae.
127Please respect copyright.PENANAZqa4ldPGEo
Ki Yong pun duduk bersama dengan Yeong Joo di sebelah Do Jae dan Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANARPlLJZIOXJ
"Hai Yeong Joo... Perkenalkan namaku Seo Hee Soo, bolehkah kita bertukar nomor ponsel???", Ucap Hee Soo, memperkenalkan diri.
127Please respect copyright.PENANAsXZKZGg6iM
"Hai... Senang bertemu denganmu Hee Soo, iya boleh...", Ucap Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANACojcQGxL4Y
"Iya semenjak Ki Yong kehilangan cinta pertamanya secara tragis dahulu, kita hampir tidak pernah mendengar Ki Yong memiliki kekasih baru...", Ucap Na Moo.
127Please respect copyright.PENANA7jZvtMVWP4
"Bicara apa kau???", Tanya Ki Yong, pura - pura kesal.
127Please respect copyright.PENANA8zRMwIABGB
Na Moo dan Yeong Woo pun tertawa bersama.
127Please respect copyright.PENANAeWOpoXXOYT
"Apa??? Ki Yong oppa, pernah kehilangan kekasihnya secara tragis???", Tanya Yeong Joo, penasaran.
127Please respect copyright.PENANAET3UbGFCMa
"Ohh itu bukan masalah yang berarti bagiku... Sudahlah ucapannya tidak perlu didengarkan Yeong Joo!!!", Ucap Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANA4jr36qbEtc
Yeong Joo pun terdiam, namun sesungguhnya Ia merasa penasaran tentang apa yang terjadi pada masa lalu Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANA88VvFr8GKO
"Kalau begitu... Karena sekarang kita semua sudah lengkap, bagaimana kalau kita mulai memesan makanan saja??? Agar kita nanti tidak pulang kemalaman...", Tanya Na Moo.
127Please respect copyright.PENANAvY0XCCoFeM
"Baiklah... Aku mau memesan pasta truffle fettuccine carbonara dan minum segelas soda...", Ucap Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAJ4ANWuqnw1
"Kau mau memesan apa Yeong Joo???", Tanya Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAKUX7fTdyeW
"Aku mau memesan yang sama denganmu saja...", Jawab Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANA4NCI18ZDyd
"Baiklah kalau begitu, kami berdua memesan yang sama...", Ucap Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAQrSpBNhAEp
"Baiklah akan kucatat... Yeong Woo dan Seo Hee, kalian mau pesan apa???", Tanya Na Moo.
127Please respect copyright.PENANAeaiynD8iVW
"Aku mau memesan roti lapis daging keju edamame dan minum coklat panas...", Ucap Seo Hee.
127Please respect copyright.PENANANRmTNdXzoc
"Baiklah... Lalu kau Yeong Woo???", Tanya Na Moo.
127Please respect copyright.PENANAP0aETNhPin
"Aku mau memesan steak domba dengan minum segelas soda dingin...", Ucap Yeong Woo.
127Please respect copyright.PENANAekVkXd5bB9
"Baiklah kalau begitu...", Ucap Na Moo, sambil terus mencatat.
127Please respect copyright.PENANAqMvmV8MzII
"Oh kalau begitu, aku permisi mau ke toilet, sebentar...", Ucap Yeong Joo, berdiri sambil melangkah menuju ke Toilet.
127Please respect copyright.PENANAGBlsirQdtY
Ki Yong pun mengangguk perlahan.
127Please respect copyright.PENANAcrT9sXrfnw
Didalam toilet, Yeong Joo pun menatap kearah cermin toilet dan memperbaiki riasannya, tiba - tiba dibelakangnya melintas sekelebat bayangan seorang wanita yang terlihat sedang berjalan terburu - buru.
127Please respect copyright.PENANANvYOw68FX9
Yeong Joo pun menoleh kearah belakang.
127Please respect copyright.PENANANsYkeWC06P
"Hee Soo!!! Apa itu kau???", Tanya Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAVaZdHOQwwf
Bayangan itupun terlihat memasukki bilik toilet yang terletak di bagian paling ujung dan terdengar suara seperti pintu tertutup rapat.
127Please respect copyright.PENANAcXaiyDtU8v
Karena tidak ada jawaban yang pasti, dan Yeong Joo, merasa ada yang tidak beres, Yeong Joo pun melangkah mendekati bilik toilet yang terletak dibagian yang paling ujung dan mencoba mengetuk pintu toilet.
127Please respect copyright.PENANAM635QpGk2v
"Permisi... Hee Soo!!! Apa kau yang sedang berada didalam??? Hee Soo!!!", Tanya Yeong Joo, sambil mengetuk - ngetuk pintu bilik.
127Please respect copyright.PENANAOFtYwLOsg9
Tak lama kemudian Hee Soo yang sebenarnya tiba - tiba memasukki area Toilet.
127Please respect copyright.PENANAGvlWOyTf8u
"Ohh Yeong Joo!!! Sedang apa kau disana???", Tanya Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAtN5ihexXnD
Yeong Joo terkejut saat melihat Hee Soo berada di pintu masuk toilet dan Yeong Joo lebih merasa terkejut lagi setelah melihat bahwa pintu bilik toiet itu terbuka dan toilet itupun kosong.
127Please respect copyright.PENANAnQt7sbBmG8
"Sebenarnya ada apa Yeong Joo???", Tanya Hee Soo, melangkah mendekati Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAeN043PyEal
Saat itu Hee Soo pun merasa terkejut saat melihat kedalam bilik toilet itu, seperti seolah - olah Ia sedang melihat sesuatu.
127Please respect copyright.PENANAE7w9yfd9iX
"Sudahlah... Tidak ada apa - apa disini... Cepatlah keluar disana teman - teman telah menanti kita semua!!!", Ucap Hee Soo, menenangkan Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAT1f73JZGQl
Akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk keluar dari ruang toilet.
127Please respect copyright.PENANAE3fiCWsqnv
"Ada apa dengan kalian??? Mengapa kalian berdua keluar dari toilet dengan wajah pucat seperti itu???", Tanya Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAmb9VRS6dqR
"Iya... Kalian berdua ini seperti barusaja melihat hantu saja...", Ucap Na Moo.
127Please respect copyright.PENANAdnsTOXCTII
Yeong Joo kembali duduk disebelah Ki Yong dan Hee Soo pun kembali duduk disebelah Hee Soo dan mereka berdua sama - sama memutuskan untuk mengabaikan apa yang barusaja terjadi.
127Please respect copyright.PENANAar8PMGVBSJ
Setelah hidangan yang mereka berdelapan pesan telah selesai dihidangkan, mereka semua pun menikmati hidangan itu sambil mengobrol dengan santai.
127Please respect copyright.PENANA1y0pP0YE4I
"Bagaimana dengan usaha Cafe mu Yeong Woo???", Tanya Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAk9ZuCnUPPD
"Cafe ku berjalan dengan lancar, kemarin aku dan Seo Hee telah merenovasi sedikit demi sedikit untuk mulai memperluas Cafe kami...", Jawab Yeong Woo, sambil mengiris daging steaknya.
127Please respect copyright.PENANAaT4pXLRflY
"Lalu bagaimana dengan kantor??? Sudah setahun lamanya semenjak aku resign, rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat suasana kantor...", Tanya Yeong Woo, menyuap sepotong daging.
127Please respect copyright.PENANA7q2VJWm5kM
"Iya kini kantor terasa sangat sepi setelah kau dan Do Jae menghilang... Kantor tak pernah terasa sama lagi...", Ucap Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANA6dBsogm6nj
"Kalau begitu carilah pekerjaan lain, lakukanlah seperti kami saat ini, lupakan segala masa lalu yang pernah terjadi di Kantor dan bangunlah bisnismu sendiri seperti aku dan juga Do Jae!!!", Ucap Yeong Woo.
127Please respect copyright.PENANAS5KpNua028
"Entahlah... Sampai sekarang aku masih belum memikirkan hal seperti itu...", Ucap Ki Yong, murung.
127Please respect copyright.PENANAA3roZ5FBNo
Yeong Joo pun segera melihat sesuatu
yang tidak beres dan Ia pun berusaha untuk mencairkan suasana reuni agar menjadi lebih hangat.
127Please respect copyright.PENANANN15BC1ptm
"Oh iya... Kalian sudah lama tidak saling berjumpa... Bagaimana kalau kita berfoto bersama??? Anggap saja kita membuat suatu kenang - kenangan yang akan membuat kita jadi saling ingin lebih sering bertemu lagi???", Ucap Yeong Joo, sambil mengeluarkan ponselnya.
127Please respect copyright.PENANAM3ulo30D1o
"Iya... Aku setuju!!!", Ucap Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAFfQ7i7YHOB
"Permisi bisa tolong fotokan kami berdelapan???", Tanya Hee Soo, pada salah satu pelayan Restoran.
127Please respect copyright.PENANAqoJnDKhicu
"Oh baik...", Ucap Pelayan Restoran, mengambil ponsel Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAzhPphFTaXs
Mereka berdelapan pun segera mengambil pose dan akhirnya pelayan itu mengambil beberapa pose foto untuk mereka.
127Please respect copyright.PENANAToUhzDMOhe
"Terima kasih...", Ucap Hee Soo, menerima ponselnya kembali.
127Please respect copyright.PENANAGpqFK871s1
"Iya... Sama - sama... Saya permisi terlebih dahulu!!!", Ucap Pelayan Restoran.
127Please respect copyright.PENANAlBLZagb6ew
Hee Soo pun merasa puas saat melihat - lihat hasil fotonya.
127Please respect copyright.PENANAmw2lgbYSaZ
"OK... Akan kukirimkan hasil fotonya pada kalian semua...", Ucap Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAAZFZ6BAPA5
"Oh iya Yeong Joo!!! Tadi kudengar dari Ki Yong, bahwa kalian berdua saling bertemu untuk kali pertama adalah saat kalian berdua sama - sama terlibat dalam kegiatan sosial bukan???", Tanya Na Moo.
127Please respect copyright.PENANAI68WuPxpLl
"Iya benar... Ada apa???", Tanya Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAAZYgLhoagQ
"Memangnya kegiatan sosial seperti apa itu??? Apa jenis kegiatan sosial yang dulu kalian berdua lakukan???", Tanya Na Moo.
127Please respect copyright.PENANABY8F86HaXs
"Oh itu... Dulu aku pernah terlibat dalam kegiatan sukarelawan pada suatu Panti Asuhan dan saat itu Ki Yong oppa pernah menjadi donatur terbesar dalam Panti Asuhan kami...", Jawab Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAluitEduEMh
"Ohh jadi sebuah acara suka relawan Panti Asuhan...", Ucap Na Moo.
127Please respect copyright.PENANAAJKh5jyEoc
Seo Yeong Joo pun mengangguk perlahan.
127Please respect copyright.PENANAUwJAOvPWTO
"Saat itu aku sering mengunjungi Panti Asuhan, karena aku sangat menyukai anak - anak...", Ucap Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANA1iq0uWLQNN
2 Tahun yang lalu...
127Please respect copyright.PENANAcdK1Z6okUU
Saat anak - anak bermain, Ki Yong terlihat menangis terisak didalam Panti Asuhan dan saat itu Yeong Joo pun melangkah mendekati Ki Yong, Yeong Joo memberi Ki Yong sebuah sapu tangan sutra berwarna kuning muda bersulamkan burung merak berwarna biru kehijauan..
127Please respect copyright.PENANAwFLag8fps8
"Ohh terima kasih...", Ucap Ki Yong, menerima sapu tangan itu.
127Please respect copyright.PENANALZUKCmcXqL
Yeong Joo duduk bersimpuh dihadapan Ki Yong yang mengusap air matanya dengan sapu tangan itu.
127Please respect copyright.PENANAoslDQnicT0
Yeong Joo pun menepuk - nepuk pundak Ki Yong yang masih belum berhenti menangis.
127Please respect copyright.PENANAze9TAkoG7b
"Menangislah selama bebanmu masih belum hilang dari hatimu!!! Menangislah agar kau bisa merasa lega dan lebih tenang!!!", Ucap Yeong Joo, sambil membiarkan Ki Yong menangis.
127Please respect copyright.PENANAO4aBWRsPWC
"Na Won!!! Yoon Na Won!!! Maafkan aku!!!", Ucap Ki Yong, sambil terus menangis.
127Please respect copyright.PENANAVYXhsfBEZ0
Sepulangnya mereka dari Restoran, mereka, mereka pun saling mengucapkan salam perpisahan sebelum akhirnya mereka saling berpisah dan masuk kedalam mobil mereka masing - masing dan pulang.
127Please respect copyright.PENANAFezzs8J4wE
"Apakah kau merasa senang saat ikut denganku dalam acara seperti ini?? Ku mohon mengertilah bahwa meskipun teman - temanku itu terlihat konyol dan menyebalkan, tapi sesungguhnya mereka itu sangat baik...", Ucap Ki Yong, sambil mengendarai mobilnya.
127Please respect copyright.PENANAauPMC891bX
"Hmm aku tahu itu... Aku juga merasa sangat senang ketika bertemu dengan orang - orang baik seperti Hee Soo Nak Won dan Seo Hee...", Ucap Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAIKuSPL9ep6
"Oh iya... Yeong Joo!!!", Panggil Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAmMSFcAaXEY
"Sepertinya tadi terjadi sesuatu dengan kau dan Hee Soo saat kalian berdua di toilet tadi... Apakah tadi terjadi sesuatu yang buruk???", Tanya Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANA3VUrBgwLTs
"Hmm tidak... Tidak terjadi apa - apa... Aku hanya ingin memperbaiki riasanku dan kebetulan aku tidak membawa perlengkapanku secara lengkap, jadi aku meminta bantuan pada Hee Soo, itu saja...", Ucap Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAn4uVpBo9Lf
"Oh astaga... Ternyata hanya karena riasan...", Ucap Ki Yong, tertawa.
127Please respect copyright.PENANASNG2j2xzHV
"Hmm iya...", Ucap Yeong Joo, memutuskan untuk merahasiakan apa yang tadi dia dan Hee Soo lihat di Toilet.
127Please respect copyright.PENANAhwTi9aDS67
Malam itu Ki Yong pun mengantarkan Yeong Joo ke rumahnya.
127Please respect copyright.PENANAWUdHuQRjoD
"Hati - hati dijalan oppa!!!", Ucap Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAyF2gZB2KqG
"Hmm istirahatlah Yeong Joo!!! Kau pasti merasa cukup lelah hari ini...", Ucap Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAs3yBIC51xH
Kemudian Ki Yong pun segera melajukkan mobilnya meninggalkan Yeong Joo yang sedang membuka gerbang.
127Please respect copyright.PENANAxJcm8hvcES
Sosok bayangan pucat itu ternyata mengikuti Yeong Joo pulang ke rumahnya dan kembali mengilang saat Yeong Joo menutup pintu gerbangnya.
127Please respect copyright.PENANAgkU7x1lXfP
Keesokan paginya Yeong Joo pun berteriak setelah melihat kearah foto yang baru saja dikirimkan oleh Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAiA18GKLu9E
Didalam foto tersebut yang seharusnya hanya ada mereka berdelapan, ternyata ada satu sosok yang tidak dikenal dan wajahnya tidak terlalu terlihat jelas dan pucat, terlihat berdiri didekatnya.
127Please respect copyright.PENANAdqp1tf1D3W
Yeong Joo pun segera mengingat sosok bayangan yang Ia dan Hee Soo lihat di dalam toilet, setelah itu Ia memutuskan untuk menghubungi Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAr2It8jT4P7
"Halo Hee Soo!!!", Ucap Yeong Joo, melalui ponsel.
127Please respect copyright.PENANAsV3APZb8Z5
"Halo Yeong Joo... Apakah kau sudah melihatnya??? Tenanglah dulu!!! Mari kita bertemu untuk membicarakan hal ini...", Ucap Hee Soo, melalui panggilan ponsel.
127Please respect copyright.PENANAwyhpfvPdli
"Apa??", Tanya Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAPPReyjQmia
Akhirnya Hee Soo mengirimkan sebuah alamat Cafe terdekat kepada Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAxbALLgzQBT
Yeong Joo pun segera bersiap - siap dan langsung pergi menuju ke Cafe yang telah ditentukan oleh Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAwU3hhHm4rK
Di Cafe itu, Hee Soo menunjukkan selembar foto yang membuat Yeong Joo terkejut.
127Please respect copyright.PENANAIVXB9Ib3Rg
Didalam foto tersebut ada Na Moo, Nak Won, Ki Yong dan juga mantan kekasih Ki Yong yang ternyata adalag saudara kembar Nak Won, yakni Na Won.
127Please respect copyright.PENANAclfVnK6uN7
"Dia adalah mantan kekasih Ki Yong... Namanya Yoon Na Won... Dia saudara kembar kekasih teman kami yang bermama Na Moo, yang bernama Nak Won..." Ucap Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAmEqqfJ2lmP
"Bukankah kemarin malam kalian sempat membahas tentang kisah cinta pertama Ki Yong oppa yang tragis... Memang setragis apa kisah itu???", Tanya Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAJM0QSIEosC
"Apa dia belum pernah menceritakan apapun padamu???", Tanya Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAGXuQ2W2Cjt
"Belum... Dia tidak pernah membahas apapun tentang mantan kekasihnya...", Ucap Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANA9ZHD8KaFh1
"Mantan kekasihnya tewas karena menolong Ki Yong, saat mereka berdua mengalami kecelakaan saat diving...", Ucap Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAEVCnEvc8GZ
2 Tahun lalu...
127Please respect copyright.PENANA6hjgfWxmjH
Saat Ki Yong dan Na Won sedang berada didalam laut, Na Won mengalami masalah yang cukup terhadap tabung oksigennya yang bocor, Ki Yong yang mengetahui hal itu, langsung panik dan mencoba mencari pertolongan melalui jam khusus bagi penyelam.
127Please respect copyright.PENANAnUrkHSrZvJ
Saat bala bantuan segera datang dan menyelamatkan mereka berdua dengan tali untuk keatas permukaan, Ki Yong pun merasa panik saat mengetahui bahwa tali itu tidak kuat untuk menarik mereka berdua, dan Ki Yong pun melihat bahwa tali itu sebentar lagi akan putus.
127Please respect copyright.PENANAHtX7Fxnwnj
Ki Yong pun melihat bahwa saat itu oksigennya juga menjadi semakin menipis dan Ia pun berinisiatif untuk menaikkan Na Won terlebih dulu keatas.
127Please respect copyright.PENANA7wiTGlT7oR
Namun berbeda dari niat Ki Yong, tiba - tiba Na Won yang saat itu membawa gunting di dalam sakunya pun memutuskan untuk memotong tali pengikatnya.
127Please respect copyright.PENANAZi2n4kpNM4
Ki Yong sudah berupaya menolak dan memegangi tangan Na Won agar tidak melakukannya, namun Na Won berhasil memberontak dari Ki Yong dan akhirnya Ia pun memutus tali pengikatnya.
127Please respect copyright.PENANABgiu0Lzkpm
Ki Yong pun mencoba untuk terus memeluk Na Won, namun saat itu kondisi oksigennya yang semakin menipis dan keadaan yang semakin tidak kondusif, mengakibatkan Na Won pun kembali berusaha melepaskan diri dari pelukan Ki Yong dan hal itupun membuatnya terjatuh semakin dalam kedalam lautan.
127Please respect copyright.PENANAhivp9TRtDN
Ki Yong pun menangis keras saat melihat tubuh Na Won terjatuh semakin dalam dan Ia pun mencoba untuk tidak ikut naik, namun saat itu para penyelamat pun akhirnya berhasil menarik Ki Yong keatas permukaan.
127Please respect copyright.PENANAMOcWjGxXWa
"Na Won!!! Na Won dia masih didalam... Dia sedang membutuhkan kita, tolong dia!!! Tolong!!! Kumohon!!! Kumohon tolong dia!!!", Teriak Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAZCRh8SIPRj
"Ada satu orang lagi yang berada didalam... Ayo kita coba tarik dia!!!", Ucap Penyelamat.
127Please respect copyright.PENANAdJuvjkCBkD
Teman - teman diving Ki Yong pun mencoba untuk menenangkan Ki Yong sedangkan Ki Yong pun masih berteriak - teriak memanggil nama Na Won.
127Please respect copyright.PENANAOYrD04gAZK
"Tolong selamatkan dia!!! Selamatkan dia!!!", Teriak Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANARE4P8vtfk4
Beberapa saat para tim penyelamat pun kembali ke permukaan sambil menggelengkan kepala perlahan.
127Please respect copyright.PENANAa36buMyst6
Wajah seluruh anggota diving dan juga para tim penyelamat pun segera berubah menjadi raut wajah duka.
127Please respect copyright.PENANAR5qQIuPnjX
"Apa maksudnya ini??? Tidak mungkin!!! Ini tidak mungkin!!! Na Won!!! Tidak!!!", Teriak Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAreZAN5NPNX
Sesaat kemudian jasad Na Won pun segera diangkat dan dibaringkan diatas kapal.
127Please respect copyright.PENANAPTEn96RRsf
"Bangunlah!!! Kumohon bangunlah Na Won!!! Jangan bercanda padaku!!! Bangunlah!!!", Teriak Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAcslRtY2CBV
Teman - temannya pun berusaha untuk memeluk dan menenangkan Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAIgR3ywzkTm
"Setelah itu Ki Yong yang dulunya tinggal di sebuah Apartemen, seorang diri sempat dibawa kembali ke rumah orang tuanya di daerah Busan dan dia tinggal disana selama beberapa bulan... Setelah itu Ia kembali ke Seoul dan menjadi seseorang yang sangat pendiam... Seperti dia yang saat ini kau kenal...", Ucap Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAX8wA48CYxw
"Darimana kau bisa dapatkan foto - foto ini...", Tanya Seo Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAT7X1xM0t6l
"Karena kami dulu cukup dekat, Ki Yong sempat memintaku menyimp annya karena dia berkata dia tidak sanggup menyimpannya...", Jawab Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAD7O2SNotvh
"Sekarang kau boleh menyimpannya...", Lanjut Hee Soo, sambil menyerahkan foto - foto itu.
127Please respect copyright.PENANAxBHJQFKSff
Sepulangnya Yeong Joo dari menemui Hee Soo di Cafe, dia pun mendatangi Panti Asuhan tempat dia dan Ki Yong pertama kali bertemu.
127Please respect copyright.PENANAbF1Mi3nqDt
"Selamat datang Yeong Joo... Ada perlu apa kau sampai jauh - jauh datang kemari???", Ucap Kepala Pemilik Panti.
127Please respect copyright.PENANAWhuA8xw7hi
"Hmm bolehkah aku melihat - lihat buku daftar sukarelawan yang terdaftar ditahun ku juga terdaftar sebagai sukarelawan Panti ini???", Tanya Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAKH4qPnD0KY
Setelah diberikan buku itu oleh pemilik Panti, Yeong Joo pun memeriksa satu demi satu anggota sukarelawan yang terdaftar pada tahun itu, akhirnya Yeong Joo pun menemukan identitas lengkap Yoon Na Won dan Chae Ki Yong yang disitu terdaftar dengan nama Alec Chae dan Lucia Yoon, sebagai tenaga sukarelawan Panti Asuhan "Hati Keluarga".
127Please respect copyright.PENANAOfFKkHaRQ9
Yeong Joo pun terkejut saat membaca identitas Ki Yong dan Na Won ditemukan sebagai anggota sukarelawan Panti.
127Please respect copyright.PENANAeCYRi6P7UD
"Alec Chae dan Lucia Yoon...", Ucap Yeong Joo, sambil melihat foto Ki Yong dan Na Won didalam buku daftar sukarelawan Panti Asuhan.
127Please respect copyright.PENANATfnw1RGiVy
Yeong Joo pun mengingat akan ucapan terakhir Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANA7j4djF1r7d
"Dulu rencananya sebelum Ki Yong dan Na Won menikah, mereka ingin pergi ke Eropa dan ingin mengunjungi beberapa Panti disana...", Ucap Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAKZ6S6T1aMS
Saat Yeong Joo akan melangkah pergi meninggalkan Panti Asuhan, dengan membawa foto Ki Yong dan Na Won, Ki Yong pun mencegat kepergian Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAb8e9AfIU8W
"Sedang apa kau disini???", Tanya Ki Yong, sambil melihat kearah foto yang dibawa Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAD87mqnEy0b
"Apa yang sedang ingin kau lakukan Yeong Joo???", Tanya Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANA3C3YtVvMNR
Yeong Joo pun melihat arwah Na Won, berdiri dibelakang Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAwo7wKwjM7z
"Oh... Ohh...", Ucap Yeong Joo, sebelum akhirnya jatuh pingsan dihadapan Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAFmBsEV3QoJ
Ki Yong pun segera menangkap tubuh Yong Joo dan saat itu Ki Yong melihat tumpukan foto - foto dan juga catatan data dirinya dan juga Na Won, yang Yeong Joo ambil dari buku catatan Panti.
127Please respect copyright.PENANAKAsGpZTZKH
Ki Yong pun membaringkan tubuh Yeong Joo diatas salah satu tempat tidur panti.
127Please respect copyright.PENANANVXrWiaMho
Tak lama kemudian Yeong Joo kembali sadar.
127Please respect copyright.PENANAxaBGSMxy4K
"Ini ibu buatkan susu hangat nak... Dari tadi kau terlihat lelah nak...", Ucap Ibu Kepala Panti.
127Please respect copyright.PENANAqsb7T1IS1I
"Aku baik - baik saja... Terima kasih Ibu...", Ucap Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAqwmyVJnZVl
"Sebenarnya ada apa ini Yeong Joo???", Tanya Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAQxf8mQnrNf
"Arwah wanita itu, telah mendatangiku dan Hee Soo di toilet semalam...", Jawab Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANA2egFvZ92KI
"Apa??? Wanita siapa???", Tanya Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAw3vYf0yFOA
Yeong Joo mengambil dan menunjukkan foto Na Won kepada Ki Yong dan Ki Yong pun melihatnya.
127Please respect copyright.PENANACbmqDkXgfK
"Itu tidak mungkin... Saat ini Na Won pasti sudah bahagia di Surga, jadi dia tidak mungkin masih berada disini...", Ucap Ki Yong, membantah.
127Please respect copyright.PENANAGsTLzznViG
"Selama ini dia masih belum bisa pergi karena saat ini dia tahu bahwa sampai saat ini kau masih belum bisa mengikhlaskannya dan sampai saat ini kau masih menunggu untuk bisa melihatnya...", Ucap Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAG1oV4LnDS1
"Apa???", Tanya Ki Yong, air matanya pun mengalir.
127Please respect copyright.PENANAI39CSn6W6F
"Dia tahu bahwa selama ini kau selalu pergi ke Panti ini diam - diam tanpa sepengetahuanku, dan kau duduk dimana dulu kau sering duduk berdua bersama Na Won, seperti saat ini kau juga datang kemari untuk melakukan hal yang sama, namun hal itu tidak jadi karena kini kau bertemu denganku disini...", Ucap Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAyOwIWIV0qI
Air mata Ki Yong pun mengalir semakin deras.
127Please respect copyright.PENANAckSUiKFjWV
"Apa kau bisa melihatnya sekarang??? Dimana dia??? Tolong!!! Tolong katakan padaku dimana dia??? Apa kini dia sedang melihat kearahku???", Tanya Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAWh1vw3z5aN
"Saat ini dia sedang berdiri disebelahmu...", Jawab Yeong Joo, sambil melihat kearah arwah Na Won yang kini berdiri disebelah Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANARHGHIBJwkY
Ki Yong dan ibu Panti pun merasa terkejut saat mendengar pernyataan Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAOCHbAM0Ex6
Ki Yong segera beranjak dari kursinya dan menatap arwah Na Won, yang masih belum bisa dilihatnya.
127Please respect copyright.PENANA8qvD8poWmb
"Apa sekarang dia berada disini???", Tanya Ki Yong, menangis.
127Please respect copyright.PENANAEcfOYGmZbu
Yeong Joo pun menganggukan kepalanya.
127Please respect copyright.PENANAUuiTAu2BwY
"Sekarang dia sudah berada dihadapanmu... Tunjukkanlah dirimu padanya kali ini saja!!!", Ucap Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANAX4CM374NXW
Ibu Panti dan Ki Yong pun terkejut saat melihat penampakan arwah Na Won yang kini berdiri dihadapan Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANADKoQvqzRxf
"Oppa!!!", Sapa Na Won, tersenyum.
127Please respect copyright.PENANA5bmh6IZnR2
"Na Won!!! Apa kini kau menderita??? Apa kini kau menderita karena aku menahanmu disini???", Tanya Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAjpX2xXz3aH
"Peristiwa diving itu bukan salahmu dan akupun akan tetap memilih melakukan hal yang sama padamu, jika waktu itu bisa diputar kembali... Jadi jangan salahkan hidupmu lagi dan tetap lanjutkanlah kehidupanmu yang kini telah berharga bagi seseorang...", Ucap Arwah Na Won, melihat kearah Yeong Joo.
127Please respect copyright.PENANACUv0qAhy9a
Air mata Yeong Joo pun mengalir, saat mendengar perkataan arwah Na Won.
127Please respect copyright.PENANAb1w2lInjss
"Tapi mengapa??? Mengapa kau harus melepaskan tali pengikatmu??? Mengapa kau harus berkorban dan meninggal untukku???", Tanya Ki Yong, menangis.
127Please respect copyright.PENANAAYICGwti9R
"Karena saat itu aku melihat bahwa suplai oksigenmu juga tidak memadahi dan aku tahu jika saat itu kau pasti tidak akan berpikir ulang untukmu mengorbankan dirimu untukku, maka dari itu aku memutuskan untuk berkorban...", Jawab Arwah Na Won.
127Please respect copyright.PENANAZ8tPFVp5pT
"Tapi mengapa??? Mengapa kau boleh berkorban dan meninggalkanku, sedangkan aku tidak boleh??? Mengapa harus kau yang mengorbankan dirimu untukku???", Tanya Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAj6jyZGeGBG
Raut wajah Na Won pun seketika berubah menjadi sedih.
127Please respect copyright.PENANA2U6lGhMIxZ
2 Tahun yang lalu...
127Please respect copyright.PENANA3Ijkt5STc1
Na Won memeriksakan kesehatannya pada Dokter dan dia didiagnosa mengidap Leukemia stadium 3.
127Please respect copyright.PENANAMgkykbb8fj
"Leukemia???", Tanya Na Won.
127Please respect copyright.PENANAGia4B6s31z
"Iya... Hasil tes laboratorium darahmu menunjukkan bahwa kau sedang menderita Leukemia stadium 3... Kau harus segera menjalani kemoterapi sesegera mungkin, sebelum sel kankernya semakin menjalar keseluruh tubuhmu!!!", Jawab Dokter, melihat ke hasil lab kesehatan Na Won.
127Please respect copyright.PENANAXQgpQ7Vcfo
Na Won pun terlihat termenung, untuk sementara waktu.
127Please respect copyright.PENANAC5Nco6PJRj
"Apakah jika aku menjalani prosedur kemoterapi, apakah itu bisa menjamin bahwa aku bisa bertahan lebih lama??? Kira - kira berapa bulan lagi aku bisa bertahan hidup???", Tanya Na Won, air matanya pun mengalir.
127Please respect copyright.PENANA8W4StaqUUv
"Oh mungkin saja kau akan bisa bertahan hingga 2 atau 3 tahun lagi, namun jika pengobatanmu berhasil tidak memungkiri juga kalau kau mungkin bisa sembuh...", Jawab Dokter.
127Please respect copyright.PENANA6obSBjT99O
"2 atau 3 tahun lagi...", Ucap Na Won, mengangguk.
127Please respect copyright.PENANAmgrs9B8pU6
"Ku mohon jangan menyerah nona Na Won!!! Kau masih muda dan masa depanmu juga masih panjang... Terlebih lagi saat ini aku ketahui bahwa kini kau telah memiliki seorang kekasih...", Ucap Dokter, terputus.
127Please respect copyright.PENANAjfEssOVUcM
"Oh ya Dokter!!!", Panggil Na Won.
127Please respect copyright.PENANAimORdpgkQR
"Ya??? Ada apa nona Na Won???", Tanya Dokter.
127Please respect copyright.PENANAR3YuXF6EQP
"Jangan beritahu apa - apa pada Ki Yong!!!", Ucap Na Won.
127Please respect copyright.PENANA2o1WkfvG42
"Apa???", Tanya Dokter.
127Please respect copyright.PENANALhOJlZ2GZl
"Biar nanti aku sendiri yang memberitahunya dengan caraku sendiri...", Ucap Na Won, air matanya pun mengalir.
127Please respect copyright.PENANAqkQSIEHmzB
"Siang itu... Setelah kita selesai melakukan diving bersama, rencananya aku akan memutuskanmu dan aku pun berencana akan pindah ke Amerika bersama dengan keluargaku untukku dapat segera menjalani pengobatan leukemia ku disana...", Ucap Na Won, menahan sedih.
127Please respect copyright.PENANAT3PPlI3raM
"Apa??? Leukemia??? Apa maksudmu dengan rencanamu memutuskanku tanpa memberitahuku apa - apa???", Tanya Ki Yong, tidak percaya, air matanya pun mengalir semakin deras.
127Please respect copyright.PENANAmEvfY1Z8Ve
"Saat itu aku tahu bahwa kedua orang tuamu akan menjodohkanmu dengan temanku Seo Yeong Joo, yang merupakan putri dari seorang pengusaha, sahabat baik dari orang tuamu... Dengan begitu aku berpikir bahwa aku bisa pergi dengan tenang, karena aku tidak lagi harus memikirkanmu...", Jawab Na Won.
127Please respect copyright.PENANApINK5d1CY2
"Apa???", Tanya Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANA5dCGZfbHzD
"Oppa!!! Percayalah padaku bahwa apapun yang terjadi saat ini adalah takdir dan apapun yang terjadi saat ini adalah yang terbaik untuk kita semua!!! Untukmu, untukku dan juga untuk Seo Yeong Joo... Takdir ini adalah yang terbaik untuk kita semua...", Ucap Arwah Na Won.
127Please respect copyright.PENANAe8ZdsGdqIW
Seketika tubuh arwah Na Won pun tertutupi oleh serbuk cahaya berwarna putih.
127Please respect copyright.PENANAlrfEkXprGK
"Tidak Na Won!!! Itu tidak mungkin!!!", Ucap Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAvpZMMFwLd8
"Yeong Joo!!!", Panggil Arwah Na Won, disisa - sisa waktu terakhirnya.
127Please respect copyright.PENANAomkh9GjikA
"Ya... Na Won???", Tanya Yeong Joo, air matanya pun mengalir deras.
127Please respect copyright.PENANA4HAU4bTGQw
"Kumohon padamu untuk selalu menjaga Ki Yong dengan segenap hatimu dan cintailah dia seumur hidupmu!!!", Ucap Arwah Na Won.
127Please respect copyright.PENANAIsR1Y9yYGz
Akhirnya arwah Na Won pun benar - benar menghilang dengan tersenyum ceria, tertutup oleh serbuk cahaya berwarna putih.
127Please respect copyright.PENANAN16BdNEbKQ
"Na Won!!! Tolong jangan pergi!!! Yoon Na Won!!!", Panggil Ki Yong, menangis tersedu - sedu, sambil bersujud dihadapan tempat dimana posisi arwah Na Won berdiri tadi.
127Please respect copyright.PENANAQgdKC1lb33
Yeong Joo pun segera beranjak dari tempat tidurnya dan menghampiri Ki Yong yang masih menangis dengan keras.
127Please respect copyright.PENANAo49UxTpQVx
Yeong Joo pun memeluknya dengan erat, sambil menepuk - nepuk pundaknya.
127Please respect copyright.PENANARWWdqNK5G0
Ia pun membiarkan Ki Yong melepaskan segala kesedihan yang telah dipendamnya selama 2 tahun ini.
127Please respect copyright.PENANAcxFO8mj8dB
Ibu Panti beserta beberapa anak Panti Asuhan yang sedang berada disekitar tempat itupun ikut bersedih atas apa yang terjadi pada Ki Yong saat itu.
127Please respect copyright.PENANAVPoKKVJdYs
Sepulangnya mereka dari Panti Asuhan, Ki Yong, Yeong Joo, Na Moo, Nak Won, Do Jae, Hee Soo, Yeong Woo dan Seo Hee pun kembali berkumpul pada makam Na Won.
127Please respect copyright.PENANAS5KMOs7aVn
"Jadi selama ini kalian telah mengetahui segalanya, namun kalian lebih memilih untuk tetap merahasiakannya dariku???", Tanya Ki Yong, sedih.
127Please respect copyright.PENANABqh5vpfZWR
"Selama ini itulah hal terakhir yang diinginkan oleh mendiang Na Won... Jadi itulah satu - satunya hal terbaik yang selama ini bisa kami lakukan untuknya...", Ucap Na Moo.
127Please respect copyright.PENANAePBG9iYUfp
"Tapi bagaimana bisa kalian bersekongkol untuk menutupi semua ini dariku??? Apakah aku ini terlihat bodoh dimata kalian semua??? Apakah aku ini terlihat menyedihkan??? Mengapa kalian semua bersekongkol untuk membohongiku??? Membiarkanku hidup selama 2,5 tahun dalam bayang - bayang rasa bersalah karena kupikir Na Won meninggal karena tenggelam???", Teriak Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAszE1IVttje
"Oppa!!! Bersabarlah!!!", Ucap Yeong Joo, menggenggam lengan Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAMUlgi9JbOO
Ki Yong pun mencoba untuk lebih tenang.
127Please respect copyright.PENANAqOvM0XlyyW
Yeong Joo mengangguk perlahan sambil menatap Ki Yong, agar Ki Yong menjadi lebih tenang.
127Please respect copyright.PENANAq4Rx6EAAB6
"Kami semua lakukan ini juga untuk kebaikanmu, karena selama ini aku tahu bahwa kau masih sering sakit kepala secara tiba - tiba dan sering pingsan sebagai dampak dari depresimu... Jadi kami akhirnya bersepakat untuk merahasiakan hal ini darimu Ki Yong...", Ucap Nak Won.
127Please respect copyright.PENANA7EqHaCYpmD
Akhirnya Ki Yong pun sempat termenung sesaat.
127Please respect copyright.PENANAhuDORrw1V7
"Hmm aku mengerti... Oh ya Nak Won!!! Maafkan aku jika selama ini aku telah membuatmu merasa tidak nyaman karena wajahmu yang sangat mirip dengan Na Won...", Ucap Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAV7LE6QAZPp
"Hmm tidak apa - apa... Aku mengerti... Lagipula memang inilah nasibku karena terlahir sebagai saudara kembar Na Won... Aku yakin bahwa saat ini dia sedang melihat kearah kita dengan senyum bahagia dari atas sana...", Ucap Nak Won, tersenyum sambil menatap langit.
127Please respect copyright.PENANAYZ4RoYc8xc
"Iya... Karena selama ini dia akan merasa sangat bahagia saat berkumpul bersama kita semua...", Ucap Yeong Woo, memeluk Seo Hee.
127Please respect copyright.PENANAqmrIRiCuTZ
"Terlebih lagi saat ini dia juga telah merasa lega dan juga tenang, saat melihat bahwa kini Ki Yong telah menemukan kekasih tambatan hatinya yang baru...", Ucap Na Moo, tersenyum.
127Please respect copyright.PENANA4j8nCmqbz7
"Seorang wanita yang tidak hanya cantik, tapi juga satu - satunya orang yang dapat menyembuhkan luka hati seorang Chae Ki Yong...", Ucap Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAf5kMnPZda6
Seo Yeong Joo pun tersenyum mendengarnya.
127Please respect copyright.PENANAdS3BYFnfaJ
"Ahhh aku tidak sebaik itu...", Ucap Yeong Joo, mengelak.
127Please respect copyright.PENANAgBCsgtNXQk
"Oh ya kudengar besok lusa kau akan terbang ke Perancis... Apa itu benar???", Tanya Na Moo.
127Please respect copyright.PENANAZh8muLW0jx
"Hmmm... Besok aku dan Yeong Joo akan terbang ke Perancis untuk mengunjungi beberapa Panti Asuhan disana... Seperti impian lamaku dan juga mendiang Na Won...", Ucap Ki Yong, mengangguk.
127Please respect copyright.PENANAsjgMeu1HE7
"Baiklah kalau begitu... Semoga perjalananmu lancar Ki Yong...", Ucap Nak Won, sambil mengulurkan tangannya.
127Please respect copyright.PENANAChVdHPdTZz
Ki Yong pun terdiam sesaat, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk menerima uluran jabat tangan Nak Won, yang merupakan saudara kembar mantan kekasihnya.
127Please respect copyright.PENANAktetSh4muv
"Baiklah... Terima kasih Nak Won...", Ucap Ki Yong, tersenyum sambil berjabat tangan dengan Nak Won.
127Please respect copyright.PENANAEiVfWAl9F6
"Aku senang bahwa kini kau tidak salah lagi menyebut namaku dengan nama Na Won...", Ucap Nak Won, tertawa.
127Please respect copyright.PENANA8fSK8hmBUA
Ki Yong pun ikut tertawa mendengarnya.
127Please respect copyright.PENANAbV1tedXvbJ
"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau sekarang kita makan kepiting fermentasi dan jajjangmyeon dirumah makan ibu Yeong Joo... Saat ini aku sangat lapar sekali...", Ucap Yeong Woo.
127Please respect copyright.PENANAjL2ziKm4ya
Mereka berdelapan pun akhirnya melangkah pergi meninggalkan makam Na Won.
127Please respect copyright.PENANAnav6ZVVhns
Tanpa mereka semua sadari saat itu arwah Na Won sedang berdiri disebelah makamnya, tersenyum sambil menatap kepergian teman - temannya.
127Please respect copyright.PENANA85hlMdkmyr
Nak Won pun seperti merasakan sesuatu, akhirnya Ia pun berbalik menatap kearah makam Na Won, namun disana arwah Na Won sudah tidak terlihat.
127Please respect copyright.PENANA0q9O2523jq
Air mata Nak Won pun mengalir.
127Please respect copyright.PENANA8DR0GwqsQr
"Hai ada apa Nak Won???", Tanya Na Moo.
127Please respect copyright.PENANAZcmQWZjcxA
"Aku merasakan bahwa tadi dia berdiri disana...", Jawab Nak Won.
127Please respect copyright.PENANA4MnHxqC5NR
"Di... Dimana???", Tanya Na Moo, menoleh kearah makam Na Won, tapi disana tidak ada siapa - siapa.
127Please respect copyright.PENANAXBHT0xn41E
"Oh... Mungkin saja dia hanya ingin melihat kita semua untuk kali terakhirnya disini...", Ucap Hee Soo.
127Please respect copyright.PENANAIRYub6A6tk
"Iya... Semoga saat ini dia tenang dan bahagia saat melihat kita semua dari atas sana...", Ucap Yeong Joo, sambil tersenyum, menatap kearah langit.
127Please respect copyright.PENANAItQJXlF86j
"Iya... Semoga saja...", Ucap Ki Yong, tersenyum menatap kearah langit.
127Please respect copyright.PENANAHr2LYssM19
"Kau tenang saja diatas sana... Meskipun saat ini aku masih belum benar - benar bisa membuka hatiku kepada Yeong Joo, namun kini aku berjanji bahwa secara perlahan - lahan aku akan mencoba untuk membuka hatiku pada Yeong Joo... Tetap pantau dan lihatlah kami dari atas sana Lucia Yoon!!!", Ucap Ki Yong, dalam hati sambil menatap kearah langit.
127Please respect copyright.PENANAPLsfwFcdXL
Air mata Ki Yong pun menetes.
127Please respect copyright.PENANAcsQK9KwRj8
"Baiklah kalau begitu... Ayo kita pergi sekarang, sebelum langit semakin gelap!!!", Ucap Na Moo.
127Please respect copyright.PENANAyFonxuRmsB
"Baiklah kalau begitu... Ayo!!!", Ucap Ki Yong.
127Please respect copyright.PENANAQkXVFXn5El
Yang lainnya pun mengangguk perlahan dan akhirnya mereka berdelapan pun benar - benar melangkah pergi meninggalkan area Pemakaman.
127Please respect copyright.PENANAbOXOJ1hxrt
~~~
127Please respect copyright.PENANAldKRUnP143