Menunggu Senja - Penyesalan | Penana
×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Menunggu Senja
Co-Writer Richard Rolanda*
Beta Reader rectaav
Beta Reader Yohana Ekky
Collaborators
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
R
RATED
617 Reads
6 Likes
1 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Menunggu Senja
1 Bookmarks
#5
Penyesalan
Richard Rolanda
Aug 21, 2017
1
0
143
2 Mins Read
No Plagiarism!zlLiDlOQXwsSkKT6zS7cposted on PENANA

     Akupun sekarang menyadari, sekarang senja tak akan datang lagi. Aku pun sudah mulai menyerah untuk menunggu senja kembali. Kemanakah dia? Tuhan seperti menghadiahkan kesendirian ini padaku, memberikan rasa sunyi agar aku menjenguk diriku. Agar aku lebih peduli akan diriku sendiri. Aku mungkin tidak menyadari, aku telah terlampau mengacuhkan diriku dan sekelilingku. Karena sibuk menunggu kehadiran sang senja, sibuk mengkhawatirkan orang lain. Orang lain yang tidak lain adalah kamu. Kamu yang dulu sempat mengecewakan aku. Dan sekarang, aku berhentikan menyibukkan diriku untuk dirimu, aku hanya akan peduli dengan diriku sendiri.copyright protection143PENANAtixHPGA6iz

      "Sekali lagi aku ucapkan senja adalah akhir dari sebuah hari, membuat apa yang telah  terjadi menjadi sebuah rangkaian cerita yang tersusun dan terkunci rapih. Seperti sebuah kata yang harus di rangkai agar membentuk kalimat yang dapat dikenali. Dan kisah-kisah dihari itu yang akan menjadi sebuah kenangan di hari esok. Senja yang setelahnya membawakan sang malam, sang langit tak lagi peduli pada mentari yang telah pergi, sebab ia hanya peduli pada perjumpaanya dengan sang rembulan. Walau begitu, senja tak pernah marah, ia hanya sunyi. Menyembunyikan segala ceritanya sendiri, etah bahagia ataupun ia terluka."copyright protection143PENANACSVoayJZoH

Aku pun menulis ini untuk sang senja, agar ia  terhibur dan tau betapa rindunya diriku akan dia.copyright protection143PENANAvRzQBtWbm4

Aku tau aku salah. copyright protection143PENANAoPmVwbB6hU

Aku bodoh!copyright protection143PENANAGUNBiX92Wy

Aku pernah tidak menginginkannya, tapi tolong senja.copyright protection143PENANAJsqji2Ned9

Datanglah kembali, temani aku.copyright protection143PENANAjBYFwvR8C8

Sebelum sang gelap datang dan menyelimuti diriku dengan mimpi buruk lagi.copyright protection143PENANA2i2PTlN3nK

Aku tau dari kamu aku belajar menghargai rasa sunyi dan sepi. Tidak selalu aku akan berjalan bersama orang yang kupilih. Tidak selalu orang yang kupilih juga memilihku. Terkadang Tuhan membuat apa yang kita sayang beranjak pergi, bukan karena Tuhan tidak memperdulikan. Bukan, Tuhan bahkan lebih peduli melebihi diri kita sendiri. Tapi mungkin Tuhan memberikan sebuah kado hadiah terindah yaitu "KESENDIRIAN".copyright protection143PENANAB6c2qu4dJi

Akupun pergi ke sebuah cafe, untuk menenangkan diriku dengan kesendirianku sekarang. Memesan kopi yang begitu pahit rasanya agar aku dapat menutupi rasa sakit pahitnya kisahku. Akupun terdampar di depan kaca agar aku dapat melihat aktifitas orang lain di luar sana. Tak lama aku duduk, sang langit pun mulai menangis seperti tau perasaanku sekarang. Perasaanku pun mulai bercampur aduk.copyright protection143PENANAn2TmIqRzyt

Aku harus tegar, kataku dalam hati.copyright protection143PENANAHBMKqF5eIs

Haah.... sedih rasanya senja tidak kunjung datang, aku pun mencoba menutup mata dan mengingat kembali saat senja menemaniku, kicauan burung yang sedang kembali ke sarangnya dan warna-warna di langit yang membawakan ketenangan. copyright protection143PENANAYkzan0Frep

Brugggg!!!! Suara apa itu???copyright protection143PENANAJBrDXa3PJB

Aku bertanya dalam hati.copyright protection143PENANAjrc5bDLhRt

Maaf... suara yang tak jauh di dekatku. copyright protection143PENANAKQOk0bkGDy

Akupun mulai melihat siapa yang beraninya menggangu hayalanku tentang senja. Akupun terpaku, melihat seorang gadis yang tidak sengaja membentur mejaku. Rambutnya yang agak coklat kepirangan, dan mata yang agak pipih membuat aku terpaku. Akupun tak sadar aku terpanah melihat dia.copyright protection143PENANA5m9x07H3Wq

Selly namaku..copyright protection143PENANAFfSSl3w6lo

Dia mengenalkan dirinya.copyright protection143PENANAA5eoqfAKVd

Aku hanya tersenyum tanpa menjawabnya.copyright protection143PENANAi0AsyAAfEw

Hampa...copyright protection143PENANAGjMyc7CIdY

Hampa rasanya hati inicopyright protection143PENANA6N4kcuzMeu

Hampa itu seperti langkah tak berjejak, senja tapi tak jingga, cinta tapi tak dianggap. Akupun kembali dengan sikap dinginku, dan mulai bergegas untuk beranjak pulang. Tidak peduli akan dia yang baru saja membuat aku terpanah. Dingin udara sehabis hujan menemani langkah demi langkah saat aku menuju ke rumah. Aku pun sadar hanya kesendirian yang aku butuhkan sekarang.copyright protection143PENANA0xvA03bAjP


54.198.27.243

ns54.198.27.243da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X