Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Romance
Friendship
One Million Dollar Wedding
No tags yet.
Tags
Writer MissPhopho
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
PG-13
RATED
19 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
One Million Dollar Wedding
0 Bookmarks
A - A - A
#1
PROLOG
MissPhopho
Feb 12, 2018
0
0
7
3 Mins Read
No Plagiarism!gAg4BCQLUReLCPRAq5DKposted on PENANA

Apa itu cinta, Sayang?11Please respect copyright.PENANAySHU15oFWt
copyright protection7PENANAei7yeAYDs3

Bukankah itu merupakan jalan akhir dari pertemuan hati diantara kau dan aku?copyright protection7PENANA6JDnNf0E0U

Aku tidak mau menjalani itu… karena bagiku kebersamaan kita sudah cukupcopyright protection7PENANAvfF84xIvCm

Terbanglah ke dalam pelukanku… dan biarkanlah aku mencium bibir merah-mu itucopyright protection7PENANAfQEmpTXnwp

Sampai nafas yang ada didalam hidupku ini hilang lenyap bersama nafas terakhirmucopyright protection7PENANAqD840Wk1Al

Jangan membuatku menunggu lagi, sayang… karena aku ini hidup didalam kegilaancopyright protection7PENANAV5ABeF8WaK

Gila karena menginginkanmu…copyright protection7PENANAjqBYN0RKno

Menginginkan Jiwa, Hati dan Pikiran-mu yang tercipta hanya bagiku seorang11Please respect copyright.PENANAzNYdc5D6mx
copyright protection7PENANAaO2iT3fe4P

-Barisan puisi yang dibuat oleh S.A.D, 2015, didalam kamar pribadinya.-11Please respect copyright.PENANAxbZU7NanNa
copyright protection7PENANAz0VaB9PJ60

**********11Please respect copyright.PENANAql27f4cEK9
copyright protection7PENANAupq6nd6fYu

“Kak Annie… apakah kau sudah siap?”11Please respect copyright.PENANA7jX6w9bagx
copyright protection7PENANAE8jHrdKHsP

     Annie mendengar namanya dipanggil dengan nada setengah berteriak dari dalam kamar pribadinya.11Please respect copyright.PENANAIOJIIQvTdi
copyright protection7PENANAw2PscqC2aI

     Serra Abigail O’Smith, Adik Tiri Annie, sudah tidak sabar menunggu kakak perempuannya yang memang sedang bersiap-siap untuk pergi ke Pasar Malam yang tempatnya sangat dekat dengan rumah mereka.11Please respect copyright.PENANA3ED6MTbZxV
copyright protection7PENANA2F8tLwHSLF

     “Serra, tidak baik berteriak seperti itu… Harusnya kau malu!” ujar Annie menegur Serra setelah gadis itu menghampiri Adik Tiri-nya di Pintu Depan O’Smith House.11Please respect copyright.PENANA9Ff6LLgWWx
copyright protection7PENANAnqOH7gVSXn

     “Habis kau lama, Kak. Nanti keburu selesai acaranya.”11Please respect copyright.PENANAuFlen44TXi
copyright protection7PENANAHupxWCYzE8

     “Ya tapi… tidak harus berteriak seperti itu, Serra. Kalau sampai Mama mendengar kamu berteriak seperti tadi, bisa habis kupingmu di jewer olehnya.”11Please respect copyright.PENANAc0WQ7IJiHh
copyright protection7PENANAhGOq9AWQtI

     “Ya, ya, ya... nanti-nanti saja aku mendengar omelanmu itu, Kak. Sekarang waktunya bersenang-senang—Ayooo!”11Please respect copyright.PENANAdQXsXIedFb
copyright protection7PENANAwR8lygCu8z

     Annie menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat ulah Adik Tiri-nya. Kemudian gadis itu menutup Pintu Depan rumah mereka dan menyusul Serra yang berjalan dengan sangat cepat sebagai tanda bagi Annie bahwa adiknya sudah tidak sabar lagi untuk segera sampai ke Pasar Malam.11Please respect copyright.PENANAKaQ5oeat87
copyright protection7PENANARQ4hn1TlAy

     Karena wilayah rumah mereka terkenal sebagai kawasan elit, Pasar Malam seperti itu jarang sekali bisa diadakan setiap tahunnya. Bukan karena masyarakat disitu sombong sehingga tidak mau menginjakkan kaki mereka ke tempat-tempat yang hanya disinggahi rakyat kelas bawah. Tapi karena event tersebut selalu diadakan di sebuah tempat dimana pemiliknya adalah seorang pengusaha dari Inggris dan hanya datang setiap dua tahun sekali untuk melihat aset-asetnya, yang membuat panitia acara terkadang sulit untuk meminta ijin dari pemiliknya.11Please respect copyright.PENANALk8IafrUy8
copyright protection7PENANAuSeiioTefm

     “Lihat, Kak… meriah ya.”11Please respect copyright.PENANAcMZ9eXStay
copyright protection7PENANAWMd57MlJgu

     Annie menatap kagum ke arah Pasar Malam itu karena terlihat meriah dengan pemasangan lampu-lampu gantung seperti di Kawasan Singapura ‘Orchad Road’ yang pernah dikunjunginya beberapa tahun lalu.11Please respect copyright.PENANAFVJw18KbBT
copyright protection7PENANAj8knqIoj3Y

     Hingar bingar musik yang sedang trend in terdengar dimana-mana. Stan makanan, minuman, baju-baju bahkan sampai pernak-pernik untuk perempuan ada semua di dalam Pasar Malam itu. Tempat tersebut terlihat ramai dengan para pengunjung yang memadati stan-stan yang ada disana.11Please respect copyright.PENANAjner5pHwjf
copyright protection7PENANARxQ6Q9vJnK

     “Sebentar, Kak, aku kirim pesan ke handphone Kat dan Rion dulu. Aku tadi sudah janjian sama mereka ketemu disini.”11Please respect copyright.PENANAFw1FFgCyKN
copyright protection7PENANA6kxkpE6Lon

     “Oke. Aku duluan ke tempat pernak-pernik yang disitu ya,” kata Annie sambil menunjuk salah satu stan yang ada didekat mereka dan adiknya mengiyakan sambil mengacungkan jempol.11Please respect copyright.PENANA7pJQVKYGWA
copyright protection7PENANAfHwA5Witgl

     Ketika Annie sampai di stan pernak-pernik tersebut pelayan yang menjaga stan tersebut langsung menyambut gadis itu dengan senyum yang sangat lebar. “Mari Kak… silahkan dipilih. Kita punya kalung, anting dan cincin yang cantik-cantik. Harganya murah-murah, Kak.”11Please respect copyright.PENANAzfXNH2cozw
copyright protection7PENANAs8TjeKsKuQ

     Annie tersenyum mendengar tawaran mereka yang berulang-ulang dan menjual kalimat murah sebagai pancingan agar para pengunjung mau mampir ke stan mereka dan membeli barang-barang yang ditawarkan. Sejenak mata Annie melihat dengan penuh selidik ke pernak-pernik yang ditawarkan oleh mereka.11Please respect copyright.PENANAEf2GUIWxhG
copyright protection7PENANAvAa2VAG2l5

     Mata Annie langsung tertuju ke bagian cincin dimana gadis itu melihat sebuah cincin yang sangat unik. Cincin itu terbuat dari perak dan memiliki ukiran berbetuk pita kecil. Di bagian tengah cincin tersebut, diletakkan sebuah batu kecil berwarna hijau yang terlihat berkilau seperti green diamond.11Please respect copyright.PENANAko53e1OdHL
copyright protection7PENANApBMVbRSul8

     Annie mulai memasangkan cincin itu ke jari manis sebelah kirinya dan hampir saja dia menjatuhkan cincin itu ketika tiba-tiba mendengar sebuah suara yang sangat lembut di telinganya mengatakan, “Be mineI’ll give you a million green diamond rings, which are bigger than what’s in your hands right now.”11Please respect copyright.PENANANh1K5INi7n
copyright protection7PENANAQOgJ7vuAfY

     Annie menoleh kearah suara itu dan menjadi terkejut ketika melihat sepasang mata berwarna biru kehijauan sedang menatapnya dengan begitu intens. Wajah pria asing itu hanya berjarak beberapa senti dari wajah Annie.11Please respect copyright.PENANAPLCSrwAo3S
copyright protection7PENANAqKzBMubtww

     Lalu pria itu mulai memeluk Annie dipinggangnya. Dengan gerakan yang sangat lembut, tubuh Annie diarahkan untuk lebih merapat kepadanya. Dan kemudian, tanpa menyadari apa yang akan dilakukan pria itu selanjutnya, sebuah kecupan yang sangat manis di bibir-nya langsung membuat Annie menjerit kaget.11Please respect copyright.PENANA5ogbsvcgIU
copyright protection7PENANAyW7kSjcKNy

     Karena ketakutan, Annie berlari keluar dari tempat itu dan berusaha menghilang dibalik kerumunan para pengunjung Pasar Malam agar pria itu tidak bisa mengejarnya.11Please respect copyright.PENANA2wb3hgL4zT
copyright protection7PENANASDm8nuER4T

     “Interesting…” ujar pria asing itu sambil tersenyum.11Please respect copyright.PENANAsoF4g7BRvF
copyright protection7PENANAQvDp6qUhTq

(To Be Continued . . . # Chapter One)11Please respect copyright.PENANAJA4ZLwvYNe
copyright protection7PENANAOsnWNffZZ3

54.167.48.192

ns54.167.48.192da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X