×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Fantasy
Romance
ZackLin
Writer Hana Puspa Rini
Writer
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
R
RATED
113 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Follow Author
ZackLin
0 Bookmarks
A - A - A
6 7 8 9 10 11 13 14 15 16
#12
Mimpi Buruk Violin
Hana Puspa Rini
Sep 15, 2018
0
0
2
4 Mins Read
No Plagiarism!luEiRw3B0D4qeKhvsPZbposted on PENANA

Setelah Violin dan Zacko tidur di tendanya, Violin merasakan sesuatu kini dia bermimpi bahwa Zacko di hukum mati oleh Ketua sihir karena melakukan pelanggaran sebagai ketua organisasi.copyright protection2PENANAriJDXwkRGU

"Nona Violin, kamu harus membunuh Zacko." Ucap Kepala sekolah sihir, Violin menggeleng-geleng kepala. Dia tidak yakin kenapa harus begini, kenapa harus di hukum mati bukankah Zacko menyelamatkan dan meminta bantuan peri untuk keselamatannya.copyright protection2PENANAv2o9kgGnSG

"Violin, bunuhlah aku. Demi membuat mu sembuh kamu harus membunuh ku, Kunci Felio ada pada masa lalu orang tua kita." Ucap Zacko di saat di mimpi Violin, dia diikat tangannya dan semua memandang kepada Violin. Violin menampar Zacko, dia menangis dan memeluk Zacko.copyright protection2PENANA1X7gHoLaeK

"Zacko aku yang akan membunuh diriku sendiri dihadapan mu, dan kamu bisa membalaskan dendam kita bersama-sama." Violin tersenyum, dia mengacukan tongkat sihir di dadanya. Dengan cepat Zacko membuka ikatan dengan mantra, dia berlari ke arah Violin dan-"copyright protection2PENANAlG25k0BFSi

Swinkcopyright protection2PENANAznkYxEed27

Tubuh Zacko berlumuran darah, dadanya terkena sihir dari Violin. Violin menangis dan membuka buku sihirnya untuk menyembuhkan Zacko. Violin menyesal jika saja ia tidak bertabrakan dengan Zacko, mungkin Zacko akan selamat. Zacko adalah satu-satunya penyelamat Violin, ketika ia sakit Zacko menjaga Violin sepanjang malam. Di peperangan Zacko mencari ratu Titania, apakah Zacko dan Violin berhasil memecahkan mimpi ini?copyright protection2PENANAT440kLp5VE

Violin menangis dan memeluk Zacko. Ia memeluk dan berbisik kepada Zacko, saat Zacko belum menghembuskan nafas terakhirnya. "Bodoh, kamu mengapa melakukan ini demi ku. Kamu mengatakan kalau kamu mencintai ku." Violin menangis, dia terus menangis di dalam mimpinya sampai saat dia bermimpi Zacko menyadarinya dengan menghilangkan mimpi buruknya.copyright protection2PENANAQgkTmEUXjM

"Violin, kamu tidak apa-apa? Kamu teriak memanggil namaku, lalu aku menghilangkan mantra sihirmu." Violin memandang Zacko dengan tatapan kosong, Zacko melihat denyut nadi Violin kembali melemah. "Zacko, biarkan aku mati. Kamu jangan berbuat sesuatu yang membuat mu di hukum." Zacko memeluk Violin, ia mengeringkan Violin dari badan Violin yang kedinginan habis di siram air suci yang Zacko berikan.copyright protection2PENANAfS9zRHe5Uh

Zacko mengingat bahwa mantra nya akan berakhir setelah Violin bangun dari tidur. Violin masih dengan tatapan yang kosong. Zacko membaca mantra untuk Violin dan mengoleskan obat herbal di hidung dan leher Violin, Violin hanya terdiam dan melamun, pikirannya melayang (sambil mengingat kenangan Zacko dan dirinya saat pertama mereka berjumpa) Zacko memeluk erat Violin yang masih saja melamun. Mei dan Isabelle memasak obat herbal dengan membacakan mantra ke ramuan nya. Tentara masih berjaga di perbatasan hutan dan desa, mereka menjaga mungkin ada serangan monster lagi dari jendela. Oberon datang melihat apakah sihir dari Felio sudah dikurangi. Zacko memeluk erat Violin ia sedih Violin malah bermimpi buruk. Raja Oberon memberikan isyarat -"kutukan tidur", "mimpi buruk", "mantra jahat Felio" –semuanya bisa diatasi dengan mudah, namun hanya mengurangi rasa sakit. Tetapi mantra tidur bisa dihilangkan, Oberon ahli membangunkan putri tidur. Oberon membaca mantra mimpi buruk, ia sudah menduga mantra Felio atau mimpi buruk yang di buat Felio bisa di kalahkan, tetapi mantra kutukan penyakit gagal dihilangkan oleh Oberon.copyright protection2PENANAcNlgOG2eMX

Titania datang, melihat Oberon menyembuhkan Violin. Dia mengecek nadi Violin, kemungkinan Violin tidak boleh makan berlemak, dan makanan yang di goreng karena lemah jantungnya, Zacko tersenyum kepada Violin karena dia sudah segar matanya tidak dalam keadaan melamun. Violin bangun dari tempat tidur dan ia merasa bersalah, ia memeluk Zacko yang tersenyum. Oberon dan Titania tersenyum kepada dua magus yang saling mencintai.copyright protection2PENANASCedwASqyc

Tirtania menyanyikan lagu dengan indah, untuk menenangkan hati Violin. Violin masih menangis memeluk Zacko.copyright protection2PENANAcN5mnW3B2X

"Wahai peri-peri yang ku sayangicopyright protection2PENANATeLfvAVxOH

Bantulah anakku yang lemah ini dan buatlah mimpinya menjadi indah......"copyright protection2PENANAvHkKVQlNgT

Zacko mengelus rambut Violin dengan kasih sayang. Violin memeluk erat Zacko ia masih menangis.copyright protection2PENANA0tH5P41TG3

"Aku akan menolongu, apapun yang terjadi aku akan merelakan nyawaku demi menolongmu. Peluk Zacko dan Violin. Raja Oberon dan Tirtania ketawa, mereka pergi meninggalkan pasangan muda mudi ini.copyright protection2PENANARziCOOcJm1

"langit cerah di sanalah tempat peri, angin bernyanyi menyambut sang gloricopyright protection2PENANArSJLCECYsT

Daun menari lemah gemulai,copyright protection2PENANASsmzxcEz6k

Peri-peri membuat suasana menjadi indah,copyright protection2PENANADXTVAHJNr6

Hati yang terluka saling mengasihicopyright protection2PENANAOSYxEBcgzE

Jika ada yang lemah setiap peri akan menolongcopyright protection2PENANA9s6w1EJGdP

Sampai jumpa dua insan yang berbahagia..."copyright protection2PENANA0QMTMmBw92

Ratu dan Raja peri kembali ke kediamannya, Zacko dan Violin saling berpelukan. "Kamu sudah enakan? Tidak ada yang terluka atau membuatmu pusingkan?." Tanya Zacko. "Kamu tidur dan sadar, namun pandanganmu masih kacau. Aku berusaha keras memecahkan mantranya, Isabelle dan Mei membuat ramuan untukmu. Peri-peri pada datang menolongmu."copyright protection2PENANACXUAvybHPL

Violin masih menangis, dia melihat wajah Zacko. "Apakah kamu sudah izin terhadap kepala sekolah, jika kamu menyuruh para peri dan ratunya datang?" tanya Violin, Ia masih memeluk erat Zacko, Zacko melepaskan pelukannya.copyright protection2PENANAmZdswf7fVk

Zacko mengambil secangkir teh untuk Violin yang sedang lemas. "Ini, ku ambilkan teh hangat. Di minum mumpung masih hangat." Ucap Zacko. "Kau membuatku khawatir, ketika kau bangun dari tidur kau sadar tapi pandanganu bukan ke aku melainkan ke dunia lain."copyright protection2PENANA4VbQOYcpum

"Aku tidak tau apa yang sedang terjadi, aku Cuma mengingat sedikit saat itu kamu berdarah dan aku membunuhmu."copyright protection2PENANAr6kmHPVTxL

"Maafkan aku tidak bisa menolongmu saat kamu mimpi buruk."copyright protection2PENANAETKRmg6tv1

"Violin kamu sudah sadar, syukurlah kami kira kamu masih sakit dan mantranya sangat kuat. Aku kira kamu bakalan tidur selama sebulan."copyright protection2PENANAOzX0qLYDbs

Violin tersenyum kepada Isabelle dan Mei, yang melihat keadaan Violin yang bangun dari komanya. "Ini untuk apa kamu membawakan teh herbal dan obat-obatan lainnya?." Tanya Violin yang melihat teman-temannya datang.copyright protection2PENANAZDzj0h9VaH

"Minum dan makanlah obat ini, kamu habis dari koma selama satu jam." Isabelle tersenyum kepada Violin. "Zacko menangis melihatmu menderita, makanya aku membuatkan.copyright protection2PENANAGPArGXHNqd

Mei dan Isabelle pergi meninggalkan sepasang muda mudi. "Zack, aku bersyukur bisa melihatmu. Aku khawatir kamu meninggalkanku selamanya. Rasanya aku bersalah, karena diriku kamu dihukum mati dan kamu menyruhku untuk membunuhmu. Saat aku bunuh diri, kamu melepas ikatan itu dan kamu berdarah."copyright protection2PENANAPfNMfdyeRJ

"Itu Cuma mimpi buruk, jangan di ingat lagi. Ingat kondisimu belum pulih benar dan jantungmu juga lemah." Zacko meyakinkan Violin, bahwa itu Cuma mimpi buruk saja. Zacko menggendong Violin ke ruang medis untuk diperiksa kondisinya.copyright protection2PENANAHQnhanykiJ

54.92.164.184

ns54.92.164.184da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X