×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Humor
School
Apakah Kehidupan SMAku Akan Hancur Hanya Karena RomCom?
Co-Writer Fandi Abdillah*
Collaborators
  • G: General Audiences
  • PG: Parental Guidance Suggested
  • PG-13: Parents Strongly Cautioned
  • R: Restricted
PG-13
RATED
65 Reads
0 Likes
0 Bookmarks
Popularity

Facebook · Twitter

FAQ · Feedback · Privacy · Terms

Penana © 2018

Get it on Google Play

Download on the App Store

Apakah Kehidupan SMAku Akan Hancur Hanya Karena RomCom?
0 Bookmarks
Intro 1 2 3 4 5 6 7
#5
Bab 4: Ternyata Bekerja Itu Memang Merepotkan
Fandi Abdillah
Sep 15, 2018
0
0
6
26 Mins Read
No Plagiarism!ScuZp3har8R3bZhRnaYnposted on PENANA

“Wah…, pemandangannya indah sekali kan, Eri-chan?” Tanya salah satu anak perempuan itu sambil berjalan kesana kemari dengan riang gembira di atas salju yang cukup tebal.copyright protection6PENANArBHws2Y5Cq

Anak perempuan lainnya berdiri di sebelah dan dia nampak sedikit malu karena ingin bermain dengan perempuan itu. “E-Emm….”copyright protection6PENANA4vCyv2CMc3

Anak perempuan yang menari-nari itu pun terlihat seperti gasing yang dimainkan di antara butiran-butiran salju dan gemerlapnya bintang di malam hari.copyright protection6PENANAV4663nXrxV

Sepertinya masa kecilku cukup indah dibandingkan dengan masa remajaku.copyright protection6PENANAPYxwu0yt6b

Laki-laki yang bertubuh kecil itu menegur perempuan itu sambil bermain gamebotnya. “Kau ini, bisakah lebih berhati-hati!”copyright protection6PENANATaHwIczkZL

Diriku dalam mimpi itu pun menegur perempuan terlihat ceria itu. Ketika aku membalikan pandanganku ke kanan, aku melihat 2 anak perempuan yang nampaknya hendak bermain bersama anak perempuan yang ceria itu.copyright protection6PENANAnUPt1TRYkp

“Mou, sekali-kali gak apa-apa kan?” tanya anak perempuan itu sambil menggumbangkan pipinya.copyright protection6PENANAU9nsGSsfmy

Sesaat setelah anak perempuan misterius itu berbicara. Tiba-tiba pemandangan yang indah kulihat tadi mulai memudar dan yang tersisa hanyalah sebuah ruangan gelap tak berujung.copyright protection6PENANAqgI8MqlmLl

Di dalam mimpi, aku merasa seperti berlari di tempat saja. Setelah berlari cukup lama, aku merasa diriku terjatuh ke tanah yang cukup dingin dan suaraku saat terjatuh pun masuk ke telingaku.copyright protection6PENANA79gXChRugc

Saat aku membuka mata, aku baru menyadari kalau wajahku ini sudah menempel ke lantai yang agak dingin dan tubuhku pun reflek bergemetar karena hawanya yang cukup dingin.copyright protection6PENANATbmhD2a5hw

“Sial! Kenapa aku harus memimpikan hal itu lagi?” Sambil menghantamkan kepalan tangan kananku ke lantai dengan cukup keras.copyright protection6PENANAEINmRANcWy

Setelah itupun aku mencoba untuk berdiri dan mengambil selimutku. Sesaat aku hendak berdiri tiba-tiba kepalaku terasa sakit dan pikiranku serasa melayang.copyright protection6PENANAx3HN1k5SPl

Aku langsung memegang kepalaku dan mencoba untuk duduk di kursi karena tubuhku terasa tidak seimbang, seperti berada di kapal yang di terjang ombak yang ganas. “Awh…, kepalaku!”copyright protection6PENANA4IwrZat9fL

Sesaat setelah aku duduk di kursi, tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka. Sontak aku langsung melihat ke arah pintu dan melihat Adikku Rin dengan raut wajah agak cemasnya yang masih berada di depan pintu.copyright protection6PENANAGTutgl34xZ

“Onii-san, kau kenapa?” tanya Adikku khawatir.copyright protection6PENANAD53lT4GYXv

“Awh…, aku hanya habis bermimpi buruk tadi.”copyright protection6PENANAk2dRtc1Wmh

“Owh, gitu ya. Kalau begitu, cepat ke bawah ya Onii-san, soalnya sarapan sudah siap.” Setelah itu dia langsung turun ke bawah menuju ke ruang makan.copyright protection6PENANAI2bcwsxzw5

Saat Adikku sudah keluar dari kamarku, aku langsung memaksakan diriku untuk mencuci muka di pagi hari yang begitu dingin ini. Setelah itupun aku langsung memakai baju celana seragam sekolah. Ketika aku sudah selesai berpakaian, akupun turun ke bawah untuk memakan sarapanku di ruang makan.copyright protection6PENANAz9aCu4Ha3E

Saat aku sudah turun dari tangga, aku melihat Ibu yang sedang memasak di dapur dan Adikku yang duduk di kursinya.copyright protection6PENANAFnGTf95g6s

Kulihat di meja makan ada sup miso, ikan panggang, dan berbagai macam sayuran yang beberapa diantaranya tidak kusukai.copyright protection6PENANAyOvJ01byAH

Saat aku sudah duduk di kursiku. Aku melihat Adikku dengan lahapnya mengunyah daging yang berada di mulutnya dan sendok yang berada di tangan kanannya sudah siap mengambil daging lainnya, seperti singa betina yang sangat kelaparan.copyright protection6PENANADaROMlTtwW

Padahal raut wajahnya tadi cemas saat menemuiku. Tapi sekarang raut wajahnya menjadi ceria, hanya karena seporsi daging sapi. Apa kau ini singa betina yang jinak ya?copyright protection6PENANA7ckO5zXbP4

Sambil menguyah daging yang masih berada di mulutnya. “Ownii-san cwepat makan. Nwanti dwagingnwya, awkan kuwmwakan swemua lwoh.”copyright protection6PENANADoS87TajsL

Hei singa betina. Mending kau kunyah dan telan dulu daging yang ada di mulutmu itu, baru bicara.copyright protection6PENANA16VSUHeObL

“Apa kamu baik-baik saja, Yuu-kun? Tadi Ibu mendengar suara hentakan lantai yang cukup keras dari kamarmu.” tanya Ibuku sambil memasak di dapur.copyright protection6PENANAKiX472D5dt

“H-Hmm…, aku tidak apa-apa bu. Cuma mimpi buruk.” Sambil mengambil nasi dalam pemanas nasi.copyright protection6PENANA9RS20ZVajn

Setelah selesai memasak, ibu langsung mengemasi bekal kami berdua. “Owh…, gitu ya. Kalau begitu, ayo cepat dimakan sarapannya.”copyright protection6PENANAVktQdoysdJ

Saat aku masih memakan sarapanku, terlihat wajah Adikku seperti hendak menyampaikan seseuatu kepadaku.copyright protection6PENANAdX2a29dGer

“Terima kasih makanannya.”copyright protection6PENANAani2pi2lsl

Adikku pun memasukan bekal yang ada di meja makan ke dalam tasnya sambil berbicara padaku. “Ano Onii-san, kita pergi ke sekolah bareng yuk.”copyright protection6PENANAJoGdeTCNmP

“Bukankah kau pergi bersama temanmu?” tanyaku.copyright protection6PENANAwzNyKPHXvW

“Temanku mungkin sudah lebih dulu ke sekolah.” Jawabnya dengan nada polos.copyright protection6PENANAoFjHIJZK5s

Hmm... pantesan dia tadi gak langsung pergi ke sekolah.copyright protection6PENANA5OQL24FER1

“5 menit.”copyright protection6PENANAtoBgWl6EjB

“Oke… aku tunggu di luar ya, Onii-san” Ucapnya mengambil sepatu yang berada di rak dan memakainya.copyright protection6PENANABIhVpZEpKK

Setelah itupun Adikku langsung pergi keluar dan tidak sampai 5 menit, aku sudah selesai memakan sarapanku. Akupun langsung memasukan bekalku ke dalam tas, berjalan menuju ke pintu depan rumah untuk mengambil sepatuku yang berada di rak dan memasangnya.copyright protection6PENANARPyHBAMgfE

Ketika aku membuka pintu, aku melihat Adikku sedang meniup-niup daun yang ada di hidung dengan mulutnya dan raut wajah Adikku pun terlihat senang. Daun yang ditiupnya itupun jatuh saat dia melihat ke arahku sambil tersenyum.copyright protection6PENANAiI2TZZf5Ey

Aku benar-benar tidak tahu, apa yang ada di pikiran setan kecil ini.copyright protection6PENANAHfhZaHZP6J

Saat aku hendak berjalan keluar dari halaman depan rumah. Terdengar suara pintu yang terbuka dan terlihat Ibu dengan celemek yang masih menempel di bajunya dan Ibupun melambaikan tangannya ke arah kami berdua.copyright protection6PENANAzXz8FaJsrY

Sambil melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah kami. “Hati-hati di jalan ya!”copyright protection6PENANA6JH9CG8SMN

Sepertinya mood Ibuku sedang bagus hari ini.copyright protection6PENANAqu3Iuept3w

copyright protection6PENANAdDtMM9XvBo

Koyomi-sensei, menepuk kedua tangannya sambil menunjukan raut wajah ceria. “Baiklah, sekian untuk homeroom hari ini. Kalian boleh istirahat sekarang.”copyright protection6PENANAtI7aRKR0CE

Sepertinya waktu berlalu dengan begitu cepat dan sekarang aku harus pergi ke rapat yang melelahkan itu.copyright protection6PENANAN39QLD4b78

Setelah Koyomi-sensei selesai merapikan bukunya, dia langsung pergi keluar dari kelas menuju ke kantor dan di ikuti beberapa murid perempuan yang nampaknya hendak makan siang bersama. Akupun bersiap-siap pergi ke atap untuk memakan bekal makan siangku.copyright protection6PENANAHkMb7yl43W

Entah kenapa, Eita yang tadinya masih duduk di kursi. Kini ia menghilang entah kemana. Padahal saat dia menemuiku, dia sedang bersemangat. Yah… aku juga memukul perutnya karena aku kesal dengan kelakuan Eita akhir-akhir ini. Jadi mungkin itu sebab Eita langsung menghilang dari hadapanku.copyright protection6PENANAsxEzIwkAwW

Sakuraba-san pun terlihat, sedang membaca buku yang selalu ia bawa setiap hari dan laki-laki di kelas ini menatapnya seperti tergoda akan kecantikannya. Walaupun laki-laki di kelas ini tidak berani mendekati Sakuraba-san sejak aku berada di dekatnya. Jadi mereka berpikir, kalau mendekati Sakuraba-san, mereka akan dihajar habis-habisan olehku.copyright protection6PENANAek0obM1fY8

Akupun mengangkat badanku yang kaku ini dan mencoba pergi dari kelas menuju ke atap untuk memakan bekalku.copyright protection6PENANAoFtaRAJcEN

Saat aku sudah berada di depan pintu kelas. Akupun membalikan wajahku ke belakang dan terlihat Sakuraba-san, sedang membaca bukunya tanpa terlihat bosan sedikitpun.copyright protection6PENANA96kOG3k1DR

Aku benar-benar bingung dengan kelakuannya itu, tapi syukurlah kalau dia tidak mengingkutiku lagi. Jika tidak, suasana tenang untuk makan siang akan dihancurkan olehnya.copyright protection6PENANAYSbYgmLiCJ

Setelah itupun ake berjalan menuju ke atap. Ketika berada di lorong, aku melihat di depan ruang UKS ada Nikaido-sensei dengan raut wajah lesunya sambil mengangkat lembaran kertas yang begitu banyak.copyright protection6PENANAq1pTbguUs8

Sepertinya aku harus melewati guru bermasalah ini.copyright protection6PENANAHCf2qW5LXJ

Akupun berjalan sambil menundukan kepalaku agar Nikaido-sensei tidak mengetahuiku. Saat aku sudah melewatinya, tiba-tiba Nikaido-sensei langsung memegang bahuku dengan cukup keras, sampai-sampai aku bisa dibuat berteriak olehnya.copyright protection6PENANACVCOUTbFbN

“Hei Kisaragi-kun, kau mau kemana cepat-cepat gitu?” tanya Nikaido-sensei dengan nada mengancam seperti dia tahu, kalau aku mencoba untuk menghindarinya.copyright protection6PENANApCOOw040Vx

Dengan nada rendah aku berbicara karena sedikit takut dengan raut wajahnya. “K-Ke atap, aku ingin makan siang di sana.”copyright protection6PENANA9D9oFAlLli

Nikaido-sensei langsung menjatuhkan lemabaran kertas itu ke tanganku. “Owh gitu ya… kalau begitu, bisa kau bawa ini sekalian ke ruang klub kesehatan tubuh.”copyright protection6PENANAvYe7M90XOc

Akupun reflek mengucapkan “Guahh!” Karena aku langsung mengangkat lemabaran kertas yang di jatuhkan Nikaido-sensei tepat di kedua tangannku dan kotak bekalku pun jatuh ke tanah.copyright protection6PENANALdOA2kB6kw

Beratnya, sialan!copyright protection6PENANAEt9NSPodBK

“Lembaran apa ini Nikaido-sensei?” tanyaku dengan nada sedikit tinggi dan kesal.copyright protection6PENANAw7IKevTftI

Sambil mengambil kotak bekalku yang ada di lantai. “Ini cuma lembaran biodata siswa kelas 2 dan 3 yang mengikuti acara donor darah.”copyright protection6PENANAreWfPYAq5U

Dengan nada dan raut wajah datar. “Owh...”copyright protection6PENANAWJo6xhWVuy

“Kau ini, apa tidak bosan dengan raut wajah seperti itu terus?” tanya Nikaido-sensei sambil meletakan bekalku di atas tumpukan kertas yang kubawa.copyright protection6PENANAF0FoLTTE9m

“Sudah jalan sana! Atau kau mau tetap di sini sambil memandangi stockingku ini?” Sambung Nikaido-sensei sambil memperlihatkan stocking yang memakai garterbelt.copyright protection6PENANAnABjQriqRn

Memang aku menyukai stocking, tapi aku tidak sama sekali tertarik dengan wanita 3d.copyright protection6PENANAlO7KUE1RAv

“H-Hmmm…, kalau begitu aku permisi dulu.” Sambil menundukan sedikit menundukan kepalaku.copyright protection6PENANApgw4EhYxW7

Setelah itupun aku berjalan agak cepat supaya Nikaido-sensei tidak mengganguku lagi.copyright protection6PENANAUkIwEyXWZO

Ketika aku sudah sampai di tujuan, pintu sudah terbuka dan terlihat di dalam, ada 7 siswa sedang berdiskusi dan 2 lainnya menulis di selembaran kertas. Saat aku hendak masuk ke dalam, para siswa pun langsung melihat ke arahku dengan ketakutan dan sedikit mengeluarkan keringat.copyright protection6PENANAklCs5x66pH

Yah… wajar saja kalau para normie ini ketakuran melihatku.copyright protection6PENANACOX9TCrRan

Akupun memberanikan diri masuk kedalam dan memberikan tumpukan kertas ini kepada mereka.copyright protection6PENANAY4IGBmfyjf

“I-Ini, dari Nikaido-sensei.”copyright protection6PENANAnDB06GycNX

Saat aku mengatakan hal itu, wajah mereka yang tadinya ketakutan, berubah menjadi bingung. Tidak lama kemudian, salah satu perempuan agak kecil dengan rambut pendeknya, ia berjalan menuju ke arahku. Saat perempuan itu berada di depanku, dia langsung mengadahkan kedua tangannya kepadaku.copyright protection6PENANAUqMSzFu1wE

Sepertinya dia punya nyali yang cukup hebat daripada temannya yang di belakang.copyright protection6PENANApvJ7cktsSM

Akupun langsung memberikan setumpukan lembaran itu padanya dan meletakan kotak bekalku ke lantai. Sesaat setelah perempuan itu mengangkat setumpukan lembaran itu, wajahnya langsung memerah dan tubuhnya pun bergetar. Temannya pun hanya melihat dan tidak menolongnya.copyright protection6PENANAHgqigwZOJN

Jika kau tidak bisa mengangkatnya, jangan mengadahkan tanganmu itu.copyright protection6PENANALEdxwNc0OJ

Saat tubuhnya semakin bergetar. Akupun langsung mengambil setengah tumpukan lembaran itu dan perempuan itupun langsung kebingungan melihatku.copyright protection6PENANAFdeokqJOSC

Bukankah perbuatanku ini wajar? Kenapa kau malah bingung begitu?copyright protection6PENANABAS2T8zSWj

“Dimana?” tanyaku dengan nada datar.copyright protection6PENANAFIXTftHsuv

Saat aku menanyakan hal itu. Dia langsung berjalan ke arah temannya dan meletakan tumpukan lembaran itu di meja.copyright protection6PENANAc9Jqy4RhSK

“H-Hmm…. Di sini saja.”copyright protection6PENANATulLweU57Q

Setelah dia mengatakan hal itu. Akupun langsung berjalan ke arahnya dan meletakan setengah tumpukan lembaran di sebelah tumpukan lembaran yang dibawa perempuan itu tadi.copyright protection6PENANAoMzlGPPnij

Dengan gagap dan sedikit ketakutan. “M-M-Makasih.”copyright protection6PENANATusCV0GNiz

“H-Hmmm.”copyright protection6PENANAxb3SXA7RFe

Akupun mengambil kotak bekalku yang berada di lantai setelah dia mengatakan hal itu.copyright protection6PENANAI41hqH6f4p

Setelah itupun, aku langsung berjalan keluar dari ruang klub menuju ke atap untuk memakan bekalku.copyright protection6PENANAzYT2AO2hBl

Kulihat di sepanjang lorong, nampaknya kelas lain sedang sibuk mempersiapkan acara untuk festival budaya senin depan nanti.copyright protection6PENANAQ9wT2ut9l9

Entah kenapa akhir-akhir ini, banyak sekali kejadian yang membuatku berurusan dengan hal yang merepotkan dan juga melelahkan.copyright protection6PENANAn4eolE5sUa

Akupun hanya bisa menghela napasku setelah memikirkan hal itu.copyright protection6PENANARt8LwJzy0b

Saat aku sudah sampai di atap, langit terlihat sedang berawan namun tidak ada tanda-tanda akan hujan dan hawanya pun juga terasa sejuk hari ini.copyright protection6PENANAUQlqKnUewg

“Sepertinya cuaca hari ini cukup bagus.” Gumamku sambil duduk di lantai dan setelah itu, aku membuka bekalku.copyright protection6PENANAoTkCiGho9c

Akupun memakan bekalku sambil menikmati angin yang agak begitu dingin ini, ditambah dengan pemandangan Gunung Sakurajima yang terlihat jelas dari sini.copyright protection6PENANAy1GHMcrmLr

Jika saja momen ini terus ada saat aku ke sekolah. Mungkin aku tidak akan mengeluh jika pergi ke sekolah.copyright protection6PENANAyFiT63g0iM

Saat aku sedang menikmati makanku, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.copyright protection6PENANAhHGBkYiBms

Sontak akupun langsung menolehkan wajahku ke arah pintu. Ternyata orang yang membuka pintu tadi adalah Sakuraba-san dengan buku dan kotak bekal yang dia bawa di tangannya.copyright protection6PENANAOVtuDgG4Dr

Huh…, bisakah sehari saja aku menikmati hidup yang begitu singkat ini?copyright protection6PENANAwb7P5dSleb

Sakuraba-san pun langsung melihat ke arahku dengan tatapan sedikit dingin. Setelah itu dia langsung duduk agak jauh dari tempatku dan membuka kotak bekalnya.copyright protection6PENANA8vSO7cNpO9

Sakuraba-san pun bersikap seolah-olah tidak ada orang selain dia di sini.copyright protection6PENANARC5l7IBNNf

Akupun tidak memedulikannya dan lanjut memakan bekalku.copyright protection6PENANAfjqm9wA2RO

Kulihat di atas langit, matahari mulai memperlihatkan dirinya dari balik awan dan semakin terlihat. Hawa yang tadinya terasa sejuk, kini mulai terasa panas karena pancaran sinar matahari yang masuk ke dalam pori-pori kulitku.copyright protection6PENANAd0j6PqjCQ7

Tidak lama setelah matahari mulai menyinari lantai atap. Akupun selesai makan siang dan merapikan kotak bekalku.copyright protection6PENANAMIKR3RAFFn

Sakuraba-san pun juga terlihat sedang merapikan kotak bekalnya.copyright protection6PENANAUVHliQRSTJ

Melihat Sakuraba-san yang masih merapikan kotak bekalnya itu. Akupun mencoba menggerakan otot-otot kakiku yang terasa kaku ini sehabis duduk dan pergi menuju ke kelas agar aku tidak terlihat seperti menunggunya.copyright protection6PENANAG7JZdyqwbg

“Kuharap dia tidak mengikutiku lagi.” Gumamku sambil berjalan di lorong sehabis menuruni tangga.copyright protection6PENANAEXYoP2gpHV

“Apa dia yang kau maksud adalah aku, Yuuichi-kun?” tanya Sakuraba-san.copyright protection6PENANANCRuX9lP1f

“Ya, aku jadi begini gara-gara-” Jawabku tersendat.copyright protection6PENANAyHmiHzR762

“Hah! Sakuraba-san!” Teriakku karena terkejut melihatnya ada di sebelahku.copyright protection6PENANAoK0n9Ppqf7

Kenapa dia ada di sebelahku? Padahal tadi kulihat dia masih berada di atap.copyright protection6PENANAm2KdxHmTxn

“Awh! Tidak, dia yang kumaksud adalah Adikku Rin.” Sambungku mencari alasan agar Sakuraba-san tidak memarahiku.copyright protection6PENANA855vnM4eUb

Sakuraba-san langsung tersenyum aneh ke arahku seolah-olah dia tahu kalau jawabanku tadi mengada-ada. “Owh… gitu ya.”copyright protection6PENANAhjWhH577wm

Dia ini pandai sekali menghilangkan hawa keberadaannya. Apa kau ini shinobi atau semacamnya?copyright protection6PENANAeSpZ5XGrQe

Akupun hanya melihat senyum anehnya itu dan lanjut berjalan menuju ke kelas.copyright protection6PENANAPZjUuHHzVC

Saat aku hendak menuju ke kelas. Terlihat di lorong dekat dengan pintu kelas, ada Adikku sedang berbicara dengan kedua perempuan yang nampaknya itu adalah temannya.copyright protection6PENANAKcVGuCMBJj

Akupun langsung berhenti di tengah jalan dan langsung melihat sekelilingku untuk mencari jalan pintas.copyright protection6PENANAYYbnXhlEIb

Sakuraba-san terlihat kebingungan dengan tingkahku yang aneh itu. Dia pun langsung melihat ke depan dan setelah itu, ia langsung tersenyum ke arahku.copyright protection6PENANASybctGTafP

Bisakah kau berhenti melihatku seperti itu? Dan cepat tolong aku, sialan!copyright protection6PENANAM01IHwlu75

Sontak, Adikku pun melihat ke arahku dengan wajah cerianya dan dia langsung menghampiriku seperti anjing yang rindu dengan tuannya.copyright protection6PENANAN54Yt1fOGY

Apa Adikku ini persilangan antara singa betina dengan anjing?copyright protection6PENANA0zxcL0SEa8

“Hei Onii-san, apa Onii-san sedang kencan dengan Aikan?” tanya Adikku dengan raut wajah ceria.copyright protection6PENANAtX8vGQ12k9

Aku langsung menjawabnya dengan nada santai agar Adikku tidak curiga tapi langsung disela Sakuraba-san. “Kami berdua hanya ke-.”copyright protection6PENANA77fb6IdmxU

Sambil tersenyum ke arah Rin. “Kau benar Rin-san. Kami sedang kencan di sekolah.”copyright protection6PENANAkxtSJfSBU3

Gahh…, dia malah memperburuk keadaan!copyright protection6PENANAKo1STHIVJ3

Adikku langsung kegirangan sambil mengangkat satu tangannya ke atas seperti orang yang baru saja memenangkan lotre. “Wah…, apa benar Onii-san? Kalau begitu aku akan merayakannya!”copyright protection6PENANA5Rak2h2gDz

Akupun hanya bisa terdiam melihat dia berkata seperti itu, dan Sakuraba-san tertawa kecil melihatku.copyright protection6PENANAaY7EQQTIsN

Hah… aku benar-benar lelah dengan semua ini.copyright protection6PENANAMcbN55uN1e

Setelah Adikku mengatakan hal itu. Bel pun berbunyi, pertanda istirahat telah selesai.copyright protection6PENANAQ651q8itoW

Sambil melambaikan tangannya dan pergi menuju ke kelas bersama temannya. “Dah Onii-san, aku ke kelas dulu ya!”copyright protection6PENANA3zUadK07tt

Setelah dia pergi dari hadapanku. Akupun langsung pergi menuju ke kelas karena pelajaran selanjutnya adalah olahraga. Sakuraba-san pun mengikutiku dari belakang tapi dia masih tertawa kecil karena kejadian tadi.copyright protection6PENANAVfF73Kdxye

Kapan aku bisa keluar dari semua hal yang melelahkan ini? Tolong beritahu aku kalau semua ini sudah selesai.copyright protection6PENANAMplRrM0Kgp

Akupun menghela napasku ketika memikirkan hal itu.copyright protection6PENANAGjYAtclukP

copyright protection6PENANAXf5Dm8ozGX

Saat pelajaran olahraga tiba, aku hanya bisa berdiam diri di halaman belakang untuk berteduh dari panas sambil melihat para siswa di kelasku yang bersenang-senang di bawah panasnya sinar matahari.copyright protection6PENANAOsnakPXlzd

Mereka menyebutnya sebagai kenangan masa muda. Tapi menurutku, itu adalah suatu persyaratan untuk menjadi orang yang tersiksa di mana kau di haruskan untuk berbicara bersama mereka. Jika kau tidak mengikuti persyaratan tersebut, kau hanya akan dijauhi dan dikucilkan oleh mereka.copyright protection6PENANAKfwJQ0Wcug

Coba kucontohkan. Jika seseorang gagal mendapat teman, apa yang akan dilakukan orang tersebut selanjutnya untuk mendapat teman? Apa mereka menarik perhatian seperti mencari masalah atau membuat hal yang dapat menarik perhatian orang lain, atau mungkin merubah diri mereka menjadi seseorang yang disenangi orang lain?copyright protection6PENANA2sw76SgvsX

Semua itu salah, yang harus kau lakukan untuk mendapat teman adalah menutupi kekurangan dirimu sendiri agar tidak terlihat oleh orang lain. Karena jika mereka melihatnya, mereka akan mengucilkanmu karena kamu berbeda dari mereka pada umumnya.copyright protection6PENANAshpQsKFp5f

Contohnya jelasnya adalah aku sendiri.copyright protection6PENANACQv9zl9vyE

Saat aku memikirkan hal itu. Secara tidak sengaja, aku melihat Sakuraba-san yang duduk berteduh di bawah pohon, mengenakan baju olahraganya sambil melihat para siswa di kelas bersenang-senang sama sepertiku.copyright protection6PENANAMB7iIebZJD

Saat aku agak lama melihat ke arahnya. Sakuraba-san langsung menatap tajam ke arahku dan langsung menghampiriku seperti last bos yang datang ke hadapanmu.copyright protection6PENANAWcVm3n6IMc

Apa dia tidak puas ya menggangguku tadi?copyright protection6PENANAXp3szCOI8n

Sakuraba-san sudah berada di hadapanku. Raut wajahnya pun berubah menjadi normal dan sepertinya dia ingin menyampaikan sesuatu padaku.copyright protection6PENANAnUYvdHJoGt

Sambil menyilangkan tangan di bawah dadanya yang besar itu. “Nampaknya kau terlihat sendirian.”copyright protection6PENANA1DGXZJl6s8

Bukankah kata-kata itu juga dirujukan untukmu?copyright protection6PENANAjqxmT6ZHP7

Dengan nada mengejek. “Bukankah kau juga sama, Nona lemari es.”copyright protection6PENANA5d23JfLtDs

“Aku punya alasan khusus untuk tidak ikut olahraga.”copyright protection6PENANAWF5DC5mXcO

“Kalau begitu aku juga punya alasan khusus untuk tidak mengikuti pelajaran olahraga.”copyright protection6PENANA5vfDS8KRQA

“Dilihat juga tahu kalau alasan khususmu itu…”copyright protection6PENANAZVN1ZwgKZU

“Hmm…, sebaiknya aku diam saja.” Sambung Sakuraba-san dengan senyum kecil liciknya.copyright protection6PENANAcWzizcnWaz

Heh…, jika kau tahu. Kenapa kau tidak mengatakannya sekarang? Nona lemari es sialan!copyright protection6PENANALg50TX8EOY

Akupun menunjukan raut wajah kesal sambil memalingkan wajahku ke arah lain.copyright protection6PENANAeNU2PTy6Dy

Setelah Sakuraba-san mengatakan hal itu. Dia pun langsung duduk agak jauh di sebelah kananku dengan raut wajah halus yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.copyright protection6PENANA0Qvz85Mv1W

Tidak lama kemudian para siswa yang tadinya sedang olahraga, kini satu persatu mulai masuk ke sekolah. Dan aku melihat Koehara-sensei mendatangi.copyright protection6PENANA5NdbN68WLX

“Hei kalian berdua, pelajaran olahraga sudah selesai. Cepat ganti baju sana!” Ucap Koehara-sensei sambil memegang lembaran.copyright protection6PENANAVZLP1BIAHl

Kami berdua serempak mengatakan, “Baik.” Dengan nada rendah.copyright protection6PENANA9HcEhkK3QM

copyright protection6PENANA0Vzd7nkfj5

Ketika pelajaran sudah selesai. Semua murid di dalam kelas langsung bersiap-siap melakukan gladi resik untuk acara drama musik.copyright protection6PENANAde5Z36AMGh

Kulihat ada beberapa yang berlatih menari, membuat kostum dan mengecat aksesoris untuk background. Sakuraba-san pun sudah pergi lebih dulu karena rapat osis.copyright protection6PENANA8PZkugEfku

Padahal masih ada waktu sebelum rapat dimulai. Kenapa Sakuraba-san malah terlihat buru-buru gitu.copyright protection6PENANA1lqAzxXTNg

Ketika aku tahu bahwa Sakuraba-san sudah lebih dulu pergi ke sana. Akupun langsung bergegas pergi menuju ke ruang osis.copyright protection6PENANAZ1v40zaAlR

Saat aku sudah berada di depan ruang osis. Terlihat beberapa siswa yang sudah duduk dan ada juga yang berdiri sambil memegang lembaran. Sakuraba-san masih tidak terlihat padahal dia pergi lebih dulu tadi.copyright protection6PENANAStHRNc7srs

Akupun tidak memedulikan hal itu dan langsung saja masuk ke dalam dan duduk di tempatku yang berada di paling belakang.copyright protection6PENANAXsNn3mV0gJ

Ketika aku sudah duduk di tempatku, aku melihat beberapa murid melihat ke arahku seperti mengatakan “Ahh, dia lagi. Kenapa dia harus datang kesini lagi?”copyright protection6PENANAhfKMkKlvlH

Saat aku memikirkan hal itu, tiba-tiba semua murid di sini menatap ke arahku dengan raut wajah iri. Sesaat setelah aku ditatap oleh para murid di sini, tiba-tiba muncul seorang perempuan yang dari osis dengan laptop yang ia pegang di tangan dan di letakannya di depanku.copyright protection6PENANAmda44YgcqI

Hahh… aku baru ingat kalau perempuan ini adalah ketua osis. Kenapa kau meletakan laptop di sini? Apa tidak ada tempat lain?copyright protection6PENANAFnasLdPHe6

“Kau Kisaragi-kun dari kelas 1-3 kan?” tanya ketua osis itu dengan raut wajah ceria.copyright protection6PENANAqvmbiGWEbh

Sambil mengangguk kecil. “H-Hmm…”copyright protection6PENANAmyvwDAuUNV

“Kalau begitu, bisa kau kerjakan laporan ini?” tanya ketua osis itu lagi sambil menyodorkan laptopnya yang menyala dan kulihat di layarnya ada sebuah laporan tentang festival budaya.copyright protection6PENANACsiNU41KLf

Aku langsung terkejut karena dia seenaknya saja memberiku pekerjaan. “Hah?!”copyright protection6PENANAQbLcm4SiJ4

“Kenapa kau terkejut begitu? Bukankah Sakuraba-san sudah mengatakannya padamu.”copyright protection6PENANAA5D5BgG6at

Sakuraba-san?! Apa ini ulahnya lagi?copyright protection6PENANA2MVkAQoBAa

“Sakuraba-san menyuruhku?!” tanyaku dengan sedikit terkejut untuk memastikan kebenarannya.copyright protection6PENANAQqlCDIGw0p

“Iya, katanya kau ahli dalam mengetik. Jadi dia menyarankanku untuk mempekerjakanmu.”copyright protection6PENANAAAueG6umdF

Dia ini benar-benar Nona lemari es yang licik!copyright protection6PENANAPgsLB2BZDb

Aku bisa mengetik bukan berarti kau bisa seenaknya menyuruhku untuk melakukan pekerjaan yang tidak aku inginkan.copyright protection6PENANAatCv6gdMMe

Lagipula darimana kau tahu kalau aku bisa mengetik cepat? Ah...., dari dulu dia juga tahu tentang kebiasaanku bermain game galge, mungkin ia tahu dari situ.copyright protection6PENANAcnOHBvO5R2

Sambil menunjukan raut wajah seperti paham akan perkataannya. “H-Hmm…, aku mengerti.”copyright protection6PENANAKHicsTe3TS

Dengan raut wajah cerianya. “Aku serahkan padamu ya, Kisaragi-kun.” Ketua osis itu pergi menuju ke kelompok para osis.copyright protection6PENANAf3lSys8MeV

Aku hanya bisa menghela napasku setelah mendengar ketua osis menyuruhku untuk melakukan hal itu. Saat aku memalingkan wajahku ke arah papan tulis. Aku melihat Sakuraba-san yang duduk di kursi wakil sambil tertawa kecil dan menutupi mulut dengan tangan kanannya.copyright protection6PENANA0riO8TkWZb

Bisakah kau hentikan tawa licikmu itu? Nona lemari es sialan!!!copyright protection6PENANAYJSgWl9bo2

Saat dia menertawakanku, akupun langsung memalingkan wajahku ke arah lain karena aku tidak ingin melihat wajah mengesalkannya itu.copyright protection6PENANA4E5qxESFq6

Tunggu dulu, Sakuraba-san jadi wakil panitia festival budaya! Sejak kapan dia mengajukan diri menjadi wakil panitia?copyright protection6PENANABqxTfGMzCL

Tidak lama kemudian semua siswa duduk di tempat mereka masing-masing dan ketua osis pun berdiri dengan wajah cerianya.copyright protection6PENANALBvERsZ1Eo

Ketua osis menepuk kedua tangannya seperti Koyomi-sensei. “Baiklah, terima kasih sudah berkumpul di sini ya semuanya!”copyright protection6PENANA4I3a8AO0gf

“Jadi bisa kita mulai sekarang, Yamaichi-san?” tanya ketua osis itu pada ketua panitia festival.copyright protection6PENANA7RFFKVlxvX

Ketua penitia itupun terlihat gugup sambil mencoba untuk berdiri dan membaca selembaran kertas yang ada di tangannya.  “H-Hmm…, ba-baik.”copyright protection6PENANAjgzOUrhUsW

“Ba-Baik…, kita akan mulai dari kelompok sukarelawan.” Sambung ketua panitia itu.copyright protection6PENANAixEmHNWwOc

Salah satu perempuan yang merupakan manajer dari sukarelawan langsung berdiri. “Untuk saat ini yang berpartisipasi ada 10 kelompok dari sekolah kita dan 2 kelompok dari organisasi di luar sekolah.”copyright protection6PENANALV4rAOnWmS

Aku benar-benar tidak percaya, ada beberapa kelompok yang mengikuti hal yang melelahkan ini.copyright protection6PENANAUF9tu4ULYn

Ketua panitia menunjukan raut wajah serius seperti memikirkan tentang festival budaya ini. “Apa kau sudah mengecek semua kelompok yang ada di luar sekolah termasuk sekolah lain? Karena kita membutuhkan banyak bantuan dalam segi keuangan maupun pekerja.”copyright protection6PENANAHhVmDCaz9Y

Saat ketua panitia mengatakan hal itu, manajer itupun langsung menunjukan raut wajah bingung. Tapi sesaat kemudian ia memahami maksud dari ketua panita tersebut.copyright protection6PENANAMUUQmuFJr1

Dengan sedikit gagap namun wajahnya terlihat serius dan setelah itu dia duduk kembali di tempat duduknya. “Ba-Baiklah, akan saya lakukan hari ini.”copyright protection6PENANABlGKOaOJWN

Apakah harus seserius ini untuk mempersiapkan acara festival budaya?copyright protection6PENANA7E421IEbiO

Yah…, pendapat ketua panitia itu benar juga. Sekolah Kagamihara adalah sekolah terbaik pertama di Kota Kagoshima dan para lulusan SMP pun banyak yang hendak bersekolah di sini, karena beasiswanya yang cukup menggiurkan dan kau dapat dengan mudah menuju ke Universitas yang kau inginkan.copyright protection6PENANA94I3V5yAOZ

Jadi tidak ada salahnya kalau sekolah ini membutuhkan banyak sukarelawan dari luar.copyright protection6PENANACqkjb9u0Tq

“Se-Sekarang dari bagian penyusun acara.”copyright protection6PENANAN05S26BHhT

Laki-laki yang merupakan ketua penyusun acara langsung berdiri. “Kami sudah mengecek semua kelas dan klub yang ingin mengadakan acaranya di aula panggung sekolah yaitu sekitar 9.”copyright protection6PENANAvrYeuUk3v8

“Apa kau sudah memposting susunan acaranya di web sekolah dan fanspage sekolah?” tanya ketua panitia.copyright protection6PENANA37zoqKxULr

“Masih belum.”copyright protection6PENANAlzrqruw3cO

Dengan raut wajah serius. “Sebaiknya kau harus lakukan dengan cepat. Mengingat sebentar lagi akan ada penerimaan murid baru dan dipastikan minggu ini akan banyak orang yang mengunjungi web dan fanspage sekolah.”copyright protection6PENANAXIfVXKQhNl

Laki-laki itu langsung menunjukan wajah percaya dirinya. “Baik, akan segera kulaksanakan.”copyright protection6PENANAqQsZeTKMNv

Kukira perempuan ini tidak bisa menanganinya, karena dia terlihat seperti orang yang gugup ketika berbicara di depan umum, dan dia seperti orang yang tidak bisa membaca situasi sekitar.copyright protection6PENANAd95Fzwa6Am

Sepertinya aku salah dalam menilainya dan itu cukup menyebalkan. Tapi di sisi lain aku kagum dengannya.copyright protection6PENANAUx4at1UjiI

“Kalau begitu dari bagian laporan. Apa ada kesalahan dalam laporan yang sudah dikerjakan?”copyright protection6PENANAEJz7IO0tAO

Laki-laki di sebelahku yang merupakan ketua dari bagian laporan langsung berdiri. “Untuk saat ini masih tidak ada.”copyright protection6PENANAYOX3uxAEDb

“Baiklah…”copyright protection6PENANA0yI5Ib6Dup

Hehh… rasanya aku ingin bermain galge sekarang.copyright protection6PENANAm98VgRKgkk

copyright protection6PENANA4j92nDzYid

Sekitar 30 menit rapat berlangsung, akhrinya selesai juga. Akupun duduk terdiam saat melihat tumpukan laporan itu, dan secara berangsur-angsur mulai bertambah. Sakuraba-san pun nampaknya terlihat fokus mengetik laporan yang dia kerjakan.copyright protection6PENANA9iLRnu3u8x

Ketua panitia menunjukan raut wajah serius dan dia terlihat sibuk membaca laporan yang baru diprint.copyright protection6PENANAUuH3qXUadf

Aku tidak tahu, apa aku bisa pulang cepat ke rumah hari ini.copyright protection6PENANAviyFkViUTB

Akupun hanya bisa menggerakan jariku untuk mengetik laporan yang banyak ini sambil berpikir untuk cepat pulang ke rumah.copyright protection6PENANA72TSUhnXLv

Ketika aku memalingkan wajahku ke arah papan tulis. Aku melihat ketua osis datang menghampiriku dengan wajah cerianya.copyright protection6PENANAvF0cJqaDAn

Apa dia ingin memberiku pekerjaan yang melelahkan lagi? Kuharap tidak.copyright protection6PENANAS6GqL0m4Ug

“Apa kau menikmatinya?” tanya ketua osis yang berada di depanku dengan nada ceria.copyright protection6PENANAF1jzUdQhbC

“Apa raut wajahku ini terlihat menikmatinya?” tanyaku balik dengan nada sedikit tinggi.copyright protection6PENANANHhNU0d4EO

Ia pun mendekatkan dirinya ke arahku. “Nggak sih, tapi sepertinya kamu kelihatan senang.”copyright protection6PENANAsxU8YG8kL3

Apa dia ini tidak bisa membaca pola tubuh seseorang atau gimana? Udah jelas raut wajahku terlihat seperti seorang berandalan yang hendak keluar dari penjara yang melelahkan ini.copyright protection6PENANAAq5TZ07Qhi

Dengan nada rendah, aku menjawabnya dengan kata-kata simpel agar pembicaraan ini segera berakhir. “Owh… hmm…”copyright protection6PENANAs40KRUL5Yp

Senang? Di dunia ini cuma ada 3 hal yang membuatku senang.copyright protection6PENANATqWOyUvHfg

Hidup dengan damai dan tentram tanpa ada gangguan.copyright protection6PENANALPHQJGQRx8

Bermain game galge sepuasnya.copyright protection6PENANA9Zd9J54va2

Uang terus ada tanpa harus bekerja.copyright protection6PENANAU4tRS2MnJ1

Kemungkinan, keinginanku nomor 3 tidak akan pernah terjadi di dunia nyata. Jika terwujud, mungkin akan terjadi krisis global dan sumber daya semakin menipis di dunia.copyright protection6PENANAEvRllB2csz

Saat ketua osis hendak berbicara kepadaku. Seorang laki-laki dari osis memanggilnya dan setelah itu ketua osis langsung tersenyum aneh ke arahku.copyright protection6PENANAlCzzMjEQOO

Dengan raut wajah yang imut. “Dah ya Kisaragi-kun. Ada sesuatu yang harus kukerjakan” Setelah itu dia langsung pergi menuju ke kumpulan anggota osis lainnya.copyright protection6PENANASISmALom98

Setelah ia menjauh dariku. Akupun hanya bisa menghela napasku sambil terus mengetik laporan yang menumpuk ini.copyright protection6PENANAoNDg8ZRbck

Aku berharap tidak ada hal-hal aneh menimpaku lagi.copyright protection6PENANAKxWj6ICKyq

copyright protection6PENANAzr9sNKdb7n

Setelah semua laporan sudah kuketik, akupun langsung mengangkat tanganku ke atas dan merenggangkan jari-jariku karena kaku sehabis mengetik laporan.copyright protection6PENANAjvaXMjWDu8

Akhirnya selesai juga dan sebaiknya aku harus cepat-cepat pergi dari sini dan pulang ke rumah untuk beristirahat.copyright protection6PENANAXfFTzMCbxa

Kulihat sekitar hanya ada beberapa orang yang masih tertinggal sambil mengetik laporannya di laptop dan Sakuraba-san terlihat serius mengetik laporannya yang menumpuk itu. Ketua panita pun nampak sedikit kebingungan dengan laporan yang dia baca.copyright protection6PENANAC6CMypxMBE

Sebelum aku pulang ke rumah, Aku harus mengantar Nona lemari es satu ini ke rumahnya. Jika tidak aku hanya akan terima gaji buta dan dia bisa marah sambil menunjukan tatapan dingin mengerikannya padaku.copyright protection6PENANA9VakSWEOz8

Akupun langsung mematikan laptop.copyright protection6PENANAXxoCrXp39W

Setelah selesai aku mematikan laptop, aku langsung mengambil tasku dan menghampiri Sakuraba-san yang terlihat sibuk mengetik laporannya.copyright protection6PENANAeM3QyCg5pS

“Kau lama?” tanyaku dengan nada biasa saja namun setelah aku menanyakan hal itu, semua murid yang di ruangan ini menatap ke arahku.copyright protection6PENANAKyOUTGQxvq

Sakuraba-san masih membaca laporan yang ada di tangannya. “Tidak juga, sebentar lagi selesai.”copyright protection6PENANAGsX45p2vsb

Sambil memalingkan wajahku ke arah pintu dan berjalan keluar. “Owh… Kalau begitu aku tunggu di luar.”copyright protection6PENANArHYvyw7OCw

Saat aku memalingkan wajahku tadi, sekilas aku melihat ketua panitia sedang memerhatikanku dan setelah itu dia langsung membaca kembali laporan yang ada di tangannya.copyright protection6PENANAHn5vhYb7wH

Akupun kebingungan melihat ketua panita itu yang pura-pura fokus membaca laporan di tangannya yang begitu dekat dengan wajahnya.copyright protection6PENANAxdavigUkLn

Aku tahu kalau kau berusaha menyembunyikannya tapi itu sudah terlambat.copyright protection6PENANAwc4uHC1PrE

Setelah melihat ketua panitia bertingkah aneh seperti itu. Akupun berjalan keluar dari ruang osis menuju ke gerbang sekolah, di mana aku berjanji menemuinya di sana.copyright protection6PENANAl81rDiqPqW

Malam ini, aku harus menamatkan game yang baru saja setengah progres heroin yang kuincar.copyright protection6PENANAxX9HtsXnMJ

Ketika aku berada di lorong lantai 1 sekolah, terdengar suara yang begitu dingin dari belakang. “Kelihatannya kau ingin cepat-cepat ke rumah.”copyright protection6PENANAKiVONDrOtS

Saat mendengar suara itu, reflek aku memalingkan wajahku ke kanan dan ternyata asal suara tadi adalah Sakuraba-san dengan mata dingin yang berada di balik kacamatanya itu.copyright protection6PENANAsO1ufENFud

Entah kenapa saat melihat tatapan mengerikanmu itu. Aku merasa seperti bertemu dengan samurai yang membawa katana es di tangannya dan bersiap untuk menebasku.copyright protection6PENANAC1bMJEeH11

“Wajar saja jika aku ingin cepat pulang ke rumah.”copyright protection6PENANAqLjmA7Z1Vs

Sakuraba-san langsung bersikap seolah-olah dia tidak peduli dengan ucapanku tadi. “Hmm…”copyright protection6PENANAUohVSxAFd4

Setelah Sakuraba-san mengatakan hal itu. Dia langsung berjalan keluar dari sekolah menuju ke rumahnya. Akupun mengikutinya dari belakang agar orang tidak terlalu curiga padaku namun tampaknya itu tidak efektif terhadap orang yang sudah terpikat dengan Sakuraba-san.copyright protection6PENANATQ54COIRvK

Yah… Wajar saja aneh, kalau ada seorang laki-laki yang terlihat seperti berandalan berjalan di belakang gadis populer yang cantik dan dikagumi laki-laki di sekolah.copyright protection6PENANASWwci6ji8f

Akupun tidak memedulikan hal itu dan terus berjalan di belakang Sakuraba-san.copyright protection6PENANAL2D2YwAycO

Saat kami sudah hendak sampai di gerbang, Sakuraba-san langsung menoleh ke belakang dengan tatapan dinginnya.copyright protection6PENANAC5EI9hxS83

Hei Nona, bisakah kau hentikan tatapanmu itu?copyright protection6PENANAD1Z9dhgxzo

“Bisakah kau berada di sebelahku, Yuuichi-kun?” tanya Sakuraba-san dengan wajah dinginnya, namun lambat-laun wajahnya menjadi normal.copyright protection6PENANAMkrqnpWYY9

Aku menjawabnya dengan ragu, “H-Hmm…” Setelah itu aku mendekat dengan Sakuraba-san sekitar 1 meter di sebelahnya.copyright protection6PENANAMBerkoIRgR

Apa aku harus melakukan hal ini setiap hari?copyright protection6PENANAVUSV36cjDM

copyright protection6PENANAIq79QvzNtx

Setelah aku selesai mengantar Sakuraba-san ke rumahnya. Akupun langsung berjalan pulang menuju ke rumahku.copyright protection6PENANAWf9aGtzplQ

Ketika aku sudah sampai di rumah dan masuk ke dalam. Terlihat Adikku Rin sedang asyiknya menonton tv dan Ibu nampaknya sedang memasak untuk makan malam.copyright protection6PENANAggK9bNgo7T

Adik dan ibu menyapaku seperti biasa dan setelah itu mereka melakukan aktivitas mereka kembali.copyright protection6PENANAaPkiYaNxYg

Ketika aku sudah berada di kamar. Aku langsung melepas pakaianku dan segera mandi karena tubuhku ini terasa seperti robot yang belum di-olesi oli.copyright protection6PENANA5Uwe5dHFC2

Sambil berendam di bak yang penuh dengan air hangat. “Hah… Tubuhku yang kaku tadi, kini terasa nyaman sekarang.”copyright protection6PENANAvTjf3u3jTa

Tidak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki di ruang ganti dan setelah itu muncul suara seperti menggosok gigi.copyright protection6PENANAc4ZxmYH9vG

Mungkin itu Adikku.copyright protection6PENANAqBBWPH9xmM

“Wahh… Baru kali ini aku mendengar Onii-san merasa seperti orang yang banyak bekerja.”copyright protection6PENANAASFT7Iob2i

Benarkan.copyright protection6PENANAlemkLIjtRO

Akupun tidak membalas kata-katanya itu dan lanjut berendam di air bak yang hangat ini.copyright protection6PENANAaiqLegtoNP

Hah… Sesaat aku merasa seperti di surga.copyright protection6PENANAaoHQiPzH0B

copyright protection6PENANAZmQlHC306V

Ketika pelajaran sekolah selesai, akupun bergegas merapikan buku dan pergi menuju ke ruang osis.copyright protection6PENANAOgdf2svvQi

Sakuraba-san pun terlihat masih bersiap-siap dan para siswa lainnya, sedang mempersiapkan acara mereka untuk festival budaya nanti.copyright protection6PENANAl1H3RZSrGT

Akupun langsung berjalan keluar dari kelas menuju ke ruang osis agar saat aku ke sana nanti tidak banyak orang yang melihatku.copyright protection6PENANA2FfT0Wv4WB

Ketika aku sudah sampai di ruang osis aku hanya melihat beberapa orang saja yang sedang mengetik laporan dan nampaknya ketua panitia pun masih terlihat sibuk dengan laporan yang menumpuk itu.copyright protection6PENANAZLSd0UGwqw

Akupun langsung duduk di tempatku dengan cepat dan langsung membuka laptop untuk melanjutkan pekerjaanku yang kemaren.copyright protection6PENANAPLywOpvHRb

Secara berangsur-angsur, para siswa mulai masuk ke dalam ruangan begitu juga dengan Sakuraba-san dan Ketua osis.copyright protection6PENANAAURQNSMiWJ

Ketua panitia pun langsung berdiri dengan kertas laporan yang ada di tangan kanannya itu dan setelah itu wajahnya sedikit memerah.copyright protection6PENANAUWvMawHQ28

Untuk ukuran orang yang pandai mengelola rencana dan berbicara. Ternyata dia masih gugup berbicara di depan orang banyak.copyright protection6PENANAmRTUnIkSqc

“B-Baiklah, sesuai jadwal hari ini. Kita akan menentukan slogan untuk festival budaya.”copyright protection6PENANA416WRTOEcK

“Ka-Kalau begitu… S-Silahkan masukan saran slogannya di kotak ya.”  Sambung ketua panitia sambil mengambil spidol.copyright protection6PENANAo7GTTQpBGr

Ketika ketua panita mengatakan hal itu. Seorang anggota osis membawa sebuah kotak berwarna putih sambil berjalan di depan semua murid untuk mengumpulkan saran slogan untuk festival budaya.copyright protection6PENANAJ3iDYGmjyM

Dari 36 murid yang ada di ruangan ini, hanya ada 10 orang yang memberi saran.copyright protection6PENANAwDNCzFwokI

Setelah selesai mengumpulkan semua kertas saran itu. Ketua osis langsung membuka kotak dan mengambil salah satu kertas untuk diberikan kepada Ketua panitia. Ketua panitia pun membaca kertas itu dan menulis sebuah kata ‘Kerja, kerja dan kerja.’copyright protection6PENANA8IPPBJG0ln

Akupun langsung memasang wajah meledek seperti mengatakan “Hah…, yang benar saja!”copyright protection6PENANAs5rLJqr5KZ

Apanya yang kerja kalau banyak orang mengeluh karena pembagian pekerjaan yang tidak adil contohnya adalah aku sendiri yang tidak mendapat keadilan itu. Dan bukankah slogan itu milik suatu organisasi atau partai?copyright protection6PENANASgDGSdlpBF

Akhirnya slogan itu ditolak karena ada beberapa siswa yang beranggapan itu terlalu biasa dan sudah banyak digunakan oleh organisasi dan partai. Sakuraba-san pun selaku wakil ketua panitia menolaknya dengan mentah-mentah.copyright protection6PENANA7KnXAZHh02

Setelah itupun ketua osis menulis lagi sebuah kata ‘Festival budaya adalah semangat masa muda.’copyright protection6PENANAEs86dRwEWg

Masa muda? Mendengar kata itu saja sudah membuatku muntah. Lagipula bukankah yang tua dan muda juga ikut berpartisipasi dalam membantu festival budaya ini seperti organisasi masyarakat, para staf sekolah, guru dan juga kepala sekolah. Mengapa hanya para siswa sialan yang menganggap mereka masih menikmati masa muda bodoh mereka itu?copyright protection6PENANAEPwivpvQO7

Ada beberapa murid yang menyetujuinya dan ada juga yang menolak. Walaupun yang menolak sedikit, tetapi aku mendukung orang-orang yang menolak itu.copyright protection6PENANAwWSTTsSAKT

Setelah terjadi perdebatan kecil antara yang setuju dan tidak. Sakuraba-san langsung memutuskan untuk menolak karena keputusan berada di tangannya walaupun banyak orang yang setuju.copyright protection6PENANADolLuyD1dA

Dan akhirnya tidak ada satupun saran slogan dari para wakil siswa yang diterima oleh Sakuraba-san.copyright protection6PENANAhRpO9UdFL2

Sakuraba-san pun merapikan dokumen yang akan dikerjakan nanti. “Nampaknya hari ini kita belum dapat slogan yang cocok. Jadi hari ini kita sudahi dulu karena setelah ini ada jadwal untuk mengerjakan laporan.”copyright protection6PENANANhYGbS94tT

Dengan wajahnya yang memerah karena diperhatikan semua orang dan dia pun terlihat imut. Ketua panitia menocba memberanikan dirinya untuk berbicara. “Tu-Tunggu, a-aku punya satu saran untuk slogan kita.”copyright protection6PENANAX7hiTMRwN4

“Silahkan Yamaichi-san.”copyright protection6PENANA65WvT6q7Mb

Setelah Sakuraba-san mengatakan hal itu. Ketua panitia pun menangguk kecil dan menulis sebuah kata ‘Heart of Traditional Culture, Modern Mindset.’copyright protection6PENANAazs8fD1oIu

Hmm…, tidak buruk juga. Yah… Menurutku slogan itu lebih baik dari 10 slogan yang lain karena slogan itu lebih pas dengan acara kita tahun ini yang lebih banyak memberi kesan budaya dalam daerah dan juga membuat kita untuk berpikiran maju dalam berbagai hal dalam Festival Budaya tahun ini.copyright protection6PENANAiFCzYvmP19

Yah, karena kota Kagoshima sering dikunjungi oleh wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri. Jadi, banyak sekolah yang berada di kota ini sering menampilkan daerah budayanya.copyright protection6PENANAU7eRD8Y3gK

Jadi aku lebih memilih slogan ini daripada yang lain.copyright protection6PENANAeqkHzAlAZ3

Apa cuma aku ya yang berpikiran seperti itu?copyright protection6PENANA5hIHRHcdwd

Para siswa lainnya pun tampak setuju dengan slogan itu dan Sakuraba-san pun menyetujuinya.copyright protection6PENANAnrlCjYKh10

Wajah ketua panitia pun terlihat berseri-seri ketika banyak orang yang menyetujui slogan buatannya.copyright protection6PENANA1gqmXZWiAV

Sakuraba-san langsung berdiri dan ia memasang raut wajah dinginnya.  “Jadi sudah diputuskan slogannya. Sekarang tinggal memasukan slogannya ke web dan fanspage sekolah. Jangan lupa juga, kita harus membuat poster sebanyak mungkin sebelum hari senin.”copyright protection6PENANAmFd4m4Myhi

Seperti yang diharapkan Nona lemari es, dia begitu pandai menangani situasi apapun kecuali situasi yang berhubungan dengan Ayahnya.copyright protection6PENANAMEK7g351k7

Beberapa siswa pun langsung berdiri dan menjawab “Baik!” pada Sakuraba-san. Setelah itu mereka semua langsung disibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing, ada yang mengedit halaman web dan menguploadnya kembali ke server, ada yang membuat dan memprint poster dan ada juga yang keluar untuk menempel poster yang sudah diprint.copyright protection6PENANA2mntIksED3

Wah… Baru kali ini aku melihat mereka bekerja keras seperti itu.copyright protection6PENANAAZIN45SQE9

Dengan nada dinginnya dan raut wajahnya yang serius itu. “Baiklah untuk bagian laporan, mungkin hari ini kita akan bekerja sedikit lebih keras.”copyright protection6PENANA9qOTy5XE6h

Sedikit bagimu, sangat banyak bagiku.copyright protection6PENANAL8E9Bmt407

Setelah Sakuraba-san mengatakan hal itu, ada beberapa siswa yang mendatangi para siswa lainnya yang berada pada bagian laporan termasuk aku, dan para siswa itupun memberi lembar laporan yang menumpuk itu ke meja masing-masing.copyright protection6PENANA7B6QpbWh2A

Akupun langsung menghela napasku ketika melihat tumpukan laporan yang harus dikerjakan itu.copyright protection6PENANAqb1f5zk3er

54.80.96.153

ns54.80.96.153da2
Comments ( 0 )

No comments yet. Be the first!
Loading...
X