×

Please use Chrome or Firefox for better user experience!
Write a New Story!

Invite

Feedback
unrequited

Butterfly Mu
1Min Each
10
ISSUES
The Dark Side of Love
Updated Apr 12, 2018
PG Completed
9
918
0
Short Story

Love's the worst when it's unrequited . . . Until someone takes a leap.This is how a small love came to be, told through short poetry.

Romance
Short Story
Read More
Solo Work

The Dark Side of Love

Love's the worst when it's unrequited . . . Until someone takes a leap.This is how a small love came to be, told through short poetry.

Read More
Solo Work
gingersfairy
3Mins Each
5
ISSUES
SEMANGGI EMPAT DAUN
Updated Jan 19, 2019
G Completed
10
309
7
Angst
Family

-Sebagian harapan itu tidak selalu berbentuk kebahagiaan-

Kali pertama Ah Jue bertemu dengan lelaki itu, Ah Jue memberikan tangkai semanggi empat daun itu tanpa sedikitpun merasa berat hati seolah-olah keberadaan semanggi empat daun itu tidaklah penting bagi kehidupannya. Selanjutnya kali terakhir Ah Jue bertemu dengan lelaki itu, malahan lelaki itu yang kemudian memberikan setangkai semanggi empat daun dengan sikap acuh tak acuhnya kepada Ah Jue.

Ah Jue menatap tangkai itu dengan suara rendah. “Itu tidak akan mengabulkan permohonan kali kedua.”

“Ini tangkai yang lain,” katanya masih acuh tak acuh.

Untuk pertama kalinya Ah Jue berpikir semanggi empat daun ini mungkin bisa mengabulkan permohonannya sebagaimana yang terus dibualkan oleh adik lelaki tampan itu dan juga teman sebangsalnya yang sering mengoceh sesuatu tidak penting yang bernama ‘keajaiban’.

“Aku berharap... Tuhan membiarkan aku mati dengan damai.”

Drama
Angst
Family
Read More
Solo Work

SEMANGGI EMPAT DAUN

-Sebagian harapan itu tidak selalu berbentuk kebahagiaan-

Kali pertama Ah Jue bertemu dengan lelaki itu, Ah Jue memberikan tangkai semanggi empat daun itu tanpa sedikitpun merasa berat hati seolah-olah keberadaan semanggi empat daun itu tidaklah penting bagi kehidupannya. Selanjutnya kali terakhir Ah Jue bertemu dengan lelaki itu, malahan lelaki itu yang kemudian memberikan setangkai semanggi empat daun dengan sikap acuh tak acuhnya kepada Ah Jue.

Ah Jue menatap tangkai itu dengan suara rendah. “Itu tidak akan mengabulkan permohonan kali kedua.”

“Ini tangkai yang lain,” katanya masih acuh tak acuh.

Untuk pertama kalinya Ah Jue berpikir semanggi empat daun ini mungkin bisa mengabulkan permohonannya sebagaimana yang terus dibualkan oleh adik lelaki tampan itu dan juga teman sebangsalnya yang sering mengoceh sesuatu tidak penting yang bernama ‘keajaiban’.

“Aku berharap... Tuhan membiarkan aku mati dengan damai.”

Read More
Solo Work